• “Katalog Model Alexis”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 08/11/2017

    Berita

    “Ladies Catalogue, Model Premium”.

    Hasil Cek Fakta

    “Legal and Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita menyatakan katalog model Alexis yang berjumlah 26 halaman dengan dengan gambar 78 perempuan yang tersebar di media sosial adalah bohong. “Maaf itu tidak benar, itu hoax saja,” katanya, Selasa (8/11).
    Shinta Baby yang merasa dirugikan karena fotonya terpampang dalam katalog tersebut, telah menginisiasi pembuatan group whatsapp untuk para korban katalog model Alexis. Beberapa korban telah ada yang melapor ke Kepolisian, karena merasa dirugikan mulai dari kekhawatiran dinilai negatif, terancam kehilangan pekerjaaan dan hampir gagal menikah.
    Langkah para korban katalog Alexis ini, belum diikuti oleh Lina. Menurutnya untuk mengambil langkah hukum akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan jajaran pengelola Alexis.
    Sebelumnya tersiar juga kabar hoax di media sosial mengatasnamakan Nabila Jessica yang mengaku bekerja di Alexis dan mengungkap beberapa nama pelanggan seperti Ahok, Glenn Fredly, Nusron Wahid, Gunawan Muhammad, dan lain-lain. Terbaru di media sosial juga adalah hoax Kapolri, Jendral Tito Karnavian yang disebut melarang penutupan Alexis.”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • JENDRAL GATOT MENYATAKAN BANSER NU RASIS

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 07/11/2017

    Berita

    Sabtu, 04 November 2017
    Soal Pembubaran Pengajian Akbar Umat Muslim Dari Ust Felix Siauw, Jendral Gatot Nurmantyo : Banser Adalah Kelompok Yang Sangat Rasis Dan Radikal, Tidak Jauh Beda Dengan Komunis
    Suara Pribumi Indonesia – Pengajian Akbar Oleh Ust Felix Siauw Bertajuk Antara Wahyu dan Nafsu yang Pagi ini dilaksanakan batal digelar, jamaah membludak yang sudah menunggu ust Cina yang santun ini nampak kecewa sekali. terutama kepada Gerombolan yang memang hobi membubarkan pengajian yang menggagalkan tabligh Akbar di masjid manarul ilmi .
    Setelah kemarin Tokoh, Pemda dan Ormas Islam bersepakat tetap melaksanakan Pengajian Ust Felix Siauw Ternyata Banser GP Anshor tidak terima begitu saja. Di Hari ini, ketika Pengajian Beranjak mulai, datang puluhan gerombolan banser berdemo di depan masjid. Bahkan Ayat2 Al Quran yang terdengarpun tak digubrisnya. Berikut detik detik Banser teriak teriak di depan masjid
    Bahkan Jendral Gatot Nurmantyo mengkritik keras atas tindakan ini, Jendral mengatakan ini tidak jauh beda dengan Komunis, sebenarnya merekalah yang Anti Pancasila.
    Suasana di tengah Puluhan Banser yang Demo didepan masjid sambil berteriak dan joget :
    Tak lama kemudian, Setelah Ust Felix Siauw di giring keluar masjid, beliau langsung memberikan Klarifikasi melalui Akun FB Nya :
    Dukungan pun berdatangan, dan Puisi Puisipun tergerak dituliskan untuk beliau ….
    NIN HAO KOH FELIX SIAUW
    Oleh HANIF KRISTIANTO

    Hasil Cek Fakta

    Klarifikasi dari akun Pusat Penerangan TNI :
    ===================================
    Info ini berasal dr blogspot suara pribumi yg jg berkonten pornografi dan adu domba. TNI akn tindak tegas akun2 spt ini..its HOAX!!

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cara Cerdas Mencegah Penyebaran Hoax di Media Sosial

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 07/11/2017

    Berita

    Cara Cerdas Mencegah Penyebaran Hoax di Media Sosial
    Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial di Lampung, Jumat (3/11/2017) / (Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika)
    Jakarta –

    Hasil Cek Fakta

    Menurut Septiaji Eko Nugroho selaku Inisiator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Ketua Masyarakat Indonesia anti-hoax, keluarga adalah garda terdepan untuk mencegah hoax. Orangtua harus aktif saat anak mengakses media sosial. Di sisi lain, seluruh pihak juga terlibat aktif menangkal hoax, tak terkecuali para pemimpin agama.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • KAPOLRI LARANG PENUTUPAN ALEXIS

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 07/11/2017

    Berita

    “Keras!! Tito Karnavian: Jika Ada Yang Berani Menutup Alexis Maka Harus Berurusan Dengan Saya!!
    Kapolri, Tito Karnavian memastikan tidak akan menindak Hotel Alexis jika terbukti tidak ada pelanggaran seperti prostitusi dan perdagangan anak yang gencar-gencarnya menjadi sorota publik baru-baru ini, walau banyak pihak mengatakan Alexis sudah dipastikan tidak bisa beroperasi lagi.
    “Kalau ada laporan (prostitusi) kita tindak dong. Dan kalau terjadi (perdagangan anak) bisa dijerat, kalau ya, namun jika tidak ada pelanggaran pidana kita tidak bisa berbuat apa-apa ” kata Kapolri, Tito Karnavian, Rabu (1/11/2017), sebab dari dulu kami tidak pernah menerima laporan hal seperti itu, saya rasa ALEXSIS lurus lurus saja.
    Hal senada diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menurutnya jika sebuah usaha sudah mengikuti prosedur yag berlaku tak ada alasan untuk menutupnya.
    Argo mengatakan, polisi tidak berhak menutup atau memberi ijin sebuah badan usaha di seluruh Pemrov.
    Karena terkait hal itu, Argo mengatakan Pemprov DKI Jakarta yang berwenang menentukan apakah sebuah badan usaha melanggar atau tidak dalam sebuah praktek usaha.”

    Hasil Cek Fakta

    Berita terkait pernyataan Kapolri tersebut tidaklah benar adanya. Dilansir dari Jawapos.com, dipastikan tidak ada satupun media mainstream yang menurunkan berita yang sama selain kanal diatas. Dan pada kurun waktu yang sama, terdapat kemungkinan jika Tito tengah berada di markas PBB untuk membahas strategi penanggulangan jaringan teroris global. Dan setelah dilakukan penelusuran melalui Google search engine, artikel tersebut rupanya dirangkai sedemikian rupa. Salah satunya dari statement Kabareskrim Komjen Ari Dono pada 1 November 2017 lalu.
    ernyataan Kapolri yang terkesan menghalang-halangi penutupan Alexis hanyalah pelintiran blog-blog penyebar hoax yang berusaha mengais uang haram dari iklan online. Pernyataan tersebut sebenarnya tidak ada didalam penulisan berita melainkan hanya ada didalam judul saja. Satu hal lagi adalah, pernyataan tersebut bukan dari Kapolri melainkan Kabareskrim Komjen.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini