• [SALAH] “Heboh! Pernyataan Dokter Indonesia Soal Covid”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/06/2020

    Berita

    “Heboh! Pernyataan Dokter Indonesia Soal Covid

    Setelah Dr Judy (Plandemic) dikasih flag hoax oleh fact checker (dengan mengabaikan bahwa di dalamnya ada dokter-dokter lain yang senada dengan dr Judy)…

    Setelah video Dr. Erickson dikasih flag hoax oleh fact checker …(https://web.facebook.com/357865098052374/videos/1192877757711201/)

    Ini ada pernyataan dokter asal Indonesia yang menghebohkan, akankah muncul flag hoax dari fact checker lagi ????

    Kita tunggu saja.

    Hasil Cek Fakta

    koranntb.com: “Dalam keterangan resmi Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mataram, Ketua IDI Cabang Mataram, dr Rohadi mengatakan atas beredarnya video dr Lalu Herman Mahaputra pada channel YouTube yang menyebut Corona seperti flu biasa dan tidak ada yang meninggal karena Corona melainkan karena penyakit bawaan, itu dinilai khilaf dan keliru.”
    wartamataram.com: “Di video klarifikasi tersebut, dr Rohadi menyampaikan permohonan maaf baik kepada masyarakat maupun kepada rekan sejawat dan juga tenaga medis di seluruh Indonesia. Secara pribadi dr Jack menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang dibuat dalam konten youtube tersebut dan mengaku khilaf atas apa yang telah dikatakannya.

    Pada kesempatan itu, dr Rohadi juga menyampaikan bahwa memang benar Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Namun penyakit ini sangat berbahaya karena tingkat penyebaran dan penularan yang sangat cepat antar manusia. Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat tetap harus menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan anjuran World Health Organization (WHO).”

    Kesimpulan

    dr Lalu Herman Mahaputra, Direktur RSUD Kota Mataram, sudah meminta maaf secara resmi karena telah menyebut COVID-19 seperti flu biasa.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “TENTARA MERAH PKC Nyamar Jadi Pekerja Proyek”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/06/2020

    Berita

    Pelintiran daur ulang. Foto peristiwa pengamanan WNA pada tahun 2018, dipelintir untuk membangun kesimpulan keliru.
    Tentara Merah

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan tangkapan layar status pelintiran foto peristiwa pengamanan WNA.

    * Tangkapan layar yang dibagikan SUMBER menambahkan narasi yang TIDAK sesuai dengan fakta sehingga menimbulkan kesimpulan keliru.

    (2) Beberapa artikel yang berkaitan,

    * detikNews @ 18 Sep 2018 23:02 WIB: “Karawang – Sebanyak enam warga negara (WN) China dijaring aparat di salah satu hotel di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Petugas berwenang yang memeriksa mereka memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Karawang Yopie Asmara. “Paspor, izin tinggal mereka sah,” ucap Yopie saat jumpa pers di Kantor Imigrasi Karawang, Selasa malam (18/9/2018).”

    Selengkapnya di “Dokumen Lengkap, 6 WN China yang Dijaring di Karawang Dibebaskan” http://bit.ly/2EI6ssl / https://archive.md/AEPk9 (arsip cadangan).



    * detikNews @ 18 Sep 2018 22:45 WIB: “Karawang – Tim Pengawasan Orang Asing Imigrasi Karawang menjaring 6 warga negara (WN) China dan 2 WNI yang menginap di salah satu hotel di Karawang. Dari tangan mereka, diamankan buku saku berwarna merah dengan lambang palu arit. Foto buku itu menyebar di media sosial dan mereka dianggap menyebarkan paham komunisme.

    “Apapun yang diramaikan medsos tidak benar. Faktanya tidak seperti itu (menyebar paham komunis). Saya kira terlalu jauh, itu cuma asumsi saja,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat jumpa pers di Kantor Imigrasi Karawang, Selasa malam (18/9/2018).”

    Selengkapnya di “Aparat Jaring 6 WN China di Karawang” https://bit.ly/3cpP6gn / https://archive.md/rH46T (arsip cadangan).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Keasang pengarep mampu menangani virus Corona di Jakarta asal menjadi gubernur DKI”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/06/2020

    Berita

    Beredar Status dari akun Andrian (fb.com/100038035968076) membagikan sebuah artikel berjudul “Kaesang Pangarep Dikabarkan Mampu Tangani Corona Jika Maju Jadi Gubernur DKI Jakarta.
    Kaesang Pangarep

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Kaesang Pangarep menyebutkan dirinya mampu menangani virus Corona di Jakarta asal menjadi gubernur DKI adalah klaim yang salah.

    Tidak ada pernyataan dari Kaesang Pangarep yang meyatakan dia mampu menangani virus Corona COVID-19. Artikel yang dibagikan oleh sumber klaim sendiri merupakan artikel periksa fakta yang membantah klaim tersebut. Melalui kanal Youtube, Kaesang sendiri juga sudah membantah klaim itu.

    Pada tanggal 25 Mei 2020, Hoax Crisis Center Jawa Barat (@hccjawabarat) membuat artikel periksa fakta yang menyatakan bahwa tidak ada pernyataan Kaesang yang mengatakan jika wabah Covid-19 di Jakarta akan mudah diatasi jika dirinya menjadi Gubernur berdasarkan pencarian dari beberapa media daring.

    Dikutip dari Medcom.id, klaim ini kabar bohong yang kembali muncul di tengah masyarakat. Tim Cek Fakta Medcom.id, pernah menelusuri narasi dengan substansi yang sama. Meskipun kali ini, narasi hoaks disusun dengan ulasan yang berbeda.

    “Tidak ada pemberitaan atau pernyataan resmi dari Kaesang yang meyatakan demikian,” tulis Medcom.id dalam laporan yang dimuat pada Rabu 27 Mei 2020.

    Artikel berjudul “Kaesang Pangarep Dikabarkan Mampu Tangani Corona Jika Maju Jadi Gubernur DKI Jakarta, Simak Faktanya” yang dimuat di situs republika.ikhtisar.net pada 9 Juni 2020 ini sendiri sebenarnya adalah artikel periksa fakta yang dikutip dari artikel berjudul “Kaesang Pangarep Dikabarkan Mampu Tangani Corona Jika Maju Jadi Gubernur DKI Jakarta, Simak Faktanya” yang dimuat di situs depok.pikiran-rakyat.com pada 26 Mei 2020.

    Dalam artikel tersebut, dituliskan hasil periksa fakta sebagai berikut:

    “Namun faktanya Kaesang Pangarep tidak pernah mengunggah narasi yang menyatakan dirinya akan menanggulangi penyebaran virus corona di Jakarta jika ia maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.
    Foto yang digunakan dalam unggahan Facebook merupakan hasil suntingan yang diambil dari laman Instagram Kaesang Pangarep.
    Foto tersebut menampilkan kegiatan Kaesang Pangarep yang juga bekerja dari rumah selama pandemi. Kaesang saat itu mengenakan kemeja berwarna putih polos, celana pendek merah, dan sandal berwarna merah dan biru.
    Atas kemeja, bawahan celana pendek, dan pakai sandal. Outift of the Day (OOTD) ngantor zaman now,” tutur Kaesang Pangarep dalam unggahan di Instagram pribadinya pada 24 April 2020.
    Dalam ungggahan tersebut Kaesang Pangarep sama sekali tidak meyinggung bahasan tentang Pilkada dan rencananya dalam memimpin DKI Jakarta.
    Setelah ditelusuri lebih lanjut juga tidak ditemukan informasi yang menyebut Kaesang Pangarep menyatakan dirinya bisa dengan mudah mengendalikan virus corona jika maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.
    Sementara pada saat yang sama, Kaesang Pangarep disoroti beberapa pihak karena gayanya yang nyentrik dan disebut-sebut mewakili gaya anak muda melalui aktivitas kesehariannya.
    Maka dari itu foto dengan klaim yang menyatakan majunya Kaesang Pangarep menjadi gubernur DKI Jakarta untuk dapat menangani pandemi menjelang Pilkada tersebut tidak benar.***”

    Pada tanggal 1 Juni 2020, Kaesang Pangarep sendiri juga sudah membantah klaim tersebut melalui kanal Youtubenya.

    Kesimpulan

    Tidak ada pernyataan dari Kaesang Pangarep yang meyatakan dia mampu menangani virus Corona COVID-19. Artikel yang dibagikan oleh sumber klaim sendiri merupakan artikel periksa fakta yang membantah klaim tersebut. Melalui kanal Youtube, Kaesang sendiri juga sudah membantah klaim itu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ribuan Ikan Mati Di Tepi Pantai Bali

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/06/2020

    Berita

    Sebuah akun twitter bernama @Canda_Bisnis2 mengunggah video berdurasi 1 menit 14 detik yang memperlihatkan fenomena ribuan ikan terdampar di pinggir pantai yang diklaim berlokasi di pantai Bali.
    Ikan mati.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari tempo.co melalui tool InVID yang kemudian ditelusuri menggunakan reverse image tool, ditemukan beberapa situs dan kanal YouTube yang menyebut peristiwa dalam video itu terjadi di pantai Acapulco, Meksiko. Ada pula yang menyebut video itu direkam di Venezuela pada awal April 2020.

    Lewat petunjuk-petunjuk tersebut, Tempo melakukan pencarian lebih lanjut di YouTube dan Google memakai berbagai kata kunci dalam bahasa Spanyol. Hasilnya, di YouTube, video tersebut telah lebih dulu diunggah oleh beberapa kanal dengan konten berbahasa Spanyol yang memberi keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di Venezuela.

    Situs media Ululeo misalnya, mengunggah video tersebut di situs serta kanal YouTube-nya pada 6 April 2020. Situs ini memberikan judul pada video itu yang terjemahannya berbunyi “Ajaib: Ribuan ikan membanjiri pantai Venezuela (video)”.

    Adapun dalam keterangannya, situs ini menulis bahwa terjadi fenomena yang mengesankan di pantai-pantai Venezuela di mana ribuan ikan terdampar sehingga dapat dikumpulkan secara massal.

    Dari unggahan-unggahan ini, diketahui bahwa video yang dibagikan oleh akun @Canda_Bisnis2 diambil di Choroni, Aragua. Selain di Choroni, peristiwa terdamparnya ikan tersebut juga terjadi di Juan Griego, Coro, serta La Guaira.

    Channel youtube Tetova News pada 25 April 2020. Kanal ini mengunggah video yang merupakan gabungan dari dua video di mana video pertamanya adalah video yang dibagikan oleh akun @Canda_Bisnis2. Tetova News menjelaskan bahwa peristiwa dalam video pertama terjadi di Choroni.

    Sementara video kedua diambil di pantai Acapulco, Meksiko. Dalam video ini, terlihat bahwa jumlah ikan yang terdampar di pantai tidak sebanyak yang ada di Venezuela.

    Dalam keterangannya, Tetova News juga menulis, “Menurut Direktur Promotor dan Administrator Pantai di Acapulco, Sabas Arturo de la Rosa Camacho, peristiwa itu tampaknya bukan terjadi karena kurangnya oksigen dalam air laut, melainkan bagian dari siklus hidup. Ikan kembung mendekati pantai untuk mencoba memakan ikan sarden kecil.”

    Tempo membandingkan kembali video terdamparnya ikan tersebut yang diambil di Venezuela dan Meksiko. Di situs Noticieros Televisa, dimuat sebuah potongan video kejadian di Meksiko yang sama dengan yang diunggah oleh kanal Tetova News. Situs itu menulis bahwa peristiwa terdamparnya ikan di pantai Acapulco itu terjadi pada 20 April 2020.

    Jika dilihat seksama video yang diunggah akun @Canda_Bisnis2 pada menit 0:54, terdapat gambar plat nomor mobil degan warna putih yang tentunya bukan plat Indonesia.

    Kesimpulan

    Bukan di pantai Bali. fenomena ikan mati terdampar di pantai ini terjadi di Choroni, Aragua, Venezuela, pada awal April 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini