Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Seleksi Calon Anggota BPKN Periode 2027–2030
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran seleksi calon anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) periode 2027–2030. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 12 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"SELEKSI TERBUKA CALON ANGGOTA BPKN RI 2027–2030
Telah dibuka Seleksi Calon Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Periode 2027–2030 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kesempatan ini terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam mewujudkan perlindungan konsumen di Indonesia.
🗓️ Periode pendaftaran: 06 – 19 April 2026
🔗 Link pendaftaran & informasi lebih lanjut:
https://daftar.online12.my.id/b1
Mari ambil bagian dalam memperkuat perlindungan konsumen dan mewujudkan Konsumen Berdaya #BPKNRI #SeleksiBPKN #PerlindunganKonsumen #KonsumenBerdaya #KemendagRI"
Postingan disertai dengan poster, berikut tulisannya:
"KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
Terbuka Untuk UMUM
SELEKSI TERBUKA 2026
Pengisian Calon Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Periode 2027 - 2030
REGISTER NOW 06 - 19 April 2026"
Unggahan juga disertai menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran seleksi calon anggota BPKN RI periode 2027–2030? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran seleksi calon anggota BPKN RI periode 2027–2030. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI melalui akun Instagram resminya @bpknri.
Berikut isinya:
"SELEKSI TERBUKA CALON ANGGOTA BPKN RI 2027–2030
Telah dibuka Seleksi Calon Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Periode 2027–2030 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kesempatan ini terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam mewujudkan perlindungan konsumen di Indonesia.
?️ Periode pendaftaran:6 – 19 April 2026
? Link pendaftaran & informasi lebih lanjut:https://rekrutmen.kemendag.go.id/seleksi-bpkn/
Mari ambil bagian dalam memperkuat perlindungan konsumen dan mewujudkan Konsumen Berdaya ??
#BPKNRI #SeleksiBPKN #PerlindunganKonsumen #KonsumenBerdaya #KemendagRI"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran seleksi calon anggota BPKN RI periode 2027–2030 yang beredar di Facebook ini, tidak benar
Rujukan
Cek Fakta: Hoaks Artikel Anies Baswedan Serukan untuk Menggulingkan Presiden Prabowo
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Anies Baswedan menyerukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di X. Akun itu mempostingnya pada 6 April 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Suara.com dengan judul:
"Geger! Anies Baswedan Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan"
Akun itu menambahkan narasi:
"ditunggu tanggal mainnya ya pak"
Lalu benarkah postingan artikel Anies Baswedan menyerukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Suara.com pada 5 April 2026.
Namun dalam artikel asli berjudul:
"Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan"
Foto dalam artikel asli juga berbeda dengan postingan. Foto asli menggunakan foto Saiful Mujani, sementara foto dalam postingan sudah diganti dengan Anies Baswedan.
Kesamaan hanya terdapat pada nama penulis dan juga waktu artikel diunggah. Sehingga bisa dipastikan foto dan judul dalam postingan merupakan hasil editan.
Kesimpulan
Postingan artikel Anies Baswedan menyerukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo adalah hoaks.
Rujukan
Cek Fakta: Tidak Benar Video Mentan Amran Umumkan Bantuan Dana untuk Modal Usaha
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bantuan dana salah satunya untuk modal usaha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 30 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"PROGRAM RESMI DARI KEMENTAN
DENGAN DUKUNGAN DARI SELURUH JAJARAN P'MERINTAH RI
#BANSOS#BANTUANDANA#BANTUANSOSIAL"
Unggahan turut menyertakan video yang berisi pernyataan Amran:
"Salam sejahtera untuk kita semua, terkhusus untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, silakan segera hubungi saya
Jika anda membutuhkan suntikan dana bantuan untuk bayar utang atau untuk modal usaha ataupun biaya sekolah karena saya sedang mengadakan program berbagi rezeki dan berlaku untuk semua orang yang benar benar membutuhkan.
Bantuan ini benar dan tentunya resmi maka jangan lewatkan kesempatan ini sebab kesempatan tidak akan datang dua kali"
Terdapat menu kirim pesan dalam postingan tersebut.
Lalu benarkah klaim video Mentan Amran mengumumkan bantuan dana untuk modal usaha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mentan Amran mengumumkan bantuan dana untuk modal usaha. Penelusuran dengan menggunakan google image ditemukan video klaim tersebut identik dengan kegiatan Mentan saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 20 November 2025 seperti yang ditayangkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 20 November 2025.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan hasil ratas terkait perkembangan ketahanan pangan nasional dan sejumlah capaian serta rencana strategis sektor pangan dan peternakan.
"Kami laporkan tentang perkembangan pangan khusus untuk beras, pangan kita khusus beras. Insyaallah, insyaallah tanggal 31 Desember jam 12.00. Kalau tidak ada aral melintang, 30 hari lebih, 40 hari ke depan Indonesia swasembada pangan. Itu yang pertama. Dan ini adalah dari target 4 tahun, tapi kita capai insyaallah 1 tahun," ujar Amran dalam keterangannya kepada awak media usai ratas.
"Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden. Pertama kami di target 4 tahun, kemudian setelah 21 hari berubah menjadi 3 tahun, dan setelah 45 hari berubah menjadi 1 tahun. Berkat dukungan penuh dari segi regulasi, kemudian pembiayaan, Alhamdulillah kita bisa capai dalam waktu singkat," imbuh Amran.
Dalam ratas tersebut, Amran juga melaporkan rencana pembangunan ekosistem peternakan rakyat dari sisi hulu untuk menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan usaha peternak di seluruh Indonesia.
Tidak ada pernyataan mengenai bantuan dana untuk modal usaha.
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 98,7 persen audio dihasilkan oleh AI. Video mengandung deepfake 28,9 persen.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mentan Amran mengumumkan bantuan dana untuk modal usaha, tidak benar.
Rujukan
Salah, Rencana Rusia Bangun Pangkalan Militer di Papua
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Papua. Dalam unggahan disebutkan alasan Rusia ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua untuk membantu dan melindungi Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat.
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Ditemukan banyak unggahan terkait Iran, Indonesia, Donald Trump, Netanyahu, dan Bahlil yang ditulis dengan narasi yang menggiring opini pengunjung. Akun tersebut memiliki 5,9 ribu pengikut dan YouTube Journal IDN dengan 224 subscriber.
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1523797715843868
- https://archive.ph/YZ9BF
- https://tirto.id/prabowo-bertolak-ke-rusia-pastikan-kerja-sama-ketahanan-energi-huah
- https://www.youtube.com/@journalidn31
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-rusia-akan-membuat-pangkalan-militer-di-papua
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/16/06183981/isu-rusia-mau-bangun-pangkalan-militer-di-papua-benar-atau-tidak?page=all
- https://tirto.id/prabowo-ke-rusia-besok-temui-putin-demi-amankan-pasokan-energi-ht85
Halaman: 365/8633

