• Ragam Hoaks Catut Kemenag: Pelecehan Santri hingga Kas Masjid

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/05/2026

    Berita

    tirto.id -

    Berbagai informasi palsu kerap mencatut nama Kementerian Agama RI. Hoaks ini muncul dalam berbagai tema dan tersebar di media sosial.Unggahan tersebut dapat menciptakan kegaduhan, menurunkan kepercayaan publik, dan menciptakan framing negatif terhadap figur Menteri Agama serta kebijakan lembaga. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan mengonfirmasi informasi sebelum mempercayai dan membagikannya.let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});Lantas, apa saja informasi palsu yang mencatut nama Kementerian Agama RI?let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Kemenag akan Pindahkan Pendidikan Santri Ndholo Kusumo Pati

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hoaks Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Ragam Hoaks yang Catut Kemenag

    Tirto

    1. Hoaks, Menag Larang Kurban Mandiri & Sarankan ke BAZNAS.

    “Breaking News. Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Baznas atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    Lantas, benarkah Menag melarang masyarakat berkurban secara mandiri?

    Akun Instagram resmi @kemenag.kalteng menyatakan bahwa video viral yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Agama menegaskan tidak ada larangan berkurban. Ibadah kurban tetap bisa dilakukan seperti biasa, baik secara mandiri maupun bersama.

    Simak informasi lebih lanjut dalam artikel berikut ini.

    2. Hoaks, Kemenag Sebut Pelecehan Santri Wajar dan Bukan Kejahatan.

    Unggahan tersebut ini, ini, dan ini. Semua unggahan menyebutkan bahwa Kemenag mewajarkan kasus pelecehan yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang dilakukan oleh oknum bernama Ashari (AS).

    “KEMENAG MENEGASKAN: Pencabulan 50 Santriwati Di Pati Bukan Termasuk Kejahatan Agama Melainkan Nafsu Manusiawi, Itu Wajar,” begitu keterangan dalam unggahan.

    Faktanya, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren mengakui kebobolan dengan adanya peristiwa pengasuh ponpes di Pati yang mencabuli santriwatinya. Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said mengungkapkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberikan perintah, dan menegaskan Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti klaim yang beredar.

    Justru Nasaruddin menyebut, jika memang harus dicabut izin ponpes ini, maka tidak perlu ragu untuk dilakukan. Kemenag memastikan para siswa ponpes akan dipindahkan ke lembaga pendidikan lain jika ponpes harus ditutup.

    Melalui Instagram resminya @kemenag.ri, Menag tidak menoleransi untuk segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan.

    Kementerian Agama terus berkomitmen mewujudkan ruang belajar yang aman dan memanusiakan bagi seluruh santri. Sebagai wujud ketegasan atas kasus di Pati, langkah-langkah strategis telah diambil. Kami memproses pencabutan izin operasional lembaga terkait, menghentikan penerimaan santri baru, serta memfasilitasi pemindahan para santri agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi dengan baik.

    Kemenag senantiasa mendukung penuh langkah penegakan hukum yang berkeadilan, dan akan terus memperkuat pembinaan serta pengawasan agar pesantren senantiasa menjadi rumah yang aman bagi generasi bangsa.

    Siapa Kiai Ashari & Modus Dugaan Pelecehan 50 Santri di Pati? Simak informasi lengkapnya di sini.

    3. Hoaks, Menag Kecewa karena Warga Tidak Mengumpulkan Dana 1.000 Triliun

    Unggahan tersebut ini, menuliskan narasi yang mencatut Menteri Agama RI.

    “Menteri Agama Kecewa Masyarakat Tak Mendukung Kumpulkan Dana 1.000 Triliun: "Jika Tak Percaya Dengan Ahli Agama, Itu Sama Saja Tak Percaya Dengan Adanya Pahala Dan Akherat," begitu narasi dalam unggahan.

    Tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

    Kementerian Agama RI, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Nasaruddin memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

    Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

    4. Hoaks, Kebijakan Menag Minta Uang Kas Masjid Disetor dan Akan Dikelola Pemerintah

    ini

    “BIARKAN VIRAL. MENAG NASARUDDIN Uang kas tiap mesjid. Nanti akan di buatkan REKENING di bank, biar Pemerintah yang Kelola UMAT harus patuh pada pemerintah,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    Dalam laman resminya, Kementrian Agama membantah klaim tersebut. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait rencana pemerintah membentuk dan mengelola rekening kas masjid adalah tidak benar (hoaks).

    “Kementerian Agama Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun rencana terkait pengambilalihan pengelolaan dana kas masjid,” begitu keterangan Kepala Biro HKP Kemenag Thobib Al-Asyhar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

    Kementerian Agama justru terus mendorong pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel oleh DKM atau pengurus masjid, tanpa intervensi dalam bentuk penguasaan dana oleh pemerintah.

    Thobib menjelaskan, meme maupun video yang beredar di media sosial yang menampilkan foto Menag Nasaruddin Umar disertai tulisan “Pembentukan rekening kas masjid yang nanti akan dikelola pemerintah” merupakan bentuk disinformasi.

    “Informasi tersebut sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan. Maka dengan ini kami menegaskan, bahwa Menag tidak pernah berbicara soal Rekening Kas Masjid sebagaimana framing konten yang viral tersebut,” demikian tegas Thobib.

    Baca juga:Salah, Kemenag Bolehkan Korupsi jika Sesuai Prosedur

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berbagai unggahan atau disinformasi di media sosial dengan narasi yang tidak sesuai fakta, yang mencatut nama Kementerian Agama RI, adalah unggahan yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading), serta ada yang konteksnya hilang (missing context), khususnya pada klaim yang menyebut Menag melarang kurban mandiri dan sarankan ke BAZNAS.

    Kementerian Agama RI lewat Instagram resminya @kemenag_ri, mengajak masyarakat untuk bersama-sama selalu merawat ruang digital yang sehat dan bermanfaat. Menteri Agama mengajak seluruh #SahabatReligi untuk senantiasa mengedepankan klarifikasi dalam menerima setiap informasi.

    Menteri Agama mengimbau masyarakat untuk selalu menjadikan etika dan kebijaksanaan sebagai panduan di dunia maya. Biasakan "Saring sebelum Sharing" agar tidak tanpa sadar ikut memperpanjang rantai disinformasi.

    Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, masyarakat diharapkan untuk selalu merujuk pada informasi dari saluran resmi Kementerian Agama RI.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Ragam Hoaks Catut Kemenag: Pelecehan Santri hingga Kas Masjid

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/05/2026

    Berita

    tirto.id -

    Berbagai informasi palsu kerap mencatut nama Kementerian Agama RI. Hoaks ini muncul dalam berbagai tema dan tersebar di media sosial.Unggahan tersebut dapat menciptakan kegaduhan, menurunkan kepercayaan publik, dan menciptakan framing negatif terhadap figur Menteri Agama serta kebijakan lembaga. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan mengonfirmasi informasi sebelum mempercayai dan membagikannya.let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});Lantas, apa saja informasi palsu yang mencatut nama Kementerian Agama RI?let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Kemenag akan Pindahkan Pendidikan Santri Ndholo Kusumo Pati

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hoaks Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Ragam Hoaks yang Catut Kemenag

    Tirto

    1. Hoaks, Menag Larang Kurban Mandiri & Sarankan ke BAZNAS.

    “Breaking News. Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Baznas atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    Lantas, benarkah Menag melarang masyarakat berkurban secara mandiri?

    Akun Instagram resmi @kemenag.kalteng menyatakan bahwa video viral yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Agama menegaskan tidak ada larangan berkurban. Ibadah kurban tetap bisa dilakukan seperti biasa, baik secara mandiri maupun bersama.

    Simak informasi lebih lanjut dalam artikel berikut ini.

    2. Hoaks, Kemenag Sebut Pelecehan Santri Wajar dan Bukan Kejahatan.

    Unggahan tersebut ini, ini, dan ini. Semua unggahan menyebutkan bahwa Kemenag mewajarkan kasus pelecehan yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang dilakukan oleh oknum bernama Ashari (AS).

    “KEMENAG MENEGASKAN: Pencabulan 50 Santriwati Di Pati Bukan Termasuk Kejahatan Agama Melainkan Nafsu Manusiawi, Itu Wajar,” begitu keterangan dalam unggahan.

    Faktanya, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren mengakui kebobolan dengan adanya peristiwa pengasuh ponpes di Pati yang mencabuli santriwatinya. Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said mengungkapkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberikan perintah, dan menegaskan Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti klaim yang beredar.

    Justru Nasaruddin menyebut, jika memang harus dicabut izin ponpes ini, maka tidak perlu ragu untuk dilakukan. Kemenag memastikan para siswa ponpes akan dipindahkan ke lembaga pendidikan lain jika ponpes harus ditutup.

    Melalui Instagram resminya @kemenag.ri, Menag tidak menoleransi untuk segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan.

    Kementerian Agama terus berkomitmen mewujudkan ruang belajar yang aman dan memanusiakan bagi seluruh santri. Sebagai wujud ketegasan atas kasus di Pati, langkah-langkah strategis telah diambil. Kami memproses pencabutan izin operasional lembaga terkait, menghentikan penerimaan santri baru, serta memfasilitasi pemindahan para santri agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi dengan baik.

    Kemenag senantiasa mendukung penuh langkah penegakan hukum yang berkeadilan, dan akan terus memperkuat pembinaan serta pengawasan agar pesantren senantiasa menjadi rumah yang aman bagi generasi bangsa.

    Siapa Kiai Ashari & Modus Dugaan Pelecehan 50 Santri di Pati? Simak informasi lengkapnya di sini.

    3. Hoaks, Menag Kecewa karena Warga Tidak Mengumpulkan Dana 1.000 Triliun

    Unggahan tersebut ini, menuliskan narasi yang mencatut Menteri Agama RI.

    “Menteri Agama Kecewa Masyarakat Tak Mendukung Kumpulkan Dana 1.000 Triliun: "Jika Tak Percaya Dengan Ahli Agama, Itu Sama Saja Tak Percaya Dengan Adanya Pahala Dan Akherat," begitu narasi dalam unggahan.

    Tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

    Kementerian Agama RI, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Nasaruddin memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

    Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

    4. Hoaks, Kebijakan Menag Minta Uang Kas Masjid Disetor dan Akan Dikelola Pemerintah

    ini

    “BIARKAN VIRAL. MENAG NASARUDDIN Uang kas tiap mesjid. Nanti akan di buatkan REKENING di bank, biar Pemerintah yang Kelola UMAT harus patuh pada pemerintah,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    Dalam laman resminya, Kementrian Agama membantah klaim tersebut. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait rencana pemerintah membentuk dan mengelola rekening kas masjid adalah tidak benar (hoaks).

    “Kementerian Agama Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun rencana terkait pengambilalihan pengelolaan dana kas masjid,” begitu keterangan Kepala Biro HKP Kemenag Thobib Al-Asyhar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

    Kementerian Agama justru terus mendorong pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel oleh DKM atau pengurus masjid, tanpa intervensi dalam bentuk penguasaan dana oleh pemerintah.

    Thobib menjelaskan, meme maupun video yang beredar di media sosial yang menampilkan foto Menag Nasaruddin Umar disertai tulisan “Pembentukan rekening kas masjid yang nanti akan dikelola pemerintah” merupakan bentuk disinformasi.

    “Informasi tersebut sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan. Maka dengan ini kami menegaskan, bahwa Menag tidak pernah berbicara soal Rekening Kas Masjid sebagaimana framing konten yang viral tersebut,” demikian tegas Thobib.

    Baca juga:Salah, Kemenag Bolehkan Korupsi jika Sesuai Prosedur

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berbagai unggahan atau disinformasi di media sosial dengan narasi yang tidak sesuai fakta, yang mencatut nama Kementerian Agama RI, adalah unggahan yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading), serta ada yang konteksnya hilang (missing context), khususnya pada klaim yang menyebut Menag melarang kurban mandiri dan sarankan ke BAZNAS.

    Kementerian Agama RI lewat Instagram resminya @kemenag_ri, mengajak masyarakat untuk bersama-sama selalu merawat ruang digital yang sehat dan bermanfaat. Menteri Agama mengajak seluruh #SahabatReligi untuk senantiasa mengedepankan klarifikasi dalam menerima setiap informasi.

    Menteri Agama mengimbau masyarakat untuk selalu menjadikan etika dan kebijaksanaan sebagai panduan di dunia maya. Biasakan "Saring sebelum Sharing" agar tidak tanpa sadar ikut memperpanjang rantai disinformasi.

    Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, masyarakat diharapkan untuk selalu merujuk pada informasi dari saluran resmi Kementerian Agama RI.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Ragam Hoaks Catut Kemenag: Pelecehan Santri hingga Kas Masjid

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/05/2026

    Berita

    tirto.id -

    Berbagai informasi palsu kerap mencatut nama Kementerian Agama RI. Hoaks ini muncul dalam berbagai tema dan tersebar di media sosial.Unggahan tersebut dapat menciptakan kegaduhan, menurunkan kepercayaan publik, dan menciptakan framing negatif terhadap figur Menteri Agama serta kebijakan lembaga. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan mengonfirmasi informasi sebelum mempercayai dan membagikannya.let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});Lantas, apa saja informasi palsu yang mencatut nama Kementerian Agama RI?let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Kemenag akan Pindahkan Pendidikan Santri Ndholo Kusumo Pati

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hoaks Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Ragam Hoaks yang Catut Kemenag

    Tirto

    1. Hoaks, Menag Larang Kurban Mandiri & Sarankan ke BAZNAS.

    “Breaking News. Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Baznas atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    Lantas, benarkah Menag melarang masyarakat berkurban secara mandiri?

    Akun Instagram resmi @kemenag.kalteng menyatakan bahwa video viral yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Agama menegaskan tidak ada larangan berkurban. Ibadah kurban tetap bisa dilakukan seperti biasa, baik secara mandiri maupun bersama.

    Simak informasi lebih lanjut dalam artikel berikut ini.

    2. Hoaks, Kemenag Sebut Pelecehan Santri Wajar dan Bukan Kejahatan.

    Unggahan tersebut ini, ini, dan ini. Semua unggahan menyebutkan bahwa Kemenag mewajarkan kasus pelecehan yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang dilakukan oleh oknum bernama Ashari (AS).

    “KEMENAG MENEGASKAN: Pencabulan 50 Santriwati Di Pati Bukan Termasuk Kejahatan Agama Melainkan Nafsu Manusiawi, Itu Wajar,” begitu keterangan dalam unggahan.

    Faktanya, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren mengakui kebobolan dengan adanya peristiwa pengasuh ponpes di Pati yang mencabuli santriwatinya. Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said mengungkapkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberikan perintah, dan menegaskan Kemenag tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti klaim yang beredar.

    Justru Nasaruddin menyebut, jika memang harus dicabut izin ponpes ini, maka tidak perlu ragu untuk dilakukan. Kemenag memastikan para siswa ponpes akan dipindahkan ke lembaga pendidikan lain jika ponpes harus ditutup.

    Melalui Instagram resminya @kemenag.ri, Menag tidak menoleransi untuk segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan.

    Kementerian Agama terus berkomitmen mewujudkan ruang belajar yang aman dan memanusiakan bagi seluruh santri. Sebagai wujud ketegasan atas kasus di Pati, langkah-langkah strategis telah diambil. Kami memproses pencabutan izin operasional lembaga terkait, menghentikan penerimaan santri baru, serta memfasilitasi pemindahan para santri agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi dengan baik.

    Kemenag senantiasa mendukung penuh langkah penegakan hukum yang berkeadilan, dan akan terus memperkuat pembinaan serta pengawasan agar pesantren senantiasa menjadi rumah yang aman bagi generasi bangsa.

    Siapa Kiai Ashari & Modus Dugaan Pelecehan 50 Santri di Pati? Simak informasi lengkapnya di sini.

    3. Hoaks, Menag Kecewa karena Warga Tidak Mengumpulkan Dana 1.000 Triliun

    Unggahan tersebut ini, menuliskan narasi yang mencatut Menteri Agama RI.

    “Menteri Agama Kecewa Masyarakat Tak Mendukung Kumpulkan Dana 1.000 Triliun: "Jika Tak Percaya Dengan Ahli Agama, Itu Sama Saja Tak Percaya Dengan Adanya Pahala Dan Akherat," begitu narasi dalam unggahan.

    Tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

    Kementerian Agama RI, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Nasaruddin memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

    Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

    4. Hoaks, Kebijakan Menag Minta Uang Kas Masjid Disetor dan Akan Dikelola Pemerintah

    ini

    “BIARKAN VIRAL. MENAG NASARUDDIN Uang kas tiap mesjid. Nanti akan di buatkan REKENING di bank, biar Pemerintah yang Kelola UMAT harus patuh pada pemerintah,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    Dalam laman resminya, Kementrian Agama membantah klaim tersebut. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait rencana pemerintah membentuk dan mengelola rekening kas masjid adalah tidak benar (hoaks).

    “Kementerian Agama Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun rencana terkait pengambilalihan pengelolaan dana kas masjid,” begitu keterangan Kepala Biro HKP Kemenag Thobib Al-Asyhar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

    Kementerian Agama justru terus mendorong pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel oleh DKM atau pengurus masjid, tanpa intervensi dalam bentuk penguasaan dana oleh pemerintah.

    Thobib menjelaskan, meme maupun video yang beredar di media sosial yang menampilkan foto Menag Nasaruddin Umar disertai tulisan “Pembentukan rekening kas masjid yang nanti akan dikelola pemerintah” merupakan bentuk disinformasi.

    “Informasi tersebut sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan. Maka dengan ini kami menegaskan, bahwa Menag tidak pernah berbicara soal Rekening Kas Masjid sebagaimana framing konten yang viral tersebut,” demikian tegas Thobib.

    Baca juga:Salah, Kemenag Bolehkan Korupsi jika Sesuai Prosedur

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berbagai unggahan atau disinformasi di media sosial dengan narasi yang tidak sesuai fakta, yang mencatut nama Kementerian Agama RI, adalah unggahan yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading), serta ada yang konteksnya hilang (missing context), khususnya pada klaim yang menyebut Menag melarang kurban mandiri dan sarankan ke BAZNAS.

    Kementerian Agama RI lewat Instagram resminya @kemenag_ri, mengajak masyarakat untuk bersama-sama selalu merawat ruang digital yang sehat dan bermanfaat. Menteri Agama mengajak seluruh #SahabatReligi untuk senantiasa mengedepankan klarifikasi dalam menerima setiap informasi.

    Menteri Agama mengimbau masyarakat untuk selalu menjadikan etika dan kebijaksanaan sebagai panduan di dunia maya. Biasakan "Saring sebelum Sharing" agar tidak tanpa sadar ikut memperpanjang rantai disinformasi.

    Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, masyarakat diharapkan untuk selalu merujuk pada informasi dari saluran resmi Kementerian Agama RI.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim vaksin TBC mengandung nanobots dan bisa menyebabkan anak menjadi autis, bahkan cepat meninggal.

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Edward Fautngil” (arsip) pada Rabu (28/05/2025). Unggahan video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut menampilkan beberapa potongan video yang disatukan. Video utama memperlihatkan seorang pendeta laki-laki berambut putih seolah-olah tengah berbicara terkait vaksin TBC tersebut, dan di bagian bawah ditambahkan video lain yang menampilkan gambar perempuan berhijab.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Sekarang kan ada vaksin TBC, sodara. Lah kok tiba-tiba di RW ini kok ada penyakit TBC? Aneh nggak? Pernah nggak sodara berpikir, eh keluar penyakit TBC? Katanya, katanya, sodara. Padahal itu supaya vaksinnya bisa dimasukkan pada orang. Saya katakan, jangan mau vaksin TBC. Dalamnya itu bukan obat TBC, bukan, sodara. Ada nanobotnya di dalam. Anak-anak sekolah sekarang sudah mulai diberitahu, siap-siap untuk menerima vaksin TBC. Kemudian yang di luar negeri, orang divaksin bisa berubah jadi autis. Bayangkan, sodara.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Orang dewasa divaksin jadi autis.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Wong negara-negara lain menolak kok Indonesia dijadikan kelinci percobaan kok mau. Terang-terangan lho. Bill Gates mengatakan Indonesia menjadi kelinci percobaan. Maka saya dalam grup siap-siap untuk terima vaksin, menyehatkan, biar cepet, cepet modar, sodara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (07/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 78 likes, 9 komentar, 16 kali dibagikan, dan 894 tayangan. Unggahan serupa juga ditemui pada akun Facebook berikut ini (arsip).

    Lantas, benarkah vaksin TBC mengandung nanobots?

    Baca juga:Tidak Benar, Vaksin COVID Sebabkan Kematian Mendadak

    Periksa Fakta Vaksin TBC. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari laman UNAIR, nanobot atau nanorobot adalah mesin mikroskopis berukuran 1 hingga 100 nanometer yang dirancang untuk melakukan tugas medis spesifik di tingkat seluler atau molekuler di dalam tubuh manusia. Teknologi ini berpotensi merevolusi pengobatan melalui pengantaran obat terarah, penghancuran sel kanker, hingga regenerasi jaringan.

    Menurut dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, nanobot adalah teknologi yang masih dalam tahap penelitian dan belum digunakan secara luas di dunia medis, apalagi dimasukkan ke dalam vaksin. Vaksin TBC (baik yang lama seperti BCG maupun kandidat baru seperti M72) isinya bukan mesin kecil, tetapi komponen biologis seperti: bagian kecil dari bakteri TBC (yang sudah dilemahkan atau dimodifikasi), bahan tambahan (adjuvan) untuk membantu sistem imun bekerja lebih baik. Artinya, vaksin ini bertujuan melatih tubuh melawan penyakit, bukan memasukkan “alat” ke dalam tubuh.

    Kemudian Tirto mengetikkan kata kunci “Vaksin TBC mengandung nanobots” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke laman Tempo.co yang menyatakan bahwa klaim vaksin TBC berisi elemen nanobots adalah keliru. Narasi yang disebarkan tersebut tidak berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

    Kandidat vaksin TBC baru yang dibiayai oleh Bill Gates adalah M72/AS01E. Menurut Aliansi Vaksin (GAVI) dan ScienceDirect, vaksin ini dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB. Untuk meningkatkan respons imun tubuh, vaksin ini juga mengandung adjuvan bernama AS01E yang juga digunakan untuk meningkatkan respons imun terhadap vaksin malaria dan vaksin herpes zoster Shingrix. Tidak ada nanobots dalam komposisi bahan vaksin TBC.

    Adapun video yang beredar ditemukan pada akun YouTube Lukas Sutrisno pada 17 Mei 2025 berjudul Musuh yang Harus Kita Kalahkan. Potongan video yang menyebar tersebut terdapat pada menit ke-32.29 sampai 36.59. Video tersebut berisi nasihat dan khotbah Lukas kepada jemaatnya.

    Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Indonesia resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin TBC berbasis inhalasi pertama di dunia. Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) menyebut langkah ini sebagai bagian dari program nasional pemberantasan TBC yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

    “Pemberantasan TBC adalah program hasil terbaik cepat dari Presiden Prabowo yang harus segera direalisasikan,” demikian keterangan dr. Benny saat meninjau pelaksanaan uji klinis di RS Islam Jakarta, Kamis (13/11).

    Dokter Benny menambahkan, kebutuhan anggaran untuk program pemberantasan TBC secara nasional diperkirakan mencapai Rp10–20 triliun, termasuk dukungan sosial bagi pasien dari keluarga miskin.

    “Karena kami bukan hanya mengobati pasien TBC, tapi nanti rumah pasien TBC yang miskin akan dibantu renovasi. Pemberian makanan bergizi dari Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja juga akan dilibatkan,” jelas dr. Benny.

    Pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC dari 380 menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk, agar Indonesia sejajar dengan negara maju dalam pengendalian TBC. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin ini.

    “Bukti dukungan kami berupa persetujuan pelaksanaan uji klinis fase 1 yang sudah kami keluarkan dan sampaikan,” begitu keterangan Taruna.

    Senada dengan hal tersebut, dr. Wilson kepada Tirto menegaskan, “Indonesia bukan “kelinci percobaan.”

    “Dalam dunia medis, uji klinis vaksin dilakukan bertahap (fase 1, 2, 3) dan diawasi ketat oleh badan resmi seperti pemerintah dan BPOM, mengikuti standar internasional. Indonesia dipilih karena: kasus TBC masih tinggi sehingga penelitian di sini justru bertujuan mencari solusi untuk menyelamatkan banyak nyawa,” demikian keterangan dr. Wilson.

    Kementerian Kesehatan RI dalam akun Instagram resminya membantah klaim yang menyebutkan bahwa uji klinis vaksin TBC untuk membahayakan masyarakat. Informasi yang mengatakan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 bertujuan untuk membunuh masyarakat Indonesia adalah tidak benar.

    Proses uji klinis vaksin ini telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

    Dokter Wilson menjelaskan, vaksin tidak membuat orang cepat meninggal. Justru kebalikannya: vaksin dibuat untuk mencegah penyakit berat dan kematian. Penyakit TBC sendiri adalah penyakit serius yang bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kematian jika tidak dicegah atau diobati. Efek samping vaksin memang bisa terjadi (disebut KIPI), tetapi biasanya ringan (demam, nyeri di tempat suntikan) sangat jarang yang berat dan selalu diawasi oleh tenaga medis.

    Menurut BBC, pelaksanaan program uji klinis vaksin TBC yang disponsori The Gates Foundation memang menimbulkan kecurigaan publik perihal risiko dan dampak kesehatan yang mungkin dialami para pesertanya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah tuduhan perihal "kelinci percobaan" ini dan menyebutkan bahwa vaksin yang diuji secara ilmiah terbukti aman.

    “Ini bukan kelinci percobaan. Justru harus nurut karena sudah terbukti bahwa Covid saja turun. Dulu juga banyak yang bilang ke teman-teman, kan. Ada chip-nya, ada apalah itu,” begitu keterangan Budi selepas peluncuran program pemberantasan TBC di kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (09/05), seperti dikutip Tempo.

    Dalam laman National Library of Medicine, klaim bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme juga sudah dibantah berkali-kali oleh penelitian ilmiah dari berbagai negara. Senada dengan rangkuman Tirto dalam “Salah, Vaksin Sebabkan Autisme,” sejumlah penelitian berskala besar justru membuktikan tidak ada kaitan antara vaksin dengan Autism Spectrum Disorder maupun penyakit lain, sebagaimana diklaim.

    KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisas) memang mungkin terjadi, namun umumnya ringan, dapat ditangani, dan tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Sementara KIPI berat sangat jarang ditemukan serta bisa dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan vaksin TBC mengandung nanobots dan dapat menyebabkan autisme bahkan kematian adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Klaim tersebut adalah isu lama yang sudah diteliti berkali-kali di berbagai negara. Hasilnya konsisten, tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme. Penelitian melibatkan jutaan anak dan hasilnya vaksin aman dari sisi ini.

    Baca juga:FDA Blokir Riset Soal Keamanan Vaksin Covid-19 & Herpes Zoster

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin TBC mengandung nanobots dan menyebabkan autisme sampai kematian adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil penelitian membuktikan bahwa vaksin M72/AS01E dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB, dan tidak mengandung nanobots.

    Kementerian Kesehatan RI membantah klaim tersebut. Proses uji klinis vaksin TBC M72 telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini