• Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.

    Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.

    Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.

    Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto "Dua Kapal Tanker Rusia Hancur Akibat Rudal Iran di Laut Persia"

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Akun X “DeHoutman_iQ” pada Rabu (4/3/2026) mengunggah foto [arsip] dengan narasi:

    “Dua kapal tanker Rusia di laut Persia hancur kena serangan rudal Iran. Perang ini benar benar membuat Iran putus asa, makanya nembak roket secara amburadul.”

    Per Senin (16/3/2026) gambar itu dilihat 46 ribu, disukai 324, dibagikan ulang 59 kali dan menuai 201 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Dua kapal tanker Rusia hancur akibat rudal Iran di Laut Persia” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan sumber informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.


    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim lebih lanjut dengan memasukkan gambar tersebut ke Google Lens. Hasilnya ditemukan gambar serupa pada artikel milik en.highnorthnews.com dengan judul “Russian Arctic LNG Tanker Attacked in The Mediterranean Raises Concerns” yang tayang pada Senin (9/3/2026).


    Konteks asli foto merupakan kapal pengangkut LNG Arctic Metagaz di Laut Mediterania terbakar setelah diduga diserang oleh Ukraina pada tanggal 3 Maret 2026.


    Kesimpulan

    Faktanya, konteks asli foto kapal pengangkut LNG Arctic Metagaz di Laut Mediterania terbakar setelah diduga diserang oleh Ukraina pada Selasa (3/3/2026). Unggahan video berisi narasi “IDua kapal tanker Rusia hancur akibat rudal Iran di Laut Persia” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
    "Mudik makin tenang bersama Mudik Gratis Pertamina 2026! 🎉
    Program ini dibuka untuk 34 Provinsi di Indonesia 🇮🇩
    ✨ Kuota terbatas
    ✨ Perjalanan nyaman
    ✨ Kesempatan pulang kampung gratis
    ⏳ Segera daftar sebelum kehabisan!
    Link pendaftaran ada di BIO."
    Dalam unggahan klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, terdapat menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftarkaansegerakappal.netlify.app/?fbclid=IwY2xjawQkXLRleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETE2bEI0aGw1RW1seHl6bExwc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgjWljqoC_b29P8Opkymn7zIZYD420Q_Ypd12NxhgqDagm5Ick8VaxdGDLHU_aem_g8TkCnZYaoxa2CgN7YsnbQ"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital, yang meminta sejumlah data pribadi yaitu nama, provinsi dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Mudik Pertamina 2026, Simak Cara Daftarnya untuk Hindari Penipuan" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 3 Maret 2026.
    Situs Liputan6.com menyebutkan, pendaftaran untuk program mudik pertamina 2026 ini telah dibuka secara daring mulai Selasa, 3 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, melalui situs resmi https://mudikpertamina2026.com/. 
    Terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi. Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftar satu kali dan tidak diperkenankan mengikuti program mudik BUMN lainnya. Peserta wajib menggunakan data identitas resmi yang masih berlaku seperti NIK/KTP/KIA, dan maksimal lima orang dalam satu kelompok pendaftaran. Anak usia di atas 3 tahun juga wajib didaftarkan sebagai penumpang dan mendapatkan kursi sendiri.
    Data peserta akan diverifikasi melalui sistem validasi NIK, oleh karena itu penting untuk mengisi data dengan benar. Setelah pendaftaran, e-ticket akan dikirimkan melalui WhatsApp jika data telah diverifikasi, dan e-ticket ini harus disimpan serta diperlihatkan saat registrasi ulang. Peserta yang lolos harus melakukan registrasi ulang pada hari keberangkatan di lokasi yang ditentukan, karena peserta yang tidak hadir akan dianggap mengundurkan diri.
     
    Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6290119/mudik-pertamina-2026-simak-cara-daftarnya-untuk-hindari-penipuan
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026 tidak benar.
    Pendaftaran untuk program mudik pertamina 2026 ini telah dibuka secara daring mulai Selasa, 3 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, melalui situs resmi https://mudikpertamina2026.com/.
     
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Purbaya Sebut Kepala Desa Pakai Dana Desa untuk Foya-Foya

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Akun TikTok “farel.12728” pada Rabu (25/2/2026) mengunggah video [arsip] yang menunjukkan Menkeu Purbaya memberikan pernyataan berikut:

    “Dana desa cuman bikin foya-foya kepala desa. Sepertinya sejak dana desa dihapuskan, kadesnya yang paling menderita. Sejak ada dana desa, kadesnya jadi kaya-kaya, sawah tanah dimana-mana. Lebih baik dana desa dialokasikan buat infrastruktur di pedalaman karena selama ini dana desa banyak disalahgunakan. Selain itu, manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana desa, tidak mengerti tujuan dan manfaatnya dana desa bukan?”.

    Pengunggah juga menambahkan narasi berikut:

    “PAK PURBAYA TIDAK TERIMA DANA DESA DI SALAH GUNAKAN SE ENAK NYA”.

    Hingga Senin (16/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 29 akun.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis video tersebut dengan Deepfake Video Detection. Hasilnya menunjukkan probabilitas kepalsuan 87%.

    TurnBackHoax kemudian mencari konteks asli topik pidato Menkeu Purbaya tersebut dengan Google Lens. Hasilnya, terdapat beberapa artikel berita yang membahas tentang pidato Purbaya dengan visual yang sama seperti unggahan “farel.12728”, yakni:

    • inews.id “Purbaya Pastikan Dana TKD Aceh Tak Dipotong, Percepat Pemulihan Pascabencana” yang tayang Sabtu (10/1/2026), dan

    • kompas.com “Purbaya Pastikan TKD Aceh Tak Dipangkas, Siap Tambah Rp 1,63 Triliun” tayang pada Rabu (31/12/2025).

    Kesimpulan

    Video merupakan hasil manipulasi AI dan konteks asli dari pidato Menkeu Purbaya tersebut adalah dana TKD Aceh 2026. Jadi, unggahan “Purbaya sebut kepala desa pakai dana desa untuk foya-foya” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini