• [SALAH] TNI Temukan 41 Ton Emas Ilegal dari Warga Negara Asing

    Sumber: X
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    Akun X “Subur0204” pada Minggu (8/2/2026) mengunggah video [arsip] yang dilengkapi narasi:

    “TNI TEMUKAN 41 TON EMAS ILEGAL

    BULE ASING DAN 13 KKB TERTANGKAP”

    Pengunggah juga menambahkan narasi sebagai berikut:

    “41 Ton Emas ditemukan TNI dari Buke Asing dan 13 KKB tertangkap.

    41 ton = 41.000.000 gram

    Anggap saja 1 gram = 2 jt.

    81 TRILIUN BERARTI SUDAH SERING DIGARONG”.

    Hingga Selasa (3/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 985 akun dan dilihat 99.700 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “41 ton emas” ke kolom pencarian situs resmi TNI. Tidak ditemukan artikel atau laporan resmi terkait terkait hal tersebut.

    Video tersebut kemudian dianalisis dengan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan probabilitas AI-Generated Speech sebesar 99%. TurnBackHoax juga mencari konteks asli video tersebut dengan InVID & WeVerify. Diketahui, “Subur0204” menggunakan potongan cuplikan video yang berbeda-beda yang beberapa konteksnya bersumber dari:

    • detik.com “Kronologi Anggota Brimob Disengat Lebah Dalam Hutan Saat Cari Iptu Tomi” yang tayang Selasa (29/4/2025), dan

      jakartaglobe.id “Indonesian Army to Establish Six New Regional Commands in Major Expansion” tayang pada Jumat (8/8/2025).

    Kesimpulan

    Video narasi berita tersebut merupakan konten buatan AI dan tidak ada media resmi serta kredibel yang memberitakan hal itu. Jadi, unggahan berisi narasi “TNI temukan 41 ton emas ilegal dari warga negara asing” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Terupdate” pada Sabtu (21/2/2026) membagikan tautan [arsip] yang diklaim sebagai tautan pendaftaran program pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan. Narasi sebagai berikut:

    “PEMUTIHAN DENDA IURAN BPJS KESEHATAN TELAH DIBERLAKUKAN!

    Kabar baik untuk masyarakat!
    Pemerintah memberikan pemutihan denda pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta yang menunggak

    Tanpa denda keterlambatan
    Kesempatan mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan
    Lebih ringan dan mudah

    Mari segera manfaatkan program ini dan aktifkan kembali BPJS Kesehatan Anda demi perlindungan kesehatan diri dan keluarga.

    Jangan tunda lagi, kesehatan adalah investasi utama!
    LINK PENDAFTARAN”.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim tersebut, yakni:

    • liputan6.com “Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS Kesehatan 2026” yang tayang Selasa (24/2/2026), dan

    • infopublik.id “[HOAKS] Tautan Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS Kesehatan 2026” yang tayang Kamis (26/2/2026).

    TurnBackHoax kemudian menelusuri tautan yang dibagikan “Info Terupdate” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu berdomain di Frankfurt dan tidak terafiliasi dengan kementerian Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram. 

    Melansir dari artikel hukumonline.com yang berjudul “Rencana Perpres Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan PBPU dan BP, Legislator Minta Otomatis dan Humanis”, rencana penghapusan tunggakan BPJS masih dalam proses pembahasan internal pemerintah dan belum ditentukan secara rinci golongan mana saja yang dapat menerima bantuan tersebut.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan merupakan percobaan phishing dan belum ada keputusan final perihal penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ayam Periode 21 Februari - 30 April 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 1 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Program Pemerintah Tahun Anggaran 2026 Bantuan Bibit Ayam Kuota nasional terbatas 5.000 peserta
    Fasilitas Bantuan :
    - DOC ( Day Old Chick )
    - Pakan Ternak
    - Imunisasi Dan Pelatihan Beternak
    - Modal Usaha
    Syarat Peserta:
    - Warga Negara Indonesia
    - Memiliki lahan atau kandang ternak
    - Bersedia irtengikuti pelatihan resmi
    - Mengisi formulir pendaftaran online
    PERIODE PENDAFTARAN:
    21 Febuari - 30 April 2026
    DAFTAR SEKARANG: Pendaftaran Gratis Di Link 👇"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026. Penelusuran mengarah pada postingan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui akun Instagram resminya @ditjen_pkh.
    Dalam postingannya, Kementan meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok bantuan ternak atau bibit ayam. 
    "Hati-hati ya! Jangan mudah percaya pada akun mencurigakan atau tautan pendaftaran yang tidak resmi," tulis Ditjen PKH Kementan yang dikutip pada Selasa 3 Maret 2026.
    Masyarakat diminta jangan pernah memberikan data pribadi seperti KTP, nomor rekening, atau identitas penting lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
    Kementan juga mengingatkan bahwa informasi hanya berasal dari akun resmi Kementerian Pertanian dan situs www.pertanian.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026 merupakan hoaks.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Menkeu Purbaya Umumkan Bansos Lewat Situs Bansos 188

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini, ramai penggunaan nama tokoh publik untuk penipuan digital. Beredar sebuah video di Facebook yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan pembagian bantuan sosial (bansos).

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut diunggah oleh akun bernama “Teguh belalang” (arsip). Dalam tayangan tersebut, terlihat Menkeu Purbaya memakai jas berwarna hitam dan dasi berwarna biru muda. Ia mengatakan bahwa bantuan sudah disalurkan melalui sebuah situs tertentu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat, ini baru saja saya dapat komentar, ‘Pak Pur tolong masyarakat, Pak Pur tolong turunin bansos.’ Saya bingung kenapa pada belum tahu, bansos sudah saya turunkan di situs bansos 188,” ungkap Purbaya di dalam video.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Ia juga menyebut penyaluran dilakukan secara daring karena perkembangan teknologi.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Kalau kalian tanya kenapa situs bansos 188, ini sudah zaman canggih ya, maka bansos disalurkan dengan mudah melalui situs bansos 188. Situs bansos 188 sudah diatur sedemikian rupa untuk memberi kemenangan kepada seluruh masyarakat agar dana yang disalurkan akan terbagi secara adil dan merata.”

    Di akhir video, ia mengimbau masyarakat mengambil bantuan tersebut dengan bijak.

    “Saya sampaikan agar mengambil bansos dengan bijak dan jangan serakah agar seluruh masyarakat kebahagiaan. Sekian informasi yang saya sampaikan, terima kasih.”

    ADVERTISEMENT

    Hingga artikel ini ditulis pada Senin (02/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1.000 tanda suka, dan 77 komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Manipulasi Video Purbaya soal Dukungan Hukuman Mati Koruptor

    Periksa Fakta Purbaya Promosi Situs Slot Bansos188. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara dalam video memiliki probabilitas sangat tinggi sebagai hasil generasi AI, yakni mencapai 99,5 persen.

    Tangkapan layar modifikasi AI Purbaya. FOTO/Hive Moderation

    Sementara itu, aspek visual video terdeteksi memiliki kemungkinan lebih rendah sebagai konten buatan AI yakni 17,2 persen. Rendahnya angka tersebut mengindikasikan bahwa materi visual yang digunakan berasal dari rekaman asli.

    Kami lantas melakukan penelusuran menggunakan Google Image untuk menelusuri rekaman asli dari video tersebut. Hasilnya, kami diarahkan ke siniar di YouTube oleh akun “Gita Wirjawan” yang menampilkan Purbaya dalam tampilan serupa: berjas hitam dengan dasi biru.

    Dalam podcast tersebut, Purbaya membahas beragam hal terkait ekonomi, mulai dari landasan pemikiran dalam kebijakannya, hingga filsafat ekonomi Purbaya.

    Perlu diketahui, melalui situs resminya (kemensos.go.id) Kementerian Sosial menegaskan tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

    Baca juga:KPK Imbau Menkeu Purbaya Lapor ke KPK soal Gift saat Live TikTok

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, membagikan bantuan sosial melalui situs “bansos 188” adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

    Faktanya, rekaman asli yang menampilkan Purbaya berasal dari sebuah siniar di kanal YouTube “Gita Wirjawan” yang membahas isu-isu ekonomi, bukan pengumuman pembagian bansos. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Selain itu, Kementerian Sosial menegaskan tidak pernah membuat situs ataupun tautan pendaftaran dan pencairan bantuan sosial seperti yang diklaim dalam video tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini