• Cek fakta, foto Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur tertimpa reruntuhan

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto yang diklaim sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas tertimpa reruntuhan akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

    Dalam gambar tersebut terlihat seorang pria lanjut usia berada di bawah puing bangunan, sementara sejumlah petugas berhelm dan berompi tampak melakukan evakuasi.

    Unggahan itu disertai narasi yang menyebut Khamenei telah “syahid”.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Betapa Shaheed Khamenei sampai ke mahkamah Allah!

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pemimpin Agama Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sedang menerima syahid. Inna-Lillahi wa Inna Ilahi Rajiun.”

    Namun, benarkah foto Pimpinan Agama Iran Ayatollah Ali Khamenei tertimpa reruntuhan tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada sumber resmi yang memuat foto kematian Ayatollah Ali Khamenei seperti yang beredar di media sosial.

    Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas tinggi sebagai hasil manipulasi kecerdasan buatan (deepfake), dengan tingkat indikasi mencapai 91,9 persen.



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Sebelumnya, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan Israel dan Amerika Serikat, Minggu (1/3).

    Dengan demikian, foto yang diklaim menampilkan Ayatollah Ali Khamenei tertimpa reruntuhan merupakan konten yang dimanipulasi.

    Klaim: Foto Pimpinan Agama Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas tertimpa reruntuhan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! 30 persen dana haji dan zakat dialihkan untuk MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan bahwa 30 persen dana haji dan zakat akan dialihkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Unggahan tersebut menampilkan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana seolah-olah menjelaskan kebijakan pengalihan dana tersebut agar program MBG tetap berjalan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Majelis ulama menjelaskan "30% Dana haji dan ZAKAT akan di alihkan ke MBG ,guna terus membangun program agara tetap berjalan ;”



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Ketua MUI maupun kementerian/lembaga terkait mengenai rencana pengalihan dana haji dan zakat untuk MBG.

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebelumnya juga menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program MBG.

    "Kami tegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat kepada Baznas tidak digunakan sepersen pun untuk Program MBG. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf," kata Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan, dilansir dari ANTARA.

    Seluruh dana ZIS disalurkan sesuai ketentuan delapan golongan penerima (asnaf).

    Foto Ketua MUI dalam unggahan tersebut diketahui identik dengan dokumentasi kegiatan resmi MUI saat peresmian dan pengenalan pengurus MUI 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang tidak memuat pernyataan terkait pengalihan dana.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, narasi bahwa 30 persen dana haji dan zakat dialihkan untuk MBG merupakan hoaks.

    Klaim: 30 persen dana haji dan zakat dialihkan untuk MBG

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Ahok sebut akan penjarakan Jokowi dan Prabowo

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di YouTube menarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menempuh jalur hukum untuk memenjarakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “GEGER AHOK TEMPUH HUKUM PENJARAKAN JOKOWI PRABOWO”

    Namun, benarkah Ahok sebut akan penjarakan Jokowi dan Prabowo?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, video yang digunakan dalam unggahan tidak memuat pernyataan Ahok yang menyebut akan memenjarakan Jokowi maupun Prabowo.

    Video tersebut identik dengan tayangan YouTube Narasi berjudul “Blak-Blakan Ahok Soal Korupsi Pertamina: Ada Tangan Berkuasa Ikut Main | Bicara” yang tayang pada Jumat (28/2/2025).

    Dalam wawancara tersebut, Ahok, yang saat itu menjabat Komisaris Utama PT Pertamina periode 2019-2024, membahas dugaan korupsi di lingkungan Pertamina dan anak usahanya.

    Ucapan Ahok akan memenjarakan semua yang terdapat pada menit 13:21 ditujukan kepada jajaran direksi Pertamina yang dinilai meremehkannya, bukan kepada Presiden Joko Widodo maupun Presiden Prabowo Subianto.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut Ahok akan memenjarakan Jokowi dan Prabowo merupakan disinformasi.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Ahok sebut akan penjarakan Jokowi dan Prabowo

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Elon Musk siap menanggung anggaran MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Instagram menarasikan bahwa pendiri Tesla Motors, SpaceX dan Paypal, Elon Musk akan menanggung seluruh anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

    Unggahan tersebut menyebut miliarder itu berjanji membantu Presiden Prabowo Subianto dengan menutup seluruh biaya MBG

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Viral!! Elon Musk janji akan bantu Prabowo cover dana MBG, Elon Musk ‘daripada menggunakan dana APBN, biar saya yang cover semuanya’ ucap orang terkaya didunia tersebut.”

    Namun, benarkah Elon Musk akan menanggung semua anggaran MBG?

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, gambar yang digunakan dalam unggahan identik dengan artikel ini yang terbit 6 Desember 2025 yang membahas platform X milik Elon Musk dikenai denda 120 juta euro (sekitar Rp2,32 triliun) karena melanggar regulasi Uni Eropa melalui Digital Services Act (DSA).

    Artikel itu sama sekali tidak memuat pernyataan Elon Musk terkait pembiayaan program MBG di Indonesia.

    Hingga kini juga tidak ada pernyataan resmi dari Elon Musk maupun pemerintah Indonesia mengenai hal tersebut.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut Elon Musk akan membiayai seluruh program MBG merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Elon Musk siap menanggung anggaran MBG

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini