Tsamara Amany, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dijadikan bahan hoaks alias kabar bohong di media sosial oleh akun Facebook Amat Jeck.
Tsamara yang sekarang berstatus janda. Difitnah oleh pembuat hoaks menggunakan berita soal perceraian pasutri gara-gara pantat hitam.
Melalui akun Facebooknya, Amat Jeck membagikan gambar dari screenshot berita dari media daring suratkabar.id, yang berjudul ‘Dua Tahun Menikah, Suami Ceraikan Tsamara Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam’, Selasa (1/5).
[HOAKS] Dua Tahun Menikah, Suami Ceraikan Tsamara Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Faktanya screenshot dari berita tersebut itu telah di edit. Judul berita aslinya di suratkabar.id adalah ‘Setahun Menikah, Suami Ceraikan Istri Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam’, pada 6 Juli 2017.
Tidak ada nama Tsamara Amany di berita tersebut. Pasutri yang dikabarkan bercerai dalam berita itu disebut bernama Rini (26) dan Suwardjo (31).
Tidak ada nama Tsamara Amany di berita tersebut. Pasutri yang dikabarkan bercerai dalam berita itu disebut bernama Rini (26) dan Suwardjo (31).
Rujukan
[KLARIFIKASI] Kemenristekdikti Luruskan Wacana Dosen Impor
Sumber: antaranews.comTanggal publish: 04/05/2018
Berita
Atas desas-desus wacana Indonesia akan mengimpor dosen dari luar negeri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memberikan klarifikasi. Dilansir dari antaranews.com, tempo.co, republika.co.id, tirto.id, dan medcom.id, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya bukan mendatangkan dosen asing melainkan profesor kelas dunia, termasuk orang Indonesia yang mengajar di kampus luar negeri.
Hasil Cek Fakta
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluruskan wacana impor dosen asing yang telah ramai dibicarakan oleh khalayak ramai. Dilansir dari antaranews.com, tempo.co, republika.co.id, tirto.id, dan medcom.id, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya bukan mendatangkan dosen asing melainkan profesor kelas dunia, termasuk orang Indonesia yang mengajar di kampus luar negeri.
“Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel,” ujarnya.
Profesor kelas dunia yang akan didatangkan tersebut, Ghufron menjelaskan, merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP). WCP merupakan skema khusus yang disediakan Kemenristekdikti sejak 2017 bagi dosen kelas dunia, baik asing maupun dalam negeri dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian melalui jalur kolaborasi. Mereka yang didatangkan merupakan profesor kelas dunia, bukan sekadar profesor berkewarganegaraan asing.
“Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel,” ujarnya.
Profesor kelas dunia yang akan didatangkan tersebut, Ghufron menjelaskan, merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP). WCP merupakan skema khusus yang disediakan Kemenristekdikti sejak 2017 bagi dosen kelas dunia, baik asing maupun dalam negeri dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian melalui jalur kolaborasi. Mereka yang didatangkan merupakan profesor kelas dunia, bukan sekadar profesor berkewarganegaraan asing.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/704227/kemristekdikti-bukan-undang-dosen-asing-tapi-profesor-kelas-dunia
- https://nasional.tempo.co/read/1082682/soal-dosen-asing-kemendikti-mereka-profesor-kelas-dunia
- http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/24/p7ogcl428-kemenristekdikti-bukan-dosen-asing-tetapi-profesor-dunia
- https://tirto.id/kemristekdikti-bantah-datangkan-dosen-asing-ke-indonesia-cJkr
- https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/nN95GzAN-kemenristekdikti-bantah-rumor-indonesia-impor-dosen
- https://turnbackhoax.id/2018/04/25/benar-kemenristekdikti-luruskan-wacana-dosen-impor/
[BENAR] “Tidak Ada Sekber Ormas dan OKP untuk Capres dan Cawapres, Jokowi dengan Tito”
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2018
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter resmi Divisi Humas Polri atau @DivHumas_Polri membantah meme yang mengatakan adanya Sekber Ormas dan OKP dalam persiapan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi) dengan Kapolri, Jendral Tito Karnavian. Akun @DivHumas_Polri menyatakan itu bohong atau hoaks, dan sebelumnya Tito pun pernah mengatakan dirinya tidak ingin berpolitik, “Saya tidak mau didorong atau menarik saya ke politik,” tegas, Tito, Selasa (2/4).
Rujukan
[BENAR] “Tidak Ada Bom di Pesawat Lion Air JT 120 Rute Cengkareng – Tanjung Pandan, Belitung”
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2018
Hasil Cek Fakta
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan tidak ada bom di dalam pesawat JT 120 rute Cengkareng – Tanjung Pandan, Belitung seperti yang dikatakan salah satu penumpang berinisial FW (38). Atas informasi FW ini, penerbangan menjadi terlambat selama 2 jam. Dan FW sendiri dinilai melanggar Pasal 437 Undang – undang Nomor 1 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara selama satu tahun.
Rujukan
Halaman: 8254/8587




