• Cek fakta, laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) karena tidak memiliki rahim atau serviks.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa vaksin HPV hanya dibutuhkan perempuan untuk mencegah kanker serviks, sehingga laki-laki dianggap tidak perlu divaksin.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Tapi pada akhir-akhir ini, kira-kira 1 dekade ini, penelitian berlanjut pada laki-laki. Nah laki-laki kan nggak punya serviks, laki-laki kan enggak punya rahim. Kenapa disamakan? Kenapa disuntik?”

    Namun, benarkah laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari otoritas kesehatan maupun media kredibel yang mendukung klaim tersebut.

    Justru, Prof. Hartono Gunardi dari Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia, dilansir dari ANTARA, menegaskan bahwa vaksin HPV penting diberikan kepada laki-laki maupun perempuan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV.

    Ia juga menegaskan virus HPV dapat menginfeksi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dan dapat menular melalui kontak kulit maupun selaput lendir.

    Pada laki-laki, infeksi HPV juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker tenggorokan, anus, hingga kanker penis.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Oleh karena itu, vaksinasi HPV tidak hanya bertujuan melindungi perempuan dari kanker serviks, tetapi juga melindungi laki-laki dari risiko infeksi dan penularan virus tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Prabowo kerahkan alutsista untuk serang Malaysia

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial YouTube mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) setelah Malaysia dan Singapura disebut mengancam kedaulatan Indonesia.

    Unggahan tersebut menampilkan potongan video dan narasi yang menggambarkan seolah-olah terjadi konflik di perbatasan Selat Malaka, serta menyebut Prabowo akan menurunkan jet tempur dan kapal perang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “MALAYSIA BERANI LANGGAR BATAS WILAYAH PICU AMARAH INDONESIA

    PECAHNYA KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DI PERBATASAN SELAT MALAKA”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Prabowo kerahkan alutsista?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengerahkan alutsista akibat ancaman dari Malaysia dan Singapura.

    Faktanya, video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan potongan dari peristiwa lain yang tidak berkaitan. Cuplikan yang menampilkan Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, berasal dari konferensi pers dalam rangka KTT ASEAN ini yang diunggah pada 25 Oktober 2025.

    Sementara itu, video lainnya terkait Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, berasal dari pertemuan darurat Menteri Luar Negeri ASEAN terkait situasi di Timur Tengah pada 13 Maret 2026. Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Kedua pernyataan tersebut tidak membahas ancaman terhadap kedaulatan Indonesia.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo mengerahkan alutsista karena ancaman dari Malaysia dan Singapura merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Prabowo kerahkan alutsista karena Malaysia dan Singapura ancam kedaulatan RI

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Megawati sebut guru honorer "sampah negara"

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara”.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa jika ingin melihat “sampah negara”, maka lihatlah guru honorer.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara”

    Namun, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Megawati Soekarnoputri pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut serupa dengan unggahan Instagram Puan Maharani ini dan tidak berkaitan dengan narasi yang beredar.

    Foto tersebut merupakan dokumentasi saat Megawati menerima gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara” adalah informasi yang tidak berdasar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Megawati sebut guru honorer “sampah negara”

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Threads menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menteri Agama kecewa masyarakat tak mendukung kumpulkan dana 1000 Triliun

    Jika tak percaya dengan ahli agama itu sama saja tak percaya dengan danya pahala dan akhirat”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Menteri Agama kecewa masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

    Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini