• [SALAH] Video “Bahlil Joget di Tengah Duka Bencana Longsor dan Banjir”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Mataberita” pada Selasa (9/12/2025) berisi narasi: 

    “Bahlil Asyik Joged Ditengah Duka Korban Bencana Banjir dan Longsor

    #viral #sorotansemuaorg #interaksi #bahlil #bencanaalam #longsor”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 230 tanda suka, 40-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 90 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “bahlil lahadalia  asyik berjoget di tengah duka korban bencana” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa video yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah ke video di akun Instagram “suaragarut.id” yang diunggah pada Senin (10/11/2025).

    Konteks asli video adalah momen Bahlil Lahadalia meresmikan Yellow Racquet Club (lapangan padel dan pickleball) di halaman kantor DPP Partai Golkar pada Minggu (9/11/2025) sebelum adanya bencana.

    Untuk diketahui, dilansir dari laman bnpb.go.id, pada akhir November 2025 sejumlah wilayah di Sumatra diterjang banjir dan longsor. Kejadian pertama yang tercatat, adalah banjir di Kota Binjau, Sumatra Utara, pada Rabu (26/11/2025) malam pukul 18.00 waktu setempat. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas yang lebat menyebabkan meluapnya tiga sungai di Kota Binjau, yakni Sungai Bingai, Mencirim, dan Bangkatan.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah momen Bahlil Lahadalia meresmikan lapangan padel di halaman kantor DPP Partai Golkar pada Minggu (9/11/2025) sebelum adanya bencana. Jadi, unggahan video berisi klaim “Bahlil joget di tengah duka bencana longsor dan banjir” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ahmad Sidik (Pelapor Ijazah Palsu Wagub Babel) Jadi Tersangka

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Warta Desa” pada Selasa (30/12/2025) berisi narasi:

    “Mahasiswa UBB Yang Bongkar Dugaan Ijazah Palsu Wagub Babel Hellyana, Kini Jadi Tersangka”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 890 tanda suka, 340-an komentar, serta dibagikan lebih dari 130 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran sumber artikel Bangkapos yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelurusan mengarah ke pemberitaan bangkapos.com “Sosok Ahmad Sidik, Mahasiswa Pelapor Ijazah Palsu Hellyana, Wagub Babel Kini jadi Tersangka”, yang isinya bertolak-belakang dengan klaim.

    Dari berita yang tayang Sabtu (27/12/2025) itu, diketahui bahwa Wakil Gubernur (Wagub) Bangka Belitung (Babel) Hellyana ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh mahasiswa bernama Ahmad Sidiq dalam kasus dugaan ijazah palsu.

    Untuk diketahui, melansir tempo.com, kasus dugaan ijazah palsu Wagub Babel Hellyana mulai mencuat ke publik ketika seorang mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) berinisial AS melaporkan Hellyana ke Bareskrim Polri pada Juli 2025. Hellyana dituding memakai ijazah palsu dari Fakultas Hukum Universitas Azzahra karena dia tak pernah menyelesaikan pendidikan sarjananya. Adapun kasus ini terungkap melalui proses pelaporan masyarakat.

    Hellyana pada Senin (22/12/2025) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Sebelum penetapan tersangka terhadap Hellyana, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung membentuk tim investigasi. Hasil penelusuran tim investigasi menemukan fakta Hellyana tidak terdaftar sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Azzahra.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Ahmad Sidik (mahasiswa pelapor kasus ijazah palsu Wagub Babel) jadi tersangka” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] dan Facebook setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang turut menjaring istri Maduro, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

    Dalam gambar itu, Maduro terlihat mengenakan jas hitam serta kemeja putih saat turun dari sebuah pesawat. Ia tampak diapit oleh dua petugas militer dengan seragam bertuliskan DEA.



    Namun, benarkah foto tersebut saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros ditangkap oleh Amerika Serikat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski Presiden Venezuela Nicolas Maduro memang benar ditangkap oleh Amerika Serikat, namun foto yang beredar itu buatan AI.

    Mula-mula, Tempo mengumpulkan tiga foto terkonfirmasi yang memperlihatkan penangkapan Maduro. Foto pertama diunggah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya pada 3 Januari 2025.

    Trump mengatakan, Maduro berada di kapal induk militer AS, USS Iwo Jima. Ia berdiri memegangi botol air mineral, mengenakan setelan sweater dan celana training abu-abu dengan kedua mata dan telinga ditutup.

    Kedua, foto saat Maduro baru mendarat di Bandara Internasional Stewart sekitar 97 kilometer sebelah barat laut Kota New York yang dimuat oleh BBC. Ketiga, saat Maduro tiba di kantor Badan Pengawas Narkotika AS (DEA). 

    Pada ketiga foto tersebut terlihat tiga jenis sweater atau jaket yang dikenakan Maduro. Tiga foto Maduro setelah penculikan tersebut dapat disimak dalam gambar berikut:





    Foto tersebut memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Pertama, wajah empat anggota militer, termasuk dua orang yang mengapit Maduro di bagian depan tampak buram tidak normal. 

    Kedua, tertulis nama DEA dalam seragam yang dikenakan oleh anggota militer bagian kanan. DEA merujuk singkatan dari The Drug Enforcement Administration (DEA), badan Amerika Serikat yang mengawasi dan menegakkan hukum terkait pelanggaran narkotika. 

    DEA tidak terlibat dalam operasi penangkapan Maduro di Venezuela. Penangkapan Maduro dan istrinya dilakukan oleh pasukan elite Amerika Serikat, termasuk pasukan Delta Force, menurut Reuters.

    Kejanggalan yang ditemukan pada foto semacam itu, lazim ditemui pada konten hasil buatan akal imitasi. Temuan ini juga sesuai dengan analisis alat deteksi AI, AI or NOT yang menunjukkan sekitar 39 persen konten buatan AI.

    Demikian juga dengan alat deteksi Hive Moderation yang menunjukkan kemungkinan buatan AI sebesar 56,1 persen. Hive Moderation mengidentifikasi 73 persen karakteristik foto tersebut dibuat dengan teknologi AI milik Google, Gemini3.



    Situs media Wired dan Perhimpunan Perusahaan Broadcasting Eropa (EBU) menyatakan alat deteksi milik Google, SynthID, menyatakan konten tersebut memang dibuat dengan aplikasi milik Google.

    Penculikan Presiden Venezuela

    Dilansir BBC, Pasukan elit Delta Force Angkatan Darat AS meluncurkan bom ke sejumlah titik di Caracas, ibu kota Venezuela, tanggal 3 Januari 2026. Setelah serangan besar itu, mereka menculik Maduro untuk dibawa ke AS dan diadili.

    Sebelumnya Trump konsisten menyudutkan Maduro dengan menyebutnya sebagai “teroris narkotika” disertai operasi pemeriksaan kapal di perairan negara itu. Serta menempatkan kekuatan besar angkatan laut. Sementara pemerintah Venezuela menuding AS hanya bertujuan menguasai sumber minyak bumi di sana.

    Para pakar yang diwawancarai The Guardian mengatakan tindakan AS itu berpotensi melanggar hukum internasional. Profesor hukum internasional di Universitas Kingston, Elvira Domínguez-Redondo, mengatakan operasi itu "kejahatan agresi dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara lain.”

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar-gambar yang beredar di media sosial itu memperlihatkan kondisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat diculik pasukan AS adalah klaim keliru.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Undian Wondr Bank BNI

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran undian Wondr dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 4 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Khusu Nasabah Bank BNI yang sudah mempunyai Wonder by BNI. Wonder by BNI Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BNI Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BNI ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik,
    (DAFTAR SEKARANG) Dibawah.
    Wonder by BNI FESTIVAl BELIMPAH HADIAH
    • 3 Unit Mobil Alphard
    • 3 Unit Mobil BMW
    • 3 Unit Mobil Pajero Sport
    • 3 Unit Mobil CR-V Turbo
    • 3 Unit Mobil Fortuner
    • 3 Unit Mobil X Pander
    • 15 Unit Motor Kawasaki KLX
    • 25 Unit Motor Scoopy
    • 15 Unit Rumah Gratis
    • 25 Unit Umroh Gratis
    Ayo buruan DAFTAR pendaftaran Undian Berbatas Waktu.
    Untuk pengundian & pemenangnya akan diumumkan secara online di seluruh sosial media pada tanggal 10 Januari 2026"
    Unggahan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut: "https://vvz.rzyvvb.web.id/cgi-sys/defaultwebpage.cgi"
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian Wondr Bank BNI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian Wondr Bank BNI. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Waspada Penipuan Berkedok Undian Rejeki Wondr BNI 2025" yang tayang pada 31 Juli 2025.
    Pada artikel ini, BNI meminta masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan program undian, termasuk yang mengaku sebagai admin resmi.
    Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, seluruh program undian resmi BNI, termasuk rejeki wondr BNI 2025, tidak pernah mensyaratkan pembayaran atau transfer dana untuk pencairan hadiah. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BNI.
    "Jika ada pihak yang meminta uang dengan alasan klaim hadiah, sudah pasti itu penipuan," kata Corina, Kamis 31 Juli 2025.
    Rejeki wondr BNI 2025 merupakan program loyalitas nasabah yang digelar sejak April 2025 hingga 31 Januari 2026. 
    BNI mengajak masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi dan tidak tergiur oleh tawaran hadiah instan yang tidak dapat diverifikasi. Untuk informasi lebih lanjut atau laporan terkait dugaan penipuan, nasabah dapat menghubungi BNI Call di 1500046.
    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BNI di bni.id/rejekiwondrbni atau langsung mengakses aplikasi wondr by BNI di ponsel.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian Wondr Bank BNI, tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini