• (HOAX) Foto Rakyat Papua Demo Menuntut Kemerdekaan

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2016

    Berita

    […] Papua semakin keras menuntut referendum untuk memisahkan diri dari Indonesia.

    Ini pandangan di Papua, rakyat menuntut.

    Belum dengar sikap pemerintah. […]

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang tersebar di media sosial itu bukanlah foto demo masyarakat Papua melainkan foto demo memperingati hari buruh internasional di Havana, Kuba pada tanggal 2 Mei 2013. Foto aslinya dapat dilihat pada situs socialistunity.com. Jadi, foto tersebut bukanlah foto demo di Papua dan kabar mengenai demo tersebut tidak benar adanya terjadi bulan Mei 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Yusril Menyatakan Bahwa Warga Luar Batang Sebagian Besar Punya Sertifikat Tanah

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 04/05/2016

    Berita

    Kuasa Hukum warga Luar Batang Yusril Ihza Mahendra meminta Pemprov DKI tak memaksa untuk menggusur kawasan Luar Batang. Sebab, warga Luar Batang memiliki sertifikat atas tanah yang mereka tempati sejak lama.

    “Lengkap, punya sertifikat tanah. Sebagian punya sertifikat hak guna bangunan, hak milik, girik, akta jual-beli sejak zaman Hindia-Belanda,” kata Yusril saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).

    Yusril tak hafal berapa banyak warga yang memiliki sertifikat resmi. Dia pun telah melakukan verifikasi terhadap surat kepemilikan warga Luar Batang ini.

    “Saya nggak ingat jumlahnya, ada setumpuk sudah diverifikasi di kantor kita. Tentu tidak semua punya, tapi sebagian besar punya,” ungkap Yusril.

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan memastikan tanah di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan lahan milik negara.

    “Itu tanah negara,” kata Ferry saat ditemui di Istana, Rabu (27/4/2016) sore.

    Namun, Ferry tidak menampik bahwa lahan tersebut seiring perjalanan waktu dikuasai oleh masyarakat umum sehingga seolah-olah lahan sudah milik masyarakat. Karena itu, Ferry mendukung program relokasi warga Luar Batang yang kini dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Relokasi itu jawabannya saya kira. Relokasi sudah tepat. Karena dalam konteks penataan, itu sangat dimungkinkan. Apalagi modelnya bukan menggusur, tapi merelokasi,” lanjut dia.

    Namun, Ferry mewanti-wanti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar tidak merobohkan Masjid Luar Batang. Sebab, bangunan tersebut merupakan warisan budaya.

    “Di situ kan ada masjid, masjidnya itu heritage. Kalau bisa sih jangan ikut-ikut dibongkar,” ujar Ferry.

    Status tanah di Luar Batang saat ini menjadi persoalan. Pemprov DKI menyatakan tanah itu milik negara dan karena itu para pemukim liar di kawasan itu akan direlokasi di rumah susun. Gubernur Basuki juga telah menegaskan bahwa Masjid Luar Batang akan tetap dipertahankan.

    Dari peta online di situs BPN (peta.bpn.go.id) di bawah ini, bisa dilihat, yang memiliki SHM (sertifikat hak milik) adalah yang berwarna kuning.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Ahok Minta Warga Luar Batang ‘Wakafkan’ Tanah untuk Plaza

    Sumber: portalpiyungan.blogspot.co.id
    Tanggal publish: 01/05/2016

    Berita

    Ahok Minta Warga Luar Batang Wakafkan Tanah untuk Plaza, Warga: Kenapa Bukan Apartemen yang Diwakafkan?

    Hasil Cek Fakta

    Media daring portalpiyungan.blogspot.co.id memuat berita berjudul ‘Ahok Minta Warga Luar Batang Wakafkan Tanah untuk Plaza, Warga: Kenapa Bukan Apartemen yang Diwakafkan?’ pada Sabtu (30/4/2016). Tanggapan negatif diberikan oleh masyarakat yang membaca judul tersebut. Sebab, di Luar Batang terdapat sebuah situs Masjid bersejarah bagi umat Islam di Indonesia.

    Nyatanya, plaza yang dimaksud di dalam judul itu bukan mall alias tempat pembelanjaan. Plaza yang dimaksud adalah area yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tempat berjualan pedagang kaki lima, dan tempat parkir. Pemerintah DKI berniat menjadikan wilayah Masjid Luar Batang sebagai kawasan wisata religi. Karena itu, Ahok mengatakan, pemerintah provinsi berencana membuat plaza di depan masjid.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui masyarakat Kampung Luar Batang memiliki sertifikat tanah. Pemerintah akan mengecek keberadaan sertifikat tanah masyarakat sebelum menggusur wilayah di sekitar Masjid Luar Batang tersebut.

    Dikutip dari tempo.co, “Kalau yang sekitar masjid kan ada kampung, itu misalnya ada sertifikat, kan harus dicek sertifikatnya seperti apa. Ini harus ditanya ke masjid, masjidnya mau enggak daerah sekitarnya plong jadi plaza. Kalau masjid mau sekitarnya kumuh, ya, silakan,” katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 27 April 2016.

    Ahok mengatakan, jika masyarakat di lokasi tersebut mau direlokasi, pemerintah provinsi akan membeli lahan itu. Namun ia mengembalikan keputusan itu kepada masyarakat. Jika masyarakat ingin tanah di sekitar masjid kosong dan dijadikan plaza, Ahok menyanggupi membeli lahan tersebut. Namun, jika ingin tetap kumuh, Ahok mengaku tidak mempermasalahkannya.

    Menurut Ahok, hal ini hampir sama dengan mewakafkan lahan dari warga. “Jadi wakafnya tanda kutip, kami beli tapi kami peruntukkan buat masjid,” ujarnya.

    Pemerintah Provinsi DKI awalnya berencana menggusur masyarakat Luar Batang pada Mei mendatang. Namun, untuk melakukan itu, pemerintah masih mencari lokasi rumah susun yang bisa ditempati. Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji, sejauh ini rusun yang paling mungkin ditempati adalah rusun di Rawa Bebek.

    Namun Ika mengaku rumah susun ini bisa saja tidak diperuntukkan bagi masyarakat Luar Batang. Sebabnya, peruntukan rusun masih menunggu keputusan rapat nantinya. “Pada Mei, ada Summarecon, di Rawa Bebek. Itu sudah akan siap sekitar Mei. Kita lihat mana yang lebih urgen, mana yang jadi prioritas pertama itu yang akan kami rapatkan,” ucapnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Kertas ‘Happy’ LSD Beredar di Anak-Anak

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 29/04/2016

    Berita

    WARNING!!! Drugs model baru LSD. Atau di kenal dgn nama “kertas Happy” model dan bentuknya menarik, rasa manis seperti permen.efek halusinasi tinggi. Di jual Rp.10rb. Kalau sudah ketagihan harga Rp.36jt/gram. Share untuk menyelamatkan generasi penerus kita dr drugs. Target anak2 sekolah.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai (broadcast) di media sosial tentang narkotika jenis baru. Bentuknya kertas, warna-warni, gambarnya lucu-lucu dan menarik.

    Berbentuk segi empat dan ukurannya sangat kecil, tidak lebih dari 1 cm. Kertas kecil itu adalah bagian kecil dari sebuah kertas berukuran HVS. Bila dipisahkan, mungkin jumlahnya sekitar puluhan.

    Sekilas terlihat seperti stiker yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Namun anehnya stiker itu ditempelkan di lidah, bukan di anggota tubuh lainnya seperti umumnya di tangan atau di kaki.

    Lysergic Acid Diethylamide (LSD) adalah narkoba yang tidak terlalu populer di Indonesia. Nama LSD mencuat dalam kasus kecelakaan yang terjadi di Pondok Indah yang menewaskan empat orang dengan tersangka Christoper Daniel Sjarif (22).

    Dari berbagai literatur, LSD biasanya mulai bereaksi dalam waktu satu jam dan dapat bertahan hingga 12 jam. Beberapa perubahan fisik pada tubuh selama mengkonsumsi obat ini adalah pupil melebar, peningkatan tekanan darah dan suhu tubuh tinggi.

    Efek utama LSD adalah visual. Warna-warna akan tampak lebih kuat dan cahaya lampu tampak lebih cerah. Objek yang stabil akan tampak bergerak-bergerak dan memiliki lingkaran cahaya di sekitar mereka.

    Dikutip dari detik.com, Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi ketika dihubungi detikcom, menjelaskan LSD memang berbeda dengan narkotika jenis lainnya. Berbagai macam warna dan gambar menjadi daya tarik tersendiri.

    “Modelnya banyak. Dulu yang diterima ada naga terbang, pinokio, miki mouse. Untuk potongan kertas berukuran 0,6 sampai 0,8 Cm,” jelas Kombes Slamet.

    Ketika ditanya apakah peredarannya hingga ke sekolah-sekolah di Indonesia, Slamet belum bisa memastikan. Sebab kasus yang terungkap selama ini terjadi di luar lingkungan sekolah.

    “Kalau saya pribadi belum mendapati kasus itu. Ada juga hasil tangkapan bukan di sekolah-sekolah tapi di Bandara, lalu Fredy Budiman, ada juga yang pernah melapor tetapi kandungannya bukan LSD hanya efeknya menyerupai,” paparnya.

    Slamet juga tidak tahu persis apakah LSD ini biasa disebut ‘Kertas Happy’ oleh para penjual atau konsumennya. Begitu juga soal rasa dan harga. Slamet membantah LSD memiliki rasa manis dan harganya murah.

    “Tidak seperti itu (manis), untuk harga sendiri saya tidak tahu pasti. Sepengetahuan saya itu termasuk eksklusif,” bantahnya.

    Slamet menyimpulkan bahwa narkoba LSD itu memang ada. Namun apakah mirip seperti yang beredar dalam pesan itu, Slamet belum bisa mengkonfirmasi.

    “Kesimpulan LSD itu memang ada tetapi untuk broadcast yang beredar itu belum terkonfirmasi atau belum nerima laporan itu. Jadikan itu sebagai kewaspadaan masyarakat,” ungkapnya.

    Slamet mengimbau agar para orang tua menjaga komunikasi dengan anak-anak sehingga terjadi harmoniasi keluarga. “Sebab anak-anak adalah next leader. Jangan sampai terjebak oleh sindikat narkotika.” imbaunya.

    Penelusuran detikcom lewat Google Search Image, foto kolase yang digunakan sebagai bagian dari pesan berantai tersebut dipastikan bukan dari Indonesia. Foto diambil dari situs-situs asing yang merujuk pada LSD. Belum ada otoritas Indonesia yang pernah memajang bukti LSD di sekolah dan mengincar anak-anak.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini