• [PENIPUAN] Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Pdt. Samuel Akihary” pada Selasa, (27/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menginformasikan adanya bantuan untuk masyarakat non muslim. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Bantuan Dana untuk masyarakat non muslim sebesar Rp200 juta - 2 milyar hingga semester pertama 2025/2026. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang operasional untuk masyarakat non muslim dan gereja, termasuk pengembangan dan manajemen administrasi operasional di berbagai wilayah.

    Bantuan tersebut disalurkan kepada umat non muslim dan gereja, tapekong.pura dan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama di seluruh Indonesia.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 273 ribu tayangan, 2.080 reaksi, menuai 218 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 17 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim mengenai bantuan yayasan yang disebut disalurkan melalui Kementerian Agama dengan menggunakan fitur Google Reverse Image Search terhadap gambar yang beredar dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah pada akun Facebook bernama Pdt Norman Ambarita M.Th. yang mencantumkan keterangan pada bagian bio terkait penyaluran bantuan untuk umat Nasrani melalui Kementerian Agama.

    Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, tim kemudian memeriksa informasi resmi melalui akun Instagram terverifikasi Kementerian Agama RI, yaitu @kemenag_ri dan @kemenagbimaskristen. Hasilnya ditemukan unggahan resmi yang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap surat atau informasi palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI.

    Dalam unggahan yang dikutip pada Rabu (18/2/2026), Kementerian Agama menegaskan bahwa beredarnya surat terkait penyaluran “Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)” yang mencatut kerja sama dengan Australia adalah tidak benar atau hoaks. Kemenag juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi bantuan yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.

    Selanjutnya, tim juga menelusuri cuplikan presenter televisi yang muncul dalam unggahan tersebut. Hasil pencarian mengarah pada sebuah video yang diunggah melalui YouTube Shorts @bayotonga16. Video tersebut diketahui telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam versi aslinya, presenter tersebut tidak membahas dana bantuan sebagaimana diklaim, melainkan memberitakan peristiwa banjir yang terjadi di Batang Toru, Sumatera Selatan.

    Kesimpulan

    Kemenag telah membantah informasi tersebut secara resmi, sementara video presenter yang disertakan dalam unggahan terbukti dimanipulasi dengan teknologi AI dan tidak membahas dana bantuan, melainkan berita banjir di Batang Toru. Dengan demikian, video dengan klaim “bantuan dana untuk masyarakat non muslim 2026” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Cetak Kupon Program Undian Gebyar BCA

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Februari 2026.
    Unggahan link cetak kupon program undian Gebyar BCA, berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah Bank BCA yang sudah menggunakan BCAmobile, myBCA, KlikBCA, Program undian Gebyar BCA Berlimpah hadiah kini hadir lagi jangan lewatkan Kesempatan memenangkan hadiah menarik di bawah ini.
    𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 : 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬√
    𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫 𝐁𝐂𝐀 𝐁𝐞𝐫𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡
    • 3 Unit Mobil Mercedes benz
    • 5 Unit Mobil Pajero Sport
    • 5 Unit Mobil Fortuner
    • 5 Unit Mobil CR-V Turbo
    • 10 Unit Mobil Brio
    • 30 Unit Motor Yamaha Nmax
    • 40 Unit iPhone 15Promax
    • 20 Unit Paket Haji & Umroh
    • Emas & Logam Mulia
    • Uang Tunai Rp.10juta - Rp.100juta
    𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐡𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.!!
    #𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫𝐁𝐂𝐀
    #𝐁𝐂𝐀𝐦𝐨𝐛𝐢𝐥𝐞
    #𝐦𝐲𝐁𝐂𝐀
    #𝐊𝐥𝐢𝐤𝐁𝐂𝐀"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar sekarang, jika diklik akan muncul link berikut.
    https://kejutanby.pages.dev/bca/login
    Link tersebut akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah informasi pribadi, seperti nama, isi saldo rekening dan nomor telepon.
    Benarkah klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA, dengan membuka website resmi Bank BCA, BCA.co.id. Penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Hati-Hati Modus Penipuan Mengatasnamakan Program Gebyar Hadiah BCA" yang dimuat situs resmi BCA bca.co.id, tulisan tersebut menyebutkan Program Gebyar Hadiah BCA tidak pernah meminta nasabah untuk mendaftar mencetak kupon undian atau menukar poin. Apalagi diminta mengisi data-data pribadi, itu sudah pasti penipuan.
    Semua nasabah yang memiliki Tahapan BCA, Tahapan Gold BCA, dan/atau Tahapan Xpresi BCA secara otomatis sudah dapat mengikuti program Gebyar Hadiah BCA dengan mengumpulkan poin yang bisa didapatkan dari menabung atau melakukan transaksi.
    Dalam Program Gebyar Hadiah BCA, poin dapat dikumpulkan dengan menabung ataupun bertransaksi melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile. Setiap transaksi yang memenuhi kriteria tertentu akan menambah poin. Untuk detail lebih lanjut tentang bagaimana cara mengumpulkan Poin Gebyar Hadiah BCA.
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran gebyar undian BCA, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Penipuan Pembagian Hadiah Mencatut BCA, Simak Cara Hindarinya Agar Tak Jadi Korban" yang dimuat Liputan6.com, dalam artikel tersebut EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakan BCA telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.
    "Sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA atau menggunakan foto jajaran Direksi dan Komisaris BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan," kata Hera, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Minggu (9/3/2025).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA tidak benar.
    Program Gebyar Hadiah BCA tidak pernah meminta nasabah untuk mendaftar mencetak kupon undian atau menukar poin. Apalagi diminta mengisi data-data pribadi, itu sudah pasti penipuan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Internet Gratis Selama Ramadan

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "“Program Khusus! Internet Gratis selama bulan ramadhan untuk Pendaftar Baru.”
    Kesempatan terbatas bagi masyarakat—cukup daftar, verifikasi, dan nikmati internet stabil tanpa membayar selama bulan Ramadhan"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "INTERNET GRATIS AKTIF RAMADHAN 2026
    Pemerintah Umumkan Internet Gratis Untuk Rakyat Jelang Ramadhan 2026"
    Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan. Penelusuran mengarah artikel berita Liputan6.com berjudul "Cara Daftar Internet Rakyat, Akses Internet 5G Unlimited Rp 100 Ribu per Bulan" yang dimuat pada 25 November 2025.
    Artikel ini menjelaskan cara mendaftar Internet Rakyatm yakni calon pengguna harus mengakses situs resmi internet rakyat melalui internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register.
    Pada halaman ini akan ditampilkan bagian kolom formulir data yang wajib diisi seperti data diri, nomor telepon, lokasi hingga tempat tinggal.
    Paket internet rakyat ini mencakup beberapa keuntungan, seperti, layanan 5G FWA, kecepatan hingga 100 Mbps dan frekuensi 1,4GHz, modem gratis tanpa biaya sewa, layanan gratis untuk bulan pertama, dan tanpa biaya pemasangan.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran internet gratis selama Ramadan, tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Milenial

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada Minggu 12 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "� Program Bantuan Untuk Petani Milenial di seluruh indonesia
    Dukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui bantuan ini.
    � Kriteria penerima:
    Petani pemula
    Kelompok tani
    Pekerja yang membutuhkan dukungan usaha
    � Segera manfaatkan kesempatan ini!
    � Berlaku sampai bulan Desember.
    � Bersama kita tingkatkan produksi Pertanian Indonesia!
    �LINK DAFTAR ADA DI BIO PROFIL"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    KABAR GEMBIRA!!!!
    BANTUAN PEMERINTAH UNTUK PETANIAN SELURUH PETANI INDONESIA.
    1000 Mesin QUICK
    5000 Tangki Semprot Mesin
    50000 Pupuk Siap Pakai
    100000 Obat/Racun Hama
    Bantuan ini Diberikan Oleh Kementan Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Pertanian Dan Mengurangi Biaya Penggeluran Petani.
    Pendaftaran Dilaksanakan Secara Online Bertujuan Bantuan Tepat Sasaran"
    Link pendaftaran pada bio profil saat diklik mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama dan nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com. 
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian. Penelusuran mengarah ke unggahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian melalui akun Instagram resminya @pspkementan.
    Ditjen PSP Kementan mengimbau seluruh petani, untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
    "Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu. Laporkan jika menemukan indikasi penipuan! Bersama kita jaga integritas dan transparansi dalam pembangunan pertanian," tulis Ditjen PSP yang dikutip pada Minggu 22 Februari 2026.
    Kementan menyampaikan, seluruh pengadaan alsintan dilakukan melalui e-Catalog LKPP. Pengajuan bantuan dilakukan secara online melalui e-Proposal, sesuai Permentan No. 41 Tahun 2014. Terdapat 3 tahapan yaitu: perencanaan, pengadaan, dan pemanfaatan.
    Para petani diimbau: 
    1. Jangan bagikan data pribadi atau identitas kelompok tani kepada pihak yang tidak jelas. Bantuan resmi tidak pernah meminta informasi tanpa proses resmi.
    2. Pelajari kriteria penerima bantuan (CPCL) langsung da Petunjuk Teknis (Juknis) yang bisa diunduh di psp.pertanian.go.id.
    3. Selalu verifikasi informasi ke Dinas Pertanian setempat atau hubungi akun resmi PSP Kementan jika menemukan informasi yang meragukan di lapangan.
    4. Laporkan akun atau pihak yang melakukan penipuan agar segera ditindaklanjuti dan tidak menipu korban lainnya.
    Penelusuran juga mengarah ke Infografis dari Antara mengenai cara mendapatkan bantuan. Berikut langkahnya:
    1. Petani/kelompok tani membuat proposal pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian.
    2. Serahkan proposal kepada dinas pertanian kabupaten/kota dengan datang langsung ke kantor.
    3. Petugas mengecek kelengkapan proposal dan dokumen pendukung, seperti identitas anggota kelompok tani.
    4. Jika proposal/dokumen belum lengkap, maka proposal dikembalikan untuk dilengkapi. Jika lengkap, proposal diteruskan ke Kementan.
    5. Kelompok tani yang dapatkan bantuan akan melakukan serah terima dan menandatangani dokumen pertanggung jawaban.
    Keterangan:
    Informasi terkait periode pendaftaran bantuan dapat ditanyakan ke dinas pertanian setempat.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini