tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim bahwa Kementerian Agama RI meramalkan jika Prabowo menjabat dua periode maka wajah-wajah kemiskinan akan lenyap dari Indonesia.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Angga Eka Saputra” (arsip) pada Sabtu (30/05/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kolase dari 2 foto berbeda. Foto di bagian atas menampilkan Prabowo Subianto berjalan bersama Emmanuel Macron, mengenakan setelan jas gelap dan kacamata hitam. Adapun foto bagian bawah menampilkan seorang pria mengenakan batik cokelat yang secara visual identik dengan menteri agama Indonesia, Nasaruddin Umar.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Kementerian Agama (KEMENAG); MERAMALKAN Jika PRABOWO 2 Priode WAJAH2 KEMISKINAN" akan Lenyap dari Indonesia.Ucap;Nasarrudin Umar,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (05/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9 likes dan 22 komentar. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat dan komentar negatif terhadap Menteri Agama.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Maksudnya yg miskin akan mati dan lenyap dari dunia ini karena kelaparan dan kekurangan gizi dan hanya menyisakan para.koruptor dan penjilat penjilat penguasa..mungkin seperti itu maksud si Umar ini,” begitu salah satu komentar dituliskan.
Lantas, benarkah Kemenag meramalkan dua periode Prabowo akan melenyapkan kemiskinan di Indonesia?
Baca juga:Kemenag Cabut Izin Terdaftar Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Periksa Fakta Ramalan Kemenag Kemiskinan Lenyap. foto/Hotline periksa fakta tirto
Keliru, Kemenag Ramalkan Prabowo Dua Periode, Kemiskinan Lenyap
Sumber:Tanggal publish: 05/06/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kami justru diarahkan akun Instagram @mood.jakarta, yang menampilkan gambar serupa Nasaruddin Umar mengenakan batik cokelat. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menag menegaskan, zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.
“Menag minta maaf dan tegaskan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan,” begitu keterangan dalam unggahan dan tidak terkait dengan klaim yang mencatut Menag ramalkan 2 periode pemerintahan Prabowo.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan foto serupa unggahan yaitu saat Prabowo berjalan bersama Emmanuel Macron di laman Kumparan.Di laman tersebut dituliskan bahwaPresiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat untuk menghadiri jamuan makan malam Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.
Pertemuan tersebut berisi komunikasi personal sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia-Prancis serta memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan di masa depan.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Menag ramalkan Prabowo 2 periode” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas. Klaim yang menyebutkan Kemenag meramal kemiskinan di Indonesia akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode adalah hoaks. Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Unggahan yang beredar juga tidak mencantumkan sumber yang jelas.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, memastikan informasi itu adalah hoaks. Thobib menyebut Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode. “Tidak ada pernyataan tersebut. Itu hoaks,” begitu keterangan Thobib kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Thobib pun mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks atau framing jahat yang tidak bertanggung jawab. Mari biasakan dengan mengecek informasi resmi Kemenag melalui website atau medsos resmi Kemenag,” begitu tegas Thobib.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Kemenag meramal kemiskinan di Indonesia akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Ragam Hoaks Catut Kemenag: Pelecehan Santri hingga Kas Masjid
Kami justru diarahkan akun Instagram @mood.jakarta, yang menampilkan gambar serupa Nasaruddin Umar mengenakan batik cokelat. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menag menegaskan, zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.
“Menag minta maaf dan tegaskan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan,” begitu keterangan dalam unggahan dan tidak terkait dengan klaim yang mencatut Menag ramalkan 2 periode pemerintahan Prabowo.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan foto serupa unggahan yaitu saat Prabowo berjalan bersama Emmanuel Macron di laman Kumparan.Di laman tersebut dituliskan bahwaPresiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat untuk menghadiri jamuan makan malam Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.
Pertemuan tersebut berisi komunikasi personal sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia-Prancis serta memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan di masa depan.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Menag ramalkan Prabowo 2 periode” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas. Klaim yang menyebutkan Kemenag meramal kemiskinan di Indonesia akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode adalah hoaks. Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Unggahan yang beredar juga tidak mencantumkan sumber yang jelas.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, memastikan informasi itu adalah hoaks. Thobib menyebut Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode. “Tidak ada pernyataan tersebut. Itu hoaks,” begitu keterangan Thobib kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Thobib pun mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks atau framing jahat yang tidak bertanggung jawab. Mari biasakan dengan mengecek informasi resmi Kemenag melalui website atau medsos resmi Kemenag,” begitu tegas Thobib.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Kemenag meramal kemiskinan di Indonesia akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Ragam Hoaks Catut Kemenag: Pelecehan Santri hingga Kas Masjid
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Kemenag meramalkan kemiskinan akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kementerian Agama RI membantah isu tersebut dan menegaskan bahwa Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kementerian Agama RI membantah isu tersebut dan menegaskan bahwa Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang akan hilang jika Prabowo menjabat selama dua periode.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=1514430903660927&set=gm.1641318070313834&idorvanity=851211185991197&_rdc=1&_rdr#
- https://web.archive.org/web/20260605034241/
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1514430903660927&set=gm.1641318070313834&idorvanity=851211185991197&_rdc=2&_rdr
- https://tirto.id/kemenag-cabut-izin-terdaftar-ponpes-ndolo-kusumo-pati-hwae
- https://www.instagram.com/p/DVV_5UPkwP3/?img_index=2
- https://kumparan.com/kumparannews/tiba-di-prancis-prabowo-makan-malam-bareng-presiden-macron-di-istana-elysee-26h3kc5EDXo/full
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/06/04/100100082/-hoaks-kemenag-ramal-kemiskinan-hilang-jika-prabowo-jabat-presiden-dua
- https://tirto.id/ragam-hoaks-catut-kemenag-pelecehan-santri-hingga-kas-masjid-hvNX
Salah, Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Pfizer secara resmi baru saja menerbitkan daftar efek samping yang diperkirakan dari vaksin Covid-19. Pengunggah mengklaim bahwa hal itu termasuk tindakan kriminal.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
1) Pembekuan darah,
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
2) Cedera ginjal akut,
3) Myelitis flaccid akut,
4) Antibodi anti-sperma positif,
5) Embolisme batang otak,
6) Trombosis batang otak,
7) Gagal jantung (ratusan kasus),
😎 Gagal jantung,
9) Trombosis ventrikel jantung...
10) Syok kardiogenik,
11) Vaskulitis sistem saraf pusat,
12) Kematian neonatal,
13) Trombosis vena dalam,
14) Ensefalitis batang otak,
15) Ensefalitis hemoragik,
16) Epilepsi lobus frontal,
17) Psikosis epilepsi,
18) Kelumpuhan wajah,
19) Sindrom kesusahan janin,
20) Amiloidosis gastrointestinal,
21) Kejang tonik-klonik umum,
22) Ensefalopati Hashimoto,
23) Trombosis vena hati,
24) Reaktivasi herpes zoster,
25) * Reaktivasi kanker...
26) Kanker turbo,
27) Hepatitis imun-dimediasi,
28) Penyakit paru interstisial,
29) Embolisme vena jugularis,
30) Epilepsi mioklonik remaja,
31) Kerusakan hati,
32) Berat lahir rendah,
34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,
35) Miokarditis,
36) Kejang neonatal,
37) Pankreatitis,
38) Pneumonia,
39) Kematian janin,
40) Takikardia,
41) Epilepsi lobus temporal,
43) Autoimunitas testis,
44) Stroke trombotik,
45) Diabetes mellitus tipe 1,
46) Trombosis vena neonatal,
47) Trombosis arteri vertebral,
48) Perikarditis,
49) Sindrom kematian bayi mendadak.
AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!
"Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.
Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.
Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
1) Pembekuan darah,
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
2) Cedera ginjal akut,
3) Myelitis flaccid akut,
4) Antibodi anti-sperma positif,
5) Embolisme batang otak,
6) Trombosis batang otak,
7) Gagal jantung (ratusan kasus),
😎 Gagal jantung,
9) Trombosis ventrikel jantung...
10) Syok kardiogenik,
11) Vaskulitis sistem saraf pusat,
12) Kematian neonatal,
13) Trombosis vena dalam,
14) Ensefalitis batang otak,
15) Ensefalitis hemoragik,
16) Epilepsi lobus frontal,
17) Psikosis epilepsi,
18) Kelumpuhan wajah,
19) Sindrom kesusahan janin,
20) Amiloidosis gastrointestinal,
21) Kejang tonik-klonik umum,
22) Ensefalopati Hashimoto,
23) Trombosis vena hati,
24) Reaktivasi herpes zoster,
25) * Reaktivasi kanker...
26) Kanker turbo,
27) Hepatitis imun-dimediasi,
28) Penyakit paru interstisial,
29) Embolisme vena jugularis,
30) Epilepsi mioklonik remaja,
31) Kerusakan hati,
32) Berat lahir rendah,
34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,
35) Miokarditis,
36) Kejang neonatal,
37) Pankreatitis,
38) Pneumonia,
39) Kematian janin,
40) Takikardia,
41) Epilepsi lobus temporal,
43) Autoimunitas testis,
44) Stroke trombotik,
45) Diabetes mellitus tipe 1,
46) Trombosis vena neonatal,
47) Trombosis arteri vertebral,
48) Perikarditis,
49) Sindrom kematian bayi mendadak.
AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!
"Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.
Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.
Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.
“This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.
Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.
Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.
“Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.
Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.
Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.
Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.
Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.
“Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.
Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.
“The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.
“This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.
Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.
Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.
“Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.
Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.
Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.
Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.
Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.
“Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.
Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.
“The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Pfizer merilis daftar efek samping vaksin Covid-19 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.
Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.
Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/keysha.v.salsabila/posts/pfbid02jVfThhL7b68kF2QXGg9g76vX58A6QN7suc1kYL4sSP6kEeFBGgy1KbZFCr3U7Nmol?rdid=eoFR0ctZaR98exDj#
- https://archive.today/8A85h
- https://tirto.id/hoaks-video-penyanyi-alami-kematian-mendadak-setelah-vaksin-hwsT
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9272167/
- https://phmpt.org/wp-content/uploads/2021/11/5.3.6-postmarketing-experience.pdf
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36ZP8RH
- https://www.ema.europa.eu/en/human-regulatory-overview/public-health-threats/coronavirus-disease-covid-19/covid-19-medicines/safety-covid-19-vaccines
- https://tirto.id/tidak-benar-bill-gates-sebut-vaksin-untuk-mengurangi-penduduk-hvWv
Tidak Benar, Dandhy Laksono Temui Miliarder Amerika Serikat
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Dandhy Laksono, sutradara di balik film dokumenter investigatif berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, bertemu dengan seorang miliarder asal Amerika Serikat, George Soros, terkait film dokumenter yang dibuatnya.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Laska Prilanti” (arsip) pada Selasa (02/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto George Soros dan Dandhy yang diklaim sebagai berita yang ditulis oleh BBC pada 2 Juni 2026.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BBC, News Indonesia. Dhandy Laksono Bertemu Miliarder Amerika Serikat, siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam keterangan yang ditulis pengunggah, dicantumkan tautan yang diklaim dari BBC yang memuat berita tersebut. “Sutradara Film Pesta Babi dikabarkan bertemu Miliarder Amerika Serikat, Siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi? Cek selengkapnya sebelum dihapus https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg5plj1q1p3p.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 605 komentar, dan 81 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi itu dan menyebutkan foto tersebut hasil suntingan.
Lantas, benarkah Dandhy menemui George Soros dan adakah kaitannya dengan film Pesta Babi?
Baca juga:4 Alasan Kenapa Nobar Pesta Babi Seharusnya Tidak Dibubarkan
Periksa Fakta Dhandy Laksono bertemu George Soros. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Laska Prilanti” (arsip) pada Selasa (02/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto George Soros dan Dandhy yang diklaim sebagai berita yang ditulis oleh BBC pada 2 Juni 2026.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BBC, News Indonesia. Dhandy Laksono Bertemu Miliarder Amerika Serikat, siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam keterangan yang ditulis pengunggah, dicantumkan tautan yang diklaim dari BBC yang memuat berita tersebut. “Sutradara Film Pesta Babi dikabarkan bertemu Miliarder Amerika Serikat, Siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi? Cek selengkapnya sebelum dihapus https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg5plj1q1p3p.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 605 komentar, dan 81 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi itu dan menyebutkan foto tersebut hasil suntingan.
Lantas, benarkah Dandhy menemui George Soros dan adakah kaitannya dengan film Pesta Babi?
Baca juga:4 Alasan Kenapa Nobar Pesta Babi Seharusnya Tidak Dibubarkan
Periksa Fakta Dhandy Laksono bertemu George Soros. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Akun tersebut menggunakan foto tiga gadis pada profilnya dan memiliki 6,1 ribu pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait film Pesta Babi, seperti pada video ini yang menyebutkan bahwa sutradara film Pesta Babi Papua, Dandhy Dwi Laksono, mendapatkan aliran dana produksi dari Cypri Paju Dale. Bahkan, muncul tuntutan agar sumber pendanaan film dibuka secara transparan kepada publik supaya tidak memunculkan spekulasi liar.
Lebih lanjut, untuk menemukan gambar asli Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Dalam laman Owrite ditemukan foto identik dengan unggahan yang beredar, namun tidak ditemukan Dandy berfoto bersama George Soros di dalamnya.
Kemudian, Tirto mencermati gambar yang beredar dan menemukan kejanggalan dalam judul berita tersebut, penulisan nama Dandhy yang ditulis "Dhandy" dan penulisan besar dan kecilnya huruf dalam judul berita tersebut tidak konsisten.
Lantas, Tirto melakukan pencarian di laman BBC Indonesia, namun tidak ditemukan informasi bahwa Dandhy bertemu dengan George Soros. Selain itu, link yang dituliskan pada unggahan tersebut yaitu ini, tidak merujuk pada laman BBC Indonesia, tapi justru merujuk pada laman bertuliskan 404 Not Found.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Dandhy bertemu dengan George Soros terkait film Pesta Babi.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa unggahan yang mencatut BBC Indonesia memberitakan Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah hoaks. Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan pihaknya tidak pernah menerbitkan konten seperti dalam unggahan yang beredar. Unggahan itu merupakan hasil rekayasa.
Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan informasi yang menyebut BBC menulis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros adalah hoaks. Jerome mengecam adanya konten yang secara tidak bertanggung jawab mencatut BBC Indonesia.
“Saya mengecam kemunculan konten yang mencatut nama dan situs BBC News Indonesia. BBC News Indonesia tidak pernah membuat apalagi menayangkan konten tersebut. Dengan demikian, konten itu patut disebut hoaks yang menyesatkan pembaca,” begitu keterangan Jerome kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Melansir laman Tempo, Cypri Dale juga pernah diisukan membiayai film Pesta Babi. Faktanya, Cypri Dale tidak pernah menyatakan film tersebut didanai oleh negara asing. Film Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, hasil kolaborasi sejumlah lembaga di Indonesia.
Sebagai informasi, Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog yang aktif membangun narasi seputar politik pembangunan, kedaulatan masyarakat adat, relasi multi-spesies, dan model keagamaan pribumi. Risetnya menjadi basis data awal film Pesta Babi, sekaligus mempermudah pendekatan dengan masyarakat setempat.
Menurut Cypri, film Pesta Babi diproduksi lewat kolaborasi banyak individu dan lembaga dalam bentuk tenaga, keahlian, peralatan, hingga dana. Nama dan logo semua kontributor tercantum dalam film beserta posternya.
Hal senada disampaikan Dandhy Laksono yang menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga, seperti Koperasi Indonesia Baru, Watchdog, Greenpeace Indonesia, Lembaga Riset Pusaka Bentala Rakyat, LBH Merauke, serta media asal Papua, Jubi.
“Tidak semua kontribusi berbentuk uang. Lebih banyak dalam bentuk waktu, tenaga atau kerja-kerja probono, seperti peralatan shooting atau hasil riset. Dan semua yang terlibat tidak ada yang dibayar,” ujar Dandhy saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Mei 2026.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa sutradara dan jurnalis Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.
Baca juga:Polisi: Mama Sinta Juga Laporkan Dandhy Laksono soal Pesta Babi
Lebih lanjut, untuk menemukan gambar asli Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Dalam laman Owrite ditemukan foto identik dengan unggahan yang beredar, namun tidak ditemukan Dandy berfoto bersama George Soros di dalamnya.
Kemudian, Tirto mencermati gambar yang beredar dan menemukan kejanggalan dalam judul berita tersebut, penulisan nama Dandhy yang ditulis "Dhandy" dan penulisan besar dan kecilnya huruf dalam judul berita tersebut tidak konsisten.
Lantas, Tirto melakukan pencarian di laman BBC Indonesia, namun tidak ditemukan informasi bahwa Dandhy bertemu dengan George Soros. Selain itu, link yang dituliskan pada unggahan tersebut yaitu ini, tidak merujuk pada laman BBC Indonesia, tapi justru merujuk pada laman bertuliskan 404 Not Found.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Dandhy bertemu dengan George Soros terkait film Pesta Babi.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa unggahan yang mencatut BBC Indonesia memberitakan Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah hoaks. Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan pihaknya tidak pernah menerbitkan konten seperti dalam unggahan yang beredar. Unggahan itu merupakan hasil rekayasa.
Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan informasi yang menyebut BBC menulis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros adalah hoaks. Jerome mengecam adanya konten yang secara tidak bertanggung jawab mencatut BBC Indonesia.
“Saya mengecam kemunculan konten yang mencatut nama dan situs BBC News Indonesia. BBC News Indonesia tidak pernah membuat apalagi menayangkan konten tersebut. Dengan demikian, konten itu patut disebut hoaks yang menyesatkan pembaca,” begitu keterangan Jerome kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Melansir laman Tempo, Cypri Dale juga pernah diisukan membiayai film Pesta Babi. Faktanya, Cypri Dale tidak pernah menyatakan film tersebut didanai oleh negara asing. Film Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, hasil kolaborasi sejumlah lembaga di Indonesia.
Sebagai informasi, Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog yang aktif membangun narasi seputar politik pembangunan, kedaulatan masyarakat adat, relasi multi-spesies, dan model keagamaan pribumi. Risetnya menjadi basis data awal film Pesta Babi, sekaligus mempermudah pendekatan dengan masyarakat setempat.
Menurut Cypri, film Pesta Babi diproduksi lewat kolaborasi banyak individu dan lembaga dalam bentuk tenaga, keahlian, peralatan, hingga dana. Nama dan logo semua kontributor tercantum dalam film beserta posternya.
Hal senada disampaikan Dandhy Laksono yang menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga, seperti Koperasi Indonesia Baru, Watchdog, Greenpeace Indonesia, Lembaga Riset Pusaka Bentala Rakyat, LBH Merauke, serta media asal Papua, Jubi.
“Tidak semua kontribusi berbentuk uang. Lebih banyak dalam bentuk waktu, tenaga atau kerja-kerja probono, seperti peralatan shooting atau hasil riset. Dan semua yang terlibat tidak ada yang dibayar,” ujar Dandhy saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Mei 2026.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa sutradara dan jurnalis Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.
Baca juga:Polisi: Mama Sinta Juga Laporkan Dandhy Laksono soal Pesta Babi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Dandhy bertemu dengan miliarder Amerika Serikat George Soros bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
BBC membantah pihaknya pernah merilis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros pada laman BBC Indonesia dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Sutradara utama sekaligus konseptor di balik pembuatan film dokumenter investigatif Pesta Babi, Dandhy Laksono, menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
BBC membantah pihaknya pernah merilis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros pada laman BBC Indonesia dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Sutradara utama sekaligus konseptor di balik pembuatan film dokumenter investigatif Pesta Babi, Dandhy Laksono, menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1014748231022407&set=a.108505568313349
- https://web.archive.org/web/20260604044939/
- https://www.facebook.com/login/?next=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D1014748231022407%26set%3Da.108505568313349
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg5plj1q1p3p
- https://tirto.id/4-alasan-kenapa-pesta-babi-dilarang-tayang-di-berbagai-daerah-hwoQ
- https://www.facebook.com/share/r/18uLnNv7rf/
- https://www.owrite.id/internasional/2026/05/29/jejak-hibah-georgia-soros-di-indonesia-ngalir-ke-media-aktivis-hingga-riset/
- https://www.bbc.com/indonesia
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/06/03/154702782/hoaks-bbc-indonesia-beritakan-dandhy-laksono-bertemu-george-soros
- https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-klaim-cypri-dale-akui-film-pesta-babi-didanai-asing-2136997
- https://tirto.id/polisi-mama-sinta-juga-laporkan-dandhy-laksono-soal-pesta-babi-hw97
Salah, Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 04/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Pfizer secara resmi baru saja menerbitkan daftar efek samping yang diperkirakan dari vaksin Covid-19. Pengunggah mengklaim bahwa hal itu termasuk tindakan kriminal.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
1) Pembekuan darah,
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
2) Cedera ginjal akut,
3) Myelitis flaccid akut,
4) Antibodi anti-sperma positif,
5) Embolisme batang otak,
6) Trombosis batang otak,
7) Gagal jantung (ratusan kasus),
😎 Gagal jantung,
9) Trombosis ventrikel jantung...
10) Syok kardiogenik,
11) Vaskulitis sistem saraf pusat,
12) Kematian neonatal,
13) Trombosis vena dalam,
14) Ensefalitis batang otak,
15) Ensefalitis hemoragik,
16) Epilepsi lobus frontal,
17) Psikosis epilepsi,
18) Kelumpuhan wajah,
19) Sindrom kesusahan janin,
20) Amiloidosis gastrointestinal,
21) Kejang tonik-klonik umum,
22) Ensefalopati Hashimoto,
23) Trombosis vena hati,
24) Reaktivasi herpes zoster,
25) * Reaktivasi kanker...
26) Kanker turbo,
27) Hepatitis imun-dimediasi,
28) Penyakit paru interstisial,
29) Embolisme vena jugularis,
30) Epilepsi mioklonik remaja,
31) Kerusakan hati,
32) Berat lahir rendah,
34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,
35) Miokarditis,
36) Kejang neonatal,
37) Pankreatitis,
38) Pneumonia,
39) Kematian janin,
40) Takikardia,
41) Epilepsi lobus temporal,
43) Autoimunitas testis,
44) Stroke trombotik,
45) Diabetes mellitus tipe 1,
46) Trombosis vena neonatal,
47) Trombosis arteri vertebral,
48) Perikarditis,
49) Sindrom kematian bayi mendadak.
AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!
"Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.
Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.
Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
1) Pembekuan darah,
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
2) Cedera ginjal akut,
3) Myelitis flaccid akut,
4) Antibodi anti-sperma positif,
5) Embolisme batang otak,
6) Trombosis batang otak,
7) Gagal jantung (ratusan kasus),
😎 Gagal jantung,
9) Trombosis ventrikel jantung...
10) Syok kardiogenik,
11) Vaskulitis sistem saraf pusat,
12) Kematian neonatal,
13) Trombosis vena dalam,
14) Ensefalitis batang otak,
15) Ensefalitis hemoragik,
16) Epilepsi lobus frontal,
17) Psikosis epilepsi,
18) Kelumpuhan wajah,
19) Sindrom kesusahan janin,
20) Amiloidosis gastrointestinal,
21) Kejang tonik-klonik umum,
22) Ensefalopati Hashimoto,
23) Trombosis vena hati,
24) Reaktivasi herpes zoster,
25) * Reaktivasi kanker...
26) Kanker turbo,
27) Hepatitis imun-dimediasi,
28) Penyakit paru interstisial,
29) Embolisme vena jugularis,
30) Epilepsi mioklonik remaja,
31) Kerusakan hati,
32) Berat lahir rendah,
34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,
35) Miokarditis,
36) Kejang neonatal,
37) Pankreatitis,
38) Pneumonia,
39) Kematian janin,
40) Takikardia,
41) Epilepsi lobus temporal,
43) Autoimunitas testis,
44) Stroke trombotik,
45) Diabetes mellitus tipe 1,
46) Trombosis vena neonatal,
47) Trombosis arteri vertebral,
48) Perikarditis,
49) Sindrom kematian bayi mendadak.
AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!
"Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.
Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.
Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.
“This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.
Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.
Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.
“Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.
Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.
Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.
Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.
Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.
“Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.
Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.
“The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.
“This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.
Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.
Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.
“Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.
Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.
Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.
Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.
Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.
“Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.
Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.
“The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Pfizer merilis daftar efek samping vaksin Covid-19 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.
Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.
Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/keysha.v.salsabila/posts/pfbid02jVfThhL7b68kF2QXGg9g76vX58A6QN7suc1kYL4sSP6kEeFBGgy1KbZFCr3U7Nmol?rdid=eoFR0ctZaR98exDj#
- https://archive.today/8A85h
- https://tirto.id/hoaks-video-penyanyi-alami-kematian-mendadak-setelah-vaksin-hwsT
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9272167/
- https://phmpt.org/wp-content/uploads/2021/11/5.3.6-postmarketing-experience.pdf
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36ZP8RH
- https://www.ema.europa.eu/en/human-regulatory-overview/public-health-threats/coronavirus-disease-covid-19/covid-19-medicines/safety-covid-19-vaccines
- https://tirto.id/tidak-benar-bill-gates-sebut-vaksin-untuk-mengurangi-penduduk-hvWv
Halaman: 6/8664





