• [PENIPUAN] Gibran Umumkan Program Bantuan Modal Usaha

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 21/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “pr0gr4m g1br4n r4k4bum1ng” pada Senin (18/5/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “TANPA DIUNDI-UNDI LAGI DIKARENAKAN SEKARANG LEBIH BANYAK YANG MEMBUTUHKAN DARIPADA YANG KEHIDUPANNYA TERCUKUPI SECARA FINANSIAL DISIAPKAN UANG TUNAI UNTUK TUNJANGAN DANA BANTUAN MODAL USAHA AGAR TERCIPTA LAPANGAN KERJA BARU DEMI KEMAKMURAN BERSAMA KHUSUS UNTUK KALANGAN MENENGAH KE BAWAH BUKAN SUATU KEBETULAN BAGI YANG MENEMUKAN UPLOADAN VIDEO SAYA INI KAMU TERMASUK SALAH SATU ORANG YANG TERBACA DARI SISTEM ALGORITMA FACEBOOK SAYA DAN BERHAK MENERIMA DANA BANTUAN SEGERA AMBIL DENGAN CARA MENGHUBUNGI WHATSAPP SAYA KARENA AKAN SAYA TRANSFER HARI INI KARENA INI BENAR YA KALAU TIDAK PERCAYA KAMU SENDIRI YANG RUGI KARENA INI NYATA ADANYA JANGAN KAMU SAMAKAN DENGAN PROGRAM DI TEMPAT LAIN MUNGKIN ITU SAJA YANG SAYA SAMPAIKAN KALAU ADA KESALAHAN MOHON DIMAAFKAN ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH” 

    Unggahan disertai takarir:

    “BANTUAN RESMI UNTUK MEDIA SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU DAN UNTUK TAMBAHAN USAHA💥 (GIBRAN RAKABUMING RAKA) 🦋YANG MAU DI PROSES CEPAT DARI SAYA CHT WHATSAPP DI BAWAH INI ⤵️⤵️⤵️⤵️NO.WHATSAPP :08136165634”

    Per Kamis (21/5/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 131 tanda suka, menuai 89 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 8 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,5 persen.

    TurnBackHoax lalu memeriksa nomor WA yang tertera pada unggahan akun Facebook “pr0gr4m g1br4n r4k4bum1ng” menggunakan Getcontact. Hasilnya, tidak ada keterangan yang berhubungan dengan Wapres Gibran Rakabuming.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Gibran umumkan program bantuan modal usaha” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,5 persen. Unggahan video berisi klaim “Gibran umumkan program bantuan modal usaha” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Undian Berhadiah Bank BNI 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 21/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Rejeki wondr” pada Minggu (17/5/2026) membagikan foto [arsip] disertai takarir:

    𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐔𝐧𝐝𝐢𝐚𝐧 Gebyar Bank BNI...

    𝐃𝐢 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 2026 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 𝐍𝐲𝐚

    𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚 wondr by bni Mobile Banking

    𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐢𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬...

    𝐀𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐊𝐮𝐩𝐨𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚 𝐃𝐚𝐧 𝐑𝐚𝐢𝐡

    𝐊𝐞𝐦𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐃𝐢 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 2026

    :𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐞𝐫𝐬𝐞𝐝𝐢𝐚:. 20 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐀𝐥𝐩𝐡𝐚𝐫𝐝. 25 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐂𝐑.𝐕 𝐓𝐫𝐛. 30 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐅𝐨𝐫𝐭𝐮𝐧𝐞𝐫. 20 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝐗𝐩𝐚𝐧𝐝𝐞𝐫. 30 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐭𝐨𝐫 𝐍𝐦𝐚𝐱. 30 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐌𝐨𝐭𝐨𝐫 𝐒𝐜𝐨𝐨𝐩𝐲. 50 𝐔𝐧𝐢𝐭 𝐒𝐦𝐚𝐫𝐭𝐩𝐡𝐨𝐧𝐞 𝐏𝐫𝐨𝐦𝐚𝐱 15. 25 𝐄𝐦𝐚𝐬 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 & 𝐋𝐨𝐠𝐚𝐦 𝐌𝐮𝐥𝐢𝐚. 50 𝐏𝐚𝐤𝐞𝐭 𝐔𝐦𝐫𝐨𝐡 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬

    Untuk Melanjutkan Pendaftaran Silahkan ( 𝐊𝐥𝐢𝐤 𝐓𝐨𝐦𝐛𝐨𝐥 𝐃𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 ) Di Bawah ini

    Untuk pendaftaran nya tidak di pungut biaya atou pajak Geratis

    Per Kamis (21/5/2026) konten tersebut telah mendapat 2 tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri akun Facebook “Rejeki wondr”  yang menyebarkan informasi tersebut. Diketahui, akun itu bukan merupakan akun resmi Bank BNI. Adapun akun Facebook resmi milik Bank BNI menggunakan nama “BNI”, memiliki jumlah pengikut signifikan dan memuat informasi jelas terkait lokasi kantor maupun layanan resmi.

    TurnBackHoax lalu memeriksa laman bni.co.id dan akun Instagram “bni46” milik Bank BNI. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa Bank BNI memang menyelenggarakan program undian berhadiah bagi nasabah untuk periode undian Agustus 2026 dan Mei 2027. Namun, hadiah yang ditawarkan dalam program resmi berbeda dengan klaim yang beredar. Tidak terdapat hadiah berupa smartphone dan paket umrah seperti yang disebutkan dalam unggahan.

    Selain itu, mekanisme mengikuti undian dalam unggahan tersebut juga tidak sesuai. Berdasarkan informasi resmi, partisipasi program undian dilakukan melalui aplikasi wondr milik Bank BNI, bukan melalui Facebook, tautan eksternal, atau pesan berantai.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai undian berhadiah Bank BNI yang beredar melalui akun Facebook tersebut adalah tidak benar. Jadi unggahan foto berisi klaim “undian berhadiah Bank BNI 2026” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Padat Karya Reguler 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan padat karya reguler 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 17 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "PEMBUKAAN BANTUAN PADAT KARYA REGULER 2026
    GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA
    Contoh kegiatan padat karya:
    1 Jalan rabat beton
    2 jalan menggunakan paving blok
    3 tanggul penahan tanah
    4 saluran air di sekitar pemukiman warga
    5 pengerjaan jalan
    6 irigasi tersier untuk persawahan
    Daftar dilaman:https://pendaftaran-zeta.vercel.app/"
    Unggahan disertai menu daftar. Saat menu daftar diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama dan nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan padat karya reguler 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan padat karya reguler 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui akun Instagramnya yakni @dit.binapkk.
    Dalam unggahan disampaikan mengenai bantuan pemerintah program pembinaan ketenagakerjaan bidang padat karya tahun 2026. Pendaftaran melalui bizhub.kemnaker.go.id dan pembukaan pada 30 April 2026 sampai 16 Mei 2026.
    Pendaftaran gratis tanpa dipungut biaya. 
    "Program ini bertujuan mendukung penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan lingkungan secara partisipatif," demikian tulis Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja di akun Instagram, 30 April 2026.
    Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker kemudian memperpanjang masa pendaftaran bantuan padat karya reguler menjadi 17 Mei 2026 - 24 Mei 2026.
    Pendaftaran di laman: bizhub.kemnaker.go.id
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan padat karya reguler 2026 yang beredar di Facebook, tidak benar atau hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Video Gibran Umumkan Bantuan Modal Usaha

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bantuan dari pemerintah untuk modal usaha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Tanpa diundi lagi dikarenakan sekarang lebih banyak yang membutuhkan daripada yang kehidupannya tercukupi secara finansial. Disiapkan uang tunai untuk tunjangan dana bantuan modal usaha agar tercipta lapangan kerja baru demi kemakmuran bersama.
    Khusus untuk kalangan menengah ke bawah bukan suatu kebetulan bagi yang menemukan ulpload video saya ini kamu termasuk salah satu orang yang terbaca dari sistem algoritma facebook saya dan berhak menerima dana bantuan, segera ambil dengan cara menghubungi whatsaap saya, karena akan langsung transfer hari ini karena ini bener ya
    kalau tidak percaya, kamu sendiri yang rugi karena ini nyata adanya jangan kamu samakan dengan program di tempat lain. mungkin itu saja yang saya sampaikan, kalau ada kesalahan semoga dimaafkan"
    Unggahan menyertakan caption:
    "BANTUAN RESMI UNTUK MEDIA SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU DAN UNTUK TAMBAHAN USAHA ( GIBRAN RAKABUMING RAKA )"
    Terdapat menu kirim pesan dalam unggahan tersebut.
    Lalu benarkah klaim video Gibran mengumumkan bantuan untuk modal usaha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Gibran mengumumkan bantuan untuk modal usaha. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
    Analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 3,7 persen buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 98 persen dihasilkan oleh AI. Sebanyak 0,5 persen video merupakan deepfake. 
    Sementara itu, penelusuran dengan menggunakan google image ditemukan bahwa video klaim identik dengan kegiatan Wapres Gibran saat mengucapkan ulang tahun ke-20 Badan Keamanan Laut (Bakamla).
    Video diunggah akun Instagram Bakamla yakni @bakamla_ri pada 7 Januari 2026.
    Berikut isinya:
    "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-20 kepada seluruh keluarga besar Badan Keamanan Laut Republik Indonesia di manapun bertugas.
    Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh jajaran Bakamla yang telah melaksanakan tugas secara profesional dalam menjaga keamanan laut Indonesia. Di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jalur perdagangan global strategis tentu memiliki tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.
    Oleh sebab itu untuk menjaga kedaulatan dan masa depan ekonomi biru Indonesia Bakamla harus makin adaptif dan responsif terhadap kemajuan teknologi terkini. Dirgahayu Bakamla, jadilah penjaga laut nusantara."
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Gibran mengumumkan bantuan untuk modal usaha, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini