• Salah, Pengusaha Indonesia Beri Iran Bantuan Uang Rp548 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim seorang pengusaha bernama M Hasni Al-Khairi yang berasal dari ATB memberikan bantuan uang sebanyak Rp 548 triliun kepada Iran.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.

    Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia

    Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.

    Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.

    Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.

    Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa pengusaha Indonesia memberikan bantuan Rp548 triliun kepada Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.

    Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Salah, Pengusaha Indonesia Beri Iran Bantuan Uang Rp548 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim seorang pengusaha bernama M Hasni Al-Khairi yang berasal dari ATB memberikan bantuan uang sebanyak Rp 548 triliun kepada Iran.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.

    Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia

    Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.

    Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.

    Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.

    Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa pengusaha Indonesia memberikan bantuan Rp548 triliun kepada Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.

    Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Puskesmas Indonesia

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “loker.resmi.puskesmas77” pada Kamis (16/4/2026) berisi narasi:

    LOWONGAN KERJA TERBARU PUSKESMAS INDONESIA

    Posisi yang Dibutuhkan:

    Perawat

    Bidan

    Tenaga Administrasi

    Apoteker / Asisten Apoteker

    Analis Kesehatan

    Nutrisionis / Ahli Gizi

    Cleaning Service

    Security

    Penempatan:

    Sesuai kebutuhan wilayah Puskesmas di Indonesia.

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan pendaftaran di bio akun.

    Hingga Jumat (24/4/2026), konten tersebut mendapat sebanyak hampir 944 tanda suka dan 90-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 945 kali.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “lowongan kerja puskesmas Indonesia” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi terkait klaim.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “loker.resmi.puskesmas77”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, usia, jenis kelamin, hingga nomor Telegram.

    Dari penelusuran TurnBackHoax di mesin pencari Google, alur pendaftaran lowongan kerja untuk puskesmas salah satunya adalah dengan mengirimkan lamaran ke email resmi masing-masing puskesmas, seperti yang diumumkan Dinas Kesehatan Depok dan Dinas Kesehatan Sukoharjo. Adapun informasi lowongan selalu melalui kanal resmi pemerintahan atau dinas kesehatan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “lowongan kerja puskesmas Indonesia” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Koperasi Merah Putih” pada Selasa (21/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “assalamualaikum saya purbaya yudha sadewa menteri keuangan ingin menyampaikan ke semua masyarakat bapak ibu yang masih bingung cara pengajuan di koperasi merah putih itu silakan di follow dulu klik pesan dan juga bisa langsung ke nomor WhatsApp kita yang di bio TikTok silakan ajukan peminjaman sekarang”

    Unggahan disertai takarir:

    “Silahkan yang mau mengajukan pinjaman berbasis online resmi Koperasi merah putih silakan menghubungi nomor WhatsApp kami 088247126590”

    Per Jumat (24/4/2026) konten tersebut mendapat lebih dari 468 tanda suka, menuai 78 komentar, dan dibagikan ulang oleh 9 pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,4 persen.

    TurnBackHoax lalu memeriksa nomor WA yang tertera dalam unggahan akun Facebook “Koperasi Merah Putih” menggunakan Getcontact. Hasilnya, nomor WA tersebut ditandai dengan nama “Penipu Koperasi”. 

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “pengajuan pinjaman Koperasi Merah Putih lewat WA” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “pengajuan pinjaman Koperasi Merah Putih lewat WhatsApp”.

    Menukil laman simkopdes.go.id, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2025 disebutkan bahwa tata cara pengajuan pinjaman Koperasi Merah Putih adalah sebagai berikut:

    1. Pengajuan pinjaman dilakukan oleh ketua pengurus koperasi kepada bank, disertai dengan proposal rencana bisnis yang disetujui bupati/wali kota atau kepala desa.

    2. Bank akan melakukan penilaian kelayakan terhadap proposal pinjaman.

    3. Jika disetujui, bank dan koperasi menandatangani perjanjian pinjaman.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,4 persen. Unggahan video berisi klaim “pengajuan pinjaman Koperasi Merah Putih lewat WhatsApp” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini