• James Hetfield, Gitaris & Vokalis Metallica Mendapat Gelar Ph.D dari Caltech di Bidang Astrofisika

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 25/01/2016

    Berita

    James Hetfield, Gitaris & Vokalis Metallica Mendapat Gelar Ph.D dari Caltech di Bidang Astrofisika

    Hasil Cek Fakta

    Kompas melakukan blunder dengan menyadur pemberitaan dari situs Ncscopper. Situs tersebut merupakan situs berita satire. Definisi dari berita satire adalah berita parodi yang dikemas mengikuti pola penulisan jurnalistik pada umumnya. Perbedaanya ialah pada kontennya yang berisikan kritik satire terhadap kondisi sosial masyarakat atau isu tertentu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [MISINFORMASI] Lawan Pelaku Teror Thamrin AKBP Untung Gunakan Pistol Buatan Tahun 1911

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 23/01/2016

    Berita

    Lawan Pelaku Teror Thamrin AKBP Untung Gunakan Pistol Buatan Tahun 1911

    Hasil Cek Fakta

    Peristiwa adu tembak antara polisi dengan teroris terjadi di di Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016, dalam tragedi ‘Bom Thamrin’. Saat itu AKBP Untung Sangaji ternyata menggunakan senjata berusia lebih dari satu abad.

    Menurut Untung, dia menggunakan senjata berjenis revolver F35 Infiniti buatan 1911.

    Dikutip dari tribunnews.com, “pelurunya hanya sembilan, saya bawa terus selama tugas,” kata AKBP Untung Sangaji diskusi bertajuk ‘Tragedi Bom Thamrin dan Database Teror di Indonesia’ di Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

    Pistol tersebut, diceritakan Untung, telah menemaninya selama bertugas di Aceh, Poso, dan Ambon hingga hari ini.

    Untung yang juga bertugas sebagai instrukstur menembak di Pusat Pendidikan Polisi Udara dan Air (Pusdik Polair), menyebutkan selalu membawa dua jenis peluru untuk pistolnya.
    “Peluru untuk orang dan peluru untuk (melumpuhkan) mesin,” katanya.

    Perwira melati dua ini, menuturkan jika pistol kehabisan peluru tidak jarang memilih menggunakan bogemnya untuk menghajar penjahat.

    Sementara saat aksi teror Jalan MH Thamrin berlangsung, terduga pelaku menggunakan senjata berusia jauh lebih mudah dari milik Untung.

    “Afif menggunakan revolver Walter 32. Ada juga yang pakai Glock,” kata Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo pada kesempatan yang sama.

    Faktanya, berita yang dimuat oleh tribunnews.com tentang pistol jenis revolver F35 Infiniti buatan 1911 itu tidak terbukti benar.

    Pistol Infinity memang dibuat berbasiskan pistol M1911, standar militer Amerika tahun 1911. Patut dicatat bahwa M1911 itu semi otomatik, jadi bukan revolver seperti yang ditulis oleh sang jurnalis.

    Perusahaan yang membuat pistol Infinity, SVI, membuat pistol dengan style M1911, dan memang terkenal sebagai racing pistol, alias dipakai untuk olahraga menembak. Kaliber 45 yang besar serta keakuratannya membuat senjata ini punya stopping power yang tinggi, kalau tidak bisa dibilang mematikan (lethal).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Surat Undangan Pemancangan Tiang Pertama Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Berbahasa Mandarin

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2016

    Berita

    Lapor Ndan.!!! Koq, Undangan Proyek Ground-Breaking KA Cepat menggunakan Bahasa Cina…???

    Apa Jakarta adalah (BUKAN) salah satu propinsi Cina..?!!! *Gagal Waras

    Hasil Cek Fakta

    Beredarnya gambar surat undangan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) Proyek Kereta Cepat (High Speed Railway/HSR) Kerjasama Indonesia-China serta Pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta – Bandung di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Kamis (21/1/2016), yang bertuliskan bahasa mandarin menjadi kontroversi di dunia maya.

    Nyatanya, surat itu dibuat oleh delegasi Cina yang isinya meminta Presiden RI Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama mega proyek tersebut. Surat itu ditujukan untuk para pekerja yang berasal dari China. Para pekerja itu ikut dalam pembangunan mega proyek itu.

    Proyek Kereta Cepat Kerjasama Indonesia-Tiongkok serta Pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta – Bandung ini merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 107/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung pada 6 Oktober 2015.

    PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan China Railway International Co. Ltd., yang kemudian mendapat mandat untuk membangun dan melaksanakan proyek penyelenggaraan jasa kereta cepat trase Jakarta-Bandung.

    Adapun kepemilikan saham KCIC terdiri dari, 40 persen milik China Railway International Co. Ltd, sedangkan 60 persen dimiliki PSBI yang merupakan gabungan dari WIKA dengan komposisi penyertaan saham 38 persen, KAI 25 persen, PTPN VIII 25 persen dan JSMR 12 persen.

    Proyek ini rencananya berlangsung selama 36 bulan kalender kerja untuk pekerjaan kontruksi hingga akhir 2018 dan diharapkan dapat beroperasi pada 2019. Adapun lingkup pekerjaan WIKA dalam konsorsium adalah pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal dan elektrikal serta lanskap.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] Rayhaneh Jabbari Dihukum Gantung oleh Pemerintah Iran

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 21/01/2016

    Berita

    Raihanah Jabbari …muslimah sunni dihukum mati oleh pengadilan syiah Iran karena membunuh laki2 yang hendak merusak kehormatannya … di pengadilan Hakim bertanya padanya : ” Mengapa engkau membunuh laki2 itu ? ” … Raihanah menjawab : ” karena ia hendak merusak kehormatanku ” … Hakim menjawab : ” saya tidak melihat itu alasan untuk membunuh ” … dengan berani muslimah ini menjawab : ” bagaimana engkau bisa faham … dirimu sendiri tidak memiliki kehormatan itu ” …. rahimakillah …. ya raihanah jabbari …

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang memperlihatkan seorang wanita berhijab yang sedang mengahadapi hukuman mati, menjadi viral pada tanggal 24 Oktober 2014. Wanita itu bernama Rayhaneh Jabbari berusia 26 tahun.

    Rayhaneh dihukum gantung pada Sabtu pagi di sebuah penjara di Teheran, setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang pria yang diduga berupaya melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Kelompok pegiat hak asasi manusia Amnesty mendesak penangguhan hukuman.

    Jabbari ditangkap pada tahun 2007 atas pembunuhan Morteza Abdolali Sarbandi, mantan staf Kementerian Intelijen Iran.

    Vonis hukuman mati itu, menurut Amnesty, diputuskan berdasarkan penyelidikan yang cacat.

    Sebuah kampanye yang menyerukan penghentian eksekusi terhadap Jabari diluncurkan di Facebook dan Twitter bulan lalu dan tampaknya telah menyebabkan eksekusi itu tertunda.

    Namun, disebutkan bahwa pembelaan diri Jabbari di pengadilan tidak terbukti.

    Ibunya, Shole Pakravan, memastikan eksekusi itu dalam sebuah wawancara dengan BBC Persia, dan mengatakan akan ke pemakaman untuk melihat jenazah putrinya.

    Amnesty mengatakan bahwa meski Jabbari mengaku menikam Abdolali Sarbandi sekali dari belakang, dia menduga ada orang lain di rumah itu yang akhirnya membunuh korban.

    Setelah ditangkap, dia ditempatkan di sel isolasi selama dua bulan, di mana dia dilaporkan tidak memiliki akses ke pengacara atau keluarganya.

    Dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pidana di Teheran pada tahun 2009.

    Dikutip dari theguardian.com, Ahmed Shaheed, pelapor hak asasi manusia PBB untuk Iran, mengatakan pada bulan April bahwa pembunuhan tersebut merupakan tindakan pembelaan diri. Sarbandi telah menawarkan untuk menyewa Jabbari untuk mendesain ulang kantornya dan membawanya ke sebuah apartemen di mana dia mencoba melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

    Namun, keluarga Sarbandi bersikeras bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan dan bahwa Jabbari telah mengaku membeli pisau dua hari sebelum pembunuhan tersebut.

    Menurut Jalal Sarbandi, anak sulung korban, Jabbari bersaksi bahwa seorang pria hadir di apartemen tempat ayahnya terbunuh namun dia menolak mengungkapkan identitasnya.

    Dia mengatakan pada bulan April bahwa keluarganya “bahkan tidak akan merenungkan rahmat sampai kebenaran digali”.

    “Hanya ketika niat sebenarnya dia terungkap dan dia mengatakan yang sebenarnya tentang kaki tangannya dan apa yang benar-benar turun akan kami siap untuk memberikan rahmat,” katanya saat itu.

    Permohonan pembelaan diri Jabbari gagal meyakinkan para hakim di berbagai tahap proses banding sampai ke Mahkamah Agung Iran dan dia tetap dipenjara.

    Kesempatan terakhirnya untuk penangguhan hukuman terletak pada pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, namun dia gagal melakukan intervensi.

    Setelah eksekusi dilakukan, kantor kejaksaan Teheran mengeluarkan sebuah pernyataan yang tampaknya ditujukan untuk melawan simpati Jabbari. Dikatakan: “Jabbari telah berulang kali mengaku melakukan pembunuhan berencana, kemudian mencoba mengalihkan kasus ini dari perjalanannya dengan menemukan tuduhan pemerkosaan.

    “Tapi semua usahanya untuk berpura-pura tidak bersalah terbukti salah dalam berbagai tahap penuntutan. Bukti itu tegas. Dia telah memberi tahu teman melalui pesan teks tentang niatnya untuk membunuh. Dipastikan dia telah membeli senjata pembunuh, pisau dapur, dua hari sebelum melakukan pembunuhan. “

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini