• Cek Fakta: Tidak Benar Bill Gates Serukan Penarikan Vaksin Covid-19 karena Berbahaya

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/12/2021

    Berita

    Tarik semua vaksin covid-19
    Bill gates serukan tarik semua vaksin covid-19

    SATIRE – Bill Gates menyerukan penarikan semua Vaksin Covid-19; “Vaksin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun”

    https://www.dailyexpose.co.uk/2021/08/29/bill-gates-calls-for-the-withdrawal-of-all-covid-19-vaccines/

    Dalam pengumuman yang mengejutkan, Bill Gates, miliarder pendiri Microsoft dan kekuatan utama di balik vaksin COVID-19, menyerukan agar semua vaksin berbasis genetik COVID-19 segera dikeluarkan dari pasar.
    Dalam pidato televisi 19 menit yang sering menyedihkan, Gates berkata: “Kami membuat kesalahan besar. Kami ingin melindungi orang dari virus berbahaya. Tapi ternyata virusnya jauh lebih berbahaya dari yang kita duga. Dan vaksinnya jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.”
    Oleh W. Gelles
    “Vaksin ini—Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, AstraZeneca Serta Sinovac.. Dll—mereka membunuh orang di kiri dan kanan—dan mereka melukai beberapa orang dengan sangat parah,” lanjut Gates, sesekali melambaikan tangannya ke udara untuk efek dramatis.
    “Data pemerintah sendiri menunjukkan kepada kita inilah yang terjadi. Sistem pelaporan CDC menunjukkan, apa?… sekitar 13.000 kematian sejauh ini di AS dan lebih dari setengah juta efek samping. Yah, kita semua tahu sistem pelaporan itu palsu.
    “Kami tahu bahwa VAERS [Centers for Disease Control and Prevention's Vaccine Adverse Event Reporting System] hanya menangkap sekitar satu persen dari apa yang terjadi. Jadi kita berbicara tentang lebih dari satu juta kematian akibat vaksin Covid ini, dan lebih dari 60 juta orang dengan efek samping yang buruk.”
    “Ini bukan yang kami inginkan. Ini tidak dapat diterima,” tegas Gates.
    Saham Wall Street dari semua perusahaan vaksin Covid utama anjlok 20% hingga 30% ketika Gates mengumumkan bahwa ia bergabung dengan Petisi Warga mendesak yang diajukan oleh organisasi Pertahanan Kesehatan Anak Robert F. Kennedy Jr. yang menyerukan kepada US Food and Drug Administration untuk segera menarik semua vaksin COVID dari pasaran.
    Gates melanjutkan: “Terlalu banyak orang yang menggunakan vaksin ini mati… satu hari, dua hari, lima hari setelah mendapatkan suntikan. Orang lain menderita kelumpuhan, kebutaan, kejang-kejang, serangan jantung, keruntuhan sistem kekebalan, pembekuan darah, radang otak, kerusakan paru-paru atau ginjal, keguguran, penyakit autoimun, kegagalan sistem banyak organ, kelelahan permanen yang mendalam, dan banyak masalah mengerikan lainnya.
    “Tentu saja, Juru Bicara Media kami—maksud saya media berita arus utama, menganggap semua tragedi ini sebagai ‘kebetulan saja.'”
    “Alasan mereka mengatakan itu,” Gates menjelaskan, “adalah karena apa yang saya lakukan di Event 201, Simulasi Pandemi Coronavirus yang diadakan di New York pada Oktober 2019 hanya beberapa minggu sebelum kami mengumumkan pandemi yang sebenarnya. Saya meminta semua surat kabar utama, saluran TV, dan stasiun radio untuk setuju dengan Narasi Resmi—'vaksin aman dan efektif'—dan menyensor siapa pun yang mempertanyakan baris BS ini.
    “Jadi publik tidak pernah mendengar bukti dari ratusan dokter dan peneliti medis terkemuka yang memperingatkan bahwa vaksin itu berbahaya dan seringkali mematikan.”
    “Itu adalah kesalahan besar di pihak saya,” Gates mempertahankan, tampak lelah dan terkadang berlinang air mata. “Seharusnya kita tidak pernah melakukan itu. Orang-orang memiliki hak untuk mendapat informasi yang baik, untuk mendapatkan semua fakta sehingga mereka dapat membuat keputusan yang rasional.”
    Mengubah topik seolah-olah untuk mendapatkan simpati, Mr. Gates menceritakan: “Saya telah melalui masa-masa sulit dan melakukan banyak pencarian jiwa sejak Melinda mencampakkan saya. Perceraian ini telah menyebabkan saya memperhatikan diri saya sendiri dengan baik. Saya tidak ingin dikenang sebagai monster yang membunuh jutaan orang melalui vaksin mematikan. Aku bukan monster. Saya bukan pembunuh massal. Saya tidak ingin dikenang sebagai pembunuh massal oleh keluarga, teman, dan perusahaan saya.
    “Beberapa orang menyebut saya sosiopat atau bahkan psikopat karena skema visioner saya untuk membantu umat manusia—seperti mengurangi pemanasan global dengan menyemprotkan debu ke atmosfer bagian atas, atau melepaskan jutaan nyamuk yang dimodifikasi secara genetik untuk memerangi demam berdarah dan virus Zika.”
    ......
    Kalau ini benar gimana nasib yg sudah di vaksin?
    😔😱

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi website yang terdapat dalam pesan berantai tersebut. Di sana terdapat artikel aslinya dengan judul "SATIRE – In an alternative universe Bill Gates has called for the withdrawal of all Covid-19 Vaccines" yang tayang di The Expose.uk pada 29 Agustus 2021.

    Dalam artikel tersebut pihak redaksi The Expose meminta maaf karena artikel satir atau sindiran mereka menjadi viral.

    "Ketika kami pertama kali menerbitkan artikel ini, kami seharusnya menjelaskan di awal bahwa itu adalah satir atau sindiran daripada di akhir. Kami tidak melakukan penjelasan itu dan kami meminta maaf," bunyi pernyataan redaksi The Expose.

    "Satir di atas adalah fiktif karena Mr. Gates tidak membuat pidato seperti itu dan Gates Foundation tidak menyediakan dana apapun untuk memberi kompensasi kepada korban vaksin atau untuk menyediakan obat covid-19 yang efektif dan murah," bunyi pernyataan itu menambahkan.

    Selain itu dilansir dari lembaga pemeriksa fakta, Politifact, tidak ada bukti bahwa Bill Gates pernah membuat pidato seperti yang tersebar viral di posting-an.

    The Gates Foundation yang dimiliki Bill Gates justru mendukung program vaksinasi covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Dua Mumi Alien Ditemukan di Mesir

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/12/2021

    Berita

    Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Asikul Islam Emon, postingan tersebut berupa gambar dua sosok mumi. Dalam narasinya Asikul mengklaim keduanya merupakan mumi Alien yang datang di zaman mesir kuno dan ditemukan seorang pensiunan Profesor University of Pennsylvania, Dr Victor Lubeck, di dekat piramida kecil Senusret II. Diduga kuat, mumi tersebut adalah mumi alien karena kerangka keduanya tidak mirip manusia. Lanjutan klaim dikatakan, kedua alien tersebut dulunya dijadikan penasihan Fir'aun Osirunet.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari Indiatoday, Departemen Anatomi dari Universitas Kairo melakukan uji post mortem dan menemukan bahwa kedua mumi pada gambar adalah janin manusia berjenis kelamin perempuan pada usia kehamilan lima dan tujuh bulan.
    Tes DNA juga dilakukan kepada kedua mumi antara tahun 2007 dan 2009. Artikel yang dipublikasikan oleh jurnal American Journal of Roentgenology menginformasikan hasil DNA kedua janin tersebut kemungkinan kuat adalah anak dari Fir'aun Tutankhamun, kemungkinannya sebanyak 99 persen.
    Seorang Egyptologist, Howard Carter menemukan dua peti mati berukuran kecil di makam Tutankhamun. Selama berabad-abad, tempat pemakaman Tutankhamun disembunyikan sampai ditemukan oleh Carter. Hasil penemuan tersebut dirilis oleh Dewan Tertinggi Purbakala Mesir pada 6 Agustus 2008.
    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Asikul Islam Emon tidak benar dan termasuk kategori Konteks yang Salah.

    Kesimpulan

    Bukan Mumi Alien. Kedua mumi tersebut adalah janin manusia berjenis kelamin perempuan pada usia kehamilan lima dan tujuh bulan. Kemungkinan kuat kedua janin perempuan tersebut adalah anak dari Tutankhamun.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH]: Poster Acara Perayaan Tahun Baru 2022 Rembang Expo

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/12/2021

    Berita

    Beredar di media sosial Facebook sebuah poster perayaan tahun baru 2022 bertajuk Rembang Expo yang diselenggarakan pada 27-31 Desember 2021 dan berlokasi di alun-alun Rembang. Dalam poster tersebut tertera berbagai kegiatan yang akan dilakukan seperti pameran UMKM, pameran multi produk, pameran industri, pentas seni dan hiburan, pentas musik akhir tahun, lomba dan kreatifitas, talk show, carnaval tahun baru, dan pesta kembang api.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, melansir dari laman resmi rembangkab.go.id mengklarifikasi bahwa poster yang beredar tersebut adalah hoaks. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UKM (Dinperindagkop) , Mohammad Mahfudz juga mengkonfirmasi bahwa flyer tersebut berisi informasi bohong. Masyarakat diminta bijak ketika menerima informasi apapun.
    “Terimakasih konfirmasinya atas berita ini, jangan sampai isu-isu semacam ini menimbulkan permasalahan di tengah-tengah upaya kita bersama mencegah penyebaran virus covid-19.”
    Mahfudz menghimbau agar masyarakat tak larut dalam euforia malam pergantian tahun. Kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dihindari dulu, karena pandemi covid-19 belum berakhir.
    Kabag Ops Polres Rembang, Kompol M. Mansur juga memastikan bahwa flyer ataupun informasi tersebut adalah informasi yang tidak benar atau hoax. Ia menambahkan selama tanggal 31 Desember sampai 1 Januari alun- alun ditutup.
    “Ini suratnya baru di pak Sekda. Nanti kita sosialisasikan ke pedagang yang ada di kawasan alun- alun untuk tutup, ” imbuhnya.
    Kompol M. Mansur juga menegaskan Polres Rembang akan mencari siapa pembuat dan penyebar informasi hoax itu.
    “Jadi siapa yang nyebar akan kita cari, reskrim akan kita kerahkan. Masyarakat jangan menyebarkan berita hoax, ini sudah perintah dari pusat untuk alun- alun tanggal 31 dan tanggal 1 harus tutup, ” ungkapnya.

    Kesimpulan

    Poster palsu. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UKM (Dinperindagkop) , Mohammad Mahfudz juga mengkonfirmasi bahwa flyer tersebut berisi informasi bohong. Masyarakat diminta bijak ketika menerima informasi apapun.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] "Bonus Rp 12 Miliar buat team "Garuda" dikejuaraan AFF 2020"

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 30/12/2021

    Berita

    Membagikan video dari TikTok oleh akun "yosep", https://archive.md/7L1jR (arsip cadangan).
    NARASI: "Bonus Rp 12 Miliar buat team "Garuda" dikejuaraan AFF 2020.
    Harapan Pak @jokowi dan seluruh Rakyat Indonesia semoga menjadi "Juara dan Pemenang".
    @PSSI pacu terus team Garuda Indonesia.
    🏇🏇🤗🤗⚽⚽🇮🇩🇮🇩🇮🇩".

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang sudah beredar sebelumnya pada tahun 2016 lalu, berkaitan dengan bonus pada AFF tahun 2016, yang selain ditambahkan narasi yang memelintir konteks disebarkan dengan memanfaatkan momen AFF 2020, sehingga membangun kesimpulan KELIRU.
    Verifikasi Video
    Salah satu video dengan frame yang identik, CNN Indonesia pada 17 Desember 2016: "Presiden Joko Widodo menjanjikan bonus 12 miliar rupiah, kepada tim nasional sepak bola Indonesia, yang Sabtu ini kembali berlaga, di ajang AFF. Hal itu disampaikan presiden Jokowi saat menikmati akhir pekannya di Istana Bogor, Jawa Barat. Jokowi terus memberikan dukungan pada timnas PSSI Indonesia. Terutama saat Thailand vs Indonesia dalam laga final piala AFF 2016."
    Sumber lain dengan frame video yang identik, KOMPASTV pada 17 Desember 2016: "Tim nasional Indonesia mendapat suntikan semangat dari Presiden Joko Widodo. Selain doa agar bisa juara Piala AFF, Presiden Jokowi ternyata sudah mempersiapkan bonus miliaran rupiah untuk tim nasional."
    Referensi Lainnya yang Berkaitan
    detik.com pada 17 Desember 2016: "Bogor - Hadiah besar sudah menanti para pemain Timnas Indonesia jika berhasil menjuarai Piala AFF Suzuki Cup. Presiden Joko Widodo menjanjikan hadiah Rp 12 miliar."
    WE Online pada 17 Desember 2016: "Presiden Joko Widodo menjanjikan bonus Rp. 12 miliar ?terhadap tim nasional (timnas) Indonesia bila mampu meraih juara Piala AFF . Namun syarat itu tentu berat mengingat Boaz Solossa dan kawan-kawan harus melakoni ?laga kedua final Piala AFF kontra Thailand di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, malam ini.?"
    Pencarian Google, kata kunci: "final aff 2020 indonesia thailand"

    Kesimpulan

    BUKAN video tentang AFF 2020. FAKTANYA, video yang dibagikan sudah beredar sebelumnya pada tahun 2016 lalu, berkaitan dengan bonus pada AFF tahun 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini