tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir
Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto
Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1343941870948350
- https://archive.today/x6czE
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=3e91bb8964__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=9590cebedb__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/reel/1235866688324767
- https://tirto.id/update-perang-iran-terkini-trump-klaim-iran-setuju-beri-nuklir-huuo
- https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.37VX49D
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/c747vmz0w4wo
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/16/122100882/-hoaks-ribuan-warga-israel-mengungsi-usai-negoisasi-as-iran-gagal
- https://tirto.id/rangkuman-perundingan-iran-dan-amerika-di-pakistan-yang-gagal-hubW
- https://www.facebook.com/reel/494921640028110
- https://tirto.id/inggris-kukuh-tolak-gabung-as-di-perang-iran-meski-ditekan-trump-huqH
Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir
Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir
Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1343941870948350
- https://archive.today/x6czE
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=201ff619a4__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=575a83325b__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/reel/1235866688324767
- https://tirto.id/update-perang-iran-terkini-trump-klaim-iran-setuju-beri-nuklir-huuo
- https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.37VX49D
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/c747vmz0w4wo
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/16/122100882/-hoaks-ribuan-warga-israel-mengungsi-usai-negoisasi-as-iran-gagal
- https://tirto.id/rangkuman-perundingan-iran-dan-amerika-di-pakistan-yang-gagal-hubW
- https://www.facebook.com/reel/494921640028110
- https://tirto.id/inggris-kukuh-tolak-gabung-as-di-perang-iran-meski-ditekan-trump-huqH
Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir
Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir
Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).
Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.
Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.
Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:
Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.
Tirto
Tentang Katolik
Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.
Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1343941870948350
- https://archive.today/x6czE
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=a0b57c15e6__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=03f316957b__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/reel/1235866688324767
- https://tirto.id/update-perang-iran-terkini-trump-klaim-iran-setuju-beri-nuklir-huuo
- https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.37VX49D
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/c747vmz0w4wo
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/16/122100882/-hoaks-ribuan-warga-israel-mengungsi-usai-negoisasi-as-iran-gagal
- https://tirto.id/rangkuman-perundingan-iran-dan-amerika-di-pakistan-yang-gagal-hubW
- https://www.facebook.com/reel/494921640028110
- https://tirto.id/inggris-kukuh-tolak-gabung-as-di-perang-iran-meski-ditekan-trump-huqH
Tidak Benar, Trump Mundur dari Jabatan Presiden AS
Sumber:Tanggal publish: 17/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers darurat dan mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan akan digantikan oleh JD Vance.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Heri An Syah” (arsip) pada Minggu (5/4/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Trump dengan logo CNN di pojok kanan atas.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“RESIGNS. Trump has resigned as president of the United States of America, and will announce it tonight at 9 pm. Breaking news.” Begitu keterangan tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menuliskan keterangan: “Presiden Donald J. Trump telah mengadakan konferensi pers darurat malam ini pada pukul 9 malam untuk secara resmi mengumumkan dia akan mengundurkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat, dan JD Vance akan mengambil tempatnya...!!”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (16/4/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like dan 1 komentar. Dalam kolom komentar dituliskan bahwa informasi tersebut adalah kebohongan.
Tirto menemukan unggahan serupa pada akun YouTube “DR.RAPH DISCOVERY (DRD TV)” dan akun X @papua_muslim95. Kedua akun tersebut menampilkan gambar yang sama terkait pengunduran diri Trump sebagai presiden dalam sebuah konferensi pers.
Lantas, benarkan Trump mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden AS?
Baca juga:Hoaks, Kabar Donald Trump Sekarat Akibat Melawan Iran
Periksa Fakta Trump Mengundurkan Diri. foto/Hotline periska fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Heri An Syah” (arsip) pada Minggu (5/4/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Trump dengan logo CNN di pojok kanan atas.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“RESIGNS. Trump has resigned as president of the United States of America, and will announce it tonight at 9 pm. Breaking news.” Begitu keterangan tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menuliskan keterangan: “Presiden Donald J. Trump telah mengadakan konferensi pers darurat malam ini pada pukul 9 malam untuk secara resmi mengumumkan dia akan mengundurkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat, dan JD Vance akan mengambil tempatnya...!!”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (16/4/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like dan 1 komentar. Dalam kolom komentar dituliskan bahwa informasi tersebut adalah kebohongan.
Tirto menemukan unggahan serupa pada akun YouTube “DR.RAPH DISCOVERY (DRD TV)” dan akun X @papua_muslim95. Kedua akun tersebut menampilkan gambar yang sama terkait pengunduran diri Trump sebagai presiden dalam sebuah konferensi pers.
Lantas, benarkan Trump mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden AS?
Baca juga:Hoaks, Kabar Donald Trump Sekarat Akibat Melawan Iran
Periksa Fakta Trump Mengundurkan Diri. foto/Hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari gambar asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasilnya mengarah pada laman Liputan6 bahwa klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat menyebar di media sosial pada 1 April 2026 bertepatan dengan April Mop, momen ketika orang-orang biasanya membuat lelucon atau prank untuk mengelabui orang lain.
Setelah ditelusuri, klaim pengunduran diri Donald Trump tersebut diunggah oleh komedian Patrick W Cutler pada akun Facebookdan Threadsmiliknya tepat pada April Mop. Ia menulis bahwa Trump mengadakan konferensi pers darurat pada pukul 9 malam pada 1 April 2026 untuk secara resmi mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai presiden AS dan JD Vance akan menggantikannya.
“BREAKING: President Donald J. Trump has called an emergency press conference tonight at 9 PM to officially announce he will be stepping down as President of the United States of America, and JD Vance will be taking his place,” begitu tulis Patrick dalam unggahannya.
Sebagai informasi, Patrick W. Cutler adalah seorang komedian, pembuat konten, dan kreator konten asal Amerika yang terkenal melalui persona komedi "Bad Napoleon," sebuah parodi dari karakter Napoleon Dynamite. Ia meraih popularitas di media sosial, terutama TikTok, melalui konten humor yang unik dan peniruan adegan film.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Trump mengundurkan diri sebagai presiden AS” pada mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah pada laman Times Indonesia yang menuliskan bahwa gagasan untuk mencopot Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat terus menguat lantaran melontarkan ucapan bahwa akan segera mengakhiri perang dengan Iran melalui upaya negosiasi yang akan dilanjutkan beberapa hari mendatang.
Pada Selasa (14/4/2026), anggota DPR dari Partai Demokrat mengusulkan pembentukan komisi yang akan bekerja sama dengan JD Vance untuk mencopot Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat berdasarkan Amandemen ke-25, jika mereka memutuskan bahwa ia tidak lagi layak untuk menjabat.
Rancangan undang-undang tersebut, yang diajukan oleh Jamie Raskin, pemimpin Partai Demokrat di komite kehakiman DPR, menyusul serangkaian pernyataan dari Trump, termasuk peringatannya baru-baru ini bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati” jika tidak menyerah pada tuntutannya, dan sebuah unggahan di media sosial yang menggambarkannya sebagai Yesus Kristus.
Para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan lawan-lawan politik lainnya, termasuk mantan Direktur CIA, John Brennan , telah memanfaatkan komentar-komentar tersebut dengan berpendapat bahwa presiden yang berusia 79 tahun itu tidak lagi kompeten untuk memimpin negara, dan bahwa wakil presiden AS harus bekerja sama dengan kabinet Trump untuk menyingkirkannya.
“Kepercayaan publik terhadap kemampuan Donald Trump untuk memenuhi tugas jabatannya telah jatuh ke titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban, melepaskan kekacauan di Timur Tengah sambil melanggar wewenang perang Kongres, secara agresif menghina Paus Gereja Katolik dan mengirimkan gambar-gambar artistik daring yang menyamakan dirinya dengan Yesus Kristus,” begitu keterangan Raskin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian.
Meskipun demikian, sampai artikel ini ditulis pada 16 April 2026, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa Donald Trump mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat, meskipun ada desakan publik dan kritik atas kebijakannya. Akun media sosial Trump di Instagram pun, hingga kini, terpantau masih aktif mengunggah kegiatannya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Perlu diketahui, melansir laman Govtrack.us, Trump adalah Presiden Amerika Serikat yang berasal dari Partai Republik. Ia telah menjabat sejak 20 Januari 2025. Masa jabatan Trump saat ini berakhir pada 20 Januari 2029. Presiden berusia 79 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik dari tahun 2017 hingga 20 Januari 2021.
Baca juga:Rangkuman Pidato Donald Trump ke Warga Amerika Soal Perang Iran
Hasilnya mengarah pada laman Liputan6 bahwa klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat menyebar di media sosial pada 1 April 2026 bertepatan dengan April Mop, momen ketika orang-orang biasanya membuat lelucon atau prank untuk mengelabui orang lain.
Setelah ditelusuri, klaim pengunduran diri Donald Trump tersebut diunggah oleh komedian Patrick W Cutler pada akun Facebookdan Threadsmiliknya tepat pada April Mop. Ia menulis bahwa Trump mengadakan konferensi pers darurat pada pukul 9 malam pada 1 April 2026 untuk secara resmi mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai presiden AS dan JD Vance akan menggantikannya.
“BREAKING: President Donald J. Trump has called an emergency press conference tonight at 9 PM to officially announce he will be stepping down as President of the United States of America, and JD Vance will be taking his place,” begitu tulis Patrick dalam unggahannya.
Sebagai informasi, Patrick W. Cutler adalah seorang komedian, pembuat konten, dan kreator konten asal Amerika yang terkenal melalui persona komedi "Bad Napoleon," sebuah parodi dari karakter Napoleon Dynamite. Ia meraih popularitas di media sosial, terutama TikTok, melalui konten humor yang unik dan peniruan adegan film.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Trump mengundurkan diri sebagai presiden AS” pada mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah pada laman Times Indonesia yang menuliskan bahwa gagasan untuk mencopot Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat terus menguat lantaran melontarkan ucapan bahwa akan segera mengakhiri perang dengan Iran melalui upaya negosiasi yang akan dilanjutkan beberapa hari mendatang.
Pada Selasa (14/4/2026), anggota DPR dari Partai Demokrat mengusulkan pembentukan komisi yang akan bekerja sama dengan JD Vance untuk mencopot Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat berdasarkan Amandemen ke-25, jika mereka memutuskan bahwa ia tidak lagi layak untuk menjabat.
Rancangan undang-undang tersebut, yang diajukan oleh Jamie Raskin, pemimpin Partai Demokrat di komite kehakiman DPR, menyusul serangkaian pernyataan dari Trump, termasuk peringatannya baru-baru ini bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati” jika tidak menyerah pada tuntutannya, dan sebuah unggahan di media sosial yang menggambarkannya sebagai Yesus Kristus.
Para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan lawan-lawan politik lainnya, termasuk mantan Direktur CIA, John Brennan , telah memanfaatkan komentar-komentar tersebut dengan berpendapat bahwa presiden yang berusia 79 tahun itu tidak lagi kompeten untuk memimpin negara, dan bahwa wakil presiden AS harus bekerja sama dengan kabinet Trump untuk menyingkirkannya.
“Kepercayaan publik terhadap kemampuan Donald Trump untuk memenuhi tugas jabatannya telah jatuh ke titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban, melepaskan kekacauan di Timur Tengah sambil melanggar wewenang perang Kongres, secara agresif menghina Paus Gereja Katolik dan mengirimkan gambar-gambar artistik daring yang menyamakan dirinya dengan Yesus Kristus,” begitu keterangan Raskin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian.
Meskipun demikian, sampai artikel ini ditulis pada 16 April 2026, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa Donald Trump mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat, meskipun ada desakan publik dan kritik atas kebijakannya. Akun media sosial Trump di Instagram pun, hingga kini, terpantau masih aktif mengunggah kegiatannya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Perlu diketahui, melansir laman Govtrack.us, Trump adalah Presiden Amerika Serikat yang berasal dari Partai Republik. Ia telah menjabat sejak 20 Januari 2025. Masa jabatan Trump saat ini berakhir pada 20 Januari 2029. Presiden berusia 79 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik dari tahun 2017 hingga 20 Januari 2021.
Baca juga:Rangkuman Pidato Donald Trump ke Warga Amerika Soal Perang Iran
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Trump mengundurkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada 1 April 2026 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Klaim tersebut beredar bertepatan dengan April Mop, momen ketika orang-orang biasanya membuat lelucon ataupun prank. Klaim serupa juga diunggah oleh komedian Patrick W. Cutler.
Memang terdapat gelombang protes dan demonstrasi dari sebagian masyarakat yang mendesak Trump untuk mundur karena kebijakan-kebijakan kontroversialnya. Namun, desakan ini tidak berujung pada pengunduran diri resminya. Trump masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 setelah dilantik pada 20 Januari 2025
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Klaim tersebut beredar bertepatan dengan April Mop, momen ketika orang-orang biasanya membuat lelucon ataupun prank. Klaim serupa juga diunggah oleh komedian Patrick W. Cutler.
Memang terdapat gelombang protes dan demonstrasi dari sebagian masyarakat yang mendesak Trump untuk mundur karena kebijakan-kebijakan kontroversialnya. Namun, desakan ini tidak berujung pada pengunduran diri resminya. Trump masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 setelah dilantik pada 20 Januari 2025
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0tXjr1ZF7NMzyhsG553PiFXpbmtyYRQB5Na2H8pBxwvsFS4KUoDT14UrzxcF7tsnfl&id=100058247092364&rdid=ZoCujz0r4yXxJeY4#
- https://archive.ph/h4FC5
- https://www.youtube.com/watch?v=jwATv-Ghct8
- https://x.com/papua_muslim95/status/2039900755323437516
- https://tirto.id/hoaks-kabar-donald-trump-sekarat-akibat-melawan-iran-htVw
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6316861/cek-fakta-tidak-benar-donald-trump-mengundurkan-diri-dari-jabatan-presiden-as-pada-1-april
- https://www.facebook.com/patrickwcutler/photos/breaking-president-donald-j-trump-has-called-an-emergency-press-conference-tonig/1620616162374592/
- https://www.threads.com/@patrickwcutler_official/post/DWl-vr9kRTt/breaking-president-donald-j-trump-has-called-an-emergency-press-conference
- https://timesindonesia.co.id/pemerintahan/585675/gagasan-pencopotan-donald-trump-sebagai-presiden-amerika-serikat-terus-menguat
- https://www.instagram.com/realdonaldtrump/
- https://www.govtrack.us/congress/other-people/donald_trump/412733#:~:text=He%20has%20served%20since%20Jan,to%20Jan.%2020%2C%202021.
- https://tirto.id/rangkuman-pidato-donald-trump-ke-warga-amerika-soal-perang-iran-htE9
Halaman: 324/8633



