• Cek Fakta: Hoaks Foto Presiden Prabowo dengan Donald Trump Pamer Produk Daging Babi

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto Presiden Prabowo dengan Donald Trump dan Presiden Prabowo memamerkan produk daging babi dengan narasi:
    "Pamer Daging Babi Prabowo dan Donal Tram. MUI Jangan di Makan makanan haram"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Pamer daging babi Prabowo & Donal Tram. Bagaimana Menurut Natizen??.."
    Lalu benarkah postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada foto yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat pada latar belakang dan pakaian yang dikenakan dua kepala negara.
    Foto itu diunggah dalam laman Setneg.go.id pada 20 Februari 2026. Namun dalam foto asli keduanya memamerkan dokumen yang telah ditandatangani bukan pamer produk daging babi seperti dalam postingan.
    Penelusuran dilanjutkan dengan website pendeteksi AI, Truthscan.com. Hasil analisa menunjukkan bahwa meski tidak menggunakan modifikasi AI namun foto dalam postingan merupakan hasil editan secara digital.
    Di sisi lain, akun Cek Fakta RI juga membuat unggahan bantahan pada foto tersebut pada 1 Maret 2026.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Video puluhan roket hantam kantor Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menampilkan puluhan roket yang diklaim menghantam kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Dalam video tersebut terlihat sejumlah roket meluncur menuju sebuah kawasan bangunan yang disebut sebagai kantor Netanyahu.

    Narasi dalam unggahan itu menyatakan bahwa kantor Perdana Menteri Israel menjadi sasaran puluhan roket dalam serangan terbaru di Israel.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Puluhan roken hantam kantor PM Netanyahu

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Semoga Iran menang, Amin”

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan puluhan roket yang menghantam kantor Benjamin Netanyahu?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan bukti maupun informasi kredibel yang membenarkan klaim bahwa video tersebut memperlihatkan serangan Iran ke kantor Perdana Menteri Israel.

    Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa unggahan video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, tidak ditemukan laporan dari media internasional kredibel yang menyebutkan adanya peristiwa puluhan roket yang menghantam kantor Netanyahu seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

    Sebelumnya, memang terdapat laporan mengenai serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2 Maret 2026. Mengutip laporan The Sunday Guardian berjudul “Israel–Iran War: IRGC Claims Missile Attack on Netanyahu’s Office, Explosions Heard Over Jerusalem)”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai sasaran strategis milik pemerintah dan militer Israel.

    Serangan tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi penting, termasuk kawasan Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem.

    Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipastikan sebagai rekaman asli dari peristiwa tersebut karena terindikasi kuat sebagai konten buatan AI.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut menunjukkan puluhan roket yang menghantam kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan informasi yang keliru atau hoaks.

    Rating: Puluhan roket hantam kantor Netanyahu

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Video evakuasi penumpang pesawat di Israel saat serangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang beredar di Instagram menampilkan proses evakuasi penumpang dari sebuah pesawat yang dipenuhi asap.

    Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa evakuasi terjadi di Israel setelah serangan rudal Iran menargetkan sebuah bandara.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Evakuasi penumpang Israel yang menaiki maskapai American airline, setelah serangan rudal Iran menargetkan bandara Israel hari ini”

    Namun, video tersebut menunjukkan evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebutkan adanya evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa dalam video tersebut sebenarnya terjadi ketika sebuah pesawat American Airlines mengalami kerusakan saat bersiap lepas landas menuju Miami pada 27 Juli 2025 sekitar pukul 14.45 waktu setempat.

    Kerusakan tersebut menyebabkan bagian belakang pesawat terbakar dan menimbulkan kepulan asap tebal di sekitar pesawat.

    Petugas kemudian mengevakuasi seluruh penumpang melalui seluncuran darurat. Beberapa video dari lokasi kejadian memperlihatkan kepanikan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri melalui seluncuran darurat di tengah kepulan asap.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam insiden tersebut, satu orang mengalami luka dan segera dibawa ke rumah sakit. Petugas pemadam kebakaran kemudian berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.10 waktu setempat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut bahwa video tersebut menunjukkan evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran merupakan informasi yang tidak benar atau keliru.

    Klaim: Video evakuasi penumpang pesawat di Israel saat serangan Iran

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Ratusan Tentara Israel Ditangkap Iran"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Bang Grace” pada Selasa (3/3/2026) berisi narasi:

    “837 Tentara Israel Menyusup Wilayah Iran Berhasil Ditangkap Oleh Tentara Iran”

    Hingga Jumat (13/3/2026) unggahan ini telah mendapatkan 40 ribu tanda suka, 19 ribu komentar, dan dibagikan 4 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pengecekan untuk memastikan keaslian video yang beredar dengan menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99% dibuat dengan bantuan AI.

    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci "ratusan tentara Israel ditangkap Iran" ke mesin pencarian Google. Sejauh penelusuran, tidak terdapat pemberitaan atau informasi kredibel terkait klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99%. Dengan demikian konten yang menarasikan "ratusan tentara Israel ditangkap Iran" adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini