Cek Fakta: Tidak Benar Video Mahfud Md Mengumumkan Bantuan Modal Usaha
Sumber:Tanggal publish: 31/03/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 10 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Berbagi bantuan sosial untuk masyarakat Indonesiađ, INFO LEBIH LANJUT KLIK PESAN DI BAWAHâŹïž #bantuansosial"
Pada klaim video, Mahfud Md memberi pernyataan sebagai berikut:
"Tanpa diundi undi lagi, dikarenakan sekarang lebih banyak yang membutuhkan daripada yang kehidupannya tercukupi secara finasial. Disiapkan uang tunai untuk tunjangan dana bantuan modal usaha agar tercipta lapangan kerja baru demi kemakmuran bersama.
Khusus untuk kalangan menengah ke bawah, bukan suatu kebetulan bagi yang menemukan upload-an video saya ini. Kamu termasuk salah satu orang yang terbaca dari sistem algoritma Facebook saya dan berhak menerima dana bantuan.
Segera ambil dengan cara menguhubungi whatsApp saya, karena akan langsung saya transfer hari ini bukan hoaks ya. Kalau tidak percaya kamu sendiri yang rugi, karena ini nyata adanya, jangan kamu samakan dengan program di tempat lain
Mungkin itu saja yang saya sampaikan, kalau ada kesalahan mohon dimaafkan, assalamualaikum warahmatullahhi wabarokatuh"
Terdapat menu kirim pesan dalam postingan tersebut.Â
Lalu benarkah klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha. Penelusuran dengan menggunakan google image ditemukan klaim identik dengan kegiatan Mahfud Md sewaktu menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada November 2021.
Saat itu Mahfud Md membuat pernyataan melalui akun Youtube Kemenko Polkam RI pada 20 November 2021 terkait dengan penangkapan terduga teroris yang merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam pernyataannya, Mahfud mengaku terkejut dengan penangkapan teroris yang merupakan anggota MUI. Namun demikian, wacana pembubaran MUI karena ada anggota yang terlibat terorisme dinilai berlebihan.Â
MUI, kata Mahfud, memiliki fungsi-fungsi yang melekat kepada negara yang tidak bisa dibubarkan begitu saja.
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 1,4 persen merupakan buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 99,2 persen dihasilkan oleh AI.
Â
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha, tidak benar.
Rujukan
Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BLT UMKM dengan Batas Akhir 1 April 2026
Sumber:Tanggal publish: 31/03/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 26 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Kabar gembira buat yang belum dapat Bantuan BLT UMKM Yakni bantuan terhadap seluruh UMKM dengan nominal sebesar Rp.5.000.000
"Daftar sekarang jangan sampai ketinggalan"
Postingan turut menyertakan poster, berikut isinya:
"KEMENTERIAN UMKM
BLT UMKM 2026
Bantuan Rp5 Juta untuk Pelaku Usaha Mikro
Daftar Sekarang Sebelum Ketinggalan
Batas Akhir: 1 April 2026"
Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran BLT UMKMÂ sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akun Instagram resminya @kementerianumkm.
Dalam unggahan ini dijelaskan bahwa informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan 5 Juta untuk semua pelaku UMKM yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
"Unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan," tulis Kementerian UMKM yang dikutip pada Selasa (31/3/2026).
Kementerian UMKM tegas menyatakan bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah.
Kementerian UMKM menyampaikan modus yang sering digunakan pelaku yakni meminta masyarakat untuk mengisi data pribadi melalui formulir/link tidak resmi dan menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.
"Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id," demikian tulis Kementerian UMKM.
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5 juta dengan batas akhir 1 April 2026, tidak benar dan merupakan hoaks.
Rujukan
[SALAH] Video "Perdana Menteri Israel Dimasukkan ke Ambulans"
Sumber: InstagramTanggal publish: 31/03/2026
Berita
Akun Instagram âinfo.palestina99â pada Sabtu, (14/03/2026) mengunggah video [arsip] menunjukkan. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
PERINGATAN PENTING: REKAMAN EKSKLUSIF PERDANA MENTERI ISRAEL YANG DITUTUPI SEPRAI PUTIH SAAT DIMASUKKAN KE DALAM AMBULANS.
Alhamdulillah đ„đ„đ„đ„
#IranWarâ #FreePalestine
Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 2.900 kali, 15 interaksi komentar, dan 118 disukai.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa melalui fitur Google Search Image. Dari hasil penelusuran, video tersebut identik dengan unggahan akun X @drhossamsamy65 yang diunggah pada 13 Maret 2026.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa rekaman diambil setelah serangan bom Israel menghantam tenda pengungsian di Beirut, Lebanon. Berdasarkan laporan Al Jazeera pada 12 Maret 2026, serangan âdouble tapâ memang terjadi di kawasan pesisir Ramlet al-Baida, Beirut, yang saat itu menjadi lokasi penampungan ratusan warga Lebanon yang mengungsi akibat meningkatnya konflik antara Israel dan Iran.
Beredar pula rumor yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia. Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti yang valid. Justru, Netanyahu masih terlihat aktif dalam berbagai kegiatan resmi yang dilaporkan oleh media internasional dan akun Instagram resminya b.netanyahu yang sudah terverifikasi.
Selain itu, Benjamin Netanyahu juga membantah rumor bahwa dirinya telah meninggal dunia. Klarifikasi ini muncul setelah konferensinya pada Jumat, 13 Maret 2026 sempat memicu isu keliru bahwa ia memiliki enam jari. Dalam video tersebut, Netanyahu tampak dalam kondisi baik dan menunjukkan tangannya dengan lima jari untuk menegaskan bahwa klaim yang beredar tidak benar.
Selain itu, hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari otoritas resmi Israel mengenai adanya gangguan kesehatan serius atau insiden yang mengharuskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dibawa menggunakan ambulans.
Kesimpulan
Rujukan
[SALAH] Natalius Pigai: Kasus Penyiraman Air Keras Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Saya
Sumber: FacebookTanggal publish: 31/03/2026
Berita
Akun Facebook âNext Timesâ pada Senin, (16/03/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan bahwa dalam kasus penyiraman air keras pada Andrie Yunus, tidak ada sangkut pautnya dengan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
Pigai menjelaskan "Masyarakat harus bisa membedakan Mana Kriminal dan mana yang HAM.
Kriminal adalah tindakan kejahatan baik direncanakan maupun tidak di rencanakan, sedangkan
HAM adalah ketetapan manusia akan hak2 untuk hidup dan bebas berpendapat.
Jadi kasus penyiraman Air keras tidak ada sangkut pautnya denga saya "Ungkap Pigai
Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari 10 ribu komentar, 19 ribu reaksi, dan 900 dibagikan ulang.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi tersebut melalui pencarian Google. Hasilnya, ditemukan video yang dimuat di laman Kompas.com yang menampilkan pernyataan Natalius Pigai terkait kasus penyiraman air keras. Dalam keterangannya, Pigai justru mengecam tindakan tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan semacam itu merupakan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.
Pernyataan tersebut berbeda dengan narasi yang beredar di media sosial yang mengklaim Pigai mengatakan kasus tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Tidak ditemukan kutipan resmi maupun rekaman pernyataan yang mendukung klaim tersebut, sehingga isi pernyataan yang beredar terindikasi telah dipelintir atau dibuat-buat.
Sebagai konteks, kasus penyiraman air keras pernah menimpa Andre Yunus, seorang aktivis antikorupsi yang diserang oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut menuai perhatian luas publik dan dikecam oleh berbagai pihak karena dianggap sebagai bentuk kekerasan serius yang melanggar hak asasi manusia.

