Akun Twitter @hokWni_KW mencuitkan sebuah foto compile dari tiga foto dengan sebuah narasi. Berikut narasinya:
Al Quran disobek2 dibuang di jln saat sidang ahok…yang mungutin sampe nangis..
#JumatBarokah
[DISINFORMASI+FITNAH] Al Quran Dirobek Saat Sidang Ahok
Sumber: Media SosialTanggal publish: 08/01/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Foto yang diklaim akun @hokWni_KW tidak terjadi saat sidang kasus Ahok berjalan. Bahkan, foto tersebut tidak terjadi di Indonesia bagian manapun. Foto tersebut terjadi di Malaysia. Hal itu diketahui dari akun Fanpage Facebook Converts to Islam. Pada postingan tertanggal 27 Juni 2016, akun Fanpage tersebut memposting tiga buah foto yang sama dengan cuitan akun @hokWni_KW. Hanya saja, dalam foto postingan Fanpage Converts to Islam tidak di-compile dan tetap terpisah tiga. Selain itu, pada postingan tersebut disertai narasi yang menyatakan bahwa peristiwa perobekan Al Quran saat bulan Ramadan di Malaysia.
Rujukan
[HOAX] Tulisan Renungan Pagi Ahok
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2017
Berita
RENUNGAN PAGI “AHOK”
#INDONESIA SEDANG*
*MEMENTASKAN* *KEBENARAN*
Melihat kebencian mereka [...]
#INDONESIA SEDANG*
*MEMENTASKAN* *KEBENARAN*
Melihat kebencian mereka [...]
Hasil Cek Fakta
Tulisan tersebut bukanlah tulisan buatan Basuki Tjahaja Purnama. Tulisan itu pertama kali diunggah akun Facebook Kasih Tanpa Batas pada tanggal 7 November 2016. Sedangkan, tulisan yang mengatasnamakan Ahok, sapaan karib Basuki, tertanggal 15 November 2016 dan 29 November 2016.
Rujukan
[EDUKASI] Tips Hindari Ancaman Pidana Menyebarkan Hoax
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2017
Berita
Isu hoax yang beredar melalui internet semakin marak menjadi sorotan beberapa tahun belakangan ini. Padahal, ada sanksi yang berat jika terbukti bersalah menyebarkan hoax berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ada tiga tips dari Teguh bagi netizen agar tidak terjerat tuntutan hukum akibat hoax. Ketiganya adalah, jika akan melakukan klarifikasi, cukup disampaikan narasinya saja tanpa perlu copy-paste konten hoaxnya. Klarifikasi tidak dilakukan dalam grup media sosial, tapi ditanya langsung ke individu yang dianggap tahu atau instansi resmi yang bisa mengklarifikasi isi hoax tersebut.
Kalaupun akhirnya telanjur meng-co-paste konten hoax dalam grup atau akun medsos, maka pastikan ada kalimat tambahan yang berisi pertanyaan klarifikasi meminta bantuan penjelasan. Hal ini untuk memperjelas bahwa tidak ada niat kesengajaan menyebarkan hoax seperti unsur delik UU ITE.
Kalaupun akhirnya telanjur meng-co-paste konten hoax dalam grup atau akun medsos, maka pastikan ada kalimat tambahan yang berisi pertanyaan klarifikasi meminta bantuan penjelasan. Hal ini untuk memperjelas bahwa tidak ada niat kesengajaan menyebarkan hoax seperti unsur delik UU ITE.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[KLARIFIKASI] Kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Sumber: Media SosialTanggal publish: 08/01/2017
Berita
Beredar meme kenaikan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di media sosial. Rata-rata meme tersebut memojokkan pemerintah.
Hasil Cek Fakta
Terkait beredarnya kabar dan meme perihal kenaikan tarif PNBP, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara dan melakukan klarifikasi. Menurut Darmin, sebagian pemberitaan itu menyebut seolah-olah Presiden mempertanyakan kembali Peraturan Pemerintah (PP) yang sudah diteken. PP yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016.
“Yang terjadi adalah pada hari pertama berita itu muncul, saya ditanya wartawan. Saat itu saya baru bertemu Presiden di istana. Saya ditanya, pak Menko ini naik lho sekian kali lipat. Waduh, saya belum mengerti itu. Terus ditanya lagi, pernah nggak Presiden bicara soal PNBP. Oh, kalau itu pernah. Presiden pernah menyatakan kalau tarif PNBP yang menyangkut kepentingan orang banyak, ya janganlah dinaikkan terlalu tinggi. Ini harus dipertimbangkan betul,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam konferensi pers tentang kunjungannya selama 3 hari di beberapa kota Jawa Timur, Sabtu (7/1) di Surabaya.
Arahan Presiden Jokowi itu disampaikan jauh sebelum muncul berita tentang kenaikan tarif PNBP yang antara lain berkaitan dengan pengurusan STNK dan BPKB. “Berita dan meme itu dibuat seolah-olah Presiden mengomentari soal STNK. Bukan. Itu sudah pelintiran,” ujarnya.
“Yang terjadi adalah pada hari pertama berita itu muncul, saya ditanya wartawan. Saat itu saya baru bertemu Presiden di istana. Saya ditanya, pak Menko ini naik lho sekian kali lipat. Waduh, saya belum mengerti itu. Terus ditanya lagi, pernah nggak Presiden bicara soal PNBP. Oh, kalau itu pernah. Presiden pernah menyatakan kalau tarif PNBP yang menyangkut kepentingan orang banyak, ya janganlah dinaikkan terlalu tinggi. Ini harus dipertimbangkan betul,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam konferensi pers tentang kunjungannya selama 3 hari di beberapa kota Jawa Timur, Sabtu (7/1) di Surabaya.
Arahan Presiden Jokowi itu disampaikan jauh sebelum muncul berita tentang kenaikan tarif PNBP yang antara lain berkaitan dengan pengurusan STNK dan BPKB. “Berita dan meme itu dibuat seolah-olah Presiden mengomentari soal STNK. Bukan. Itu sudah pelintiran,” ujarnya.
Rujukan
Halaman: 8255/8352



