• [SALAH] Benyamin Netanyahu Meninggal Dunia Imbas Serangan Balas Dendam Iran

    Sumber: Threads
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Threads “wali_magang” pada Senin (03/03/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu meninggal dunia imbas serangan balas dendam Iran. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    KABAR TERBARU

    BENYAMIN NETANYAWIT di kabarkan meninggal dunia dalam serangkaian serangan balas dendam iran tadi malam jam 01:00 Waktu sekitar hal ini sangat amat saya tunggu berita nya, amin…

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah disukai oleh 5.000 akun, dan mendapatkan 548 interaksi komentar, dan 107 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim yang menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia pada 2 Maret 2026. Penelusuran dilakukan dengan memeriksa pemberitaan media nasional dan internasional serta aktivitas resmi yang bersangkutan.

    Hasilnya, tidak ditemukan laporan dari media arus utama yang mengabarkan kematian Netanyahu. Ketiadaan pemberitaan tersebut menjadi indikator penting, mengingat wafatnya seorang kepala pemerintahan terlebih di tengah situasi konflik geopolitik umumnya akan dilaporkan secara luas dan cepat oleh berbagai kantor berita global.

    Sebagai konteks, situasi kawasan Timur Tengah memang tengah memanas menyusul laporan meninggalnya Ali Khamenei pada Sabtu (28/02/2026) akibat serangan rudal Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim meluncurkan rudal balistik ke sejumlah target strategis Israel pada Senin (02/03/2026), termasuk kantor Netanyahu. Klaim tersebut turut diberitakan media internasional, salah satunya The Economic Times.

    Meski demikian, hingga Selasa (03/03/2026), Netanyahu masih tercatat aktif melalui akun Instagram resminya. Pada unggahan Senin (02/03/2026), ia terlihat menghadiri rapat bersama Menteri Pertahanan Israel, Kepala Staf IDF, dan Direktur Mossad. Sehari kemudian, Selasa (03/03/2026), ia juga membagikan dokumentasi saat meninjau lokasi yang diklaim menjadi sasaran serangan Iran.

    Kesimpulan

    Hingga Selasa (03/03/2026), tidak ada laporan dari media kredibel yang mengonfirmasi kabar tersebut, dan Netanyahu masih terlihat aktif melalui unggahan resminya. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “Benyamin Netanyahu meninggal dunia imbas serangan balas dendam Iran” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Iran Kirimkan Ribuan Rudal ke Israel Melewati Langit Lebanon"

    Sumber: Threads
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Threads “acehmarket.id” pada Selasa, (03/03/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan benda berwarna biru melintas di langit. Unggahan tersebut mengklaim bahwa objek itu merupakan rudal yang menuju Israel melalui wilayah Lebanon. Dalam video terlihat momen tersebut direkam oleh sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Iran dengan blokade ekonomi berhasil menciptakan kembang api melintasi 2000 km langit. Indonesia dengan BoP dan MBG, berhasil order ompreng buat tangkis rudal.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 9 ribu akun, 159 interaksi komentar, 324 dibagikan ulang, dan 272 disebar luaskan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa melalui fitur Google Search Image. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan serupa di akun TikTok @varla4074 [arsip] yang telah dipublikasikan pada tahun 2025 dengan klaim yang sama, yakni dikaitkan dengan peristiwa konflik Iran–Israel.

    Namun, setelah diamati lebih saksama, khususnya pada detik ke-00:39, objek di langit tersebut terlihat membentuk pola tertentu menyerupai formasi ikan. Pola yang rapi dan terkoordinasi ini lebih identik dengan pertunjukan drone (drone light show) daripada lintasan rudal. 

    Selain itu, dalam video tampak kerumunan warga berdiri rapat sambil mengangkat ponsel untuk merekam. Situasi seperti “lautan ponsel” tersebut tidak lazim terjadi saat peringatan atau serangan rudal sungguhan, karena dalam kondisi darurat masyarakat umumnya diarahkan untuk segera mencari perlindungan, bukan berkumpul di ruang terbuka. Temuan ini mengindikasikan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan serangan rudal sebagaimana diklaim.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa objek di langit tersebut merupakan formasi drone yang membentuk pola tertentu, bukan rudal. Selain itu, situasi kerumunan warga yang merekam di ruang terbuka juga tidak sesuai dengan kondisi saat peringatan serangan rudal. Dengan demikian, video dengan klaim “Iran kirimkan ribuan rudal ke Israel melewati langit Lebanon” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi pada 28 Februari-31 Maret 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada 28 Februari - 31 Maret 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN 2026 PERSYARATAN: 1. Laki-Laki & Perempuan 2. Lulusan SMA/perguruan tinggi/D3/S1-S3 3. Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun 4. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik 5. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN.
    📱 SILAHKAN DAFTAR DIBAWAH"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN IMIGRASI UNTUK LULUSAN SMA SMK D3 S1 S2
    28 FEBRUARI - 31 MARET 2026
    PENDAFTARAN GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi pada 28 Februari - 31 Maret 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi pada 28 Februari - 31 Maret 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari website resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni www.kemenimipas.go.id berjudul "[HOAKS] Penerimaan CPNS IMIGRASI Tahun 2026".
    Dalam artikel ini disebutkan bahwa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan maupun Direktorat Jenderal Imigrasi hingga saat ini tidak pernah mengumumkan pendaftaran seleksi CPNS secara nasional untuk tahun anggaran 2026.
    Semua informasi terkait penerimaan pegawai maupun informasi lainnya yang berhubungan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan hanya diterbitkan melalui media dan situs resmi.
    Media sosial dan situs resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat diakses pada:
    • TikTok: @kemenimipas_RI / @ditjen_imigrasi
    • Instagram: @kemenimipas / @ditjen_imigrasi
    • Situs: www.kemenimipas.go.id atau https://www.imigrasi.go.id/
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi pada 28 Februari - 31 Maret 2026 merupakan hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Pernyataan China Akan Lindungi Iran Jika AS Menyerang

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial unggahan yang mengklaim China akan melindungi Iran dari amukan Amerika. Unggahan tersebut mengklaim bahwa Beijing melayangkan peringatan keras kepada Washington dan menyatakan siap melindungi Iran jika Amerika Serikat berani melakukan serangan.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Cerita Kita” (arsip) pada Minggu (01/03/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar 4 tokoh pemimpin dunia, bagian bawah gambar menunjukkan Vladimir Putin, Xi Jinping, Ali Khamenei, dan Kim Jong Un berdiri bersama.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “China memperingatkan Amerika Serikat soal Iran, China mengatakan akan melindungi Iran jika AS menyerangnya,” begitu narasi tertulis dalam gambar pada unggahan tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan unggahan dituliskan, menurut BRICS News, ini adalah langkah berani yang menantang "SANG NAGA", Serta upaya menggalang solidaritas BRICS di tengah bayang-bayang badai konflik global yang kian mendekat, sekaligus mempertahankan Poros dunia multipolar dari dominasi unipolar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 ribu likes, 900 komentar, dan 196 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut, dan yang lainnya menyebutkan bahwa China hanya membantu Iran.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Threads “bogoyunior” (arsip) pada Selasa (03/03/2026). Unggahan tersebut memiliki klaim serupa yaitu China memberikan peringatan keras kepada AS, menyatakan kesiapannya untuk melindungi Iran jika Amerika Serikat melakukan serangan. Pengunggah juga menambahkan gambar kobaran api akibat ledakan dengan keterangan “Iran menghancurkan pangkalan udara AS di Riyadh, Arab Saudi”.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim yang menyebutkan China akan lindungi Iran jika AS menyerang?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Video Viral Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup

    Periksa Fakta China Akan Bantu Iran. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laporan YouTube Kompas.Dalam laporan tersebut di menit 4:06, Nicole Grajewski, Peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, menyatakan bahwa China mendukung Iran secara diplomatik dan terfokus pada bidang ekonomi. Adapun gambar tersebut terlihat seperti rekayasa digital atau hasil edit karena mereka tidak pernah melakukan sesi foto bersama dalam formasi seperti itu.

    “Hubungan Iran dengan China terutama lebih berfokus pada ekonomi. China merupakan salah satu investor terbesar dalam investasi asing langsung di Iran. Mereka memiliki cukup banyak investasi di pelabuhan-pelabuhan Iran,” begitu menurut Nicole Grajewski dalam laporan Kompas.

    Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyatakan bahwa China melalui Fu Cong, perwakilannya untuk PBB mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan pengeboman fasilitas nuklir di bawah perlindungan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

    “Masyarakat internasional harus menegakkan keadilan dan melakukan upaya konkret untuk mendinginkan situasi dan memulihkan perdamaian dan stabilitas,” begitu keterangan Fu Cong.

    Namun, terkait dukungan militer China terhadap Iran masih belum ada keterangan jelas. Adapun laporan terkait adanya pesawat angkut China terbang ke Teheran masih belum terkonfirmasi.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “China akan lindungi Iran jika AS menyerang” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman CNBC Indonesia “China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel”. Di situ, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, menyatakan sikap China secara terbuka dengan menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

    Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (02/03/2026), Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.

    "China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," begitu keterangan Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).

    Tirto, dalam artikel "Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel" melaporkan bahwa Pemerintah China saat ini memilih untuk tidak ikut dalam peperangan di kawasan Teluk.

    Meski China dan Iran memiliki hubungan kemitraan strategis yang telah berkembang selama bertahun‑tahun, Beijing memilih untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Iran setelah serangan besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

    Sikap ini mencerminkan batasan nyata dalam hubungan kedua negara, di mana dukungan China lebih bersifat diplomatik dan politis, bukan bermotif aliansi pertahanan atau keterlibatan militer langsung.

    Dalam konflik ini, China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan dan hukum internasional, serta menyerukan penghentian operasi militer dan solusi melalui dialog, namun tidak mengirimkan senjata, pasukan, atau bentuk dukungan militer yang bisa memperluas konflik secara langsung.

    “China menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

    Analis menekankan bahwa memberikan bantuan militer langsung kepada Iran akan sangat berisiko dan berpotensi merusak hubungan China-AS, mengancam stabilitas global, serta bertentangan dengan kepentingan ekonomi China.

    Senada dengan hal tersebut, dalam rilis Sindonews International, China Membantah Memberikan Dukungan Militer kepada Iran dan hanya mengutuk AS dan Israel. China hanya memberikan dukungan politik dan ekonomi, serta berpendapat bahwa nuklir harus diselesaikan dengan jalur politik dan diplomatik.

    China tidak pernah menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran. China terus menyerukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri China juga membantah memasok senjata atau membantu Iran secara militer. Dikatakan, bahwa dukungannya hanya sebatas dukungan politik dan moral.

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa China menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran jika Amerika Serikat menyerangnya.

    Baca juga:Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa China akan lindungi Iran jika AS menyerangnya adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa Beijing mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya. China mendukung Iran secara ekonomi, utamanya sebagai salah satu investor terbesar di Iran dan mengecam serangan AS terhadap Iran secara diplomatik. China mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini