• [SALAH] “di jerman Negara Eropa saja menghargai waktu Adzan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/11/2019

    Berita

    Akun Cahaya Mata (fb.com/profile.php?id=100010009634166) menunggah sebuah video dengan narasi:

    “Maa Syaa Allah……di jerman Negara Eropa saja menghargai waktu Adzan .. di Indonesia waktu Adzan masih saja membunyikan musik atau TV dengan volume yang keras baik di pasar di Mall ataupun di rumah .. menyedihkan”

    Hasil Cek Fakta

    Klaim tersebut salah; video itu menunjukkan orkes musik Prancis Poil O’Brass Band berhenti sejenak memainkan musik setelah terdengar suara azan dari sebuah masjid di kota Istanbul, di Turki.

    Di video menyesatkan itu terdapat tanda air logo koran Turki Yeni Safak. Pencarian dengan kata kunci tertentu untuk mendapatkan video aslinya di situs Yeni Safak menemukan video berita bertanggal 9 Agustus 2019.

    Diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Indonesia, judul berita itu adalah: “Musisi Prancis berhenti memainkan musik untuk menghargai panggilan azan di Istanbul.”

    Sedangkan keterangan video berdurasi satu menit itu tertulis: “Anggota orkes musik Prancis, Poil O’Brass Band, yang terdiri atas 18 orang, berhenti memainkan musik setelah mendengar panggilan azan di Istanbul.”

    Poil O’Brass Band adalah orkes musik asal Prancis.

    Akun Twitter Yeni Safak juga mengunggah video aslinya pada tanggal 9 Agustus 2019 yang kemudian dicuitkan ulang oleh akun Twitter orkes musik Prancis tersebut.

    Terjemahan cuitan berbahasa Turki itu adalah: “18 orang dari orkes musik jalanan Prancis, Poil O’Brass Band, bermain musik di hadapan pecinta musik di Jalan Istiklal. Warga yang melintas bersuka cita mendengarkan grup band itu. Ketika suara azan terdengar, pertunjukan musik sejenak dihentikan.”

    Tim Periksa Fakta AFP telah melacak di mana titik persisnya pertunjukan musik itu berlangsung dan menemukannya di Google Street View. Pada detik ke-34, kamera terlihat memindahkan sudut pengambilan gambar ke arah sumber suara azan, sehingga memperlihatkan bagian-bagian yang bisa dikenali dari jalanan itu.

    Kesimpulan

    Bukan di Jerman. Video tersebut direkam di kota Istanbul di Turki. Para pemain musik di dalam video tersebut adalah anggota orkes musik Prancis, Poil O’Brass Band.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Selamat Mba Puput atas lahirnya putra pertama Mba Puput dan Putra Ke 5 nya BTP”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/11/2019

    Berita

    Selamat Mba Puput atas lahirnya putra pertama Mba Puput dan Putra Ke 5 nya BT

    Akun Mugiyati Amijoyo (fb.com/mugiyati.amijoyo.9) mengunggah sebuah foto ke grup Teman yang Menyukai Denny Siregar (fb.com/groups/847995068667938) dengan narasi :

    “Kado terindah buat Ahok…
    Saat ini Ahok sedang menuai kebahagiaan yang tanpa batasan yg tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata…
    Bahkan kita sebagai pendukungnya puunn turut serta merasakan kebahagiannnya
    Alhamdulilaahh akhirnya Junior Alarm Ahok sudah hadir di Indonesia
    Selamat yah Kooh, Mba Puput atas lahirnya putra pertama Mba Puput dan Putra Ke 5 nya BTP…”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, bayi yang digendong Puput seperti yang terlihat dalam foto tersebut bukanlah buah hati dari Ahok dan Puput. Dilansir dari Tribunnews, mantan staf Ahok semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ima Mahdiah sudah memberikan klarifikasi terhadap foto yang beredar tersebut. Ima menyebut, bayi yang digendong oleh istri Ahok itu merupakan anak dari teman Puput yang baru saja melahirkan.

    “Belum (melahirkan), foto yang beredar bukan (anak Ahok). Itu perutnya (Puput) masih besar. Itu sepertinya istrinya (pak Ahok) lagi jengukin anak orang” ucapnya, Jumat 22 November 2019.

    Puput menjelaskan, Ahok dan Puput sendiri baru merayakan tujuh bulanan anak yang dikandungkan pada Oktober lalu. Ia pun memprediksi Puput akan melahirkan buah hatinya pada akhir Desember atau awal Januari 2020 mendatang.

    “Kemarin 7 bulanan itu bulan Oktober, mungkin Desember akhir atau awal Januari (lahirannya),” ujarnya.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok alias BTP mengadakan acara tujuh bulanan atau syukuran kehamilan sang istri, Puput Nastiti Devi, pada Minggu (27/10/2019).

    Acara tujuh bulanan itu digelar menggunakan adat Jawa.
    Ahok tampak mengenakan beskap berwarna cokelat lengkap dengan blangkon di kepalanya. Sementara Puput Nastiti Devi memakai kebaya berwarna senada dengan sang suami. Keduanya berdiri di atas pelaminan yang dihiasi beragam bunga.

    Acara tujuh bulanan tersebut dihadiri sederet tokoh ternama, mulai dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi hingga putra sulung Ahok dan Veronica Tan, Nicholan Sean.

    Kesimpulan

    Puput belum melahirkan. Mantan staf Ahok semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ima Mahdiah menyebut, bayi yang digendong oleh istri Ahok itu merupakan anak dari teman Puput yang baru saja melahirkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Emoticon Baterai Pengisi Baterai Ponsel Ciptaan Mahasiswa Terbaik UI

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 27/11/2019

    Berita

    Beredar pesan berantai melalui Whatsapp yang mengklaim bahwa dengan menyebarkan emoticon baterai ke empat grup maka baterai ponsel akan terisi penuh. Dalam pesan tersebut disebutkan pula inovasi itu diciptakan oleh Afrizal Abdi Assyifa yang dikatakan sebagai mahasiswa terbaik di Universitas Indonesia (UI).

    Berikut kutipan narasinya:

    Ni magic betul
    Serius...........dicipta oleh Afrizal Abdi Assyifa .mahasiswa terbaik UI
    Coba kirim ke 4 grup dan bettery anda akan penuh 100%.
    Asli n coba

    Ni magic betul
    Serius...........dicipta oleh Afrizal Abdi Assyifa .mahasiswa terbaik UI
    Coba kirim ke 4 grup dan bettery anda akan penuh 100%.
    Asli n coba

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu pernah beredar pada tahun 2017. Hanya saja, pada tahun itu disebutkan inovasi disampaikan dalam bahasa Melayu. Pesan berantai yang beredar tahun 2017 itu sudah terbukti tidak benar. Sebab, klaim nama dalam pesan berantai tersebut tidak ditemukan.

    Selain itu, nama Afrizal Abdi Assyifa tidak ditemukan sebagai mahasiswa terbaik di UI. Pada perguruan tinggi tersebut, gelar mahasiswa terbaik biasanya disematkan kepada mahasiswa yang berhasil memenangi gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama UI.

    Di tahun 2019, Gelar Mapres UI diraih oleh I Gede Sthitaprajna Virananda, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Berikut cuplikan pemberitaannya:

    […] Mahasiswa FEB UI Kembali Meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Indonesia 2019

    “Menjadi Mapres merupakan refleksi dari priviledge yang saya miliki, tidak semua orang punya kesempatan dan akses yang sama, tapi pada waktu yang sama ini juga menjadi waktu untuk berkontribusi ke sesama dan masyarakat.”

    Melva Costanty – Humas FEB UI

    DEPOK (29/03/2019) – I Gede Shtitapradjna Viranandha, atau akrab dipanggil Jana, meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama UI Program Sarjana tahun 2019. Jana merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi, angkatan 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

    Sejak tahun pertama, Jana aktif mengikuti lomba dan berbagai kegiatan di kampus. Ternyata hal ini secara tidak langsung mendukung persiapannya dalam ajang Mahasiswa Berprestasi ini. “Perjuangan sampai ke Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ini, mungkin secara tidak disadari sudah dimulai dari ikut lomba sejak tahun pertama. Saat itu memang sudah ikut lomba konferensi Model United Nation (MUN), ikut lomba debat juga, sudah ikut berbagai macam tipe lomba. Sebenarnya motivasinya memang buat pengembangan diri, cuma bonusnya bisa dipakai buat Mapres juga karena dapat penilaian prestasi dalam CV.”

    Jana juga berharap sebagai Mapres dirinya dapat menginspirasi orang lain untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar. “Harapannya orang ‘nggak hanya ngomong tentang saya saja. It;’s not only about me, tapi simply memberi inspirasi untuk berjuang juga. Orang-orang lain bisa tergerak untuk mencoba dan berjuang, terutama untuk keluar dari zona nyaman sih, seperti yang saya lakukan sebelumnya. Juga untuk berkontribusi ke masyarakat.”

    Orang tua Jana juga mengaku bangga dengan prestasi yang diraih dan menyampaikan pesan untuk tetap rendah hati dan terus berbuat baik. “Saya pikir kombinasi kompetensi dan karakter itu yang diperlukan negara ini, terutama karakter, perlu kejujuran. Tetap berbuat baik dan humble,” pesan I G P Wira Kusuma, ayahanda Jana,

    Selain meraih juara 1 Mahasiwa Berprestasi, Jana juga meraih Mahasiswa Berprestasi Terbaik Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Mahasiswa Berprestasi dengan Bahasa Inggris Terbaik. (des) […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka pesan berantai yang beredar itu tidak benar. Dengan demikian, pesan berantai itu masuk kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Emoticon Baterai Pengisi Baterai Ponsel Ciptaan Mahasiswa Terbaik UI

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 27/11/2019

    Berita

    Ni magic betul
    Serius...........dicipta oleh Afrizal Abdi Assyifa .mahasiswa terbaik UI
    Coba kirim ke 4 grup dan bettery anda akan penuh 100%.
    Asli n coba

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai melalui Whatsapp yang mengklaim bahwa dengan menyebarkan emoticon baterai ke empat grup maka baterai ponsel akan terisi penuh. Dalam pesan tersebut disebutkan pula inovasi itu diciptakan oleh Afrizal Abdi Assyifa yang dikatakan sebagai mahasiswa terbaik di Universitas Indonesia (UI).

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu pernah beredar pada tahun 2017. Hanya saja, pada tahun itu disebutkan inovasi disampaikan dalam bahasa Melayu. Pesan berantai yang beredar tahun 2017 itu sudah terbukti tidak benar. Sebab, klaim nama dalam pesan berantai tersebut tidak ditemukan.

    Selain itu, nama Afrizal Abdi Assyifa tidak ditemukan sebagai mahasiswa terbaik di UI. Pada perguruan tinggi tersebut, gelar mahasiswa terbaik biasanya disematkan kepada mahasiswa yang berhasil memenangi gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama UI.

    Di tahun 2019, Gelar Mapres UI diraih oleh I Gede Sthitaprajna Virananda, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Berikut cuplikan pemberitaannya:

    […] Mahasiswa FEB UI Kembali Meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Indonesia 2019

    “Menjadi Mapres merupakan refleksi dari priviledge yang saya miliki, tidak semua orang punya kesempatan dan akses yang sama, tapi pada waktu yang sama ini juga menjadi waktu untuk berkontribusi ke sesama dan masyarakat.”

    Melva Costanty – Humas FEB UI

    DEPOK (29/03/2019) – I Gede Shtitapradjna Viranandha, atau akrab dipanggil Jana, meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama UI Program Sarjana tahun 2019. Jana merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi, angkatan 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

    Sejak tahun pertama, Jana aktif mengikuti lomba dan berbagai kegiatan di kampus. Ternyata hal ini secara tidak langsung mendukung persiapannya dalam ajang Mahasiswa Berprestasi ini. “Perjuangan sampai ke Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ini, mungkin secara tidak disadari sudah dimulai dari ikut lomba sejak tahun pertama. Saat itu memang sudah ikut lomba konferensi Model United Nation (MUN), ikut lomba debat juga, sudah ikut berbagai macam tipe lomba. Sebenarnya motivasinya memang buat pengembangan diri, cuma bonusnya bisa dipakai buat Mapres juga karena dapat penilaian prestasi dalam CV.”

    Jana juga berharap sebagai Mapres dirinya dapat menginspirasi orang lain untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar. “Harapannya orang ‘nggak hanya ngomong tentang saya saja. It;’s not only about me, tapi simply memberi inspirasi untuk berjuang juga. Orang-orang lain bisa tergerak untuk mencoba dan berjuang, terutama untuk keluar dari zona nyaman sih, seperti yang saya lakukan sebelumnya. Juga untuk berkontribusi ke masyarakat.”

    Orang tua Jana juga mengaku bangga dengan prestasi yang diraih dan menyampaikan pesan untuk tetap rendah hati dan terus berbuat baik. “Saya pikir kombinasi kompetensi dan karakter itu yang diperlukan negara ini, terutama karakter, perlu kejujuran. Tetap berbuat baik dan humble,” pesan I G P Wira Kusuma, ayahanda Jana,

    Selain meraih juara 1 Mahasiwa Berprestasi, Jana juga meraih Mahasiswa Berprestasi Terbaik Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Mahasiswa Berprestasi dengan Bahasa Inggris Terbaik. (des) […]

    Berdasarkan hal tersebut, maka pesan berantai yang beredar itu tidak benar. Dengan demikian, pesan berantai itu masuk kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini