[Fakta atau Hoaks] Benarkah Polisi AS Sebut Kematian Bing Liu Terkait Risetnya Soal Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/05/2020
Berita
Narasi bahwa kematian Bing Liu, peneliti dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, terkait dengan risetnya soal virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Menurut narasi itu, kaitan antara pembunuhan Bing Liu dan penelitiannya terkait Covid-19 ditegaskan oleh kepolisian AS.
Di Instagram, narasi tersebut dibagikan salah satunya oleh akun @sobatqolbu. Akun ini mengunggah foto Bing Liu yang di bawahnya diberi tulisan "Nyaris ungkap temuan penting seputar virus Corona, profesor ini tewas dibunuh. Jenazah ditemukan dengan sejumlah luka tembakan di kepala, leher dan perut".
Adapun dalam caption-nya, akun ini menjelaskan bahwa pelaku yang dipercaya membunuh Bing Liu bernama Hao Gu, 46 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa setelah diduga melakukan bunuh diri. Pihak kepolisian mengatakan bahwa Hao Gu diduga membunuh Bing Liu di kediamannya sebelum akhirnya bunuh diri di mobilnya. Polisi meyakini pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain.
Akun ini juga menulis bahwa pembunuhan Bing Liu tersebut menimbulkan misteri terkait temuan penting yang akan diungkapkannya. Ia diketahui merupakan peneliti komputasi dan sistem biologi di Sekolah Kesehatan Universitas Pittsburgh. "Kepolisian setempat telah menegaskan jika pembunuhan Bing Liu ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukannya seputar Covid-19," demikian narasi yang ditulis akun itu.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @sobatqolbu.
Apa benar polisi AS menyebut kematian Bing Liu terkait dengan risetnya soal Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkannya dengan pemberitaan di media-media arus utama, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dilansir dari USA Today, Bing Liu, asisten profesor dari Universitas Pittsburgh, 37 tahun, memang ditemukan tewas di dalam sebuah rumah di Pennsylvania, AS, pada 2 Mei 2020, dengan luka tembak di kepala, leher, dan dadanya.
Satu jam kemudian, polisi menemukan Hao Gu, 46 tahun, dalam sebuah mobil dengan jarak kurang dari 1 mil dari lokasi ditemukannya Bing Liu. Menurut Detektif Sersan Brian Kohlhepp dari Departemen Kepolisian Ross, penyidik meyakini Hao Gu membunuh Bing Liu di rumahnya sebelum mengendarai mobilnya dan bunuh diri.
Bing Liu mendapat gelar PhD dalam ilmu komputasi dari Universitas Nasional Singapura, lalu melanjutkan studi pascadoktoralnya di Universitas Carnegie Mellon. Kemudian, Bing Liu menjadi peneliti di Sekolah Kedokteran Universitas Pittsburgh. Para koleganya menuturkan bahwa Bing Liu merupakan seorang peneliti yang produktif yang telah mempublikasikan lebih dari 30 makalah dan merupakan mentor yang luar biasa.
"Bing Liu berada di ambang penemuan yang sangat signifikan untuk memahami mekanisme seluler yang mendasari infeksi SARS-CoV-2 (virus Corona baru penyebab Covid-19) dan basis seluler dari komplikasi tersebut. Kami akan berupaya untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai dalam rangka memberikan penghormatan pada keahlian ilmiahnya," ujar para koleganya dalam sebuah pernyataan resmi.
Namun, Kohlhepp menuturkan bahwa pembunuhan Bing Liu tidak ada kaitannya dengan risetnya soal Covid-19. Polisi meyakini Bing Liu dan Hao Gu saling mengenal satu sama lain dan, kata Kohlhepp, pembunuhan itu adalah "hasil dari perselisihan panjang terkait pasangan intim".
Menurut Kohlhepp, polisi tidak menemukan bukti apapun bahwa pembunuhan Bing Liu berhubungan dengan pekerjaannya di Universitas Pittsburgh. "Kami telah menemukan nol bukti bahwa peristiwa tragis ini ada hubungannya dengan pekerjaannya di Universitas Pittsburgh atau pekerjaan apapun yang terkait dengan Universitas Pittsburgh, dan krisis kesehatan saat ini yang mempengaruhi AS dan dunia (Covid-19)," kata Kohlhepp.
Penjelasan yang sama juga dilaporkan oleh CNN pada 6 Mei 2020. Kepolisian AS meyakini Bing Liu dan Hao Gu saling kenal. Namun, Detektif Sersan Brian Kohlhepp menyatakan "tidak ada indikasi bahwa Bing Liu sengaja ditarget karena dia orang Cina".
Demikian pula dalam arsip pemberitaan Tempo pada 7 Mei 2020. Berdasarkan keterangan Kepolisian Ross, jenazah Bing Liu ditemukan di rumahnya dengan luka tembak di kepala, leher, dan dada. "Kasus ini masih kami selidiki. Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa Liu diincar karena dia berasal dari Cina," ujar Detektif Sersan Brian Kohlhepp pada 6 Mei 2020.
Kohlhepp melanjutkan, menurut dugaan sementara, Bing Liu adalah korban aksi pembunuhan dan bunuh diri. Sebab, tak jauh dari lokasi tewasnya Bing Liu, polisi menemukan seorang pria yang tewas di dalam mobilnya. Walaupun begitu, kata Kohlhepp, polisi masih menyelidiki apakah keduanya saling kenal.
Universitas Pittsburgh, dalam keterangan persnya, menyatakan rasa berdukanya atas kematian Bing Liu. Mereka menyayangkan kematian Bing Liu mengingat ia tengah melakukan penelitian terkait cara kerja virus Corona Covid-19 yang akan membantu proses penanganannya ke depan. "Bing Liu hampir mendapatkan temuan penting soal bagaimana memahami cara kerja sel dalam penularan virus Corona," ujar salah satu koleganya.
Kematian Bing Liu ini pun kembali memicu diskusi warganet terkait sejumlah teori konspirasi mengenai asal-usul virus Corona Covid-19, baik itu buatan Cina atau buatan AS. Ada pula yang mengaitkan kematian tersebut dengan nama pendiri Microsoft, Bill Gates. Sejumlah klaim bahwa virus ini buatan laboratorium ataupun teori konspirasi soal Bill Gates sudah pernah dibantah oleh Tim CekFakta Tempo.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa polisi Amerika Serikat menyebut kematian Bing Liu terkait dengan risetnya soal Covid-19 adalah narasi yang menyesatkan. Kepolisian menyatakan tidak ada indikasi bahwa Bing Liu diincar karena berasal dari Cina ataupun karena sedang mengerjakan riset soal virus Corona Covid-19. Pembunuhan Bing Liu diduga kuat karena perselisihan terkait pasangan intim.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/FtSOW
- https://www.usatoday.com/story/news/nation/2020/05/06/coronavirus-researcher-killed-apparent-murder-suicide-pa-police/5173972002/
- https://edition.cnn.com/2020/05/06/us/university-of-pittsburgh-professor-killed/index.html
- https://dunia.tempo.co/read/1339545/peneliti-virus-corona-dibunuh-di-amerika/full&view=ok
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/708/fakta-atau-hoaks-benarkah-profesor-harvard-ini-ditangkap-terkait-pembuatan-virus-corona
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/689/fakta-atau-hoaks-benarkah-pria-di-video-ini-adalah-tentara-amerika-yang-sebarkan-corona-ke-cina
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/751/fakta-atau-hoaks-benarkah-peneliti-cina-ini-sebut-virus-corona-hanya-satu-dari-1-500-virus-yang-tersimpan-di-lab-wuhan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/746/fakta-atau-hoaks-benarkah-bill-gates-bikin-vaksin-corona-yang-dipasang-microchip
[SALAH] Bupati Konawe Akui Disuap Menko Luhut
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/05/2020
Berita
Akun El Shirazy membagikan tautan dari laman daring konfrontasi[dot]com dengan judul “Bupati Konawe Akui Disuap Menko Luhut Soal 500 TKA.” Pemberitaan pada laman daring tersebut menyebutkan bahwa Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku disuap oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait kedatangan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara.
Berikut kutipan narasinya:
Narasi pada postingan:
“Gass lhaa apa lagi...”
Judul Tautan Pada Postingan:
“Bupati Konawe Akui Disuap Menko Luhut Soal 500 TKA”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi pada postingan:
“Gass lhaa apa lagi...”
Judul Tautan Pada Postingan:
“Bupati Konawe Akui Disuap Menko Luhut Soal 500 TKA”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim dalam artikel tersebut tidak benar. Dilansir dari Cek Fakta Tempo, diketahui bahwa pernyataan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dalam artikel tersebut berasal dari program "Apa Kabar Indonesia Pagi" tvOne yang diunggah di Youtube di kanal Talk Show tvOne.
Dalam video berjudul "Warga Resah 500 TKA China Datang, Bupati Konawe Ngaku Tidak Ada Pemberitahuan Resmi" yang tayang pada 28 April 2020 itu, Bupati Kery tidak mengeluarkan pernyataan pengakuan disuap oleh Menko Luhut.
Pernyataan Bupati yang dikutip oleh konfrontasi[dot]com berasal dari menit 1:10 hingga 3:01. Di bagian awal, Kery menyatakan penolakannya terhadap rencana kedatangan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara. "Karena kita sudah sepakat bahwasannya Covid-19 ini kita selesaikan dulu, baru masuk tenaga asing, karena akan mempengaruhi kondisi daerah ini," ujar Kery.
Kery kemudian mengatakan, "Tapi, kalau memang pemerintah pusat mau bicarakan bagaimana baiknya, ya tidak ada persoalan, kalau sudah perintah pemerintah pusat. Tapi, yang sekarang kita harapkan betul-betul, TKA yang masuk Konawe benar-benar steril dari virus Corona. Mungkin saya akan bicarakan dengan Pak Gubernur (Sulawesi Tenggara) bagaimana teknisnya."
Setelah membicarakan soal rencana kedatangan 500 TKA China itu, Kery menyampaikan masalah ekonomi yang dihadapi di kala pandemi Covid-19 serta bantuan dari perusahaan yang berencana mendatangkan 500 TKA China itu, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan pemerintah pusat. Dalam konteks inilah Kery menyinggung janji Luhut terkait bantuan. Dalam wawancara itu, Kery juga tidak menyinggung masalah suap seperti yang ditulis konfrontasi[dot]com.
Berikut pernyataan lengkap Bupati Kery dalam video di tvOne:
[…] Karena perlu kita ketahui, negara kita juga perlu ekonomi. Sebab, kalau kita terlalu keras dalam hal ini, bagaimana kita mau punya kehidupan? Sebab, kita juga masih mengharap pendapatan, pendapatan daerah atau apa. Ya mudah-mudahan Corona ini cepat selesai. Kita juga harapkan perusahaan ini juga memperhatikan masyarakat Konawe. Jangan kecamatan saja. Saya sudah menyurat sampai ke China soal bantuan. Tapi, sampai sekarang, enggak ada bantuan dari perusahaan itu. Bagaimana? (Padahal) kapalnya sudah pulang ke China. Menko Maritim katakan, 'Sudah Ker, apa yang kau minta kita siapkan.' Tapi kenyataannya juga sampai sekarang belum ada kita terima bantuan. Bagaimana kita ini? […]
Adapun, terkait kedatangan 500 TKA China sudah mendapat respon dari Kementerian Tenaga Kerja. Pihak Kementerian menyebut kedatangan 500 tenaga kerja asing TKA China ke Kendari, Sulawesi Tenggara ditunda
"Saat ini perusahaan pengguna sudah menunda proses kedatangan TKA dimaksud," kata Pelaksana tugas Dirjen Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Aris Wahyudi, saat dihubungi pada Kamis, 30 April 2020.
Menurut informasi, 500 TKA China itu sedianya tiba pada 22 April lalu. Namun Gubernur, DPRD, hingga masyarakat Sulawesi Tenggara menolak.
Aris mengatakan rencana kedatangan itu tak bisa dilakukan dalam keadaan pengendalian transportasi sekarang ini. Ia mengaku mendapat informasi bahwa perusahaan akan menunda kedatangan TKA hingga waktu yang belum ditentukan.
"Konon, konsekuensinya operasional perusahaan dapat terganggu dan berisiko perumahan tenaga kerja lokal," ujar Aris.
Aris mengakui Kementerian Tenaga Kerja memang sudah menyetujui Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) China yang diajukan dua perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.
Namun, ia menjelaskan persetujuan RPTKA bukan berarti buruh China akan langsung tiba di Indonesia. "Setelah RPTKA disahkan, bukan berarti TKA besok pagi atau minggu depan tiba di tanah air," kata dia.
Persetujuan kedatangan TKA itu sebelumnya tertuang dalam surat bernomor B-3/10204/PK.04/IV/2020 tertanggal 15 April 2020 yang ditandatangani Aris. Surat itu merupakan tindak lanjut permohonan RPTKA yang diajukan kedua perusahaan pada 1 April 2020.
Dalam suratnya, Aris Wahyudi mengatakan RPTKA dua perusahaan tersebut diterima setelah mempertimbangkan legalitas dan kepentingannya. Aris pun meminta kedua perusahaan itu untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi Tenggara untuk mitigasi dan penerapan protokol Covid-19.
Kementerian juga mengatakan pelaksanaan RPTKA itu harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan dan warga masyarakat.
Persetujuan itu juga demi menjaga agar pembangunan dan aktivitas perusahaan tetap berjalan. "Sehingga kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga kerja lokal dapat dihindarkan," kata Aris Wahyudi dalam surat.
Dalam video berjudul "Warga Resah 500 TKA China Datang, Bupati Konawe Ngaku Tidak Ada Pemberitahuan Resmi" yang tayang pada 28 April 2020 itu, Bupati Kery tidak mengeluarkan pernyataan pengakuan disuap oleh Menko Luhut.
Pernyataan Bupati yang dikutip oleh konfrontasi[dot]com berasal dari menit 1:10 hingga 3:01. Di bagian awal, Kery menyatakan penolakannya terhadap rencana kedatangan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara. "Karena kita sudah sepakat bahwasannya Covid-19 ini kita selesaikan dulu, baru masuk tenaga asing, karena akan mempengaruhi kondisi daerah ini," ujar Kery.
Kery kemudian mengatakan, "Tapi, kalau memang pemerintah pusat mau bicarakan bagaimana baiknya, ya tidak ada persoalan, kalau sudah perintah pemerintah pusat. Tapi, yang sekarang kita harapkan betul-betul, TKA yang masuk Konawe benar-benar steril dari virus Corona. Mungkin saya akan bicarakan dengan Pak Gubernur (Sulawesi Tenggara) bagaimana teknisnya."
Setelah membicarakan soal rencana kedatangan 500 TKA China itu, Kery menyampaikan masalah ekonomi yang dihadapi di kala pandemi Covid-19 serta bantuan dari perusahaan yang berencana mendatangkan 500 TKA China itu, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan pemerintah pusat. Dalam konteks inilah Kery menyinggung janji Luhut terkait bantuan. Dalam wawancara itu, Kery juga tidak menyinggung masalah suap seperti yang ditulis konfrontasi[dot]com.
Berikut pernyataan lengkap Bupati Kery dalam video di tvOne:
[…] Karena perlu kita ketahui, negara kita juga perlu ekonomi. Sebab, kalau kita terlalu keras dalam hal ini, bagaimana kita mau punya kehidupan? Sebab, kita juga masih mengharap pendapatan, pendapatan daerah atau apa. Ya mudah-mudahan Corona ini cepat selesai. Kita juga harapkan perusahaan ini juga memperhatikan masyarakat Konawe. Jangan kecamatan saja. Saya sudah menyurat sampai ke China soal bantuan. Tapi, sampai sekarang, enggak ada bantuan dari perusahaan itu. Bagaimana? (Padahal) kapalnya sudah pulang ke China. Menko Maritim katakan, 'Sudah Ker, apa yang kau minta kita siapkan.' Tapi kenyataannya juga sampai sekarang belum ada kita terima bantuan. Bagaimana kita ini? […]
Adapun, terkait kedatangan 500 TKA China sudah mendapat respon dari Kementerian Tenaga Kerja. Pihak Kementerian menyebut kedatangan 500 tenaga kerja asing TKA China ke Kendari, Sulawesi Tenggara ditunda
"Saat ini perusahaan pengguna sudah menunda proses kedatangan TKA dimaksud," kata Pelaksana tugas Dirjen Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Aris Wahyudi, saat dihubungi pada Kamis, 30 April 2020.
Menurut informasi, 500 TKA China itu sedianya tiba pada 22 April lalu. Namun Gubernur, DPRD, hingga masyarakat Sulawesi Tenggara menolak.
Aris mengatakan rencana kedatangan itu tak bisa dilakukan dalam keadaan pengendalian transportasi sekarang ini. Ia mengaku mendapat informasi bahwa perusahaan akan menunda kedatangan TKA hingga waktu yang belum ditentukan.
"Konon, konsekuensinya operasional perusahaan dapat terganggu dan berisiko perumahan tenaga kerja lokal," ujar Aris.
Aris mengakui Kementerian Tenaga Kerja memang sudah menyetujui Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) China yang diajukan dua perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.
Namun, ia menjelaskan persetujuan RPTKA bukan berarti buruh China akan langsung tiba di Indonesia. "Setelah RPTKA disahkan, bukan berarti TKA besok pagi atau minggu depan tiba di tanah air," kata dia.
Persetujuan kedatangan TKA itu sebelumnya tertuang dalam surat bernomor B-3/10204/PK.04/IV/2020 tertanggal 15 April 2020 yang ditandatangani Aris. Surat itu merupakan tindak lanjut permohonan RPTKA yang diajukan kedua perusahaan pada 1 April 2020.
Dalam suratnya, Aris Wahyudi mengatakan RPTKA dua perusahaan tersebut diterima setelah mempertimbangkan legalitas dan kepentingannya. Aris pun meminta kedua perusahaan itu untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi Tenggara untuk mitigasi dan penerapan protokol Covid-19.
Kementerian juga mengatakan pelaksanaan RPTKA itu harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan dan warga masyarakat.
Persetujuan itu juga demi menjaga agar pembangunan dan aktivitas perusahaan tetap berjalan. "Sehingga kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga kerja lokal dapat dihindarkan," kata Aris Wahyudi dalam surat.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim artikel konfrontasi[dot]com tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/10/salah-bupati-konawe-akui-disuap-menko-luhut/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/772/fakta-atau-hoaks-benarkah-bupati-konawe-akui-disuap-menko-luhut-soal-500-tka-cina
- https://www.youtube.com/watch?v=0hujKUYb_u8&t=1s
- https://nasional.tempo.co/read/1337469/kemanaker-jelaskan-soal-rencana-kedatangan-500-tka-cina/full&view=ok
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5003843/500-pekerja-china-ditunda-masuk-ri?single
[SALAH] CISUMDAWU Jalan Tol Terkeren Di Indonesia
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/05/2020
Berita
Beredar sebuah unggahan di Facebook, unggahan tersebut menyebutkan jika foto yang diunggah merupakan foto Jalan Tol CISUMDAWU (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Berikut kutipan narasinya:
“Biar para kampreet pda kejang kejang.”
Narasi pada gambar:
“Jokowi Hebat
Jalan Tol terkeren di Indonesia, CISUMDAWU(CILEUNYI-SUMEDANG-DAWUAN), yang membelah gunung dan masuk gunung, memungkinkan Bandung<>Tegal ditempuh hanya dalam 2 jam, Bandung<>Semarang hanya 3.5 jam.”
“Biar para kampreet pda kejang kejang.”
Narasi pada gambar:
“Jokowi Hebat
Jalan Tol terkeren di Indonesia, CISUMDAWU(CILEUNYI-SUMEDANG-DAWUAN), yang membelah gunung dan masuk gunung, memungkinkan Bandung<>Tegal ditempuh hanya dalam 2 jam, Bandung<>Semarang hanya 3.5 jam.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, isu tersebut sudah pernah beredar dan sudah dibahas dalam artikel periksa fakta berjudul “[SALAH] Foto penampakan tol Cisumdawu, Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang memangkas dan menerobos bukit” pada 25 Maret 2019 di turnbackhoax.id. Diketahui bahwa, gambar jalan itu merupakan Jalan Raya D400 Mersin-Antalya di Turki.
Selain itu video yang memperlihatkan jalan tersebut juga sempat diunggah dalam akun youtube Mesut Aygar pada 20 September 2017.
Selain itu video yang memperlihatkan jalan tersebut juga sempat diunggah dalam akun youtube Mesut Aygar pada 20 September 2017.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, foto yang diunggah tersebut merupakan foto jalanan di D400 Mersin-Antalaya, Turki. Maka informasi tersebut masuk ke dalam Konten Yang Salah.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/10/salah-cisumdawu-jalan-tol-terkeren-di-indonesia/
- http://turnbackhoax.id/2019/03/25/salah-foto-penampakan-tol-cisumdawu-cileunyi-sumedang-dawuan-yang-memangkas-dan-menerobos-bukit/
- https://www.youtube.com/watch?v=CT1g3JBzUhQ
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/165/fakta-atau-hoaks-benarkah-jalan-yang-membelah-gunung-ini-adalah-jalan-tol-cileunyi-sumedang-dawuan
- https://jabar.idntimes.com/news/jabar/rochmanudin-wijaya/foto-jokowi-unggah-foto-tol-cisumdawu-ini-penampakan-dari-satelit-regional-jabar
[SALAH] Berdamai dengan Corona yang Dimaksud Jokowi adalah Pemerintah Telah Kalah dan Menyerah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/05/2020
Berita
Akun Facebook Ichwan Bettaer Rais II memposting narasi pada 8 Mei 2020 yang isi narasinya mengklaim berdamai dengan virus Corona yang dimaksud Jokowi adalah pemerintah telah kalah dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Postingan itu diikuti dengan tangkapan layar milik portal media tribunkaltim.co juga postingan twitter milik beritasatu dan detikcom.
Berikut kutipan narasinya:
“ASTAGHFIRULLAH, KEMARIN
"BERSAMA KITA LAWAN VIRUS CORONA" SEKARANG "AYO KITA BERDAMAI DNGN
VIRUS CORONA" ARTINYA PEMERINTAH TELAH KALAH DAN MENGIBARKAN BENDERA PUTIH TANDA MENYERAH.” Unggah akun Facebook Ichwan Bettaer Rais II, Jumat (8/4).
Berikut kutipan narasinya:
“ASTAGHFIRULLAH, KEMARIN
"BERSAMA KITA LAWAN VIRUS CORONA" SEKARANG "AYO KITA BERDAMAI DNGN
VIRUS CORONA" ARTINYA PEMERINTAH TELAH KALAH DAN MENGIBARKAN BENDERA PUTIH TANDA MENYERAH.” Unggah akun Facebook Ichwan Bettaer Rais II, Jumat (8/4).
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri tidak ditemukan pernyataan dalam artikel tersebut bahwa yang dimaksud Jokowi berdamai dengan virus Corona adalah pemerintah yang telah kalah dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah dalam melawan virus Corona.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat berdamai dengan virus Corona adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemi Covid-19.
"Bahwa Covid itu ada dan kita berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif karena Covid, menjadikan ada penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (8/5).
Bey juga menambahkan, saat ini Covid-19 memang belum ada antivirusnya, namun masyarakat bisa mencegah tertular dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak. Menurut Bey, hal ini adalah hidup normal dengan cara baru.
"Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal. Tatanan kehidupan baru," ujarnya.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat berdamai dengan virus Corona adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemi Covid-19.
"Bahwa Covid itu ada dan kita berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif karena Covid, menjadikan ada penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (8/5).
Bey juga menambahkan, saat ini Covid-19 memang belum ada antivirusnya, namun masyarakat bisa mencegah tertular dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak. Menurut Bey, hal ini adalah hidup normal dengan cara baru.
"Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal. Tatanan kehidupan baru," ujarnya.
Kesimpulan
Atas penjelasan tersebut klaim yang menyebutkan bahwa yang dimaksud Presiden Joko Widodo berdamai dengan virus Corona adalah pemerintah telah kalah dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah dalam melawan virus Corona adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/09/salah-berdamai-dengan-corona-yang-dimaksud-jokowi-adalah-pemerintah-telah-kalah-dan-menyerah/
- https://news.detik.com/berita/d-5005575/jokowi-selama-belum-ditemukan-vaksin-kita-harus-berdamai-dengan-covid-19
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200508093126-20-501191/istana-luruskan-maksud-jokowi-hidup-berdamai-dengan-corona
- https://nasional.kompas.com/read/2020/05/08/06563101/jokowi-sebut-hidup-berdamai-dengan-covid-19-apa-maksudnya
- https://nasional.okezone.com/read/2020/05/08/337/2210889/presiden-jokowi-ajak-berdamai-dengan-corona-apa-maksudnya
- https://news.detik.com/berita/d-5005575/jokowi-selama-belum-ditemukan-vaksin-kita-harus-berdamai-dengan-covid-19
Halaman: 7645/8677



