Bendera Pada Foto Presiden Dan Wakil Presiden Berwarna Merah
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 03/01/2017
Berita
Beredar postingan bernada menghasut di media sosial Facebook yang mempertanyakan perihal latar belakang foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang berlatar belakang bendera merah dan bukan merah putih.
Hasil Cek Fakta
Foto-foto tersebut bukanlah foto resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Berikut adalah klarifikasi dari Kementerian Sekretaris Negara Republik Indonesia perihal isu tersebut: "Selamat pagi Sahabat Kemensetneg kami ingin menginformasikan terkait beredarnya foto Presiden RI dan Wakil Presiden RI dengan latar belakang bendera berwarna merah, dengan ini kami sampaikan bahwa foto Presiden RI dan Wakil Presiden RI tersebut bukan foto resmi sebagaimana diterbitkan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Foto resmi Presiden RI dan Wakil Presiden RI dapat dilihat pada laman website http://indonesia.go.id. Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih."
Foto yang digunakan oleh para penyebar isu terindikasi diambil dari laman situs berita detik.com tertanggal 23 Oktober 2014, yang memberitakan bahwa pedagang mengedit dan mencetak sendiri foto Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat:
Foto yang digunakan oleh para penyebar isu terindikasi diambil dari laman situs berita detik.com tertanggal 23 Oktober 2014, yang memberitakan bahwa pedagang mengedit dan mencetak sendiri foto Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat:
Rujukan
Hari Ini Ditemukan Bayi Diantara Reruntuhan, Subhanallah, Bayinya Masih Hidup #SavePidieJaya #SaveAceh
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 03/01/2017
Berita
terdapat postingan yang menampilkan foto bayi yang tertimbun reruntuhan yang beredar di sosial media facebool dengan klaim:
Hari ini ditemukan bayi diantara reruntuhan, Subhanallah, bayinya masih hidup
#SavePidieJaya
#SaveAceh
Hari ini ditemukan bayi diantara reruntuhan, Subhanallah, bayinya masih hidup
#SavePidieJaya
#SaveAceh
Hasil Cek Fakta
Foto yang sama sudah ada di internet sebelum terjadinya gempa di wilayah Pidie Aceh pada tanggal 7 Desember 2016. Sebagai contoh, foto ini dipakai sebagai ilustrasi sebuah laman tertanggal 24 April 2016 di situs elreporterolasvegas.com:
Rujukan
Menggunakan Topi Kerucut di Tahun Baru Berarti Murtad (Auto-Murtad)
Sumber: www.portalpiyungan.infoTanggal publish: 31/12/2016
Berita
“TAHUKAH ANDA, Topi Kerucut Tahun Baru, Tanda Muslim Telah Murtad. Topi Tahun Baru yg berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang di sebut SANBENITO, yakni topi yg digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan INKUISISI SPANYOL.”
Hasil Cek Fakta
Artikel dari buku Irena Handoko yang dikutip oleh situs Piyungan ini bertentangan dengan Rasulullah saw.
Auto-murtad tidak ada dalam Islam, karena “innamal a’malu bin niyah” : semua amal / tindakan itu sesuai dengan niatnya. Dan Rasulullah saw sudah mengizinkan berpura-pura murtad ketika nyawa terancam (darurat).
Sanbenito itu adalah kombinasi jubah + topi kerucut DENGAN hiasan / gambar. Bukan asal topi kerucut.
Auto-murtad tidak ada dalam Islam, karena “innamal a’malu bin niyah” : semua amal / tindakan itu sesuai dengan niatnya. Dan Rasulullah saw sudah mengizinkan berpura-pura murtad ketika nyawa terancam (darurat).
Sanbenito itu adalah kombinasi jubah + topi kerucut DENGAN hiasan / gambar. Bukan asal topi kerucut.
Rujukan
[DISINFORMASI] “Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!”
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 29/12/2016
Berita
“#SEBARKAN
Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!
Karena Himpitan Ekonomi Alasan Rismaya Jual Emas Waris, Bayinya Turut Masuk Penjara
Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan
“Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah,” kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.
Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.
“Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” kata Maya.
Saat kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami. Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk. Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.
Tak terlihat barang berarti lainnya. Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil. Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.
Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.”
Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!
Karena Himpitan Ekonomi Alasan Rismaya Jual Emas Waris, Bayinya Turut Masuk Penjara
Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan
“Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah,” kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.
Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.
“Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” kata Maya.
Saat kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami. Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk. Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.
Tak terlihat barang berarti lainnya. Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil. Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.
Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.”
Hasil Cek Fakta
ada bagian artikel yang hilang.
Selengkapnya: “VIDEO: Kasihan, Bayi Ini Terpaksa Ikut Ibunya Tidur di Lapas Watampone
Selasa, 27 Desember 2016 22:25
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG – Bayi usia sepuluh bulan, Muh Amin, harus ikut merasakan dinginnya penjara karena tidak bisa pisah dari ibunya, Rismaya (35), yang ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, karena kasus pencurian.
Rismaya, warga Desa Sanrego, Kecamatan Kajuara, Bone, memohon kepada pihak lapas agar diizinkan membawa anaknya karena masih menyusu dan tak ada yang merawatnya jika ditinggal di rumahnya.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu,” kata Rismaya.
“Saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” tambah Maya kepada tribunbone.com sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Watampone, Jl. MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (27/12/2016).
Menurut Rismaya, suaminya, Sutejo, saat ini juga mendekam di tahanan karena kasus kecelakaan lalu lintas, sementara kakek dan neneknya sudah meninggal.
Pengurus Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone, Martina Madjid, mengatakan Rismaya sudah dua kali terlibat kasus pencurian.
“Terdakwa pernah terlibat kasus yang sama, kita sudah bina tapi tidak mau berubah. Saat ini kami mau carikan solusi untuk anaknya,” kata Martina yang dikonfirmasi terpisah.”
Selengkapnya: “VIDEO: Kasihan, Bayi Ini Terpaksa Ikut Ibunya Tidur di Lapas Watampone
Selasa, 27 Desember 2016 22:25
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG – Bayi usia sepuluh bulan, Muh Amin, harus ikut merasakan dinginnya penjara karena tidak bisa pisah dari ibunya, Rismaya (35), yang ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, karena kasus pencurian.
Rismaya, warga Desa Sanrego, Kecamatan Kajuara, Bone, memohon kepada pihak lapas agar diizinkan membawa anaknya karena masih menyusu dan tak ada yang merawatnya jika ditinggal di rumahnya.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu,” kata Rismaya.
“Saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” tambah Maya kepada tribunbone.com sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Watampone, Jl. MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (27/12/2016).
Menurut Rismaya, suaminya, Sutejo, saat ini juga mendekam di tahanan karena kasus kecelakaan lalu lintas, sementara kakek dan neneknya sudah meninggal.
Pengurus Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone, Martina Madjid, mengatakan Rismaya sudah dua kali terlibat kasus pencurian.
“Terdakwa pernah terlibat kasus yang sama, kita sudah bina tapi tidak mau berubah. Saat ini kami mau carikan solusi untuk anaknya,” kata Martina yang dikonfirmasi terpisah.”
Rujukan
Halaman: 8258/8352





