• [SALAH] Gibran Rakabuming dan AHY Sepakati Pembubaran DPR

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Jumat (6/2/2026). Unggahan beserta narasi :

    “GIBRAN AHY SETUJU PEMBUBARAN DPR

    AHY AMUK FRAKSI YANG HINA RAKYAT

    AKHIRNYA PUAN MUNDUR SEBAGAI KETUA DPR” 

    Hingga Kamis (12/2/2026) unggahan telah mendapatkan 1.700 tanda suka, 810 komentar dan telah dibagikan ulang 40 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “pembubaran DPR”, “Gibran setuju pembubaran DPR”, “AHY amuk fraksi DPR”, dan “Puan mundur Ketua DPR” di mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Secara konstitusional, pembubaran DPR bukan kewenangan presiden maupun wakil presiden.Hal ini secara tegas diatur dalam Pasal 7C Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat” dan sesuai prinsip sistem presidensial Indonesia di mana eksekutif dan legislatif berdiri sejajar. Dengan demikian, tidak ada mekanisme hukum yang memungkinkan presiden, wakil presiden, atau menteri menyetujui maupun memutuskan pembubaran DPR.

    TurnBackHoax juga menelusuri klaim mengenai pengunduran diri Puan Maharani dari jabatan Ketua DPR RI. Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan pengumuman resmi dari DPR RI, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), maupun pernyataan langsung dari Puan Maharani yang membenarkan klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ada pemberitaan kredibel maupun pernyataan resmi yang membenarkan klaim tersebut. Secara konstitusional, presiden dan wakil presiden juga tidak memiliki kewenangan membubarkan DPR. Unggahan berisi klaim “Gibran Rakabuming dan AHY sepakati pembubaran DPR” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] TNI Audit dan Marahi Kades Terkait Bansos Tidak Tepat Sasaran

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Calon Jutawan” pada Selasa (27/2/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Ini bantuan untuk rakyat miskin, kenapa yang mampu malah kalian penuhi? Setelah kami audit, ternyata yang paling banyak dapat bantuan itu saudara-saudara kalian sendiri. Ini tidak bisa dibiarkan, kami akan segera proses dan audit. Jangan berani-berani mainkan hak rakyat”

    Hingga Kamis (12/2/2026) unggahan telah mendapatkan 8.600 tanda suka, 963 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 960 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, HiveModeration. Hasilnya, konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99.2 persen. 

    Selain itu, TNI tidak memiliki kewenangan melakukan audit bantuan sosial. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Pasal 6 ayat (1), disebutkan bahwa BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, termasuk yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah serta lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. Dengan demikian, audit penyaluran bantuan sosial merupakan kewenangan BPK dan lembaga pengawasan terkait, bukan kewenangan TNI.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dan TNI tidak memiliki kewenangan melakukan audit penyaluran bantuan sosial karena audit bansos merupakan tugas BPK dan lembaga pengawasan terkait. Unggahan video berisi klaim “TNI audit dan marahi Kades terkait bansos tidak tepat sasaran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Pembuatan Telur Sintetis"

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun X “FaGtng” pada Selasa (3/2/2026). Unggahan beserta narasi :

    Pagi lur....,
    Waspada dengn makanan apa pun , telur saja bisa di buat manusia dengan hasil yang sama. 

    Ya Allah..,
    Ngeri zaman canggih , mana buatan Allah dan mana buatan manusia kita sulit membedakannya.” 

    Hingga Kamis (12/2/2026) unggahan telah mendapatkan 535 tanda suka, 97 komentar dan telah dibagikan ulang 286 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan memanfaatkan Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa potongan video pertama yang memperlihatkan proses pengawetan telur diketahui merupakan pembuatan century egg atau telur seribu tahun, yakni metode kuliner tradisional Tiongkok yang mengawetkan telur dengan campuran tanah liat, abu, garam, kapur tohor, dan sekam padi. Proses serupa dapat ditemukan pada unggahan kanal YouTube The Food Ranger Show berjudul “Thousand Year Old Egg” pada Jumat (4/10/2024).

    Potongan video kedua yang memperlihatkan telur bercangkang transparan merupakan proses pembuatan mainan menyerupai telur, bukan telur sintetis untuk konsumsi. Klaim serupa telah dibantah sejumlah media berbahasa Mandarin, seperti Sohu.com dan Sina.cn sejak April 2017. 

    Sementara itu, potongan video ketiga yang memperlihatkan mesin pemilahan dan pengepakan telur merupakan aktivitas pabrik peternakan unggas. Proses serupa pernah dimuat oleh sejumlah situs luar negeri pada 2018 serta dapat ditemukan pada unggahan kanal YouTube Egg Machine dan Dyno Conveyors.

    Adapun potongan video keempat yang menampilkan telur kenyal pecah saat ditekan merupakan mainan berbentuk egg squishy atau egg splat ball. Mainan ini banyak dijual di berbagai platform e-commerce dan pernah diunggah akun YouTube Sharo_movie pada 2021.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang diklaim sebagai proses pembuatan telur sintetis merupakan kompilasi berbagai rekaman berbeda yang tidak saling berkaitan. Unggahan video berisi klaim "pembuatan telur sintetis" merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Video Purbaya Bagikan Bantuan Lewat Kuis Susun Kata

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    tirto.id - Konten yang mengklaim pembagian bantuan, hadiah, atau modal usaha secara cuma-cuma kerap beredar di media sosial. Umumnya, konten semacam ini dikemas dalam bentuk kuis, tantangan, atau ajakan berinteraksi yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar. Tak jarang, klaim tersebut menarik perhatian masyarakat dan mendorong penyebaran konten tanpa verifikasi lebih lanjut.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu konten serupa kembali beredar dalam bentuk video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Video tersebut mengklaim adanya pembagian bantuan dan modal usaha melalui kuis susun kata dengan hadiah hingga puluhan juta rupiah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Purbaya yudhi sadewa (arsip) pada Minggu (25/01/2026). Dalam video tersebut, terlibat Purbaya mengenakan setelan batik dengan celana hitam. Video tersebut berlatar tempat layaknya sebuah ruangan di kantor.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    "Saya ingin memberikan bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, silahkan susun kata di bawah, berhadiah Rp40 juta rupiah. Semoga kalian beruntung ya," ucap Purbaya dalam video tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Bagi Bantuan Modal.

    Selain pernyataan tersebut, video juga menampilkan rangkaian huruf acak bertuliskan“Waja Rabat” yang diklaim harus disusun dengan benar untuk mendapatkan hadiah. Klaim serupa turut disampaikan oleh pengunggah melalui keterangan video.

    ADVERTISEMENT

    Pengunggah menuliskan: "Silahkan susun kata di bawah dengan benar. Saya akan beri bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, semoga kalian beruntung mendapatkan hadiahnya."

    Hingga Selasa (10/02/2026), video tersebut telah ditonton hingga sekitar 469 ribu kali serta mendapatkan sekitar 2,7 ribu tanda reaksi, 5,8 ribu komentar dan 183 kali dibagikan. Melalui kolom komentar, terlihat banyaknya masyarakat yang berpartisipasi memberikan jawaban susun kata, yaitu “Jawa Barat”. Banyak dari mereka menjawab dan berharap mendapatkan bantuan seperti yang ada di klaim.

    Lantas, benarkah Purbaya membagikan bantuan dan modal usaha lewat kuis susun kata?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran awal menggunakan fitur Google Lens untuk menelusuri sumber video asli atau video serupa dengan konten yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video lain yang menampilkan sosok yang sama dengan figur Menkeu Purbaya dalam video yang beredar.

    Video tersebut berasal dari akun TikTok resmi milik Purbaya yaitu @purbayayudhis yang diunggah pada 15 September 2025. Dalam video itu, Purbaya terlihat mengenakan setelan batik dan celana hitam dengan latar ruangan yang sama persis seperti video yang beredar di Facebook.

    Meski memiliki kemiripan visual, isi pesan dalam video TikTok tersebut berbeda dengan klaim yang beredar. Dalam unggahan aslinya, Purbaya tidak menyampaikan informasi mengenai pembagian bantuan atau modal usaha kepada masyarakat.

    Sebaliknya, Purbaya dalam video tersebut menjelaskan mengenai batik yang dikenakannya. Ia memperkenalkan batik bergambar garuda dan peta Indonesia yang ia pesan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Batik tersebut disebutnya sebagai Batik Garuda NKRI, yang dikenakan sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM.

    Perbandingan antara video asli dan video yang beredar menunjukkan adanya perbedaan isi pernyataan, meskipun visual dan latar tempat tampak serupa. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya manipulasi, terutama pada bagian suara dan beberapa gerakan tubuh dalam video yang beredar.

    Untuk memastikan dugaan tersebut, Tirto menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan Hive Moderation, guna memeriksa kemungkinan penggunaan AI dalam video yang viral.

    Hasil analisis Hive Moderation menunjukkan tingkat probabilitas manipulasi yang sangat tinggi, yakni 99,9 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa video asli yang diunggah oleh akun TikTok Purbaya telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI untuk mengubah pernyataan yang disampaikan.

    Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan bahwa akun Facebook yang mengunggah video kuis berhadiah tersebut bukan merupakan akun resmi milik Purbaya. Selain itu, tidak ditemukan akun resmi maupun akun pribadi Purbaya di platform Facebook.

    Dengan demikian, klaim yang beredar melalui akun tersebut tidak berasal dari sumber resmi dan perlu ditelaah secara cermat. Konten yang menawarkan bantuan atau hadiah dengan syarat mengikuti kuis tertentu merupakan pola yang kerap muncul dalam penyebaran informasi menyesatkan di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis susun kata berhadiah yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa adalah video yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Video yang beredar bukan berasal dari akun resmi, melainkan hasil manipulasi dari video lama akun TikTok resmi Purbaya Yudhi Sadewa yang konteks dan audionya telah diubah, diduga menggunakan teknologi AI. Dalam video aslinya, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait kuis atau pembagian hadiah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini