• Cek Fakta: Megawati Pecat Bupati Brebes karena Ikut Retreat Kepala Daerah di Magelang

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2025

    Berita

    Suara.com - Beredardi media sosial sebuah video yang memperlihatkan foto Megawati dan Bupati Brebes yang disertai dengan narasi tentang pemecatan.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “rudyduny4432” pada Rabu (26/02/2025) dengan narasi sebagai berikut:

    Karena ikut ret” Megawati resmi pecat bupati brebes dari keanggotaan PDIP

    pilihan ibu sdh tepat karena ibu dipilih oleh rakyat bukan partai jadi harus kerja untuk rakyat

    Terpantau pada Kamis (06/03/2025) unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 124 ribu kali, disukai oleh 972 pengguna, mendapat 444 komentar serta dibagikan ulang sebanyak 104 kali.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Suara.com lantas melakukan penelusuran fakta lewat mesin pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “Megawati pecat Bupati Brebes dari kader PDIP karena ikut retret”. Hasilnya, tak didapati informasi maupun pemberitaan yang tepercaya terkait klaim yang disampaikan.

    Melansir antaranews.com, Bupati Brebes yang merupakan kader PDIP memutuskan tetap mengikuti retret kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang meski terdapat instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

    Juru Bicara PDIP, Ahmad Basarah pada Selasa (25/2/2025) menyampaikan bahwa Megawati tidak pernah melarang kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti retret di Akademi Militer Magelang.

    Lebih lanjut, Basarah menegaskan bahwa dalam instruksinya, Megawati hanya meminta agar keberangkatan ke Magelang dari masing-masing daerah ditunda untuk sementara waktu.

    Dijelaskan pula bahwa Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada kader partainya yang telah dilantik sebagai kepala daerah dan belum mengikuti retret di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, agar dapat mengikuti retret angkatan kedua.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video berisi klaim “Megawati pecat Bupati Brebes dari kader PDIP karena ikut retret” merupakan konten yang menyesatkan.
    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar Ada Emas Palsu Milik PT Antam Sebanyak 109 Ton

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial, sejumlah unggahan yang menyebarkan klaim bahwa ada emas palsu milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di tengah masyarakat.

    Dalam narasi yang tersebar, perusahaan BUMN tersebut diklaim telah melakukan pemalsuan emas sebanyak 109 ton dengan nilai mencapai Rp185 triliun, sejak tahun 2020 silam. Beberapa unggahan bahkan menyebut, masyarakat perlu mengecek keaslian dari emas Antam yang mereka miliki.

    Narasi tersebut, dengan berbagai variasinya, disebarkan oleh sejumlah akun, di antaranya “folkmedsos” (arsip), "putr4_k0n0h4” (arsip) “reelsmajeliskopi08”,“kotamagelang_info”, “psstore_surabayaa”, “tuwaga.id”,“info.pesisir.selatan”,“side.storys”, dan “danielsugiarto.ds”, secara serentak dalam satu pekan terakhir.

    Beberapa unggahan tersebut juga melampirkan foto dan video yang dinarasikan sebagai penangkapan enam petinggi PT Antam terkait kasus pemalsuan emas sebanyak 109 ton.

    “Breaking news!. Setelah PT. Pertamina mengedarkan Pertamax palsu, kini giliran PT. Antam mengedarkan emas palsu. INI BUMN SEMUA, LHO! Rakyat semakin tidak percaya kepada pemerintah. Rupiah, Anjlok. Makan Siang Gratis, keracunan. LPG, dibikin langka. Pertamax, dioplos. Emas, dipalsukan,” bunyi keterangan salah satu unggahan pada Rabu (5/3/2025).

    Sepanjang Selasa (4/3/2025) hingga Kamis (6/3/2025), atau baru dua hari tersebar di Instagram, salah satu unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 200 ribu tanda suka serta 13 ribu komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran informasi ini? Benarkah PT Antam melakukan pemalsuan emas sebesar 109 ton yang kini beredar di masyarakat?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri sejumlah foto dan video yang disertakan dalam sejumlah unggahan tersebut dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images.

    Hasilnya, kami menemukan bahwa foto dan video yang disertakan dalam unggahan identik dengan video yang diunggah kanal Youtube “Liputan 6” berjudul “Kejagung Tangkap Enam Tersangka yang Memalsukan 109 Ton Emas Antam Selama 11 Tahun Lebih | Liputan 6” yang tayang pada 31 Mei 2024.

    Konteks video tersebut adalah saat Kejagung menetapkan enam orang General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLN) PT Antam Tbk periode 2010-2021, sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola komoditas emas periode tahun 2010-2021, seberat 109 ton.

    Menukil laporan Liputan 6, para tersangka, selaku GM UBPPL PT Antam, telah menyalahgunakan kewenangannya dengan melakukan aktivitas secara ilegal terhadap jasa manufaktur, yang seharusnya berupa kegiatan peleburan, pemurnian, dan pencetakan logam mulia.

    Para tersangka tersebut secara melawan hukum dan tanpa kewenangan telah melekatkan logam mulia milik swasta dengan merk Logam Mulia (LM) Antam.

    Terkait hal itu, Liputan 6, dalam artikel berjudul “Informasi PT Antam Edarkan Emas Palsu Beredar Lagi, Simak Faktanya” yang diperbarui pada Kamis (5/3/2025), telah memuat pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung kala itu, Ketut Sumardana, yang menjelaskan bahwa emas yang beredar bukanlah emas palsu.

    "Ini bukan emas palsu, emasnya tetap asli sebagaimana standar Antam. Emas yang sudah distempel oleh Antam itu emas ilegal karena diperoleh dari hasil yang ilegal seperti didapat dari penambang-penambang liar dari luar negeri," ujar Ketut, seperti dilansir dari Liputan 6.

    "Itu emas asli, cuma tadi kalau beredar terlalu banyak seperti uang yang beredar, itu menyebabkan pasokan-nya banyak demand-nya sedikit. Sehingga harganya jadi turun, sehingga ada selisih harga pada saat itu," ujarnya menambahkan.

    Kemudian, lebih lanjut, seperti dilansir Antara, Ketut menjelaskan, permasalahannya ada di stempel Antam pada emas-emas yang didapat secara ilegal ini.

    Secara aturan, emas yang akan distempel itu harus diverifikasi terlebih dahulu. Namun, dalam kasus 109 ton ini, emas ilegal tersebut bercampur dengan emas legal, sehingga menyebabkan memengaruhi suplai dari Antam. Lalu, terjadi kelebihan di pasaran yang juga memengaruhi harga pada saat itu, sehingga harga emas jadi turun.

    Terkait kekhawatiran masyarakat setelah muncul berita emas 109 ton yang diusut oleh Kejaksaan Agung sebagai emas palsu, Ketut menekankan, emas tersebut tetap asli.

    "Itu emas asli, cuma tadi kalau bereda terlalu banyak seperti uang yang beredar, itu menyebabkan pasokan-nya banyak demand-nya sedikit. Sehingga harganya jadi turun, sehingga ada selisih harga pada saat itu," tutur Ketut pada Senin (3/6/2024).

    Senada dengan pernyataan Ketut, Direktur Utama PT Antam Nico Kanter juga memastikan keaslian produk emas yang diproses selama kurun waktu tahun 2010-2021.

    "Emas palsu tidak ada, Pak. Itu kita semua emas yang diproses, harus melalui proses yang tersertifikasi. Dan LBMA (London Bullion Market Association) itu sangat-sangat rigid dalam mengaudit kita," kata Nico dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, dilansir dari Antara.

    Menurut Nico, perkara keaslian emas ini sudah diklarifikasi Antam kepada Kapuspen Kejaksaan Agung.

    “Oleh berita itu dikatakan bahwa emas palsu. Nah, Alhamdulillah dalam penjelasan kami kepada Kapuspen (Kejagung) beliau juga mempertajam statement-nya bahwa bukan emas palsu,” ucap Nico.

    Melalui keterangan resmi perusahaan, PT Antam sendiri menjamin keaslian dan kemurnian seluruh produk emas logam mulia yang diproduksi melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia.

    Manajemen PT Antam menyatakan bahwa seluruh produk emas logam mulia ANTAM dilengkapi sertifikat resmi, dan diolah di satu-satunya pabrik pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang telah tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

    Oleh karenanya, dapat dipastikan seluruh produk emas merek Logam Mulia ANTAM yang beredar di masyarakat adalah asli dan terjamin kadar kemurniannya.

    “Adapun 109 ton produk emas logam mulia yang diperkarakan oleh Kejaksaan dianggap berkaitan dengan penggunaan merek LM ANTAM secara tidak resmi, sementara produknya sendiri merupakan produk asli yang diproduksi di pabrik ANTAM,” Ujar Sekretaris Perusahaan ANTAM, Syarif Faisal Alkadrie, melalui keterangan resmi (31/5/2024).

    Untuk mengetahui atau mengecek lebih jauh terkait produk Antam, Antam menyatakan pelanggan dapat menghubungi Whatsapp ALMIRA 0811-1002-002 dan Call Center 0804-1-888-888.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, klaim bahwa PT Antam melakukan pemalsuan emas sebesar 109 ton tidak tepat.

    Kejagung menegaskan, kasus 109 ton emas atau logam mulia (LM) dengan cap atau stempel (licensing) PT Antam, yang diusut dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Agung, bukanlah emas palsu.

    Senada, PT Antam juga telah menjelaskan bahwa 109 ton produk emas logam mulia yang diperkarakan oleh Kejaksaan itu berkaitan dengan penggunaan merek LM ANTAM secara tidak resmi. Sementara, produknya sendiri merupakan produk asli yang diproduksi di pabrik ANTAM.

    Jadi, informasi yang beredar baru-baru ini yang menyebut bahwa PT Antam melakukan pemalsuan emas sebesar 109 ton bersifat menyesatkan tanpa tambahan keterangan (missing context).

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Diskon Tarif Listrik 50% Diperpanjang Hingga April 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2025

    Berita

    tirto.id - Memasuki tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa tarif tenaga listrik Triwulan I (Januari-Maret) tahun 2025 bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi angkanya tetap atau tidak mengalami perubahan.

    Selain itu, untuk menjaga daya beli serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga memberikan stimulus biaya listrik yang merupakan bagian dari paket insentif di bidang ekonomi berupa diskon 50 persen biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya terpasang listrik sampai dengan daya 2.200 VA, yang menyasar 81,42 juta pelanggan.

    Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), pemberian diskon 50 persen diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025.

    Program diskon tarif listrik PLN sebesar 50 persen yang mulai sejak Januari 2025 mendapatkan respons positif dari masyarakat. Pelanggan berharap PLN akan memperpanjang program diskon ini hingga Maret 2025, atau saat memasuki bulan Ramadhan.

    Situasi ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk memberikan narasi dan informasi palsu tentang program ini. Baru-baru ini misalnya, di media sosial beredar klaim yang menyebut bahwa PLN memperpanjang program diskon tarif listrik 50 persen dari Maret hingga April 2025. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan yang diklaim bisa untuk melakukan pendaftaran dan klaim program tersebut.

    Klaim tersebut diunggah oleh sejumlah akun Facebook yang mencatut nama PLN, di antaranya “Program PT PLN Persero”(arsip), “PLN Peduli Rakyat”(arsip) dan “Program PT PLN Persero” pada Sabtu (1/3/2025) hingga Selasa (4/3/2025).

    “Program diskon listrik PLN 50% ini berlaku selama dua bulan, yakni mulai Maret 2025 hingga April 2025. Oleh karena itu, pastikan untuk memanfaatkan periode ini agar tagihan listrik Anda menjadi lebih ringan. Klaim sekarang link di bawah ini. https://tokenpln-gratisterbaru.ayoid.com,” bunyi keterangan takarir pada unggahan tersebut.

    Sepanjang Sabtu (1/3/2025) hingga Kamis (6/3/2025), atau selama lima hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 80 tanda suka dan tujuh komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran informasi itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di tiap unggahan tersebut. Beberapa tautan tersebut mengarahkan ke halaman situs dengan tampilan yang mirip. Tautan tersebut berisi kolom formulir yang memintakan nama, nomor telepon pengguna yang tersambung dengan aplikasi Telegram, ID pelanggan PLN, serta golongan daya.

    Halaman tersebut juga memuat logo PT PLN (Persero) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tertera juga tulisan bahwa situs tersebut merupakan pendaftaran program diskon listrik 50 persen periode Maret-April 2025. Situs tersebut meminta masyarakat untuk mengisi formulir yang tersedia.

    Hasil pemindaian (1,2,3) menunjukkan, tautan-tautan halaman pendaftaran ini tidak terafiliasi dengan situs resmi PLN.

    Berdasarkan informasi alamat IP yang terlacak, ketiga situs tersebut bahkan tidak terdeteksi berada di Indonesia. Dua situs terlacak berada di Amerika Serikat (AS) dan satu situs terlacak berlokasi di Singapura. Modus seperti ini biasanya digunakan untuk skema phising atau pencurian data pribadi.

    Tirto kemudian melakukan penelusuran dengan mengunjungi situs resmi PLN. Hasilnya, kami tidak menemukan adanya informasi yang menyebut bahwa PLN memperpanjang program diskon listrik 50 persen dari Maret hingga April 2025.

    Dari penelusuran itu, kami juga menemukan bahwa ketiga akun pengunggah klaim bukan merupakan akun Facebook resmi PLN. Akun Facebook resmi PLN adalah “PLN 123” (terverifikasi resmi dengan tanda centang biru). Senada, kami juga tidak menemukan informasi yang menyebut bahwa PLN memperpanjang program diskon listrik 50 persen dari Maret hingga April 2025.

    Menyambut bulan Ramadan 2025 ini, PLN memang menghadirkan program diskon 50 persen, akan tetapi program ini hanya untuk program tambah daya di semua golongan tarif dan tambahan diskon 50 persen khusus pelanggan rumah ibadah. Program ini juga hanya berlaku mulai 2 Februari hingga 1 Maret 2025.

    Menukil laporan Antara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemberian diskon sebesar 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya sampai dengan 2.200 VA, tidak diperpanjang, dan hanya berlaku pada Januari hingga Februari saja.

    "Enggak diperpanjang, dua bulan aja," kata Bahlil, dilansir dari Antara, Kamis (23/1/2025).

    Senada, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa per tanggal 1 Maret 2025, tarif listrik berlaku normal sesuai dengan ketetapan tarif penyesuaian triwulan I tahun 2025.

    “Setelah berakhirnya masa diskon, maka per tanggal 1 Maret 2025, tarif listrik berlaku normal sesuai dengan ketetapan tarif adjustment triwulan I tahun 2025,” ujar Greg, dilansir dari Antara, Jumat (28/2/2025)

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, tidak ditemukan bukti bahwa PLN memperpanjang program diskon tarif listrik 50 persen dari Maret hingga April 2025.

    Kementerian ESDM dan PLN memastikan program diskon tarif listrik 50 persen tidak diperpanjang, dan hanya berlaku pada Januari hingga Februari 2025.

    Jadi, informasi yang menyebut bahwa PLN memperpanjang program diskon tarif listrik 50 persen dari Maret hingga April 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Buaya Masuk ke Rumah Warga Saat Terjadi Banjir di Bekasi

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami banjir pada Senin (3/3/2025) malam hingga Selasa (4/3/2025) dini hari.

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat155 rumah di Bekasi yang terendam banjir dengan tinggi air mencapai 150-200 sentimeter.

    Kemudian, di media muncul video yang mengeklaim seekor buaya masuk ke rumah warga saat terjadi banjir di Bekasi pada bulan Maret. 

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang mengeklaim seekor buaya masuk ke rumah warga di Bekasi saat terjadi banjir pada bulan Maret salah satunya dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video seekor buaya tengah berada di sebuah rumah yang tergenang banjir. Keterangan dalam video sebagai berikut:

    Banjir bekasi buaya Masuk rumah warga, Ngeri..

    Ya alloh, buaya y gede banget

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut seekor buaya masuk ke rumah warga di Bekasi saat terjadi banjir

    Hasil Cek Fakta

    Video serupa sebelumnya pernah beredar pada awal Januari 2025 dengan narasi seekor buaya masuk ke rumah warga di Kecamatan Babelan, Bekasi.

    Namun narasi itu dibantah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. 

    Setelah ditelusuri, video itu ternyata sudah ada sejak 2022. Video identik dengan unggahan akun TikTok ini. 

    Dalam unggahan itu terdapat tagar yang menunjukkan lokasi video berada di Bogor, Jawa Barat.

    Kemungkinan besar, buaya tersebut merupakan hewan peliharaan. Sebab, pemilik akun TikTok beberapa kali membagikan konten yang menampilkan dirinya sedang menghabiskan waktu bersama buaya di rumahnya. 

    Salah satu konten bisa dilihat di sini dan di sini. 

    Sementara, sampai saat tidak ditemukan informasi valid terkait adanya buaya yang masuk ke rumah warga di Bekasi saat terjadi banjir pada awal Maret 2025. 

    Kesimpulan

    Video yang menghadirkan narasi seekor buaya masuk ke rumah warga saat terjadi banjir di Bekasi pada Maret 2025 adalah hoaks.

    Faktanya, video itu sudah ada sejak 2022. Kemungkinan besar buaya itu merupakan hewan peliharaan dan lokasinya berada di Bogor, Jawa Barat. 

    Sampai saat tidak ditemukan informasi valid terkait adanya buaya yang masuk ke rumah warga di Bekasi saat terjadi banjir. 

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini