• Keliru, Kabar PM Israel Benjamin Netanyahu Telah Tewas

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Instagram, unggahan mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah tewas. Pengunggah menyebutkan beberapa staf Netanyahu juga tewas akibat serangan presisi dari Iran, informasi tersebut diklaim berasal dari IRGC dan masih bersifat sementara, menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak IRGC dan Israel.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram bernama “iran_core_2026_official” (arsip) pada Rabu (04/03/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar Netanyahu mengenakan jas dengan tulisan Primer Minister’s Office - Israel dan ditambahkan narasi “Die!”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ‘dikabarkan’ Telah Tewas‼️ Sumber dari IRGC menyebutkan Netanyahu dan beberapa stafnya mati akibat serangan presisi dari IRAN❗️Informasi bersifat sementara dan masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak IRGC dan pihak Israel” Begitu keterangan dalam unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (06/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9,9 ribu likes, dan 1,8 ribu komentar. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi percaya masyarakat terhadap informasi tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “iran_core_2026_official” ini (arsip), dengan keterangan “fix t3was” dan ditemukan tanggapan informasi tersebut pada akun “iannaga443” yang mengatakan bahwa tidak peduli Netanyahu mati hal itu bukan urusan masyarakat.

    Lantas, benarkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tewas?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Netanyahu Konfirmasi Calonkan Diri Jadi PM di Pemilu Israel 2026

    Periksa Fakta Benjamin Netanyahu Tewas. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Netanyahu telah tewas.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Netanyahu Tewas” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman Tempo, pada 3 Maret 2026 tersebar konten yang mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas karena serangan balasan di Iran.

    Konten-konten tersebut menyertakan foto Netanyahu yang tewas di tengah reruntuhan bangunan. Foto-foto tersebut terbukti produk akal imitasi (AI), karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih beraktivitas dan tidak ada konfirmasi terkait kematian PM Israel tersebut.

    Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas Kena Rudal Garda Revolusi?” menulis bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) memang mengklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv pada Senin (2/3/2026). IRGC menyebut bahwa serangan ini tak hanya menargetkan kantor Netanyahu, tetapi juga markas besar komandan angkatan udara Israel serta pusat keamanan dan militer di Haifa.

    "Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas besar komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran," begitu keterangan IRCG, sebagaimana dikutip media terafiliasi pemerintah Iran, Fars.

    IRGC menyebut bahwa mereka telah menggunakan rudal jarak jauh tipe Kheibar dalam serangan tersebut. Kheibar merupakan rudal berbahan bakar padat dengan panjang sekitar 11,4 meter. IRGC juga mengklaim bahwa sasaran target serangan itu "terkena dampak parah". Mereka juga menyebut bahwa nasib Benjamin Netanyahu tidak diketahui secara pasti.

    Sebagai informasi, IRGC merupakan singkatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Korps Garda Revolusi Islam. Kelompok ini adalah cabang angkatan bersenjata Iran yang paling kuat dan independen dari angkatan darat reguler Iran. Kelompok yang hanya bertanggung jawab kepada Kantor Pemimpin Tertinggi ini dibentuk pasca-Revolusi 1979 untuk melindungi sistem republik Islam Iran. IRGC juga terpisah dari militer reguler.

    Beberapa jam setelah pengumuman IRGC terkait serangan ke kantor PM Israel, Benjamin Netanyahu tampil di muka publik. Menukil India Today sebagaimana dilansir dari artikel Tirto, Netanyahu muncul di lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh.

    Di lokasi penyerangan itu, Netanyahu menyebut bahwa serangan AS-Israel ke Iran adalah upaya untuk menghilangkan ancaman eksistensial. Ia juga mengatakan Iran telah menembaki warga sipil, sementara pihaknya membela warga sipil.

    Sementara itu, dikutip dari Xinhua, kantor Netanyahu di Tel Aviv dilaporkan baik-baik saja pada Senin. Pengamatan lapangan yang dilakukan media Cina itu menyebut tak ada tanda-tanda serangan di kantor tersebut.

    Pihak kantor PM Israel belum memberikan komentar terkait hal ini, namun sejumlah analis menilai bahwa keabsahan kabar penyerangan kantor PM Israel perlu dipertanyakan. Amit Segal, analis untuk Channel 12 News Israel, menilai bahwa kabar tersebut adalah palsu.

    Menurut Palang Merah Iran, setidaknya 555 orang Iran tewas akibat serangan AS-Israel. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim kematian tiga prajurit AS. Israel di sisi lain, telah mengkonfirmasi setidaknya 10 orang tewas dan ratusan lain terluka.

    Dalam rilis Kompas, Kantor Perdana Menteri Israel membantah tegas klaim yang menyebut adanya serangan udara dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kantor Benjamin Netanyahu. Pihak Netanyahu bahkan menyebut kabar tersebut sebagai berita bohong, tidak ada laporan dampak rudal di Yerusalem dan kantor perdana menteri dilaporkan tetap utuh.

    Dengan demikian klaim yang menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas adalah tidak benar, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:PM Israel Netanyahu: Tidak Bakal Ada Negara Palestina!

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan presisi dari Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Amit Segal, analis untuk Channel 12 News Israel, sebagaimana dirilis dari Tirto menilai bahwa kabar penyerangan kantor PM Israel adalah palsu. Kantor Perdana Menteri Israel membantah klaim adanya serangan udara dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kantor Benjamin Netanyahu. Tidak ada laporan dampak rudal di Yerusalem dan kantor perdana menteri dilaporkan tetap utuh.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar Terjadi Kelangkaan BBM di Aceh

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/03/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan, beredar klaim berantai yang menyebutkan bahwa terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh. Banyak video yang beredar menunjukkan, warga Aceh berbondong-bondong memborong BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    ADVERTISEMENT

    Salah satu klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Rahayu Ksp” (arsip) pada Kamis, 5 Maret 2026. Unggahan itu menyebutkan bahwa di Aceh kelangkaan BBM mulai terlihat. “Kelangkaan minyak BBM sudah nampak di aceh Mudah mudahan cepat datang minyak lagi #fbpro #fyp #bbm”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pengunggah melampirkan video keramaian di sebuah SPBU di Aceh, dengan narasi “Minyak udah langka di aceh woiii”.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (06/03/2026), unggahan tersebut telah dilihat lebih dari dua ribu kali dan mendapatkan 12 komentar. Dari amatan Tirto, terlihat netizen di kolom komentar mempercayai klaim tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim?

    Baca juga:Bahlil Jelaskan Soal Stok BBM Indonesia Cuma 21 Hari

    ADVERTISEMENT

    Periska fakta BBM Langka di Aceh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar di Google Image menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya, Tirto menemukan unggahan oleh Antara Megapolitan di X pada 5 Maret 2026, yang memverifikasi bahwa benar telah terjadi pembelian BBM secara masif oleh masyarakat Aceh.

    Tirto juga menemukan unggahan di Instagram oleh akun bernama nationbooks.id, yang memberikan keterangan bahwa peristiwa tersebut terjadi di SPBU Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pada 4 Maret 2026, setelah muncul kekhawatiran soal minimnya ketersediaan stok BBM.

    “Ratusan warga tampak memadati area SPBU dengan membawa jeriken untuk mendapatkan BBM di tengah antrean panjang kendaraan. Antrean sepeda motor maupun mobil bahkan mengular hingga ratusan meter dari pintu masuk SPBU hingga ke badan jalan,” tulis pengunggah.

    Tirto lantas melakukan verifikasi klaim kelangkaan BBM ke pihak Pertamina. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan klarifikasi terkait klaim tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    “Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya melalui pesan teks WhatsApp.

    Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Aceh, sebagaimana dirujuk dari Mitra Riau mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam membeli BBM, hanya sesuai kebutuhan harian. “Mari bersama-sama kita menjaga stabilitas dan kondisi yang kondusif serta tertib di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Polri bekerjasama dengan Pertamina secara intensif melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses distribusi BBM. Langkah ini ditempuh untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi sehingga masyarakat dapat merasa nyaman dan aman mendapatkan pasokan energi penting tersebut.

    Baca juga:Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut bahwa terjadi kelangkaan BBM di wilayah Aceh adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dari hasil verifikasi, memang benar telah terjadi pembelian BBM secara masif oleh warga Kabupaten Aceh Tengah mengikuti hoaks yang beredar. Pihak Pertamina sendiri membantah klaim tersebut, mereka menyebut stok BBM wilayah Aceh dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar Terjadi Kelangkaan BBM di Aceh

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/03/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan, beredar klaim berantai yang menyebutkan bahwa terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh. Banyak video yang beredar menunjukkan, warga Aceh berbondong-bondong memborong BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    ADVERTISEMENT

    Salah satu klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Rahayu Ksp” (arsip) pada Kamis, 5 Maret 2026. Unggahan itu menyebutkan bahwa di Aceh kelangkaan BBM mulai terlihat. “Kelangkaan minyak BBM sudah nampak di aceh Mudah mudahan cepat datang minyak lagi #fbpro #fyp #bbm”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pengunggah melampirkan video keramaian di sebuah SPBU di Aceh, dengan narasi “Minyak udah langka di aceh woiii”.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (06/03/2026), unggahan tersebut telah dilihat lebih dari dua ribu kali dan mendapatkan 12 komentar. Dari amatan Tirto, terlihat netizen di kolom komentar mempercayai klaim tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim?

    Baca juga:Bahlil Jelaskan Soal Stok BBM Indonesia Cuma 21 Hari

    ADVERTISEMENT

    Periska fakta BBM Langka di Aceh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar di Google Image menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya, Tirto menemukan unggahan oleh Antara Megapolitan di X pada 5 Maret 2026, yang memverifikasi bahwa benar telah terjadi pembelian BBM secara masif oleh masyarakat Aceh.

    Tirto juga menemukan unggahan di Instagram oleh akun bernama nationbooks.id, yang memberikan keterangan bahwa peristiwa tersebut terjadi di SPBU Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pada 4 Maret 2026, setelah muncul kekhawatiran soal minimnya ketersediaan stok BBM.

    “Ratusan warga tampak memadati area SPBU dengan membawa jeriken untuk mendapatkan BBM di tengah antrean panjang kendaraan. Antrean sepeda motor maupun mobil bahkan mengular hingga ratusan meter dari pintu masuk SPBU hingga ke badan jalan,” tulis pengunggah.

    Tirto lantas melakukan verifikasi klaim kelangkaan BBM ke pihak Pertamina. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan klarifikasi terkait klaim tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    “Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya melalui pesan teks WhatsApp.

    Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Aceh, sebagaimana dirujuk dari Mitra Riau mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam membeli BBM, hanya sesuai kebutuhan harian. “Mari bersama-sama kita menjaga stabilitas dan kondisi yang kondusif serta tertib di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Polri bekerjasama dengan Pertamina secara intensif melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses distribusi BBM. Langkah ini ditempuh untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi sehingga masyarakat dapat merasa nyaman dan aman mendapatkan pasokan energi penting tersebut.

    Baca juga:Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut bahwa terjadi kelangkaan BBM di wilayah Aceh adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dari hasil verifikasi, memang benar telah terjadi pembelian BBM secara masif oleh warga Kabupaten Aceh Tengah mengikuti hoaks yang beredar. Pihak Pertamina sendiri membantah klaim tersebut, mereka menyebut stok BBM wilayah Aceh dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Kabar PM Israel Benjamin Netanyahu Telah Tewas

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Instagram, unggahan mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah tewas. Pengunggah menyebutkan beberapa staf Netanyahu juga tewas akibat serangan presisi dari Iran, informasi tersebut diklaim berasal dari IRGC dan masih bersifat sementara, menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak IRGC dan Israel.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram bernama “iran_core_2026_official” (arsip) pada Rabu (04/03/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar Netanyahu mengenakan jas dengan tulisan Primer Minister’s Office - Israel dan ditambahkan narasi “Die!”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ‘dikabarkan’ Telah Tewas‼️ Sumber dari IRGC menyebutkan Netanyahu dan beberapa stafnya mati akibat serangan presisi dari IRAN❗️Informasi bersifat sementara dan masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak IRGC dan pihak Israel” Begitu keterangan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (06/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9,9 ribu likes, dan 1,8 ribu komentar. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi percaya masyarakat terhadap informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “iran_core_2026_official” ini (arsip), dengan keterangan “fix t3was” dan ditemukan tanggapan informasi tersebut pada akun “iannaga443” yang mengatakan bahwa tidak peduli Netanyahu mati hal itu bukan urusan masyarakat.

    Lantas, benarkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tewas?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Netanyahu Konfirmasi Calonkan Diri Jadi PM di Pemilu Israel 2026

    Periksa Fakta Benjamin Netanyahu Tewas. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Netanyahu telah tewas.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Netanyahu Tewas” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman Tempo, pada 3 Maret 2026 tersebar konten yang mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas karena serangan balasan di Iran.

    Konten-konten tersebut menyertakan foto Netanyahu yang tewas di tengah reruntuhan bangunan. Foto-foto tersebut terbukti produk akal imitasi (AI), karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih beraktivitas dan tidak ada konfirmasi terkait kematian PM Israel tersebut.

    Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas Kena Rudal Garda Revolusi?” menulis bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) memang mengklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv pada Senin (2/3/2026). IRGC menyebut bahwa serangan ini tak hanya menargetkan kantor Netanyahu, tetapi juga markas besar komandan angkatan udara Israel serta pusat keamanan dan militer di Haifa.

    "Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas besar komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran," begitu keterangan IRCG, sebagaimana dikutip media terafiliasi pemerintah Iran, Fars.

    IRGC menyebut bahwa mereka telah menggunakan rudal jarak jauh tipe Kheibar dalam serangan tersebut. Kheibar merupakan rudal berbahan bakar padat dengan panjang sekitar 11,4 meter. IRGC juga mengklaim bahwa sasaran target serangan itu "terkena dampak parah". Mereka juga menyebut bahwa nasib Benjamin Netanyahu tidak diketahui secara pasti.

    Sebagai informasi, IRGC merupakan singkatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Korps Garda Revolusi Islam. Kelompok ini adalah cabang angkatan bersenjata Iran yang paling kuat dan independen dari angkatan darat reguler Iran. Kelompok yang hanya bertanggung jawab kepada Kantor Pemimpin Tertinggi ini dibentuk pasca-Revolusi 1979 untuk melindungi sistem republik Islam Iran. IRGC juga terpisah dari militer reguler.

    Beberapa jam setelah pengumuman IRGC terkait serangan ke kantor PM Israel, Benjamin Netanyahu tampil di muka publik. Menukil India Today sebagaimana dilansir dari artikel Tirto, Netanyahu muncul di lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh.

    Di lokasi penyerangan itu, Netanyahu menyebut bahwa serangan AS-Israel ke Iran adalah upaya untuk menghilangkan ancaman eksistensial. Ia juga mengatakan Iran telah menembaki warga sipil, sementara pihaknya membela warga sipil.

    Sementara itu, dikutip dari Xinhua, kantor Netanyahu di Tel Aviv dilaporkan baik-baik saja pada Senin. Pengamatan lapangan yang dilakukan media Cina itu menyebut tak ada tanda-tanda serangan di kantor tersebut.

    Pihak kantor PM Israel belum memberikan komentar terkait hal ini, namun sejumlah analis menilai bahwa keabsahan kabar penyerangan kantor PM Israel perlu dipertanyakan. Amit Segal, analis untuk Channel 12 News Israel, menilai bahwa kabar tersebut adalah palsu.

    Menurut Palang Merah Iran, setidaknya 555 orang Iran tewas akibat serangan AS-Israel. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim kematian tiga prajurit AS. Israel di sisi lain, telah mengkonfirmasi setidaknya 10 orang tewas dan ratusan lain terluka.

    Dalam rilis Kompas, Kantor Perdana Menteri Israel membantah tegas klaim yang menyebut adanya serangan udara dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kantor Benjamin Netanyahu. Pihak Netanyahu bahkan menyebut kabar tersebut sebagai berita bohong, tidak ada laporan dampak rudal di Yerusalem dan kantor perdana menteri dilaporkan tetap utuh.

    Dengan demikian klaim yang menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas adalah tidak benar, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:PM Israel Netanyahu: Tidak Bakal Ada Negara Palestina!

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan presisi dari Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Amit Segal, analis untuk Channel 12 News Israel, sebagaimana dirilis dari Tirto menilai bahwa kabar penyerangan kantor PM Israel adalah palsu. Kantor Perdana Menteri Israel membantah klaim adanya serangan udara dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kantor Benjamin Netanyahu. Tidak ada laporan dampak rudal di Yerusalem dan kantor perdana menteri dilaporkan tetap utuh.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini