Beredar unggahan video yang ditambahkan narasi oleh akun Facebook Berita Indonesia. Akun tersebut menyebutkan bahwa seorang pasien Covid-19 yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengamuk di depan pintu Rumah sakit Pamekasan Madura, dengan dugaan pasien tersebut menolak dirawat di Rumah Sakit dan ingin pulang ke rumah.
Berikut kutipan narasinya:
”Seorang Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 (PDP)
Mengamuk di Pintu Rumah sakit Pamekasan Madura
Diduga Bapak ini ingin Pulang saja ke rumah.”
[SALAH] ”Seorang Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 (PDP) Mengamuk di Pintu Rumah sakit Pamekasan Madura”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya klaim tersebut salah. Dikutip dari laman TribunJatim.com, Ketua Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat membantah bahwa video viral itu bukan terjadi di ruang isolasi RSUD Pamekasan. "Videonya itu memang benar PDP mengamuk, tapi bukan di Pamekasan. Kalau ada yang bilang di ruang isolasi RSUD sini, itu hoax," kata Syaiful.
Selain itu, Syaiful Hidayat menjelaskan, di ruang isolasi RSUD Pamekasan warna cat ruangannya tidak seperti yang terekam di video viral tersebut. Melainkan cat dindingnya, kata dia berwarna hijau dan kuning, sedangkan di video viral tersebut berwarna putih.
Ditemukan terdapat artikel pemberitaan terkait lokasi video tersebut, dikutip melalui laman kompas.com yang menyebutkan peristiwa itu terjadi di ruang perawatan Melati 3C, RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kakek itu seorang PDP asal Kecamatan Wonomerto yang berusaha melarikan diri. Dua petugas sekuriti berusaha menahannya, tapi kakek berhasil keluar dari ruangan.
"Sekarang sudah aman, semua sudah tertangani dan berhasil diamankan. Ada miskomunikasi saja. Dia berada dalam pengawasan kami," kata Anang, Jumat (8/5/2020).
Anang menambahkan, PDP itu merupakan pasien rujukan dari RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dengan riwayat darah tinggi. "Dua kali dilakukan rapid test, non-reaktif. Hanya saja dalam rujukan itu hasil rontgen, ada infeksi. Dia akan ditempatkan di puskesmas untuk observasi," ujar Anang.
Selain itu, Syaiful Hidayat menjelaskan, di ruang isolasi RSUD Pamekasan warna cat ruangannya tidak seperti yang terekam di video viral tersebut. Melainkan cat dindingnya, kata dia berwarna hijau dan kuning, sedangkan di video viral tersebut berwarna putih.
Ditemukan terdapat artikel pemberitaan terkait lokasi video tersebut, dikutip melalui laman kompas.com yang menyebutkan peristiwa itu terjadi di ruang perawatan Melati 3C, RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kakek itu seorang PDP asal Kecamatan Wonomerto yang berusaha melarikan diri. Dua petugas sekuriti berusaha menahannya, tapi kakek berhasil keluar dari ruangan.
"Sekarang sudah aman, semua sudah tertangani dan berhasil diamankan. Ada miskomunikasi saja. Dia berada dalam pengawasan kami," kata Anang, Jumat (8/5/2020).
Anang menambahkan, PDP itu merupakan pasien rujukan dari RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dengan riwayat darah tinggi. "Dua kali dilakukan rapid test, non-reaktif. Hanya saja dalam rujukan itu hasil rontgen, ada infeksi. Dia akan ditempatkan di puskesmas untuk observasi," ujar Anang.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Facebook dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/11/salah-seorang-pasien-dalam-pengawasan-covid-19-pdp-mengamuk-di-pintu-rumah-sakit-pamekasan-madura/
- https://jatim.tribunnews.com/2020/05/09/hoaks-viral-video-pdp-corona-ngamuk-di-rsud-pamekasan-pihak-rs-bantah-bukan-di-sini-probolinggo?page=all
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5006085/viral-kakek-berstatus-pdp-ngamuk-tak-mau-dimasukkan-ruang-isolasi
- https://regional.kompas.com/read/2020/05/08/13585191/viral-video-kakek-pdp-covid-19-ngamuk-tarik-pintu-coba-kabur-dari-ruang
- https://regional.kompas.com/read/2020/05/09/07304871/saat-kakek-berstatus-pdp-ngamuk-dan-dobrak-pintu-berteriak-tak-salah-kok
- https://www.indozone.id/news/YvspAJ/kakek-berstatus-pdp-corona-ngamuk-di-ruang-isolasi-perawat-dibuat-kewalahan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pendiri Alibaba Jack Ma Sebut Tahun 2020 Hanyalah Tahun untuk Bertahan Hidup?
Sumber: TwitterTanggal publish: 11/05/2020
Berita
Sebuah kutipan yang diklaim bersumber dari pendiri perusahaan teknologi Alibaba, Jack Ma, beredar di media sosial. Menurut kutipan itu, tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Kutipan ini beredar di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang muncul sejak akhir 2019 lalu.
Berikut narasi lengkap dalam kutipan tersebut: "For people in business, 2020 is really just a year for staying alive. Don't even talk about your dreams or plans. Just make sure you stay alive. If you can stay alive, then you would have made a profit already. - Jack Ma, Alibaba Group".
Di Facebook, kutipan tersebut terdapat dalam sebuah poster berlatar belakang hitam yang dilengkapi dengan foto Jack Ma. Poster tersebut diunggah salah satunya oleh halaman Facebook Jack.Ma pada 1 Mei 2020. Sejak diunggah, poster ini telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.500 kali.
Sementara di Twitter, kutipan itu dicuitkan salah satunya oleh akun @AbdulAbmJ pada 1 Mei 2020. Kutipan serupa juga beredar dalam versi bahasa Indonesia, seperti yang dibagikan salah satunya oleh akun @yan_widjaya pada 1 Mei 2020.
Berikut narasi lengkapnya: "Jack Ma bilang: Tahun ini jangan cerita untung atau rugi, utamakan bisa hidup lalu berkembang. Harus mikir cara gimana bisa hidup. Jangan cerita yenyang berkembang. Tahun ini adalah tahun pelindung nyawa, jika kamu bisa tahan hidup kamu sudah beruntung..."
Berikut narasi lengkap dalam kutipan tersebut: "For people in business, 2020 is really just a year for staying alive. Don't even talk about your dreams or plans. Just make sure you stay alive. If you can stay alive, then you would have made a profit already. - Jack Ma, Alibaba Group".
Di Facebook, kutipan tersebut terdapat dalam sebuah poster berlatar belakang hitam yang dilengkapi dengan foto Jack Ma. Poster tersebut diunggah salah satunya oleh halaman Facebook Jack.Ma pada 1 Mei 2020. Sejak diunggah, poster ini telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.500 kali.
Sementara di Twitter, kutipan itu dicuitkan salah satunya oleh akun @AbdulAbmJ pada 1 Mei 2020. Kutipan serupa juga beredar dalam versi bahasa Indonesia, seperti yang dibagikan salah satunya oleh akun @yan_widjaya pada 1 Mei 2020.
Berikut narasi lengkapnya: "Jack Ma bilang: Tahun ini jangan cerita untung atau rugi, utamakan bisa hidup lalu berkembang. Harus mikir cara gimana bisa hidup. Jangan cerita yenyang berkembang. Tahun ini adalah tahun pelindung nyawa, jika kamu bisa tahan hidup kamu sudah beruntung..."
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menghubungi Director of Corporate Affairs Alibaba Group Indonesia, Dian Safitri. Menurut Dian, kutipan tentang tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup itu tidak berasal dari Jack Ma. "Tidak ada catatan bahwa Jack Ma pernah menyampaikan pesan tersebut," kata Dian pada 8 Mei 2020.
Dian juga memastikan bahwa halaman Facebook Jack.Ma yang mengunggah poster berisi kutipan tersebut bukanlah akun milik Jack Ma. "Terkait akun media sosial resmi Jack Ma, saat ini, Jack Ma hanya memiliki akun resmi di Weibo dan Twitter. Untuk Facebook resmi Jack Ma, tidak ada," ujar Dian.
Kutipan yang terdapat dalam poster yang disertai foto Jack Ma itu diduga bersumber dari video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video tersebut diunggah oleh akun yang menggunakan nama Jack Ma di Douyin atau TikTok versi Cina.
Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tool Yandex, video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Menurut keterangannya, video itu merupakan video pidato Jack Ma soal wirausaha. "Jangan berhenti memulai bisnis, kejar impian Anda."
Di akun Twitter-nya, Jack Ma juga tidak pernah menyinggung bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Berdasarkan pencarian lanjutan pada akun @JackMa di Twitter dengan kata kunci "2020 staying alive", dinyatakan bahwa "tidak ada yang muncul untuk pencarian tersebut".
Pada 19 April 2020, dalam wawancara dengan televisi Cina CGTN, Jack Ma menyatakan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 bakal mengubah cara masyarakat berbisnis dalam jangka panjang. Secara bertahap, masyarakat akan beralih ke bisnis online.
Menurut dia, penerapan teknologi e-commerce bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan. Masyarakat harus menemukan cara inovatif untuk beradaptasi dengan situasi saat ini. "Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa diisolasi dari internet," katanya.
Jack Ma juga menuturkan e-commerce bakal menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan hidup, bagi negara-negara untuk makmur, dan bagi ekonomi dunia untuk bergerak. Virus ini merupakan alarm bagi negara-negara untuk meningkatkan langkah mereka dalam memperkuat sistem ekonominya.
Menurut Jack Ma, pandemi Covid-19 pun tidak akan berakhir dalam waktu singkat. Selain itu, pandemi ini hanya bisa menghilang dengan mengandalkan terobosan teknologi, inovasi, dan penelitian medis. "Jadi, kita harus melakukan persiapan jangka panjang," tuturnya.
Dian juga memastikan bahwa halaman Facebook Jack.Ma yang mengunggah poster berisi kutipan tersebut bukanlah akun milik Jack Ma. "Terkait akun media sosial resmi Jack Ma, saat ini, Jack Ma hanya memiliki akun resmi di Weibo dan Twitter. Untuk Facebook resmi Jack Ma, tidak ada," ujar Dian.
Kutipan yang terdapat dalam poster yang disertai foto Jack Ma itu diduga bersumber dari video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video tersebut diunggah oleh akun yang menggunakan nama Jack Ma di Douyin atau TikTok versi Cina.
Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tool Yandex, video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Menurut keterangannya, video itu merupakan video pidato Jack Ma soal wirausaha. "Jangan berhenti memulai bisnis, kejar impian Anda."
Di akun Twitter-nya, Jack Ma juga tidak pernah menyinggung bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Berdasarkan pencarian lanjutan pada akun @JackMa di Twitter dengan kata kunci "2020 staying alive", dinyatakan bahwa "tidak ada yang muncul untuk pencarian tersebut".
Pada 19 April 2020, dalam wawancara dengan televisi Cina CGTN, Jack Ma menyatakan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 bakal mengubah cara masyarakat berbisnis dalam jangka panjang. Secara bertahap, masyarakat akan beralih ke bisnis online.
Menurut dia, penerapan teknologi e-commerce bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan. Masyarakat harus menemukan cara inovatif untuk beradaptasi dengan situasi saat ini. "Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa diisolasi dari internet," katanya.
Jack Ma juga menuturkan e-commerce bakal menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan hidup, bagi negara-negara untuk makmur, dan bagi ekonomi dunia untuk bergerak. Virus ini merupakan alarm bagi negara-negara untuk meningkatkan langkah mereka dalam memperkuat sistem ekonominya.
Menurut Jack Ma, pandemi Covid-19 pun tidak akan berakhir dalam waktu singkat. Selain itu, pandemi ini hanya bisa menghilang dengan mengandalkan terobosan teknologi, inovasi, dan penelitian medis. "Jadi, kita harus melakukan persiapan jangka panjang," tuturnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, kutipan soal tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup bukan berasal dari Jack Ma. Kutipan tersebut bersumber dari sebuah video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019.
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Klaim Judy Mikovits Soal Virus Corona dalam Film Dokumenter Plandemic?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/05/2020
Berita
Sebuah film dokumenter yang berjudul Plandemic viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Film yang mengangkat kisah seorang saintis dan ahli virus Judy Mikovits itu mengungkap sejumlah teori konspirasi mengenai asal-muasal virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.
Film dokumenter berdurasi sekitar 25 menit tersebut diunggah di Facebook salah satunya oleh akun Cerdas Geopolitik, yakni pada 8 Mei 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 115 ribu kali dan dibagikan lebih dari 4 ribu kali.
"Plandemic. Film dokumenter ini sejak tadi malam dihapus-hapusin sama Yutub, lalu diupload lagi sama netizen, dihapus lagi. Mimin selametin deh, plus kasih terjemahan, buat sobat-sobat pejuang follower fenpej ini. Isi filmnya dahsyat. Tentang Covid-19. Tonton sendiri. Saran mimin: sobat-sobat donlot lalu upload di akun masing-masing (jaga-jaga kalau fb ikut-ikutan main hapus video ini)," demikian narasi yang ditulis oleh akun Cerdas Geopolitik dalam unggahan itu.
Film itu pun memicu kontroversi karena menyerang sejumlah tokoh, seperti kepala gugus tugas Covid-19 Amerika Serikat sekaligus Ketua Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID) Anthony Fauci, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC) dan pendiri Microsoft, Bill Gates. Adapun Judy Mikovits menuding bahwa virus Corona baru ini tidak muncul secara alamiah, melainkan berasal dari laboratorium, salah satunya laboratorium di Wuhan, Cina.
"Saya tidak akan menggunakan kata 'dibuat'. Tapi Anda tidak bisa mengatakan bahwa virus itu terjadi secara alami jika itu melalui laboratorium. Jadi, sangat jelas virus ini dimanipulasi. Keluarga virus ini dimanipulasi dan dipelajari di laboratorium tempat hewan-hewan itu dibawa ke laboratorium, dan inilah yang dilepaskan, entah disengaja atau tidak. Itu tidak mungkin terjadi secara alami. Seseorang tidak pergi ke pasar, membeli kelelawar, virus tidak melompat langsung ke manusia. Bukan begitu cara kerjanya. Itu mempercepat evolusi virus. Jika virus itu adalah kejadian alami, akan memakan waktu hingga 800 tahun untuk terjadi."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Cerdas Geopolitik.
Bagaimana kebenaran klaim-klaim Judy Mikovits dalam film dokumenter Plandemic tersebut?
Hasil Cek Fakta
Judy Mikovits memulai karirnya sebagai teknisi laboratorium di Institut Kanker Nasional AS (NCI) pada 1988. Dia kemudian menjadi seorang ilmuwan dan memperoleh gelar PhD dalam biokimia dan biologi molekuler dari George Washington University pada 1991.
Pada 2009, Mikovits menjabat sebagai direktur penelitian di Institut Whittemore Peterson (WPI), pusat penelitian swasta di Reno, Nevada, AS. Namun, sebagian besar komunitas ilmiah tidak mengenalnya. Pada tahun ini, Mikovits mendadak menjadi kontroversi setelah terlibat dalam penulisan makalah di Jurnal Science yang menyarankan agen tak jelas bernama xenotropic murine leukemia virus-related virus (XMRV) sebagai penyebab sindrom kelelahan kronis (CFS). Kontroversi ini berakhir saat Jurnal Science menarik makalah itu pada 2011 karena kredibilitas hasil penelitian Mikovits diragukan.
Sejak 2012, Mikovits tidak lagi menerbitkan literatur apa pun. Namun, dia kembali mempromosikan hipotesis XMRV di tengah berbagai tuntutan hukum dari institusinya. Kini, ia muncul ke publik sebagai salah satu penulis buku "Plague of Corruption: Restoring Faith in the Promise of Science" dan narasumber dalam video dokumenter viral, Plandemic.
Untuk memeriksa klaim terkait Mikovits ataupun klaim yang dilontarkan oleh Mikovits dalam film Plandemic tersebut, Tempo mengutip hasil pemeriksaan fakta yang dipublikasikan oleh tiga lembaga, yakni ScienceMag, Snopes, dan PolitiFact.
Klaim 1:Judy Mikovits adalah salah satu ilmuwan paling sukses di generasinya. Di puncak karirnya, Mikovits menerbitkan artikel blockbuster di Jurnal Science. Artikel kontroversial itu mengejutkan komunitas ilmiah karena mengungkapkan bahwa penggunaan umum hewan dan jaringan janin manusia melepaskan wabah penyakit kronis yang menghancurkan.
Fakta: Mikovits telah menulis 40 makalah ilmiah, namun tidak dikenal secara luas di komunitas ilmiah sebelum ia menerbitkan makalah di Jurnal Science pada 2009 yang menghubungkan CFS dengan retrovirus yang disebut XMRV. Ilmuwan lain melaporkan bahwa mereka tidak bisa menemukan bukti adanya retrovirus dalam darah pasien dengan CFS. Sebuah tim ilmiah pun menerbitkan sebuah penelitian yang berisi bukti bahwa XMRV muncul karena adanya kontaminasi laboratorium. Pada Desember 2011, para editor Science menarik makalah Mikovits dan mengatakan bahwa mereka telah "kehilangan kepercayaan terhadap laporan itu serta validitas kesimpulannya".
Klaim 2:Mikovits ditahan di penjara, tanpa tuduhan.
Fakta: Pengacara distrik Washoe, Nevada, mengajukan pengaduan pidana terhadap Mikovits yang diduga melakukan pengambilan data komputer secara ilegal dan properti terkait dari WPI. Selain itu, WPI mengajukan gugatan perdata terhadap Mikovits untuk memaksanya mengembalikan "peralatan mereka yang disalahgunakan." Mikovits sempat ditangkap sebagai buron di California, AS.
Klaim 3:Mikovits mengatakan bahwa vaksin akan membunuh jutaan orang. Dia juga menyebut tidak ada vaksin saat ini yang sesuai untuk virus RNA.
Fakta: Vaksin tidak membunuh jutaan orang. Sebaliknya, vaksin telah menyelamatkan jutaan nyawa. Banyak vaksin yang bekerja untuk melawan virus RNA yang dijual di pasaran, termasuk untuk influenza, campak, gondong, rubela, rabies, demam kuning, dan Ebola.
Klaim 4:SARS-CoV-2 dimanipulasi di laboratorium.
Fakta: Menurut perkiraan ilmiah, virus terdekat dengan SARS-CoV-2 adalah virus Corona kelelawar yang diidentifikasi oleh Institut Virologi Wuhan (WIV). "Jarak" waktu evolusi ke SARS-CoV-2 adalah sekitar 20-80 tahun. Tidak ada bukti virus kelelawar ini dimanipulasi.
Menurut artikel di Nature pada 17 Maret 2020, penelitian terhadap struktur genetik SARS-CoV-2 juga menunjukkan bahwa tidak ada manipulasi laboratorium. Para ilmuwan memiliki dua penjelasan tentang asal usul virus tersebut, yakni seleksi alam pada inang hewan atau seleksi alam pada manusia setelah virus melompat dari hewan. "Analisis kami dengan jelas menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 bukan hasil konstruksi laboratorium atau virus yang dimanipulasi secara sengaja."
Klaim 5:SARS-CoV-2 muncul dalam satu dekade setelah SARS-CoV. Ini bukan sesuatu yang alami terjadi.
Fakta: Klaim ini keliru. Sebab, Covid-19 adalah penyakit baru dan tidak berasal dari SARS (Severe Acute Respiratory Syndrom). Dalam beberapa hal, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memang mirip dengan SARS-CoV penyebab SARS. Keduanya adalah jenis virus Corona pada manusia yang berasal dari kelelawar yang menyebabkan penyakit pernapasan dan menyebar melalui batuk dan bersin. Namun, menurut para peneliti, SARS-CoV-2 hanya memiliki 79 persen kesamaan genetik dengan SARS-CoV. Secara genetik, SARS-CoV-2 lebih mirip dengan virus Corona lain yang diturunkan oleh kelelawar daripada SARS-CoV.
Klaim 6:SARS-CoV-2 berasal dari laboratorium di Wuhan.
Fakta: Tidak ada bukti bahwa SARS-CoV-2 berasal dari laboratorium di Wuhan. Pendanaan NIAID bagi kelompok peneliti AS yang bekerja dengan laboratorium di Wuhan pun telah dihentikan, yang mana hal ini membuat marah banyak ilmuwan.
Klaim 7:Italia memiliki populasi yang sangat tua. Mereka sangat menderita dengan gangguan peradangan. Pada awal 2019, mereka mendapat vaksin influenza baru yang belum diuji, yang terdiri atas empat jenis influenza, termasuk H1N1 yang sangat patogen. Vaksin itu ditanam dalam garis sel, garis sel anjing. Anjing memiliki banyak virus Corona.
Fakta: Tidak ada bukti yang menghubungkan vaksin influenza, atau virus Corona pada anjing, dengan pandemi Covid-19 Italia.
Klaim 8:Menurut Mikovits, vaksin flu meningkatkan peluang seseorang terinfeksi Covid-19 hingga 36 persen. Dia menunjukkan studi yang menemukan bahwa personel Departemen Pertahanan AS yang mendapatkan vaksin flu pada 2017 dan 2018 lebih besar kemungkinannya terkena Covid-19 daripada personel yang tidak divaksin.
Fakta: Mikovits merujuk ke penelitian yang diterbitkan pada Januari di jurnal peer-review Vaccine. Tapi klaim Mikovits ini keliru. Penelitian tersebut digelar sebelum munculnya pandemi Covid-19. Dalam penelitian itu, juga tidak terdapat penjelasan bahwa vaksin flu meningkatkan peluang seseorang terinfeksi virus Corona hingga 36 persen. Selain itu, menurut CDC, sebagian besar vaksin flu di AS melindungi warga dari empat jenis virus, yakni influenza A H1N1, influenza A H3N2, dan dua virus influenza B. Tidak ada virus Corona dalam suntikan vaksin flu. Selain itu, belum ada vaksin virus Corona untuk manusia.
Klaim 9:Mengenakan masker benar-benar mengaktifkan virus Anda sendiri. Anda menjadi sakit karena ekspresi virus Corona yang Anda aktifkan kembali. Dan jika itu SARS-CoV-2, maka Anda mendapat masalah besar.
Fakta: Tidak jelas apa yang dimaksud Mikovits dengan "ekspresi virus Corona". Tidak ada bukti bahwa memakai masker dapat mengaktifkan virus dan membuat orang sakit. CDC menyarankan semua orang yang pergi ke tempat umum untuk memakai masker. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran virus Corona yang tidak disadari lewat batuk dan bersin mengingat butuh waktu hingga 14 hari bagi seseorang yang terinfeksi untuk menunjukkan gejala.
Memakai masker mencegah penyebaran virus Corona. Hal ini tidak membuat seseorang lebih rentan terhadapnya. "Tidak ada hal apapun terkait pemakaian masker yang memiliki dampak biologis yang relevan terhadap aktivitas virus. Mengenakan masker hanya akan menangkap droplet sebelum mencapai mulut atau hidung kita. Ini bukan ilmu yang tinggi, dan Dr. Mikovits seharusnya tahu itu," kata Richard Peltier, asisten profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Massachusetts, Amherst, AS.
Klaim 10:Anda memiliki mikroba penyembuh di lautan, di air asin.
Fakta: Tidak ada bukti bahwa mikroba di lautan dapat menyembuhkan pasien Covid-19.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, tujuh klaim terkait Judy Mikovits maupun klaim yang dilontarkannya dalam film dokumenter Plandemic adalah klaim yang keliru. Sementara itu, tiga klaim lainnya tidak terbukti.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.archive.org/web/20200510070259/
- https://www.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/vb.357865098052374/170592417620001/?type=2&theater
- https://www.sciencemag.org/news/2020/05/fact-checking-judy-mikovits-controversial-virologist-attacking-anthony-fauci-viral
- https://www.snopes.com/fact-check/plandemic-mikovits-arrest/
- https://www.politifact.com/article/2020/may/08/fact-checking-plandemic-documentary-full-false-con/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pendiri Alibaba Jack Ma Sebut Tahun 2020 Hanyalah Tahun untuk Bertahan Hidup?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/05/2020
Berita
Sebuah kutipan yang diklaim bersumber dari pendiri perusahaan teknologi Alibaba, Jack Ma, beredar di media sosial. Menurut kutipan itu, tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Kutipan ini beredar di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang muncul sejak akhir 2019 lalu.
Berikut narasi lengkap dalam kutipan tersebut: "For people in business, 2020 is really just a year for staying alive. Don't even talk about your dreams or plans. Just make sure you stay alive. If you can stay alive, then you would have made a profit already. - Jack Ma, Alibaba Group".
Di Facebook, kutipan tersebut terdapat dalam sebuah poster berlatar belakang hitam yang dilengkapi dengan foto Jack Ma. Poster tersebut diunggah salah satunya oleh halaman Facebook Jack.Ma pada 1 Mei 2020. Sejak diunggah, poster ini telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.500 kali.
Sementara di Twitter, kutipan itu dicuitkan salah satunya oleh akun @AbdulAbmJ pada 1 Mei 2020. Kutipan serupa juga beredar dalam versi bahasa Indonesia, seperti yang dibagikan salah satunya oleh akun @yan_widjaya pada 1 Mei 2020.
Berikut narasi lengkapnya: "Jack Ma bilang: Tahun ini jangan cerita untung atau rugi, utamakan bisa hidup lalu berkembang. Harus mikir cara gimana bisa hidup. Jangan cerita yenyang berkembang. Tahun ini adalah tahun pelindung nyawa, jika kamu bisa tahan hidup kamu sudah beruntung..."
Gambar tangkapan layar unggahan di halaman Facebook Jack.Ma (kiri) dan akun Twitter Yan Widjaya (kanan).
Apa benar Jack Ma menyebut bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menghubungi Director of Corporate Affairs Alibaba Group Indonesia, Dian Safitri. Menurut Dian, kutipan tentang tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup itu tidak berasal dari Jack Ma. "Tidak ada catatan bahwa Jack Ma pernah menyampaikan pesan tersebut," kata Dian pada 8 Mei 2020.
Dian juga memastikan bahwa halaman Facebook Jack.Ma yang mengunggah poster berisi kutipan tersebut bukanlah akun milik Jack Ma. "Terkait akun media sosial resmi Jack Ma, saat ini, Jack Ma hanya memiliki akun resmi di Weibo dan Twitter. Untuk Facebook resmi Jack Ma, tidak ada," ujar Dian.
Kutipan yang terdapat dalam poster yang disertai foto Jack Ma itu diduga bersumber dari video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video tersebut diunggah oleh akun yang menggunakan nama Jack Ma di Douyin atau TikTok versi Cina.
Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tool Yandex, video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Menurut keterangannya, video itu merupakan video pidato Jack Ma soal wirausaha. "Jangan berhenti memulai bisnis, kejar impian Anda."
Di akun Twitter-nya, Jack Ma juga tidak pernah menyinggung bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Berdasarkan pencarian lanjutan pada akun @JackMa di Twitter dengan kata kunci "2020 staying alive", dinyatakan bahwa "tidak ada yang muncul untuk pencarian tersebut".
Pada 19 April 2020, dalam wawancara dengan televisi Cina CGTN, Jack Ma menyatakan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 bakal mengubah cara masyarakat berbisnis dalam jangka panjang. Secara bertahap, masyarakat akan beralih ke bisnis online.
Menurut dia, penerapan teknologi e-commerce bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan. Masyarakat harus menemukan cara inovatif untuk beradaptasi dengan situasi saat ini. "Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa diisolasi dari internet," katanya.
Jack Ma juga menuturkan e-commerce bakal menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan hidup, bagi negara-negara untuk makmur, dan bagi ekonomi dunia untuk bergerak. Virus ini merupakan alarm bagi negara-negara untuk meningkatkan langkah mereka dalam memperkuat sistem ekonominya.
Menurut Jack Ma, pandemi Covid-19 pun tidak akan berakhir dalam waktu singkat. Selain itu, pandemi ini hanya bisa menghilang dengan mengandalkan terobosan teknologi, inovasi, dan penelitian medis. "Jadi, kita harus melakukan persiapan jangka panjang," tuturnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, kutipan soal tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup bukan berasal dari Jack Ma. Kutipan tersebut bersumber dari sebuah video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://bit.ly/3cmw4s4
- https://bit.ly/2WfH1WA
- https://bit.ly/3bhnB87
- https://www.iesdouyin.com/share/video/6819809624758275328/?region=CN&mid=6819627970001734414&app=news_article×tamp=1588644195&tt_from=dingtalk&utm_source=dingtalk&utm_medium=toutiao_ios&utm_campaign=client_share&dtshare_count=1
- https://www.iqiyi.com/v_19ruls01nk.html
- https://twitter.com/JackMa
- https://twitter.com/search?q=2020%20is%20really%20just%20a%20year%20for%20staying%20alive%20(from%3AJackMa)&src=typed_query
- https://bit.ly/3dtHTfU
Halaman: 7644/8677


