Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Berhadiah Bank BPD DIY
Sumber:Tanggal publish: 20/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BPD DIY. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Hy Sobat Bank BPD D.I.Y yang sudah terdaftar Mobil Banking Bank D.I.Y ( 𝘽𝙋𝘿𝘿𝙄𝙔 𝙈𝙊𝘽𝙄𝙇𝙀 )Yuk Daftarkan sekarang Gebyar Undian Berhadiah Bank BPD D.I.Y Hadir Lagi! Raih Hadiah Mewah Impianmu! Cukup Nabung, Hadiah Mewah Jadi Nyata!
Syarat daftar gebyar Bank BPD D.I.Y harus saldo kelipatan Rp 5-10 Juta dan menangkan hadiah spektakuler! Hadiah Undian Fantastis Menanti Kamu: -
1 Unit mobil Alphard (Hadiah Utama)
5 Tiket Umroh (per 1 tiket untuk 4 orang)
10 honda Vario
10 Samsung Galaxy Fold 6 -
100 Tabungan Emas Plus!
100 juta voucher belanja untuk 10 pemenang
Kumpulkan poin dan dapatkan lebih dari 100 ribu hadiah langsung setiap CETAK KUPON!
Info lengkap: Ayo, Tingkatkan saldo Bank BPD D.I.Y-mu di atas 10 juta sekarang!
DAFTAR sekarang Semakin banyak kamu nabung, semakin besar peluang menang. Jangan sampai ketinggalan! Klik disini"
Unggahan disertai menu daftar. Ketika diklik akan mengarah pada kolom di Facebook yang meminta data pribadi seperti nama, sisa saldo, hingga nomor telepon.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BPD DIY? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BPD DIY. Penelusuran mengarah ke unggahan dari akun resmi Bank DPB DIY yakni @bpddiy.
Berikut isi unggahannya:
"WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN BANK BPD DIY!
Sedulur, hati-hati dengan berbagai modus penipuan seperti:❌ Undian berhadiah palsu❌ Promo atau iklan mencurigakan❌ Akun palsu yang mengatasnamakan Bank BPD DIYJangan mudah percaya, ya!
Segera blokir & laporkan jika menemukan akun atau informasi mencurigakan seperti pada contoh di atas.
✅ Pastikan hanya menghubungi kanal resmi:? Call Center: 1500061? WhatsApp: 08111156112? Website: www.bpddiy.co.id? SMS: BANK_BPDDIY
Follow juga sosial media resmi kami:
Instagram: @bpddiy ✔️
TikTok: bankbpddiy
Facebook: bpddiy.official
YouTube: Bank BPD DIY
? Ingat, Bank BPD DIY tidak pernah meminta data pribadi, PIN, atau OTP melalui DM/chat!Tetap waspada, lindungi data dan transaksi Anda ?
#BPDDIY #WaspadaPenipuan #EdukasiKeuangan #kitaberkembangbersama #LiterasiDigital"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BPD DIY, tidak benar.
Hoaks, BMKG Peringatkan Kemarau Terparah Terjadi Pada 2026
Sumber:Tanggal publish: 20/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan akan terjadi kemarau terparah pada tahun 2026.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari gambar asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG memperingatkan kemarau ekstrem sepanjang 30 tahun terakhir terjadi pada tahun 2026 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=26716733478015959&set=gm.1302871197838386&idorvanity=173006717491512
- https://archive.ph/XqaGr
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=94673b6c19__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=5520272596__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/BojonegoroTerkiniBT/posts/bmkg-mengeluarkan-peringatan-serius-terkait-potensi-musim-kemarau-2026-yang-dipe/1257012659854945/
- https://tirto.id/bmkg-bibit-siklon-92s-picu-cuaca-ekstrem-di-sumatra-dan-jawa-hupm
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6319086/viral-kemarau-2026-terparah-dalam-30-tahun-terakhir-simak-fakta-dari-bmkg#:~:text=Fakta%20dari%20BMKG%20Atas%20Klaim,dari%20sumber%20resmi%20dan%20terverifikasi.
- https://www.instagram.com/p/DXJxg8sASR8/
- https://www.instagram.com/reels/DVdHGBhDNM9/
- https://www.youtube.com/watch?v=im2GFidGgDE
- https://tirto.id/sumsel-waspadai-karhutla-di-12-daerah-akibat-kemarau-panjang-hubN
Hoaks, BMKG Peringatkan Kemarau Terparah Terjadi Pada 2026
Sumber:Tanggal publish: 20/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan akan terjadi kemarau terparah pada tahun 2026.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari gambar asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG memperingatkan kemarau ekstrem sepanjang 30 tahun terakhir terjadi pada tahun 2026 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=26716733478015959&set=gm.1302871197838386&idorvanity=173006717491512
- https://archive.ph/XqaGr
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=3bc084ab84__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=49b51cf2d6__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/BojonegoroTerkiniBT/posts/bmkg-mengeluarkan-peringatan-serius-terkait-potensi-musim-kemarau-2026-yang-dipe/1257012659854945/
- https://tirto.id/bmkg-bibit-siklon-92s-picu-cuaca-ekstrem-di-sumatra-dan-jawa-hupm
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6319086/viral-kemarau-2026-terparah-dalam-30-tahun-terakhir-simak-fakta-dari-bmkg#:~:text=Fakta%20dari%20BMKG%20Atas%20Klaim,dari%20sumber%20resmi%20dan%20terverifikasi.
- https://www.instagram.com/p/DXJxg8sASR8/
- https://www.instagram.com/reels/DVdHGBhDNM9/
- https://www.youtube.com/watch?v=im2GFidGgDE
- https://tirto.id/sumsel-waspadai-karhutla-di-12-daerah-akibat-kemarau-panjang-hubN
Hoaks, BMKG Peringatkan Kemarau Terparah Terjadi Pada 2026
Sumber:Tanggal publish: 20/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan akan terjadi kemarau terparah pada tahun 2026.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.
Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.
Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.
BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.
Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa
Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari gambar asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.
Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.
Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.
“Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.
Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG memperingatkan kemarau ekstrem sepanjang 30 tahun terakhir terjadi pada tahun 2026 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=26716733478015959&set=gm.1302871197838386&idorvanity=173006717491512
- https://archive.ph/XqaGr
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=560eb62050__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=8008e26673__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/BojonegoroTerkiniBT/posts/bmkg-mengeluarkan-peringatan-serius-terkait-potensi-musim-kemarau-2026-yang-dipe/1257012659854945/
- https://tirto.id/bmkg-bibit-siklon-92s-picu-cuaca-ekstrem-di-sumatra-dan-jawa-hupm
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6319086/viral-kemarau-2026-terparah-dalam-30-tahun-terakhir-simak-fakta-dari-bmkg#:~:text=Fakta%20dari%20BMKG%20Atas%20Klaim,dari%20sumber%20resmi%20dan%20terverifikasi.
- https://www.instagram.com/p/DXJxg8sASR8/
- https://www.instagram.com/reels/DVdHGBhDNM9/
- https://www.youtube.com/watch?v=im2GFidGgDE
- https://tirto.id/sumsel-waspadai-karhutla-di-12-daerah-akibat-kemarau-panjang-hubN
Halaman: 37/8348

