• [SALAH] Terkonfirmasi Iran Menyerang Kapal Tanker Terkait AS di Selat Hormuz

    Sumber: X
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    Pada Jumat (6/03/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “Sumatera Adil & Federal” (@indepenSumatera) dengan narasi: 

    “BERITA TERKINI ‼️
    terkonfirmasi Iran menyerang kapal tanker minyak terkait AS di Selat Hormuz.
    Hidup Iran🇮🇷”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 59.1 ribu kali, mendapatkan 49 jawaban, di-post ulang 433 kali, disukai 2.6 ribu kali, dan  disimpan sebagai favorit oleh 29 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Akun-akun pengamat pergerakan kapal “Shipspotter Hayri YAY” (@shipspotter_hayriyay) di Instagram dan “Ed Finley–Richardson” (@ed_fin) di X menyatakan bahwa  video yang disebarkan adalah video tabrakan antara kapal Adalynn dan Front Eagle VLCC pada 17 Juni 2025, bukan karena diserang oleh pihak militer Iran. 

    Sumber-sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber-sumber di atas adalah artikel oleh situs “Asia Shipping Media” (splash247.com) dan hasil pencarian Google News dengan kata kunci “adalynn front eagle collision” yang menampilkan artikel dari situs-situs media yang meliput peristiwa tersebut. 

    Selain itu, MAFINDO sudah pernah memeriksa fakta sebelumnya di artikel “[SALAH] Kapal Tanker Terbakar karena Iran Melarang Selat Hormuz untuk Dilewati” pada tahun 2025 lalu.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah video tabrakan antara kapal Adalynn dan Front Eagle VLCC pada 17 Juni 2025 lalu. Unggahan yang berisi video dengan klaim Iran terkonfirmasi menyerang kapal tanker yang terkait Amerika Serikat merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Presiden Prabowo sebagai Pecundang

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta menemukan postingan Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut Presiden Prabowo sebagai pecundang. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 10 April 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar dari TV One News dengan foto Abbas Araghchi dan berisi narasi sebagai berikut:
    "Menlu Iran! Prabowo Tak Usah Bicara Rakyat Iran Keras Kepala, Kami Bangsa Iran Punya Prinsip Lebih Baik Mati Membela Rakyat Dari Pada Menjadi Pecundang Membela Amerika Dan Israel Seperti Anda."
    Lalu benarkah postingan Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut Presiden Prabowo sebagai pecundang?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi TV One News di Instagram, @tvonenews. Hasilnya ada unggahan yang identik dengan postingan.
    Namun dalam unggahan asli bernarasi "Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Menlu Iran: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!"
    Unggahan itu disertai narasi:
    "Secara tegas Iran memperingatkan Amerika Serikat untuk harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel dan tidak bisa keduanya.
    "Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya," tulis Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di platform X pada Rabu (8/4)."
    Selain itu tidak ada informasi valid terkait pernyataan Menlu Iran pada Presiden Prabowo.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut Presiden Prabowo sebagai pecundang adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Netanyahu tantang Indonesia untuk perang di Gaza

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menantang Indonesia untuk berperang di Gaza, Palestina.

    Unggahan tersebut menampilkan potongan video dan narasi yang seolah-olah merupakan pernyataan resmi pemerintah Israel terhadap Indonesia.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Israel tantang perang kepada Indonesia untuk perang di Gaza

    Justru merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk masuk ”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Benjamin Netanyahu menantang Indonesia untuk berperang di Gaza?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun laporan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Video yang beredar diketahui unggahan YouTube berjudul “Full speech: Israeli Prime Minister Netanyahu speaks at United Nations” yang diunggah pada 23 September 2025.

    Video tersebut merupakan pidato Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80, yang tidak membahas atau menyinggung tantangan perang terhadap Indonesia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Benjamin Netanyahu menantang Indonesia untuk berperang di Gaza merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Netanyahu tantang Indonesia untuk perang di Gaza

    Klaim: Hoaks

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Video Prabowo ajak masyarakat dukung Donald Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Dalam video tersebut, Prabowo disebut meminta masyarakat berpihak kepada Amerika Serikat serta mendoakan Trump.

    “SAYA PRABOWO SUBIANTO INGIN MENGAJAK KALIAN UNTUK MENDOAKAN DONALD TRUMP SEMOGA CEPAT SEMBUH SAYA HARAP KALIAN SELALU BERPIHAK KE AMERIKA AGAR INDONESIA AMAN DARI TERORIS BRUTAL, SAYA TIDAK MAU MATI SAYA TAKUT SIKSA KUBUR

    seberapa banyak kristen dan Islam ingin mendoakan kakek tua ini”

    Namun, benarkah Prabowo mengajak masyarakat mendukung Donald Trump?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun laporan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan tingkat kemiripan tinggi.



    Selain itu, dalam berbagai kesempatan, Prabowo justru mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional dan menghadapi tantangan global, bukan mendukung tokoh politik luar negeri tertentu.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo mengajak masyarakat Indonesia mendukung Donald Trump merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Prabowo ajak masyarakat dukung Donald Trump

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini