• [BERITA, EDUKASI] 7 Ciri Penipuan Telpon, SMS dan Kupon Undian Berhadiah

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 14/08/2019

    Berita

    narasi:
    Dengam cara buat akun palsu pake pto cewe orang lain mhon bantuannya
    Ingin menipu orang2 dengan memakai pto orng lain
    Maf ada akun penipuan dengan cra minta pulsa

    Selamat pagi/siang/sore/malam, berikut informasi tentang 7 ciri dari modus yang digunakan dalam penipuan baik Telpon Berhadiah, SMS Berhadiah mauapun Kupon Undian Berhadiah.

    Tentunya masih banyak ciri ciri lainnya, namun 7 ciri inilah yang sering digunakan oleh penipu. Silahkan di share sebanyak banyaknya, semoga bisa membuat orang orang di dekat kita lebih waspada dan tidak menjadi korban kejahatan. Semoga berguna.

    Hasil Cek Fakta

    1. Menggunakan Fasilitas e-cash di ATM Mandiri

    Contoh Tampilan e cash Mandiri
    Dalam Banyak Penipuan Telepon Berhadiah setelah disampaikan bahwa korban mendapatkan hadiah uang tunai (biasanya sejumlah Rp.8.000.000,- / Delapan Juta rupiah atau jumlah genap lainnya) korban akan dipandu untuk ke ATM Mandiri dengan alasan pengecekan dan pengambilan hadiah. Di sinilah pelaku memanfaatkan fasilitas Nama e-cash mandiri yang memang bisa diganti ganti / diedit oleh pemiliknya.

    “Penyelenggara undian resmi akan meminta Pemenang untuk datang ke kantor atau kantor cabang perusahaan terdekat untuk mengambil hadiah Uang Tunai.”







    2. Petugas Operator Palsu dengan Biaya Jasa tersembunyi

    Petugas Operator Palsu akan meminta biaya Jasa tersembunyi seperti biaya pengiriman hadiah atau biaya administrasi seperti pengurusan STNK dan BPKB bisa juga biaya pajak undian berhadiah dan sejenisnya.
    “Penyelenggara undian resmi untuk barang yang berat seperti mobil dan motor tidak mungkin akan dikirim melalui ekspedisi karena biaya kirim yang mahal, jadi barang akan diantar kerumah atau Anda diundang ke kantor cabang perusahaan terdekat. Kalaupun jika ada biaya administrasi maka akan dilakukan ketika Anda menerima hadiah di rumah atau mengambil hadiah ke kantor cabang terdekat.”

    3. Pengirim Menggunakan Nomor Selular GSM biasa

    Contoh SMS Pelaku Menggunakan Nomor GSM Biasa
    Contoh SMS Pelaku Menggunakan Nomor GSM Biasa
    Pengirim untuk SMS Berhadiah (nomor pengirim) menggunakan nomor selular umum biasa seperti nomor Telkomsel, XL, Tri dll . Seperti contoh gambar di atas No Pengirim adalah +62855-4903-5245.

    “SMS asli dari penyelenggara Pengirim SMS yang digunakan bukan berebentuk nomor, tetapi berbentuk nama (menyewa sender premium), seperti tulisan MKIOS atau Telkomsel pada SMS ketika pengisisan pulsa maupun berita atau info dari Telkomsel. Contoh jika yang mengadakan undian berhadiah adalah TELKOMSEL maka pengirim SMS akan tertulis TELKOMSEL bukan sekedar dikrim dari nomor selular biasa.”

    4. Nomor Telepon untuk Konfirmasi adalah Nomor GSM biasa atau CDMA

    Contoh Nomor Telpon Untuk Konfirmasi
    Contoh Nomor Telpon Untuk Konfirmasi
    Dalam SMS Berhadiah yang anda terima, isi sms menyertakan nomor telpon seluler umum GSM seperti nomor Telkomsel, XL, Tri dll atau CDMA Flexy, Esia, dll untuk konfirmasi

    “Penyelenggara Resmi akan menggunakan nomor telepon yang digunakan untuk konfirmasi adalah nomor PSTN (fixed number) Telkom.”

    5. Alamat website menggunakan subdomain gratisan.

    Contoh Subdomain Gratisan
    Contoh Subdomain Gratisan
    Dalam SMS Berhadiah biasanya menyertakan alamat link web/ subdomain gratisan seperti blogspot.com webs.com jimdo.com, dll. Ada juga beberapa pelaku menggunakan domain berbayar seperti pada ciri nomor 4, tapi masih sangat jarang sekali karena memerlukan keterampilan tambahan.

    “Penyelenggara asli pasti akan memberikan link website yang digunakan dengan TLD / domain berbayar seperti .com .co.id atau Top Level Domain lainnya dengan ciri nama domain singkat dan menghindari tanda baca – untuk search engine optimization (SEO) website resmi”

    6. Biasanya Terjadi Pada Saat Weekend / Akhir Pekan dan Hari Libur / Tanggal Merah.

    Contoh Ilustrasi Hari Libur
    Contoh Ilustrasi Hari Libur
    Pelaku Penipuan biasanya melancarkan aksinya pada hari Sabtu dan Minggu atau Hari Libur lainnya dimana Kantor Bank sedang tutup. Sehingga ketika korban menyadari telah tertipu, korban akan kesulitan untuk memblokir rekening Pelaku.

    “Penyelenggara resmi akan beraktifitas di Jam Kerja Kantor Senin-Jumat dari jam 08.00 s/d 16.00 wib.”

    7. Menggunakan Rekening Aspal Perorangan dengan Nama Berbeda.

    Contoh Web Jual Rekening Aspal
    Contoh Web Jual Rekening Aspal
    Pelaku biasanya jika meminta mentransfer sejumlah uang ke Rekening aspal dengan nama berbeda juga data dan alamat fiktif. Mudahnya medapatkan Rekening Aspal Bank Bank Besar di Indonesia, contoh dengan paket yang berisi Buku Rekening + ATM Card + M-Banking (No. ponsel) + E-Banking (Token/KeyBCA/ SMS Token) hanya seharga Rp.1.300.000,- sudah siap untuk menampung Dana Transaksi hasil Penipuan.

    “Penyelenggara resmi tidak pernah meminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening atas nama perorangan / pribadi.”

    Tentunya masih banyak ciri ciri lainnya, namun 7 ciri inilah yang sering digunakan oleh penipu. Silahkan di share sebanyak banyaknya, semoga bisa membuat orang orang di dekat kita lebih waspada dan tidak menjadi korban. Semoga artikel sederhana dari Daniel Ldt NgeBlog ini berguna buat Mitra Humas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Bisakah bisnis 'esek-esek' online diberangus?

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2019

    Berita

    Merdeka.com - Mencuatnya pembunuhan wanita pemuas nafsu, Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tata Chuby akhirnya terbukti sudah. Dan dari kasus itu terbukti bila sosial media telah dijadikan ajang promosi "terselubung" bisnis 'esek-esek'.

    Pada dasarnya, prostitusi di negeri ini, bukanlah barang baru. Sudah semenjak masa kolonial Belanda, prostitusi sudah menjadi 'penyedap' kehidupan tempo dulu. Meski begitu, hal itu masih tabu di negeri ini. Kejadian seminggu yang lalu itu pun muncul satu pertanyaan, apakah bisnis esek-esek online di sosial media bisa diberangus?

    Pengamat sosial media, Nukman Luthfie mengatakan bisnis pemuas nafsu sulit untuk diberangus, hanya bisa diminimalisir.

    "Itu kan sudah kejadian sejak lama. Sejak zaman internet belum ada. Yang modelnya konvensional saja susah, apalagi yang melalui sosial media," ujarnya saat dihubungiMerdeka.com.

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun tidak bisa melakukan pemblokir terhadap akun sosial media seperti itu.

    "Kalau website bisa, tapi ini kan akun sosial media. Yang bisa blokir ya hanya yang punya saja," terangnya.

    Bahkan dia mengatakan bahwa semenjak internet masuk ke Indonesia, justru itulah cara baru bagi mereka untuk mempromosikan jasanya.

    "Setelah internet masuk Indonesia, itu jadi cara baru bagi mereka," ungkapnya.

    Saat ini, kata dia, yang bisa dilakukan adalah meminimalisir dengan berbagi cara khususnya edukasi ke masyarakat. Tidak lagi melulu menunjuk pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, bersama-sama menangkal efek negatif dari persoalan ini.

    Pasalnya, prostitusi ini merupakan hal yang masih tabu di lingkungan masyarakat negeri ini. Jadi, penggunaan cara seperti di dunia nyata, ungkap Nukman, juga mesti diterapkan.

    Hal yang senada juga diungkapkan oleh pengamat dan juga praktisi sosial media, Enda Nasution. Kata Enda, ada dua cara untuk mengantisipasi masalah ini agar tidak berdampak semakin luas. Yakni pencegahan dan penindakan. Pencegahan pastinya harus dengan langkah edukasi.

    Konkretnya, kata dia, publik harus diberikan informasi bahwa ada "area berpotensi bahaya" di media sosial, bukan saja bisnis PSK, tapi juga kejahatan cyber lainnya, pencurian via ebanking, pencurian data, penipuan, dan lain sebagainya.

    Kemudian, yang kedua adalah penindakan. Langkah ini, ungkap Enda, tidak bisa dengan cara blokir, harus dari penegakan hukum, misalnya dengan menangkap penyedia layanan PSK di media sosial, sehingga ada efek jera/takut untuk pelaku maupun pelanggannya.

    "Nah, informasi ini akan jadi menjadi Peta Dunia Maya, minimal pengguna tahu bahwa ada daerah-daerah tersebut dan lebih berhati hati," ujarnya.

    Hasil Cek Fakta

    • Merdeka.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Polandia Butuh 22.300 TKI

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2019

    Berita

    Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Trade Expo Indonesia (TEI) di Tangerang, Banten, pada hari pertama, Rabu (24/10), mendapat permintaan tenaga kerja dari Polandia sebanyak 22.330 orang.

    “Ini merupakan tahun pertama sebelum penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam pengiriman tenaga kerja ke Polandia,” kata Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/10).

    Adapun sektor kerja yang menjadi peluang di Polandia yaitu hospitality (drivers, cheff dll) sebanyak 40 orang, bidang health (kesehatan) sebanyak 40 orang, konstruksi sebesar 20.005 orang, manufaktur, anak buah kapal (ABK), oil and gas sebanyak 1.500 orang, retail sebanyak 700 orang, transportation 40 orang dan bidang lainnya ada 5 orang jadi total 22.330 orang target PMI yang diminta negara Polandia.

    Selama proses employing bussiness meeting berlangsung, pihak Polandia belum menjelaskan terkait tingkat pendidikan dari calon para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diminta.

    Perusahaan yang meminta tenaga kerja ada 5 yaitu Easy Word Polska, Vistula Service, Internasional Welder Assosiation, Flexstrip, dan Potencja Biznesu.

    Permintaan Polandia ini sangat tinggi dan ini juga salah satu faktor dari masih kurangnya penduduk Indonesia yang bekerja dan menetap di Polandia. Sejauh ini, warga Indonesia yang berada di Polandia sebanyak 350 orang.

    Direktur Promosi BNP2TKI, Dwi Anto menjelaskan terkait penjajakan yang dilakukan pihak Polandia. "Pertengahan November, BNP2TKI berencana akan mengunjungi negara Polandia sebagai tindak lanjut dari peluang kerjasama pengiriman tenaga kerja", ujar Dwi Anto.

    Ia menambahkan, dengan adanya peluang ini diharapkan akan menyerap banyak tenaga kerja dari Indonesia yang akan bekerja di Polandia.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Berita Satu
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Stop! Pesan Berantai Yang Disertai Ancaman, Inilah Akibatnya Jika Ikut Menyebarkan

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 14/08/2019

    Berita

    Bernas.id - Seringkali kita menemukan pesan berantai via Whatsapp yang berisikan tentang berita islam, ajakan-ajakan beramal, mengingatkan hal kematian, dan sebagainya. Saat awal membacanya pesan itu sangat bermanfaat, karena sesama muslim harus saling mengingatkan, menyebarkan ajaran-ajaran islam, dan mengajak dalam kebaikan. Namun pernahkah kita perhatikan bahwa di akhir pesan tersebut ada sebuah keganjalan?

    Mungkin tak asing lagi sering kita temukan kata-kata seperti ini, "Sebarkanlah atau sampaikanlah walau satu ayat." Tergolong benar karena kita memang dianjurkan untuk menyampaikan kebaikan. Namun bagaimana jika kalimat senada diungkapkan seperti ini, "Kirim ke semua kontak di hp kamu, kalau tidak dikirim, kamu bakal sial seumur hidup." Atau seperti ini, "Kirimkan ke semua kontak hp kamu kalo kamu sayang sama ibu kamu, kalau kamu nggak ngirim ke semua kontak kamu, saya sumpahin ibu kamu meninggal", dan lain sebagainya yang masih senada.

    Hasil Cek Fakta

    Tidak jarang orang-orang yang mendapatkan pesan tersebut ketakutan dan langsung menuruti perintah yang ada dalam pesan tersebut. Mungkin kita juga pernah melakukannya, menyebarkan pesan berantai yang diakhiri ancaman tidak mengenakkan tersebut. Karena lemahnya iman kita menjadikan kita cepat terpedaya oleh hal seperti itu.

    Jika kita sebagai muslim mau teliti, pesan-pesan tersebut bisa jadi sebagai kedok orang-orang yang membenci islam dengan menyebarkan pesan berantai yang bermanfaat namun diakhiri dengan kalimat-kalimat ancaman. Secara tidak langsung ataupun secara langsung akan mudah melemahkan iman seorang muslim entah cepat atau lambat. Apakah iman kita hanya sebatas pada pesan berantai via Whatsapp?

    Setiap muslim pasti tahu apa itu rukun iman. Terutama iman pertama, iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Artinya kita sebagai muslim harus percaya pada Allah sepenuh hati, meyakini bahwa Allah Yang Maha Segalanya. Seperti yang tertera dalam potongan surah Al-Baqarah ayat 137 yang artinya, "Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling sesungguhnya mereka dalam permusuhan (denganmu)." Nah, pesan-pesan berantai berkedok ancaman sedang berusaha menggoyahkan keimanan kita untuk berpaling dari-Nya.

    Jika kita temukan ancaman hidup sial dari pesan berantai tersebut, pikir! Apakah manusia bisa menjamin jika kita tidak mengirimkan pesan tersebut akan hidup sial seumur hidup? Hanya Allah yang dapat menjamin hidup kita seperti apa. Jika kita temukan ancaman berupa sumpah ibu kita meninggal, pikir! Apakah manusia bisa mengungkap rahasia Allah berupa kematian? Tidak! Hanya Allah yang tahu kapan kematian kita, ibu kita, dan semua orang di bumi ini. Sebaiknya kita berfikir dahulu sebelum berbuat. Tapi bagaimana jika ancaman tersebut memang benar terjadi? Yakinlah bahwa itu semata-mata karena takdir Allah, bukan karena kita tidak mengirimkan pesan berantai tersebut.

    Kita boleh saja menyebarkan pesan berantai jika dirasa itu bermanfaat. Namun alangkah baiknya jika kita meneliti terlebih dahulu sebelum menyebarkan. Jika ada kalimat ancaman di akhir pesan, lebih baik dihapus ancamannya lalu sebarkan pesan bermanfaatnya.

    Karena Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wassalam juga tidak mengajarkan umatnya untuk saling mengancam dalam menyebarkan kebaikan. Namun beliau ajarkan umatnya untuk menyampaikan kebaikan dengan kebaikan pula. Semoga kita senantiasa selalu diberikan hidayah oleh Allah SWT. Aamiin.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini