• [HOAX] Laetrile alias Amygdalin adalah Vitamin B17, dan Satu-Satunya Obat Yang Diperlukan Untuk Sembuhkan Kanker

    Sumber: portal
    Tanggal publish: 07/01/2017

    Berita

    KANKER BUKAN PENYAKIT, TETAPI BISNIS MILIARAN DOLAR…

    Artikel di News Resque sempat menjadi viral di media sosial. Judulnya memang menghentak dan mengejutkan publik. Di sana tertulis “A Secret Has Been Uncovered: Cancer Is Not A Disease But Business!”.

    Pada kata pembukaan artikel itu langsung ditulis kata yang menohok pula: The word called cancer is a lie… (Kata yang disebut kanker adalah sebuah kebohongan)

    Baiklah, untuk selanjutnya, berikut ini disajikan terjemahan dari artikel tersebut yang ditulis di News Rescue:

    Anda mungkin tidak percaya ini, tapi kanker bukanlah penyakit; itu adalah bisnis.

    (Istilah) kanker telah menyebar luas; dan telah mempengaruhi tua, muda, bayi dan semua orang.

    Membagikan artikel bagus ini akan mengekspos banyak pihak yang selama ini secara tersembunyi memanipulasi fakta mengenai kanker dan tentu saja artikel ini bakal mengganggu kenyamanan mereka.

    Apakah Anda tahu bahwa buku Dunia Tanpa Kanker (World Without Cancer) hingga sekarang dicegah (oleh tangan-tangan tersembunyi) dari upaya penerjemahan ke banyak bahasa dunia?

    Ketahulah: Tidak ada penyakit yang disebut kanker. Kanker timbul hanya karena terjadinya kekurangan vitamin B17. Tidak ada penyebab lainnya.

    Hindarilah kemoterapi, operasi, atau mengonsumsi obat-obatan yang kenyataannya memiliki efek samping yang besar.

    Anda tentu ingat bahwa di masa lalu, banyak pelaut kehilangan nyawa mereka

    Hasil Cek Fakta

    (1) Laetrile bukan vitamin, dan sama sekali bukan vitamin B17

    (2) Laetrile adalah salah satu zat yang paling sering diteliti, sudah sejak 1920. Dan tidak pernah berhasil ditemukan bukti kemampuan anti kankernya.

    (3) Laetrile ini jika masuk ke dalam tubuh malah bisa berubah menjadi (antara lain) sianida – sehingga di tahun 1920-an dilarang di Amerika.

    Kesimpulan

    Laetrile bukan vitamin, dan sama sekali bukan vitamin B17. Laetrile adalah salah satu zat yang paling sering diteliti, sudah sejak 1920. Dan tidak pernah berhasil ditemukan bukti kemampuan anti kankernya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • “Kerjasama Dengan Tiongkok Membuat Rel Kereta Cepat Di Uni Emirat Arab Dapat Hadiah Jutaan Pil Ekstasi”

    Sumber: https://www.facebook.com/
    Tanggal publish: 05/01/2017

    Berita

    Kerjasama dengan Tiongkok membuat rel kereta cepat di Uni Emirat Arab dapat hadiah jutaan pil Ekstasi……

    Hasil Cek Fakta

    Menurut situs KuwaitTimes.com yang diselundupkan adalah pil Captagon yang disembunyikan di dalam kontainer yang berasal dari Turki.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (DISINFORMASI): Polda Sulsel Sita 10 Kg Sabu Dalam Kemasan Kopi Cina

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2017

    Berita

    Akun-akun media sosial facebook Anonymous memang sedang marak dalam menyebarkan berita palsu atau hoax. salah satunya adalah akun facebook Metro TiVu. akun tersebut membagikan informasi berisi tentang Polda Sulsel yang menyita sabu seberat 10 kg dalam kemasan kopi cina dan disertai narasi dalam postingannya “Masih belon sadar juga….bahwa penerus bangsa ini sedang diracuni dan dihancurkan oleh koloni itu ….???”

    Hasil Cek Fakta

    Polda Sulsel kembali mengungkap kasus narkoba dalam skala besar. Kali ini, 10 kilogram sabu-sabu diamankan dari seorang penumpang KM Bukit Siguntang, di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sabtu (31/12/2016).

    Pelaku diketahui bernama Ardi B (32), warga Makassar yang beralamat di Jalan Buakana.

    “Penumpang KM Bukit Siguntang yang berlayar dari Parepare. Pada saat itu pelaku dicurigai karena saat melihat petugas, ia berusaha kabur. Namun berhasil diamankan,” terang Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, dalam sesi pres konferens, sesaat lalu.

    Krologisnya, Ardi tertangkap pukul 8:30 Wita pagi tadi. “Polsek wilayah pelabuhan melakukan partoli pengamanan. Pada saat itu pelaku turun dari kapal dan saat melihat petugas langsung lari. Selanjutnya dikejar dan diamankan,” rinci Muktiono.

    Setelah berhasil diamankan, ransel pelaku diperiksa. “Ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu sabu di dalam ransel pelaku. Barang haram tersebut dibungkus dengan pembungkus makanan.

    “Beratnya 10 kilogram. Diduga berasal dari Malaysia. Namun untuk memastikan, pihak kepolisian masih berusaha melakukan pengembangan,” tutup Muktiono.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX + LOGICAL FALLACY): Kesalahan Penulisan :Fitsa Hats” Di BAP Kepolisian

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 05/01/2017

    Berita

    Jonru secara implisit menyalahkan Polisi atas kesalahan tulis “Fitsa Hats”, sambil meledek “OM OTAK MANA OM” dengan membandingkan kasus Jokowi “I don’t read what I sign”

    Hasil Cek Fakta

    (1) Polisi menyatakan sudah konfirmasi seluruh isi BAP dengan Novel.

    (2) Menyamakan kasus BAP Novel dengan Jokowi itu seperti membandingkan apel dengan jeruk. Tidak nyambung.

    Cacat logika / logical fallacy ini dikenal dengan istilah “Non Sequitur”

    ===
    Pada kasus Jokowi, ini adalah soal manajemen.
    Lazim pada level atas di manajemen, seperti Direktur, menandatangani puluhan dokumen tanpa membaca lagi semuanya. Karena sudah diperiksa oleh masing-masing divisi / departemen yang terkait – sehingga Direktur hanya tinggal memberikan tanda tangan saja.

    Dalam bidang manajemen, ini dikenal dengan istilah : delegasi. (pendelegasian tugas)

    Tanpa proses delegasi, maka Presiden bisa jadi hanya akan duduk di kantornya setiap hari dari pagi sampai malam, membaca ratusan dokumen yang tebal satu per satu. Tidak ada lagi waktu untuk blusukan, memeriksa kinerja para menterinya, dan berbagai urusan negara lainnya.

    ===
    Pada kasus Novel, ini adalah masalah hukum.

    Dan terkait BAP (Berita Acara Pemeriksaan), tidak ada delegasi / pendelegasian. Semuanya harus diurus sendiri oleh yang bersangkutan, sampai akhirnya menjadi BAP.

    BAP itu dibuat dengan sangat teliti oleh para penyidik di Kepolisian, karena ini adalah dokumen hukum yang penting.

    Setelah itu BAP diserahkan kepada pihak terkait, untuk diperiksa lagi, dan #setiap halamannya ditanda tangan – sebagai konfirmasi bahwa memang seluruh isi halaman tersebut sudah benar.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini