• [HOAKS] Tautan Peralihan Kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri ke PBI

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang disertai tautan dan diklaim sebagai akses untuk mengalihkan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari kelompok mandiri ke penerima bantuan iuran (PBI).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan peralihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (2/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    LAYANAN BPJS GRATIS PERIODE AWAL TAHUN 2025

    program-bpjsgratis[dot]cek-data[dot]xyz/

    Pendaftaran BPJS Gratis ini tidak Dipungut biaya !!

    Segera daftar Diri anda, melaluiPendaftaran BPJS Gratis atau klik link di atas

    Screenshot Hoaks, tautan untuk beralih kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI

    Hasil Cek Fakta

    BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi, 4 November 2024, telah membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke PBI.

    "Tidak ada kebijakan untuk peserta mandiri (PBPU) harus dialihkan ke kepesertaan yang bersifat gratis (PBI)" demikian imbauan BPJS Kesehatan.

    Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan bahwa tautan pendaftaran BPJS Kesehatan PBI yang beredar di media sosial adalah hoaks.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky, seperti diberitakan Kompas.com, 30 Desember 2024.

    Adapun BPJS Kesehatan PBI adalah program jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu membayar iuran.

    Iuran peserta BPJS Kesehatan dari kelompok yang tidak mampu dibayar atau dibiayai oleh pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

    Berikut cara mendaftar peserta BPJS Kesehatan PBI:

    Unduh aplikasi Cek Bansos

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan peralihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI adalah hoaks.

    BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi, 4 November 2024, telah membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke PBI.

    Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan bahwa tautan pendaftaran BPJS Kesehatan PBI yang beredar di media sosial adalah hoaks.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Hasto Menangis Usai Ditetapkan Menjadi Tersangka

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Video itu diunggah dan beredar di media sosial pada akhir Desember 2024. Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, Hasto ditetapkan menjadi tersangka dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 Wahyu Setiawan pada 23 Desember 2024 lalu.

    Video yang diklaim menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Dalam video, tampak Hasto menangis saat diwawancara oleh wartawan. Video diberi keterangan:

    Hasto menangis, tersangka KPK

    Seng sabar ya pak...mungkin ini kurma yang harus dilewati...

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com video asli yang menampilkan Hasto menangis sudah beredar sejak 2018.

    Video itu identik unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini yang berjudul "Kembalikan Mandat, PDI-P Beri Pendampingan ke Azwar Anas".

    Dikutip dari Kompas.id, Hasto menangis saat menyampaikan pengunduran diri mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018.

    Video itu diambil pada 6 Januari 2018 di depan kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

    Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri sebagai calon wakil gubernur yang diusung PDI-P setelah beredar foto "syur" yang diduga dirinya.

    Hasto mengatakan, pihaknya menyakini foto tersebut bukan Azwar Anas. Sebab menurut Hasto, Azwar merupakan sosok yang taat beragama dan rendah hati.

    Ia menyebut ada pihak-pihak yang menggunakan cara tidak beretika dalam proses politik. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK tidak benar atau hoaks.

    Video aslinya adalah momen ketika Hasto menangis saat menyampaikan pengunduran diri Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018.

    Kemudian, video itu diedit dengan keterangan teks yang informasinya keliru sehingga menjadi konten hoaks.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Berbagai Kecelakaan Pesawat pada Akhir 2024 adalah Agenda "New World Order"

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengaitkan berbagai kecelakaan pesawat menjelang pergantian tahun 2025 sebagai peristiwa yang disengaja oleh kelompok tertentu.

    Serangkaian insiden tersebut diklaim sebagai bagian dari "tatanan dunia baru" yang merupakan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi berbagai kecelakaan pesawat baru-baru ini merupakan agenda "tatanan dunia baru" dibagikan oleh akun Threads ini pada Rabu (1/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Sebelum agenda global dijalankan dari UN (United Nations/PBB). Pembatasan penerbangan. Maka ga heran jika bermunculan berita (propaganda2) seperti itu. Semua by design. Plan

    Narasi itu disertai foto kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines, Canada Air Airlines, dan Jeju Air Airlines, pada Desember 2024.

    Selain itu, dicantumkan pula narasi bertajuk "NEW WORLD ORDER UN Agenda 21/2030 Mission Goals" yang salah satunya menyebut pembatasan perjalanan udara non-esensial.

    Hasil Cek Fakta

    Narasi tatanan dunia baru yang dicanangkan PBB adalah teori konspirasi yang telah dibantah.

    Sebagaimana ditulis Kompas.com, PBB memang memiliki Agenda 21 yang merupakan perwujudan Konferensi PBB di Rio de Janeiro, Brasil pada 1992.

    Konferensi tersebut membahas isu lingkungan dan pembangunan. Namun, hasil konferensi itu tidak mengikat, dan pembahasannya pun seputar isu lingkungan, sosial, serta ekonomi.

    PBB juga memiliki agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang terdiri dari 17 tujuan, meliputi mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, kesetaraan gender, memerangi krisis iklim, memastikan akses air bersih, dan energi yang terjangkau.

    Akan tetapi, pembatasan perjalanan udara non-esensial tidak termasuk dalam 17 tujuan yang termaktub dalam agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

    Selain itu, narasi tatanan dunia baru yang disebarkan di media sosial juga telah dibantah oleh Juru Bicara PBB dalam pemberitaan AFP, 27 Juni 2020.

    "Semua hal dalam daftar dari situs web tersebut sepenuhnya salah atau menyimpang dari kebenaran," kata juru bicara PBB.

    Juru bicara tersebut juga menegaskan, Agenda 21 dan Pembangunan Berkelanjutan 2030 tidak mengikat secara hukum.

    "Implementasi dan kesuksesan akan bergantung pada kebijakan, rencana dan program pembangunan berkelanjutan yang dimiliki masing-masing negara," kata dia.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim berbagai kecelakaan pesawat pada akhir 2024 sebagai peristiwa yang disengaja dan merupakan bagian dari agenda tatanan dunia baru adalah hoaks.

    Agenda 21 dan Pembangunan Berkelanjutan 2030 dari PBB dimaknai secara keliru serta dikaitkan dengan teori konspirasi.

    Selain itu, pembatasan perjalanan udara non-esensial tidak termasuk dalam 17 tujuan yang termaktub dalam agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Leher Penyebar Khilafah di Arab Dipancung di Tengah Jalan

    Sumber: X
    Tanggal publish: 06/01/2025

    Berita

    Akun X “madularang” pada Minggu (29/9/2024) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
    “Asal tau… Penyebar Khilafah di Arab dipancung lehernya di tengah jalan, hayoo wahai Gerombolan Kadrun Teriakkan Khilafahmu di Arab sewaktu & berada di sna nanti… Berani nggak?... Katanya Khilafahmu baik di Negara Islam… Paham Kadrun…”
    Konten tersebut telah ditonton lebih dari 500 kali per Senin (30/12/2024).
    Pemeriksaan Fakta
    Video yang diunggah memperlihatkan proses pemenggalan kepala seorang perempuan yang dilakukan di jalan. Perempuan itu sempat berteriak-teriak membela diri sebelum dipenggal. Teks dalam video menyatakan orang yang dipenggal kepalanya adalah penyebar ideologi khilafah.
    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video tersebut menggunakan Google Lens. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan news.com.au. Faktanya, perempuan tersebut dihukum pancung lantaran tuduhan pembunuhan atas anak tirinya. Peristiwa terjadi pada tahun 2015 di Arab Saudi.

    https://archive.ph/t0FOd (arsip unggahan akun X ““madularang”)

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, orang yang dipancung dalam video bukanlah penyebar ideologi khilafah, melainkan perempuan yang dituduh membunuh anak tirinya.
    Unggahan berisi klaim "leher penyebar khilafah di Arab dipancung di tengah jalan" merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim "Penyebar Khilafah di Arab dipancung lehernya di tengah jalan" merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini