• Hoaks! Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan gambar Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo dan menarasikan bahwa Polri mengklarifikasi barang bukti sabu seberat 30 kilogram hilang karena terurai atau meleleh akibat cuaca ekstrem.

    Unggahan tersebut juga memuat kutipan yang menyebut cuaca ekstrem dapat membuat sabu terurai hingga lenyap ke udara, bahkan disebut dapat mencapai lima hingga enam ton.

    Narasi yang disertakan berbunyi bahwa barang bukti sabu dapat menghilang dengan sendirinya karena pengaruh cuaca, sehingga memicu pertanyaan publik terkait pengawasan barang bukti narkotika.

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “BARANG BUKTI SABU 30KG HILANG MELELEH GARA GARA CUACA EXTREME

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pernyataan mengejutkan datang dari pimpinan Polri, Listyo Sigit Prabowo. Ia mengungkapkan bahwa barang bukti s4bu yang selama ini dipublikasikan sebagai hasil tangkapan aparat, dalam kondisi tertentu bisa menghilang dengan sendirinya.

    Menurutnya, faktor cuaca ekstrem disebut-sebut menjadi penyebab utama. S4bu yang disimpan sebagai barang sitaan dapat mengalami penguraian hingga lenyap ke udara.

    Ironisnya, jumlah yang hilang bukan dalam skala kecil—bahkan bisa mencapai 5 sampai 6 ton.

    Pernyataan ini sontak memicu tanda tanya publik. Di tengah perang melawan n4rk0ba, transparansi dan pengawasan terhadap barang bukti kembali menjadi sorotan tajam.”

    Namun, benarkah Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Divisi Humas Polri memastikan narasi yang menyebut Polri mengklarifikasi hilangnya barang bukti sabu 30 kilogram akibat cuaca panas atau cuaca ekstrem merupakan hoaks.

    “Ini berita hoaks,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dilansir dari ANTARA.

    Penelusuran ANTARA melalui mesin pencari dengan kata kunci “barang bukti sabu meleleh” atau “barang bukti sabu menguap” juga tidak menemukan pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menyebut barang bukti sabu hilang atau terurai karena cuaca.

    Polri juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut barang bukti sabu 30 kilogram menguap akibat cuaca ekstrem tidak berdasar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Mahfud ancam bubarkan DPR RI karena lindungi Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube mengklaim bahwa mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan membubarkan DPR RI jika lembaga tersebut melindungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam isu dugaan pemalsuan ijazah.

    Berikut narasi judul dalam unggahan tersebut:

    “Temukan DPR RI lindungi JKW, nekat Mahfud langsung ancam bubarkan DPR RI”

    Namun, benarkan Mahfud akan bubarkan DPR RI jika melindungi Jokowi?

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi Mahfud MD yang menyebut akan membubarkan DPR RI.

    Dalam video yang beredar, Mahfud justru menyampaikan bahwa polemik terkait dugaan pemalsuan ijazah Jokowi tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan.

    Ia menegaskan bahwa jika tuduhan tersebut terbukti benar, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, jika tuduhan tersebut tidak benar, negara harus memulihkan nama baik pihak yang dituduh.

    Mahfud juga menegaskan bahwa DPR merupakan lembaga konstitusional penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, meskipun DPR kerap dikritik, keberadaan lembaga tersebut tetap lebih baik daripada dibubarkan.

    Ia menyatakan kritik terhadap DPR dan partai politik seharusnya disampaikan melalui mekanisme demokrasi, bukan dengan menghapus lembaga tersebut. Mahfud bahkan menyebut tanpa DPR, kekuasaan eksekutif berpotensi menjadi absolut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, secara hukum DPR tidak dapat dibubarkan sembarangan tanpa amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

    Dengan demikian, klaim bahwa Mahfud MD mengancam akan membubarkan DPR RI karena melindungi Jokowi merupakan informasi yang tidak benar atau menyesatkan.

    Klaim: Mahfud MD ancam bubarkan DPR RI karena melindungi Jokowi

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Rekrutmen Nasional Penggerak Literasi Daerah 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “EKO febrianto” pada Kamis (19/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    𝐑𝐄𝐊𝐑𝐔𝐓𝐌𝐄𝐍 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐆𝐄𝐑𝐀𝐊 𝐋𝐈𝐓𝐄𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐃𝐀𝐄𝐑𝐀𝐇 𝟐𝟎𝟐6

    Telah dibuka kesempatan bagi Anda yang memiliki semangat berkontribusi untuk menjadi Penggerak Literasi Daerah (PLD). Jika Anda seorang kepala sekolah, guru atau pengawas sekolah, inilah kesempatan Anda untuk berkontribusi dalam mengembangkan literasi dan kualitas pendidikan di daerah Anda!

    𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝘼𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙖𝙗𝙪𝙣𝙜?

    🚀 Dapatkan pelatihan profesional bersertifikat.

    🤝 Bangun kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan Dinas

    💼 Nikmati fasilitas komisi, tunjangan performa, dan tunjangan prestasi.

    🏆 Raih sertifikat, piagam, serta plakat penghargaan sebagai apresiasi.

    📚 Terlibat dalam penerbitan buku tunggal dan antologi.

    🌐 Bergabung dalam Forum PLD Nasional.

    Hingga Jumat (6/3/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 500 tanda suka, 20-an komentar, serta dibagikan ulang belasan kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar penggerak literasi daerah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram Startup Pengembang Program Literasi Sekolah Nasional “nyalanesia”, isinya informasi tentang pembukaan rekrutmen Sosialisator Program Literasi Nasional angkatan ke-8.

    “Pendaftaran Sosialisator Program Literasi (SPL) Nasional dibuka hingga Jumat (13/2/2026) dengan mengakses laman penggerakliterasi.id”, tulis akun Instagram “nyalanesia” pada Januari 2026.

    Sebagai informasi, dilansir dari laman penggerakliterasi.id, Penggerak Literasi Daerah (PLD) adalah program bentukan Nyalanesia untuk menyeleksi, melatih, dan memberdayakan pendidik (guru/kepala sekolah/pengawas) serta pegiat literasi guna mengembangkan budaya literasi di daerah. PLD bertugas mensosialisasikan program Sekolah Literasi Nasional, mendampingi sekolah dalam berkarya, serta membangun ekosistem pendidikan yang mandiri.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran rekrutmen nasional penggerak literasi daerah 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content)

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Wanita asal Filipina Terserang Rudal di Dubai”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin, (02/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan seorang wanita yang sedang melakukan siaran langsung, lalu tiba-tiba terdengar dan terlihat ledakan di sekitarnya. Peristiwa itu diklaim sebagai seorang wanita asal Filipina yang terkena serangan rudal di Dubai. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Viral di media sosial, seorang wanita asal Filipina yang sedang live streaming di Dubai dikabarkan terkena hantaman rudal di tengah memanasnya situasi Perang di Timur Tengah. Video tersebut bikin ngeri dan bikin banyak orang khawatir dengan kondisi kawasan Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan sampai dikaitkan dengan isu WW3 serta berbagai spekulasi lainnya. Semoga situasi segera mereda dan tidak ada lagi kabar mengerikan seperti ini


    #TimurTengah #Dubai #SelatHormuz #ArabSaudi #PerangDunia #WW3 #BeritaViral #Iran #Amerika #Trump #BOP

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, disukai oleh lebih dari 700 ribu akun, memperoleh sekitar 11 ribu komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 136 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan fitur Search Image di TikTok pada cuplikan yang beredar. Hasil penelusuran mengarah pada video yang diunggah akun TikTok thedisastersdude pada April 2024. Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan bahwa video itu merupakan rekaman peristiwa ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.

    Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, ledakan di Beirut tersebut menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang. Insiden dahsyat yang kekuatannya setara gempa bumi itu terjadi akibat meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang Pelabuhan Beirut. Fakta ini menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah peristiwa terbaru dan tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian di Dubai saat ini, sehingga klaim yang menyertainya tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rekaman tersebut merupakan peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, pada tahun 2020. Dengan demikian, video dengan klaim “wanita asal Filipina Terserang rudal di Dubai” merupakan konteks yang salah (False Context).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini