• “Gus Mus Membuat Tulisan Membela Puisi Sukmawati Soekarnoputri”

    Sumber: Media daring
    Tanggal publish: 05/04/2018

    Berita

    “HILANGNYA AKAL SEHAT
    Sedih banget melihat perilaku pengguna media sosial sekarang ini. Kecepatan jempol beraksi tak sebanding dengan kecepatan berpikir otaknya. Begitu mudahnya klik tombol “Share” / “Bagikan” tanpa berpikir-ulang, apakah yang akan dibagikan itu hoax atau bukan.

    Contoh paling mutakhir, postingan seseorang tentang puisi Sukmawati yang MENCATUT nama Abah (Gus Mus/A. Mustofa Bisri).

    Jujur saja, dibandingkan kasus-kasus sebelumnya, kasus kali ini sungguh membuat saya emosi. Tulisan seburuk itu, typo di sana-sini, hestek bertebaran, kalimat yang gak runtut. Dari sudut manapun melihatnya, itu tulisan bisa dibilang: sampah. Buruk sekali. Kok ya masih banyak yang percaya, Abah yang menulis? Bagaimana bisa?

    Ah, entahlah.
    Hayati benar-benar lelaaah..
    ???”, tulis akun Facebook Putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya, Rabu (4/4).

    Hasil Cek Fakta

    Tulisan yang mencatut nama Gus Mus terkait puisi Sukmawati Soekarnoputri, beredar melalui whatsapp dan media sosial. Selengkapnya dapat dilihat pada bagian Referensi.

    Oleh karena itu, putri KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ienas Tsuroiya, mengklarifikasi keterlibatan ayahnya melalui media sosialnya dengan judul "Hilangnya akal sehat" dan sangat menyesalkan hal terebut.

    Diketahui isi puisi Sukmawati yangberjudul ‘Ibu Indonesia’ menuai kontroversi. Meski Sukmawati sudah melakukan permintaan maaf, namun beberapa orang atau kelompok tetap menginginkan kasus ini dibawa ke ranah hukum.

    Kesimpulan

    Klarifikasi yang dibuat oleh Putri KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ienas Tsuroiya adalah untuk membantah tulisan yang mencatut nama Ayahandanya yang isinya condong membela Sukmawati Soekarnoputri dan puisinya ‘Ibu Indonesia’.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Klarifikasi BPPT Terkait Isu Potensi Tsunami 57 Meter di Pandeglang

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/04/2018

    Berita

    Santer isu akan terjadinya gempa berpotensi tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) angkat bicara.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari antaranews.com, cnnindonesia.com, dan republika.co.id, Kepala BPPT, Unggul Priyanto menegaskan, isu potensi tsunami di Pandeglang dan sejumlah daerah di Jawa Barat yang santer diisukan baru sebatas prediksi kajian permodelan ilmiah. “Datangnya bisa saja masih lama, bisa saja juga tidak terjadi. Masyarakat tidak perlu galau dengan pemberitaan yang tidak lengkap atau sensasional,”

    Semestinya, hasil prediksi tersebut belum bisa disampaikan ke publik, namun justru disampaikan peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT, Widjo Kongko dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD).

    Kesimpulan

    Kepala BPPT, Unggul Priyanto telah mengklarifikasi isu potensi tsunami di Pandeglang dan sejumlah daerah di Jawa Barat baru sebatas prediksi kajian permodelan ilmiah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] “Tidak Ada Pejemputan Paksa Ulama Bireuen oleh Polisi”

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/04/2018

    Hasil Cek Fakta

    Kapolsek Kota Juang, AKP Ahmad Arief Sanjaya menyatakan tidak ada penjemputan paksa terhadap seorang ulama di Kabupaten Bireuen, Aceh. Melainkian meminta tokoh agama tersebut untuk menjadi saksi terkait suatu kasus yang rentan masalah agama. “Langsung kita panggil kedua belah pihak. Dengan perangkat desa, tokoh budaya, tokoh agama, alhamdulillah sudah klir. Jadi tidak ada jemput paksa,” kata AKP Ahmad Arief, Selasa (3/4).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [EDUKASI] “Masih Banyak yang Baik dari Internet”

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/04/2018

    Berita

    Remaja sebagai pengguna internet melahirkan asumsi pentingnya edukasi penggunaan internet untuk hal-hal positif. Di tengah Festival Pesona Tambora 2018, pergelaran Internet BAIK Telkomsel membuktikan sejumlah pemanfaatan internet secara positif oleh anak.

    Hasil Cek Fakta

    Siswa SMP Negeri 1 Sumbawa Barat menerima sosialisasi penggunaan internet secara positif dari Telkomsel di sekolah mereka, Senin (2/4/2018). Lewat program ini, mereka diharapkan dapat menularkan penggunaan internet secara baik di lingkungan masing-masing. Salah satunya ialah Andi Hermawan (23), warga Dompu, yang juga memanfaatkan jaringan internet untuk menjajakan kopi lokal Tambora. Dengan memanfaatkan jaringan internet, komunitas itu pun menjaring para donatur melalui Instagram. Apa yang dilakukan Andi menjadi contoh dari sekian banyak kebaikan internet. ”Konten negatif, seperti hoaks dan ujaran kebencian, hanyalah sedikit dari dampak internet. Masih banyak yang baik dari internet. Sebagai penyedia jaringan, kami wajib mengedukasi masyarakat,” ujar Officer CSR Telkomsel Murharjanto Wahid.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini