• [SALAH] DPR Tolak RUU Perampasan Aset

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 16/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Edymulyadin” pada Rabu (11/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “FAKTA DIBALIK PENOLAKAN UU PERAMPASAN ASET TAK DI SETUJUI ANGGOTA DEWAN!!!

    Iya DPR tak pernah mau mengesahkan RUU perampasan aset, karena terbukti bahwa DPR Korupsi sampai triliunan rupiah!!

    Prabowo:mundur secara terhormat atau dibubarkan oleh seluruh rakyat Indonesia”

    Unggahan disertai takarir:

    “Ini faktanya!!!!!”

    Per Senin (16/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.700-an tanda suka, menuai 485 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 367 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “DPR tolak RUU Perampasan Aset” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah video pemberitaan, antara lain:

    • Berita dpr.go.id “Paripurna Tetapkan RUU Perampasan Aset Masuk Bersama 51 RUU Prioritas Prolegnas 2025-2026 Lainnya”, tayang Selasa (23/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa dalam rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa (23/9/2025), RUU Perampasan Aset terkait Dugaan Tindak Pidana resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2025-2026.

    • YouTube kompastv “RUU Perampasan Aset Mulai Dibahas di DPR RI, Ini Poin-Poinnya”, tayang Kamis (15/1/2026). Berita ini melaporkan bahwa Komisi III DPR RI mulai membedah progres penyusunan Naskah Akademik (NA) RUU Perampasan Aset pada Kamis (15/1/2026).

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “DPR tolak RUU Perampasan Aset”.

    Kesimpulan

    Faktanya, Komisi III DPR RI telah mulai membedah progres penyusunan Naskah Akademik (NA) RUU Perampasan Aset pada Januari 2026. Unggahan video berisi klaim “DPR tolak RUU Perampasan Aset” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Prabowo dan Purbaya Desak Puan Mundur dari DPR

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 16/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Lintas Berita” pada Sabtu (7/2/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “PRABOWO PURBAYA DESAK PUAN MUNDUR DPR!

    Terbukti Ratusan Triliun diKorupsi DPR. Pantes DPR tolak RUU Perampasan Aset”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa dalam unggahan akun Instagram “edwinrafi78” [arsip].

    Per Senin (16/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 667 tanda suka, menuai 313 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 40 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo dan Purbaya desak Puan mundur dari DPR” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita kompas.com “Prabowo Disebut Sudah Minta Puan Segera Bahas RUU Perampasan Aset”, tayang Selasa (2/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo meminta Ketua DPR RI Puan Maharani agar RUU Perampasan Aset segera dibahas oleh DPR RI.

    • Berita voi.id “Suara dari Maluku: Tolak Tunjangan DPR, Desak Puan Maharani Mundur Saja”, tayang Senin (1/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa ratusan mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Maluku menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Maluku pada Senin (1/9/2025). Mereka menuntut DPRD Maluku mendesak Puan Maharani untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Prabowo dan Purbaya desak Puan mundur dari DPR RI”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Prabowo dan Purbaya desak Puan mundur dari DPR” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Ini untuk Mengecek Status Penerima BSU 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link atau tautan untuk mengecek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "🔔 KABAR GEMBIRA PEKERJA!
    BSU 2026 senilai Rp600.000 siap membantu kebutuhan Anda.Jangan sampai ketinggalan kesempatan ini.
    👉 Buruan daftarkan diri Anda sekarang juga!"
    Postingan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "BSU 2026
    KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN MENYALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH SENILAI Rp 600.000
    CEK STATUS ANDA UNTUK PENERIMAAN BANTUAN SUBSIDI UPAH (BSU)"
    Unggahan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Ramai Info BSU 2026, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan Resmi" yang tayang pada 7 Februari 2026.
    Dalam artikel ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai maraknya informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Informasi menyesatkan tersebut umumnya disertai tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi mengarah pada penipuan.
    Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan klarifikasi ini perlu disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial, pesan berantai, hingga sejumlah pemberitaan yang mencatut Program BSU 2026. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
    "Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri," kata Faried dikutip dari Antara, Rabu 7 Januari 2026.
    Ia menegaskan, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi terkait BSU yang beredar di luar kanal resmi pemerintah. Faried menekankan bahwa informasi resmi terkait BSU hanya disampaikan melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
    "Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan," ujar dia.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026, tidak benar. 
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Bumi kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 12 Agustus 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/02/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di TikTok dan Facebook menampilkan ilustrasi orang melayang disertai narasi bahwa pada 12 Agustus 2026 dunia akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik.

    Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa NASA telah mengetahui peristiwa itu dan sedang mempersiapkannya, tetapi tidak memberi tahu publik alasannya.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “ON AUGUST 12, 2026, THE WORLD WILL LOSE GRAVITY FOR 7 SECONDS NASA KNOWS. THEY’RE PREPARING BUT WON’T TELL US WHY”

    Namun, benarkah Bumi akan kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 12 Agustus 2026?

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    NASA menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026. Gravitasi bumi, atau total gaya gravitasinya, ditentukan oleh massanya.

    “Satu-satunya cara agar bumi kehilangan gravitasi adalah jika sistem bumi yakni gabungan massa inti, mantel, kerak, samudra, air daratan, dan atmosfer mengalami kehilangan massa,” jelas NASA, dilansir dari Snopes.

    NASA juga menegaskan gerhana matahari total tidak memiliki dampak yang tidak biasa terhadap gravitasi Bumi. Tarikan gravitasi Matahari dan Bulan terhadap Bumi memang memengaruhi gaya pasang surut, tetapi tidak memengaruhi gravitasi total Bumi.

    Selain itu, laman Future Eclipse NASA juga menjelaskan pada 12 Agustus 2026 memang akan terjadi gerhana matahari total yang terlihat di Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, dan sebagian Portugal, sementara gerhana sebagian dapat diamati di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Utara, serta beberapa samudra.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, informasi yang menyebut Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik merupakan klaim yang keliru.

    Klaim: Bumi akan kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 12 Agustus 2026

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini