• [PENIPUAN] Tautan “Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan BPUP Pemerintah” pada Sabtu (3/1/2026) membagikan tautan [arsip] disertai narasi:


    “Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata Rp,1,8 Juta / Bulan Selama 2 Bulan Buruan Daftar kan Usaha Anda Sekarang”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata Rp1,8 Juta” ke kolom pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan sumber informasi terbaru dari laman resmi pemerintah yang membenarkan klaim.


    Dilansir dari indonesiabaik.id, program bantuan pemerintah bagi usaha pariwisata (BPUP) terakhir kali dikucurkan pada 2021. Tidak ditemukan informasi valid tentang adanya program serupa di 2026.


    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan dalam unggahan akun Facebook “Bantuan BPUP Pemerintah”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi pemerintah, tetapi mengarah ke laman pengisian formulir yang meminta data pribadi seperti nama dan nomor identitas.


    Kesimpulan

    Faktanya, program bantuan pemerintah bagi usaha pariwisata terakhir diberikan pada 2021. Tidak ditemukan informasi valid tentang adanya program serupa di 2026. Jadi, unggahan tautan berisi klaim “bantuan pemerintah bagi usaha pariwisata” itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian BRImo Festival 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran kupon Undian BRImo Festival 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Semua Pengguna BRl.Sudah Mempunyai Rekening Tabungan BRltAma & Simpedes. Pastikan Sudah Terdaftar di Aplikasi BRlM0. Cetak kupon Segera & Menangkan Undian BRlM0 FSTVL 2026.
    Berlimpah Hadiah kamu Berkesempatan Menangkan Hadiahnya.!!
    - 10 Unit Mobil Alphard
    - 10 Unit Mobil Fortuner
    - 30 Unit Smartphone Promax15
    - 25 Emas Batang & Logam mulia
    - 25 Pekat Wisata Singapore
    - 50 Paket Umroh Gratis
    Untuk pengundian & Pemenangnya Akan diumumkan secara Online di Seluruh Sosial Media pada 10 Febuari 2026.
    Daftar Sekarang (GRATIS)"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan berikut:
    "FESTIVAL UNDIAN BRIMO
    BRImo FSTVL
    KESERUAN BRIMO FSTVL
    SUPER PROMO!!
    Klik Tombol Daftar Di Bawah ini Untuk Dapatkan Kupon Undian
    Berlaku kepada seluruh nasabah BRI yang sudah terdaftar di Brimo"
    Unggahan ini disertai menu daftar yang jika diklik akan muncul link https://kshjdjddjddjdgahh.ioeieii.web.id/8644/731/.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran kupon Undian BRImo Festival 2026 tersebut? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran kupon Undian BRImo Festival 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Ini Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu! Bebaskan Diri dari Scammers" yang tayang pada 26 September 2026.
    Dalam artikel ini disebutkan, penipuan melalui undian hadiah menjadi salah satu modus yang banyak digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Berbagai tawaran menggiurkan sering kali muncul di media sosial, pesan singkat, atau email. 
    Akhir-akhir ini banyak tersebar unggahan scammers yang mengatasnamakan BRImo FSTVL berupa mobil, motor, dan uang ratusan juta rupiah. Untuk mengikutinya, para pengguna Facebook diminta untuk mengklik sebuah banner agar mendapatkan kupon undian.
    Setelah di-klik, ternyata postingan tersebut terhubung ke link tidak dikenal dan bukan situs resmi BRI. Bila dilanjutkan, pengguna akan diminta untuk men-transfer sejumlah uang ke rekening tertentu.
    Agar tidak terjebak penipuan undian hadiah palsu, simak ciri ciri program undian yang palsu:
    1. Tidak Pakai Website Resmi
    Penipuan yang mengatasnamakan BRImo FSTVL biasanya tidak menggunakan website yang resmi. Terkadang, website yang tercantum ketika kamu meng-klik tautan dengan menggunakan URL yang aneh dan pasti bukan situs resmi dari bank terkait.
    2. Kerap Minta Informasi Pribadi
    Penipuan yang mengatasnamakan BRI dan BRImo FSTVL kerap kali menghubungi langsung calon korbannya dan memaksa untuk mengisi data pribadi yang digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan undian berhadiah tersebut, penipu kerap meminta data PIN, password, atau nomor CVC.
    3. Keuntungan yang di Luar Nalar
    Penipuan undian berhadiah juga seringkali menawarkan iming-iming hadiah dengan keuntungan besar. Pemberian hadiahnya pun dilakukan secara cuma-cuma sehingga banyak orang yang berujung terjebak dan mengklik sebuah tautannya.
    Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha pun meminta masyarakat jangan pernah membagikan informasi pribadi seperti username, password, atau OTP kepada siapa pun.
    Untuk informasi seputar BRImo dan produk BRI lainnya, bisa mencari kembali melalui channel resmi BRI seperti Instagram @bankbri_id, Facebook BANK BRI, Twitter/X @BankBRI_ID @promo_BRI, @kontakBRI, Tiktok bankbri_id dan sumber resmi BRI lainnya.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran kupon Undian BRImo Festival 2026, tidaklah benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Artikel Habiburokhman Sebut Wapres Gibran Mirip Nabi Yusuf

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel anggota DPR RI Habiburokhman menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka mirip dengan Nabi Yusuf. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Januari 2026.
    Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:
    "Habiburrahman: Sebut Wapres Gibran Mulai Muncul Kenabiannya Mirip Nabi Yusuf AS Ganteng"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Penjilat Gemblung"
    Lalu benarkah postingan artikel anggota DPR RI Habiburokhman menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka mirip dengan Nabi Yusuf?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs CNNIndonesia.com dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "DPR Panggil Kapolresta Sleman soal Suami Bela Istri Jadi Tersangka"
    Artikel asli sama sekali tidak membahas pujian Habiburokhman pada Wapres Gibran. Artikel asli membahas rencana pemanggilan Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto terkait kasus penetapan tersangka dalam kasus yang menewaskan penjambret.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel anggota DPR RI Habiburokhman menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka mirip dengan Nabi Yusuf adalah hoaks. Faktanya judul artikel merupakan hasil editan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Purbaya Bongkar Fakta Hidden Debt dan IKN Terancam Dijual

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial unggahan mengklaim utang tersembunyi Jokowi terbongkar dan Purbaya membuka fakta bahwa BUMN terancam tergadai serta 3.400 hektar tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dijual. Pengunggah mengklaim IKN terancam dijual untuk mendukung kekuasaan Gibran pada tahun 2029 karena Jokowi diam-diam berutang dan negara yang akan dikorbankan untuk melunasi utang tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Murshid 2” (arsip) pada Jum’at (30/01/2026). Dalam unggahan, terlihat gambar Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di bagian kiri depan dengan ekspresi marah dan menunjuk ke depan, sementara Joko Widodo digambarkan di bagian tengah dengan posisi menunduk dan tangan memegang kepala yang memberikan kesan sedang pusing atau tertekan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Lalu terdapat juga gambar Gibran Rakabuming Raka di sisi kanan dengan tangan terkatup seperti sedang meminta maaf. Tampak juga tokoh lain yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI di kiri belakang, dan Luhut Binsar Pandjaitan di kanan belakang.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Naik Pitam. foto/hotline periksa fakta tirto

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Purbaya naik pitam! BUMN tergadai 3.400 hektar IKN dijual demi pelenggengan kekuasaan Gibran 2029, Jokowi diam-diam berhutang, negara dikorbankan untuk perlindungan?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

    Dalam unggahan juga disebutkan keterangan bahwa Purbaya membuka fakta terkait utang tersembunyi (hidden debt) di era Jokowi yang selama ini tidak dibuka ke publik. Utang tersebut mengancam BUMN untuk membuka risiko privatisasi dan gadai aset negara, sehingga megaproyek Ibu Kota Nusantara diklaim berpotensi dijual untuk menutup beban utang.

    Lantas, benarkah klaim yang menyebutkan Purbaya bongkar utang tersembunyi Jokowi dan sebut IKN terancam dijual?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memeriksa kebenaran fakta, pertama-tama Tirto menelusuri klaim melalui mesin pencarian Google dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya bongkar hidden debt sebut IKN terancam dijual”. Hasilnya, penelusuran informasi terbaru per November 2025, narasi bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membongkar hidden debt atau utang tersembunyi yang menyebabkan IKN terancam dijual tidak didukung oleh bukti berita yang akurat dan kredibel.

    Kemudian Tirto menganalisis gambar yang ditampilkan pada unggahan, hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar asli melainkan gambar manipulasi yang dibuat dengan artificial intelegent (AI) dengan probabilitias mencapai 99,8 persen.

    Dilansir oleh YouTube Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyangkal informasi yang disebarkan oleh media asal Inggris “The Guardian” yang menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi "kota hantu" atau kota tak berpenghuni karena belum digunakan sebagaimana mestinya meskipun pembangunan dilakukan secara masif. Menanggapi hal itu, Purbaya justru memastikan bahwa IKN tidak akan terbengkalai karena pembangunan masih terus berjalan.

    Sampai saat artikel ini ditulis belum ditemukan informasi yang menyatakan bahwa Purbaya sebut IKN akan dijual justru IKN masih dalam tahap pembangunan.

    “Tapi yang jelas kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana, ada berapa perusahaan begitu sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti Presiden RI seperti apa,” begitu keterangan Purbaya pada 23 November 2025.

    Mengutip laman resmi Kompas.com, Jokowi memang pernah menyebut menjual tanah di IKN kepada investor pada Agustus 2023 sebagai bentuk investasi untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara. Sebab, apabila hanya menggantungkan diri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, pertumbuhan dinilai akan sulit dicapai. Tidak ada informasi yang membenarkan bahwa 3.400 hektar tanah di IKN terancam dijual karena menutupi utang Jokowi seperti pada unggahan yang beredar.

    Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari artikel Tirto, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.

    Dalam rangkuman artikel Tirto berjudul “Prabowo Banggakan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di WTF”, Presiden RI Prabowo Subianto pada gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) menyampaikan bahwa Indonesia dalam sejarah kepemimpinannya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya.

    Dengan demikian klaim yang menyatakan Purbaya marah atau menyebutkan bahwa 3.400 hektar IKN dijual karena menutupi hidden debt Jokowi dan mendukung kekuasan Gibran pada 2029 adalah klaim yang tidak berdasar dan tidak didukung dengan informasi kredibel.

    Kesimpulan

    Berdasarkan seluruh hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya bongkar fakta utang tersembunyi Jokowi dan sebut 3400 hektar IKN terancam dijual adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Purbaya dalam pernyataannya justru mengatakan bahwa IKN tidak akan menjadi kota hantu karena pembangunan terus berjalan. Indonesia berhasil mengatasi utang pada era Jokowi seperti dikatakan Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini