• [SALAH] Uji Coba Perang Darat, China Kirim Bantuan Robot ke Iran

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Eqiss Saputra” membagikan video [arsip] pada Sabtu (28/3/2026) yang memperlihatkan barisan robot di dalam ruangan besar.

    Unggahan disertai narasi:

    “China sends robots to Iran to test ground warfare

    China mengirim bantuan robot untuk menguji coba perang darat ke negara Iran 

    #robothumanoid #china #tekhnologi #fight #war #mediasocial #facebook”.

    Per Jumat (17/4/2026), unggahan tersebut telah mendapat 600-an tanda suka dan hampir 20 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “China mengirim bantuan robot untuk menguji coba perang darat ke Iran” di kolom pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan yang membenarkan klaim. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan antaranews.com “China diduga mulai beralih dukung Iran dengan kirim bantuan komponen rudal”.

    Berita yang tayang Sabtu (7/3/2026) itu membeberkan kemungkinan China yang mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal. Namun, informasi tersebut masih bersifat indikasi intelijen dan belum didukung bukti konkret. Selain itu, tidak terdapat laporan kredibel yang menyebut adanya pengiriman bantuan robot untuk uji coba perang darat ke Iran.

    Melansir dari theconomictimes.com, disebutkan bahwa China secara aktif mengembangkan robot humanoid untuk peran non-tempur seperti manajemen perbatasan dan pengendalian massa. Robot-robot ini sedang diuji di berbagai sektor yang mencerminkan investasi tiongkok dalam bidang robotika. 

    TurnBackHoax kemudian melacak tangkapan layar dari video klaim tersebut menggunakan Google Lens. Penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube Kompas.com “China “Kerahkan” Ratusan Robot, Pasukan Pertama di Dunia ” yang tayang Sabtu (25/11/2025). 

    Diketahui, konteks asli foto adalah dokumentasi robot-robot humanoid Walker S2 milik UbTech yang berjajar di sebuah gudang di Shenzhen, China. Robot-robot humanoid tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu tugas tugas perakitan otomotif dan elektronik. 

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “uji coba perang darat, China kirim bantuan robot ke Iran”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “uji coba perang darat, China kirim bantuan robot ke Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto "TNI Kepung Tentara AS-Israel di Selat Hormuz"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Pada Selasa (7/4/2026) akun Facebook “Kapten Sandi” membagikan unggahan [arsip] yang menampilkan foto TNI sedang menangkap Tentara berbendera Amerika dan Israel. Unggahan tersebut disertai dengan narasi seperti berikut : 

    “Amerika-israel di kepung TNI karna memaksa lewat selat hormus.”

    Hingga Jumat (17/4/2026) unggahan tersebut mendapat lebih dari 400 tanda suka,  menuai lebih dari 90 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 50 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati foto yang diklaim memperlihatkan TNI mengepung tentara Amerika–Israel. Secara visual, foto tampak tidak realistis, dengan warna yang terlalu kontras dan terlihat sangat bersih, mengindikasikan kemungkinan hasil rekayasa AI.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis gambar tersebut menggunakan Hive Moderation, yang menunjukkan probabilitas 99,9 persen sebagai konten buatan AI.

    Selain itu, penelusuran dengan kata kunci “TNI kepung tentara Amerika–Israel di Selat Hormuz” di Google tidak menemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi “TNI kepung Tentara AS-Israel di Selat Hormuz” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Warga AS Temukan Gudang Emas Milik Donald Trump

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “twsmotion” pada Sabtu (11/4/2026) yang memperlihatkan ruangan berisi tumpukan emas batangan.

    Unggahan disertai narasi:

    DETIK DETIK WARGA AS TEMUKAN GUDANG EMAS DONALD TRUMP YANG DISEMBUNYIKAN

    Hingga Jumat (17/4/2026), konten itu mendapat lebih dari 3.300-an tanda suka, 200-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 1.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “warga AS temukan gudang emas milik Donald Trump”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan sejumlah video serupa dengan klaim berbeda, salah satunya dari akun instagram “marcusgoldchaser” yang tayang Kamis (2/4/2026). Pengunggah mengeklaim bahwa video tersebut merupakan dokumentasi gua penyimpan harta para Viking (pelaut, penjelajah, dan prajurit Skandinavia).

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “twsmotion”. Hal itu terlihat dari atap gua yang buram dan menghilangnya sebagian anggota tubuh petugas yang tengah berlari.

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 86,9 persen.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 86,9 persen. Jadi, unggahan video berisi klaim “warga AS temukan gudang emas milik Donald Trump” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Pendaftaran Lowongan Petugas Haji 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Lowongankerja” pada Senin, (13/04/2026) mengunggah informasi [arsip] mengenai lowongan kerja sebagai petugas haji 2026. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    KEMENTERIAN HAJI INDONESIA MEMBUKA PENDAFTARAN PETUGAS HAJI TAHUN 2026 /M/1447 H. Persyaratan Umum :

    1.Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Beragama Islam

    3. Sehat jasmani dah rohani

    4.Tidak dalam keadaan hamil

    5. Berkomitmen dalam pelayanan jemaah

    6. Mampu mengoperasikan aplikasi pelaporan berbasis Android/ios

    7. Memiliki integritas, kredibilitas, dan rekam jejak yang baik

    UNTUK INFO PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK  https://hx1.segera-daftar.click

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan sebanyak 78 reaksi.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan melalui Facebook dengan mengakses langsung alamat situs yang tercantum dalam unggahan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, melainkan ke halaman tidak resmi yang berisi formulir digital dan meminta pengunjung memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Pola ini mengindikasikan ciri khas upaya phishing yang bertujuan mengumpulkan informasi pengguna.

    Penelusuran kemudian dilanjutkan ke akun Instagram resmi “@Kemenhaj”. Berdasarkan informasi dari Kementerian Haji dan Umrah, seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat daerah (kabupaten/kota dan provinsi) untuk tahun 1447 Hijriah/2026 memang telah dibuka pada 22 - 28 November 2025 melalui laman resmi petugas.haji.go.id . Proses pendaftaran tersebut dilakukan secara terpusat melalui situs resmi, bukan melalui tautan yang beredar di media sosial.

    Seluruh rangkaian seleksi kini telah selesai dilaksanakan. Para petugas haji telah mengikuti Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, selama 10 - 30 Januari 2026 dan dilanjutkan secara daring hingga 9 Februari 2026. Setelah itu, sebanyak 1.636 petugas resmi dikukuhkan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Sementara itu, keberangkatan jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 menuju Madinah Al-Munawwarah.

    Kesimpulan

    Tautan yang beredar bukan berasal dari sumber resmi dan mengarah ke laman mencurigakan yang berpotensi sebagai upaya phishing untuk mengumpulkan data pribadi. Selain itu, proses seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 telah dilakukan melalui kanal resmi dan seluruh tahapannya sudah selesai. Dengan demikian, informasi mengenai “pendaftaran lowongan petugas Haji 2026” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini