• Cek Fakta: Tidak Benar Mahfud Md Umumkan Bantuan Modal Usaha di Hari Idul Adha

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengumumkan dana bantuan modal usaha di Hari Raya Idul Adha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 19 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Tanpa diundi undi lagi dikarenakan sekarang lebih banyak yang membutuhkan daripada yang kehidupannya tercukupi secara finansial disiapkan uang tunai untuk tunjangan dana bantuan modal usaha agar tercipta lapangan kerja baru demi kemakmuran bersama. Khusus untuk kalangan menengah ke bawah bahwa bukan suatu kebetulan bagi yang menemukan upload-an video saya ini kamu termasuk salah satu orang yang terbaca dari sistem algoritma Facebook saya dan berhak menerima dana bantuan.
    Segera ambil dengan cara menghubungi Whatsapp saya karena akan langsung saya transfer hari ini, ini bukan hoaks ya, kalau tidak percaya kamu sendiri yang rugi karena ini nyata adanya jangan kamu samakan dengan program di tempat lain. Mungkin itu saya yang sampaikan kalau ada kesalahan mohon dimaafkan,"
    Caption dalam unggahan tersebut yaitu:
    "Berbagi berkah dihari raya idul adha, bagi yang kurban semoga bermanfaat🙏🏻"
     Terdapat menu kirim pesan dalam postingan yang beredar.
    Lalu benarkah postingan video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha di Hari Raya Idul Adha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha di Hari Raya Idul Adha. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.  
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 0,7 persen video dihasilkan oleh AI. Kemudian 98,9 persen suara dalam video klaim juga dihasilkan oleh AI.
    Penelusuran juga dilakukan melalui google image. Penelusuran menemukan video klaim identik dengan kegiatan Mahfud Md saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan pada 11 Juni 2023. Saat itu, Mahfud menanggapi utang pemerintah terhadap pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka.
    Dikutip dari Antara, Mahfud mempersilakan Jusuf Hamka, untuk menagih utang kepada Kementerian Keuangan, sesuai arahan presiden. 
    "Silakan Pak Jusuf Hamka langsung ke Kementerian Keuangan, nanti kalau perlu bantuan teknis saya bisa bantu, misalnya dengan memo-memo atau surat-surat yang diperlukan, kalau Bapak memerlukan itu," kata Mahfud dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenkopolhukam RI, Minggu 11 Juni 2023.
    Mahfud menjelaskan bahwa dia memang sudah ditugasi oleh Presiden Joko Widodo untuk mengkoordinasi pembayaran utang pemerintah terhadap pihak swasta atau rakyat.
    Perintah itu, lanjut Mahfud, disampaikan secara resmi oleh Presiden Jokowi di dalam rapat internal tanggal 23 Mei 2022 yang segera ditindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Menkopolhukam Nomor 63 Tahun 2022 pada 30 Juni 2022.
    Mahfud menjelaskan Keputusan Menkopolhukam Nomor 63/2022 tersebut berisikan arahan untuk meneliti kembali dan menentukan pembayaran terhadap pihak-pihak yang memiliki piutang kepada pemerintah dan pemerintah sudah diwajibkan oleh pengadilan untuk membayarnya.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha di Hari Raya Idul Adha, tidak benar. 

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Indonesia Pindah dari Dolar AS ke Yuan China

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS dan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa diklaim pindah menggunakan yuan mata uang China, serta menerbitkan Panda Bond untuk perkuat rupiah.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Warung Samudra” (arsip) pada Selasa (19/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya tengah bersalaman dengan Xi Jinping dan di bagian kiri foto Trump memegang kepala.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Indonesia Stop Pakai Dollar AS Purbaya Pindah Ke Yuan, Yaitu Mata Uang China dan akan diterbitkan Panda Bond untuk perkuat rupiah,” begitu narasi dituliskan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (26/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2,6 ribu likes, 161 komentar, dan 209 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan bersyukur Indonesia beralih ke yuan. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @rakyatkonohabersuara, yang memperlihatkan gambar serupa terkait Indonesia berhenti gunakan dolar dan berpindah ke yuan.

    Lantas, benarkah Indonesia berpindah dari Dollar AS ke Yuan?

    Baca juga:Rupiah Selasa 26 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level Rp17.747

    periksa fakta indonesia stop pakai dola.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada akun Instagram @humaspoldajabar, yang menyatakan klaim yang menyebut “Indonesia stop pakai dollar AS, Purbaya pindah ke yuan China” dipastikan tidak benar atau hoaks.

    Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyatakan Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS atau mengganti sepenuhnya dengan yuan China. Bank Indonesia (BI) juga menegaskan bahwa transaksi internasional Indonesia masih didominasi dolar AS.

    Meski penggunaan sistem transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) meningkat pada akhir 2025, nilainya masih jauh lebih kecil dibanding transaksi berbasis dolar AS. Di tengah pelemahan nilai rupiah yang sempat menyentuh Rp17.630 per dolar AS, kondisi ini dipengaruhi penguatan dolar global dan tekanan ekonomi internasional, bukan karena Indonesia meninggalkan dolar AS.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya pindah gunakan Yuan dan terbitkan Panda Bond” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Antara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond dapat terealisasi pada Juni 2026.

    Purbaya menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    Sebagai catatan, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non-utang Rp1,3 triliun.

    “Kita tetap diversifikasi supaya nggak tergantung pada pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara Barat,” begitu keterangan Purbaya.

    China memiliki likuiditas yang memadai serta pasar keuangan berkapasitas besar sehingga diyakini mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.

    Selain itu, pasar keuangan China juga menawarkan imbal hasil (yield) kompetitif dengan rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

    Dengan demikian, Purbaya tidak mengganti penggunaan dolar AS dengan yuan, tetapi menargetkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond agar tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    Pasar China menaruh kepercayaan yang cukup kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sehingga penilaiannya tidak rentan terpengaruh oleh peringkat kredit.

    Senada dengan hal tersebut dalam siaran pers Bank Indonesia, yang dimuat Senin (13/4/2026) disebutkan bahwa guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi bilateral, Bank Indonesia terus memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) dengan berbagai negara mitra. Dalam siaran pers itu juga disampaikan bahwa nilai transaksi LCT pada akhir 2025 mencapai USD25,72 miliar atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.

    Dalam laporan yang sama, BI juga menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih dihitung dalam USD.

    Baca juga:Mendag Sebut Pelemahan Rupiah Bikin Daya Saing Ekspor RI Bagus

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim bahwa Indonesia mengganti penggunaan dollar AS ke yuan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Penerbitan Panda Bond bukan untuk mengganti Dolar ke Yuan, tapi merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Purbaya Bagi-Bagi Dana Iduladha

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    Akun TikTok “danahibah369” pada Sabtu (16/5/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan narasi sebagai berikut:

    “Berhubung Idul Adha sudah dekat, saya mencari 200 orang. Yang mau saya bantu hubungi saya sekarang untuk daftarkan data diri anda”.

    Hingga Jumat (22/5/2026), unggahan tersebut telah disukai 3.400-an akun, menuai 1.700-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 1.300 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan tangkapan layar video tersebut ke Google Image Search. Hasilnya, ditemukan video serupa yang diunggah oleh kompas.com pada Selasa (9/9/2025). Diketahui, konteks asli video adalah momen upacara serah terima jabatan, sama sekali tidak membahas bagi-bagi dana. Menkeu Purbaya (yang saat itu baru saja dilantik) memuji kinerja pendahulunya, yakni Sri Mulyani Indrawati, dalam menjaga kestabilan fiskal Indonesia. 

    TurnBackHoax kemudian memasukkan video tersebut ke alat pendeteksi AI hivemoderation.com. Diketahui, audio konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2%.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Purbaya bagi-bagi dana Iduladha” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Ardian Channel” pada Rabu (20/5/2026) mengunggah foto [arsip] berisi narasi: 

    “Militer Israel Telah Menculik 9 Jurnalis WNI Menteri HAM Pigai: “Itu Resiko, Siapa Yang Nyuruh ke Zona Berbahaya”.

    Pengunggah juga menuliskan takarir:

    “Terkait Militer Israel Sandera 9 Jurnalis WNI (warga negara Indonesia)

    Menteri HAM Pigai : “ Itu Salah Sendiri “.”.

    Hingga Kamis (21/5/2026), unggahan tersebut telah disukai 160-an akun, menuai 470-an komentar serta dibagikan ulang lebih dari 50 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Menteri Pigai menyatakan Penculikan 9 WNI adalah risiko” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ada media kredibel dan laporan resmi yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “respons Menteri Pigai tentang penculikan WNI” ke mesin pencari Google. Penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Pigai: Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dan PBB Lindungi WNI yang Ditangkap Israel”. Reportase yang tayang Rabu (20/5/2026) itu menjelaskan bahwa Menteri HAM Pigai menekankan pemerintah mengecam aksi penculikan tersebut. Disebutkan, kecaman telah disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pigai juga menyampaikan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi melalui PBB untuk membebaskan sembilan WNI tersebut. 

    Untuk diketahui, dilansir dari laporan tirto.id, sebanyak sembilan WNI (yang terdiri dari jurnalis dan aktivis) tergabung dalam armada kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Rombongan yang sedang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut dilaporkan telah dicegat oleh pasukan militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Menteri HAM Natalius Pigai justru menekankan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi untuk membebaskan WNI yang diculik. Jadi, unggahan berisi klaim “Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini