• Hoaks! Indonesia resmi hentikan impor BBM

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa pemerintah Indonesia secara diam-diam akan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM), termasuk dari Singapura.

    Unggahan tersebut juga menyebut bahwa kebijakan tersebut berdampak pada negara lain dan disertai klaim bahwa Indonesia memutus total impor BBM dari Singapura.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Singapura kena pecat! RI stop total impor BBM dari Negeri Singa

    Indonesia hentikan impor BBM dari Singapura”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Indonesia resmi menghentikan impor BBM?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa pemerintah Indonesia menghentikan impor BBM secara total.

    Dilansir dari ANTARA, pemerintah justru memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap dalam kondisi aman di tengah dinamika global.

    Selain itu, video dalam unggahan tersebut diketahui merupakan rekaman saat Presiden Prabowo menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington DC pada Februari 2026.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam video tersebut, Presiden Prabowo membahas dukungan Indonesia terhadap upaya perdamaian di Gaza dan tidak menyinggung kebijakan penghentian impor BBM.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut pemerintah Indonesia menghentikan impor BBM sepenuhnya merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Pemerintah hentikan impor BBM

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Raja Salman berikan BLT Rp13 T pada masyarakat Indonesia di bulan Ramadhan

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Raja Salman memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat dengan nilai besar pada bulan Ramadan.

    Unggahan tersebut menampilkan foto Raja Salman yang disebut sedang mengunjungi pasien di rumah sakit sambil memberikan bantuan kepada masyarakat.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Raja Salman bagi BLT Rp13 T di Ramadhan, 1 keluarga dapat Rp4,5 juta”

    Namun, benarkah Raja Salman memberikan Rp13 triliun pada rakyat Indonesia di bulan Ramadan?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Raja Salman membagikan bantuan BLT sebesar Rp13 triliun kepada masyarakat.

    Foto yang beredar dalam unggahan tersebut juga diketahui berasal dari konteks berbeda.

    Salah satu foto identik dengan pemberitaan CNBC Indonesia pada 2021, sementara foto lainnya berkaitan dengan kegiatan sosial di Universitas Surabaya (Ubaya) pada 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang diberikan berupa hidangan berbuka puasa, kurma, serta Al-Qur’an, bukan bantuan uang dalam jumlah besar seperti yang diklaim.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Raja Salman membagikan BLT hingga Rp13 triliun pada bulan Ramadan merupakan informasi yang tidak berdasar.

    Klaim: Raja Salman berikan BLT Rp13 T pada masyarakat Indonesia di bulan Ramadhan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Donald Trump letakkan karangan bunga di peti jenazah Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meletakkan karangan bunga di peti jenazah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Unggahan tersebut disertai foto yang diklaim menunjukkan Trump menghadiri prosesi pemakaman Netanyahu secara diam-diam dan memberikan penghormatan terakhir.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Trump menghadiri pemakaman nitanyahu secara diam-diam”

    Namun, benarkah Donald Trump menghadiri pemakaman Benjamin Netanyahu?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan laporan dari media kredibel maupun pernyataan resmi yang menyebut bahwa Benjamin Netanyahu meninggal dunia atau bahwa Donald Trump menghadiri pemakamannya.

    Pemeriksaan menggunakan alat AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai hasil kecerdasan buatan (AI).



    Selain itu, informasi terkini menunjukkan bahwa Benjamin Netanyahu masih menjalankan kegiatannya dan bahkan membagikan aktivitasnya di media sosial.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Donald Trump menghadiri pemakaman Benjamin Netanyahu dan meletakkan karangan bunga di peti jenazahnya merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Donald Trump letakkan karangan bunga di peti jenazah Netanyahu

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH Bahlil Dorong PLN Naikkan Harga Token Listrik

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Akun X “elsaday__ ” pada Rabu (18/3/2026) mengunggah gambar [arsip] dengan narasi:

    “Woi Bahlul bin etanol, PLN itu rugi karena malingnya (Koruptor) banyak bukan karena rakyat!!!

    Bahlil Dorong PLN Naikan Harga Token Listrik Agar Rakyat Belajar Hemat Dan Hindari Rugi Bagi Negara”

    Per Selasa (31/3/2026) unggahan tersebut sudah ditonton 527 ribu kali, disukai 13 ribu kali, dibagikan 6 ribu kali dan menuai 3 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan fitur pencarian di situs turnbackhoax.id. Hasilnya ditemukan artikel yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya pada 2026, yang artinya unggahan ini termasuk HDU/HLBK (Hoaks Daur Ulang/Hoaks Lama Bersemi Kembali.


    Dilansir dari artikel medcom.id berjudul “Pemerintah Jaga Daya Beli, Harga Token Listrik tak Berubah” yang tayang Senin (29/12/2025), dilaporkan bahwa tidak ada kenaikan harga listrik hingga akhir tahun 2025, baik untuk prabayar maupun pascabayar.


    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci “Tarif Listrik Januari 2026”. Penelusuran teratas mengarah ke artikel web.pln.co.id yang dimuat Kamis (1/1/2026) berjudul “Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Naik, PLN Tegaskan Dukungan dan Komitmen Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan”.


    Dilansir dari artikel tersebut, PLN (Persero) mendukung penuh keputusan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menetapkan tarif listrik pada Triwulan I (Januari–Maret) 2026 tidak mengalami kenaikan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan  informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil dorong PLN naikkan harga token listrik”.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan berisi narasi “Bahlil dorong PLN naikkan harga token listrik” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini