• Keliru, Tautan Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok sebuah unggahan video yang mengklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026. Dalam unggahan dituliskan bahwa pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @info.kejaksaan.ri (arsip) pada Selasa (10/03/2026). Dalam unggahan disebutkan persyaratan pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026 dan pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio profil akun tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PENDAFTARAN CPNS KEJAKSAAN TAHUN 2026 PERSYARATAN : 1. Pria/Wanita 2. Lulusan SMA/SMKA/D3/S1–S3 3. Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun 4. Sehat Jasmani Rohani 5. Berkelakuan Baik Penempatan Daerah Masing-Masing. INFO PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK. PENDAFTARAN DI BIO KAMI.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun tautan yang diklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada bio profil yaitu https://soufth.it.com/sscasn-go-id dan pendaftaran diklaim gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 6822 likes, 129 komentar, dan 620,8 ribu tayangan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat dan banyak yang menanyakan persyaratan pendaftaran lebih lanjut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok yang sama @info.kejaksaan.ri ini, ini dan ini. Semua unggahan tersebut menampilkan tayangan berbeda dengan narasi yang sama yaitu pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026 melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Purbaya Sebut Lowongan CPNS Kemenkeu 2026 Cuma Buat Alumni STAN

    Periksa Fakta CPNS Kejaksaan 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut menggunakan logo kejaksaan untuk foto profilnya dan memiliki 4209 pengikut.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun akun TikTok resmi Kejaksaan RI bernama @Kejaksaan.RI dengan 196.6 ribu pengikut dan dikelola oleh PUSPENKUM Kejaksaan RI.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 yang tercantum pada bio profil akaun tersebut, https://soufth.it.com/sscasn-go-id. Pengunjung diarahkan pada laman pendaftaran CPNS 2026 dengan mengisi data pribadi yaitu: nama, provinsi dan nomor Telegram aktif. Pada bagian akhir juga disertakan nama-nama yang berhasil mendaftar untuk meyakinkan pengunjung.

    Biasanya, modus ini merupakan penipuan yang digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku. Situs web palsu ini dirancang untuk mencuri data pribadi dan data perbankan korban. Biasanya korban dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 tersebut. Hasil analisis UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kejaksaan RI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET berlokasi di Ascension Island, dengan domain soufth.it.com, dibuat pada 16 Maret 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kemudian Tirto mencari kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 dibuka 2 Maret” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Instagram @biropegkejaksaan bahwa Kejaksaan RI tidak pernah membuka pendaftaran CPNS atau PPPK lewat situs tidak resmi. Seluruh informasi rekrutmen hanya melalui biropeg.kejaksaan.go.id dan Instagram @biropegkejaksaan.

    Melansir laman Kementerian Komunikasi dan Digital, sebuah unggahan di media sosial TikTok yang mengklaim adanya tautan rekrutmen CPNS Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2026 adalah tidak benar.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga memastikan bahwa pemerintah belum membuka rekrutmen CPNS pada 2026. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan informasi dan tautan pendaftaran CPNS 2026 yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

    Kejaksaan RI menegaskan belum membuka rekrutmen CPNS 2026 dan mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan. Sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:KemenPANRB Godok Formasi CPNS 2026, Fokus Terima Fresh Graduate

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik Kejaksaan RI dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Tautan Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok sebuah unggahan video yang mengklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026. Dalam unggahan dituliskan bahwa pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @info.kejaksaan.ri (arsip) pada Selasa (10/03/2026). Dalam unggahan disebutkan persyaratan pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026 dan pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio profil akun tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PENDAFTARAN CPNS KEJAKSAAN TAHUN 2026 PERSYARATAN : 1. Pria/Wanita 2. Lulusan SMA/SMKA/D3/S1–S3 3. Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun 4. Sehat Jasmani Rohani 5. Berkelakuan Baik Penempatan Daerah Masing-Masing. INFO PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK. PENDAFTARAN DI BIO KAMI.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun tautan yang diklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada bio profil yaitu https://soufth.it.com/sscasn-go-id dan pendaftaran diklaim gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 6822 likes, 129 komentar, dan 620,8 ribu tayangan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat dan banyak yang menanyakan persyaratan pendaftaran lebih lanjut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok yang sama @info.kejaksaan.ri ini, ini dan ini. Semua unggahan tersebut menampilkan tayangan berbeda dengan narasi yang sama yaitu pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026 melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Purbaya Sebut Lowongan CPNS Kemenkeu 2026 Cuma Buat Alumni STAN

    Periksa Fakta CPNS Kejaksaan 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut menggunakan logo kejaksaan untuk foto profilnya dan memiliki 4209 pengikut.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun akun TikTok resmi Kejaksaan RI bernama @Kejaksaan.RI dengan 196.6 ribu pengikut dan dikelola oleh PUSPENKUM Kejaksaan RI.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 yang tercantum pada bio profil akaun tersebut, https://soufth.it.com/sscasn-go-id. Pengunjung diarahkan pada laman pendaftaran CPNS 2026 dengan mengisi data pribadi yaitu: nama, provinsi dan nomor Telegram aktif. Pada bagian akhir juga disertakan nama-nama yang berhasil mendaftar untuk meyakinkan pengunjung.

    Biasanya, modus ini merupakan penipuan yang digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku. Situs web palsu ini dirancang untuk mencuri data pribadi dan data perbankan korban. Biasanya korban dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 tersebut. Hasil analisis UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kejaksaan RI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET berlokasi di Ascension Island, dengan domain soufth.it.com, dibuat pada 16 Maret 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kemudian Tirto mencari kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 dibuka 2 Maret” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Instagram @biropegkejaksaan bahwa Kejaksaan RI tidak pernah membuka pendaftaran CPNS atau PPPK lewat situs tidak resmi. Seluruh informasi rekrutmen hanya melalui biropeg.kejaksaan.go.id dan Instagram @biropegkejaksaan.

    Melansir laman Kementerian Komunikasi dan Digital, sebuah unggahan di media sosial TikTok yang mengklaim adanya tautan rekrutmen CPNS Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2026 adalah tidak benar.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga memastikan bahwa pemerintah belum membuka rekrutmen CPNS pada 2026. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan informasi dan tautan pendaftaran CPNS 2026 yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

    Kejaksaan RI menegaskan belum membuka rekrutmen CPNS 2026 dan mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan. Sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:KemenPANRB Godok Formasi CPNS 2026, Fokus Terima Fresh Graduate

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik Kejaksaan RI dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Tautan Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok sebuah unggahan video yang mengklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026. Dalam unggahan dituliskan bahwa pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @info.kejaksaan.ri (arsip) pada Selasa (10/03/2026). Dalam unggahan disebutkan persyaratan pendaftaran CPNS Kejaksaan tahun 2026 dan pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio profil akun tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PENDAFTARAN CPNS KEJAKSAAN TAHUN 2026 PERSYARATAN : 1. Pria/Wanita 2. Lulusan SMA/SMKA/D3/S1–S3 3. Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun 4. Sehat Jasmani Rohani 5. Berkelakuan Baik Penempatan Daerah Masing-Masing. INFO PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK. PENDAFTARAN DI BIO KAMI.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun tautan yang diklaim untuk pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada bio profil yaitu https://soufth.it.com/sscasn-go-id dan pendaftaran diklaim gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 6822 likes, 129 komentar, dan 620,8 ribu tayangan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat dan banyak yang menanyakan persyaratan pendaftaran lebih lanjut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok yang sama @info.kejaksaan.ri ini, ini dan ini. Semua unggahan tersebut menampilkan tayangan berbeda dengan narasi yang sama yaitu pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 pada 2 Maret 2026 sampai dengan 29 April 2026 melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Purbaya Sebut Lowongan CPNS Kemenkeu 2026 Cuma Buat Alumni STAN

    Periksa Fakta CPNS Kejaksaan 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut menggunakan logo kejaksaan untuk foto profilnya dan memiliki 4209 pengikut.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun akun TikTok resmi Kejaksaan RI bernama @Kejaksaan.RI dengan 196.6 ribu pengikut dan dikelola oleh PUSPENKUM Kejaksaan RI.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 yang tercantum pada bio profil akaun tersebut, https://soufth.it.com/sscasn-go-id. Pengunjung diarahkan pada laman pendaftaran CPNS 2026 dengan mengisi data pribadi yaitu: nama, provinsi dan nomor Telegram aktif. Pada bagian akhir juga disertakan nama-nama yang berhasil mendaftar untuk meyakinkan pengunjung.

    Biasanya, modus ini merupakan penipuan yang digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku. Situs web palsu ini dirancang untuk mencuri data pribadi dan data perbankan korban. Biasanya korban dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 tersebut. Hasil analisis UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kejaksaan RI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET berlokasi di Ascension Island, dengan domain soufth.it.com, dibuat pada 16 Maret 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kemudian Tirto mencari kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 dibuka 2 Maret” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Instagram @biropegkejaksaan bahwa Kejaksaan RI tidak pernah membuka pendaftaran CPNS atau PPPK lewat situs tidak resmi. Seluruh informasi rekrutmen hanya melalui biropeg.kejaksaan.go.id dan Instagram @biropegkejaksaan.

    Melansir laman Kementerian Komunikasi dan Digital, sebuah unggahan di media sosial TikTok yang mengklaim adanya tautan rekrutmen CPNS Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2026 adalah tidak benar.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga memastikan bahwa pemerintah belum membuka rekrutmen CPNS pada 2026. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan informasi dan tautan pendaftaran CPNS 2026 yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

    Kejaksaan RI menegaskan belum membuka rekrutmen CPNS 2026 dan mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan. Sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:KemenPANRB Godok Formasi CPNS 2026, Fokus Terima Fresh Graduate

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar CPNS Kejaksaan 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik Kejaksaan RI dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • CEK FAKTA: BLT Desa untuk Warga yang Belum Pernah Dapat, Rp300 Ribu per Bulan

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/04/2026

    Berita

    SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan yang beredar di media sosial Facebook mengklaim adanya program BLT Desa 2026 dari pemerintah yang diperuntukan bagi warga yang belum pernah mendapatkan bantuan.

    Dalam unggahan oleh akun Wita Asmara’, disebutkan bahwa ada kabar baik bagi warga yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat. Mereka akan mendapatkan BLT Desa sebesar Rp300 ribu per bulan yang tetap disalurkan, khususnya pada minggu pertama Ramadan untuk membantu memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

    Warga juga diminta bersiap menerima undangan pencairan bantuan tersebut, dengan harapan nama mereka terdaftar dan bantuan dapat tersalurkan dengan baik.

    Berikut narasinya:

    “Kabar gembira untuk warga desa yang belum pernah menerima bantuan pusat akan menerima BLT Desa senilai 300 ribu perbulan tetap disalurkan. Khusunya pada minggu pertama ramadhan,untuk memenuhi kebutuhan sahur dan buka puasa. Siap siap untuk menerima undangan BLT Desa.” tulisnya.

    Fakta Sebenarnya

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Merujuk Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025, BLT Desa adalah bantuan yang dialokasikan dari APBDes dan diprioritaskan untuk upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem.

    Mengutip media kredibel, pada 2026, besaran bantuan tidak lagi ditentukan berdasarkan persentase pagu dana desa seperti tahun-tahun sebelumnya. Nominal bantuan kini disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing desa.

    Setiap keluarga penerima manfaat berpeluang mendapatkan bantuan hingga Rp300 ribu per bulan. Penyalurannya bisa dilakukan setiap bulan atau dirapel, sesuai kesepakatan dalam musyawarah desa.

    Kriteria Penerima

    Penentuan penerima bantuan diputuskan melalui musyawarah desa. Apabila data keluarga miskin dari pemerintah pusat tidak tersedia atau jumlahnya tidak memadai, kepala desa berwenang menetapkan calon penerima berdasarkan sejumlah kriteria.

    Kriteria tersebut antara lain warga yang kehilangan pekerjaan, memiliki anggota keluarga dengan penyakit kronis atau penyandang disabilitas, tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta rumah tangga lansia tunggal atau perempuan kepala keluarga dari keluarga miskin.

    Meski terdapat syarat bahwa penerima tidak sedang memperoleh PKH, hal itu bukan berarti BLT Desa 2026 hanya diberikan kepada warga yang sama sekali belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    BLT Desa 2026 diperuntukkan bagi keluarga miskin ekstrem dengan kriteria tertentu yang ditetapkan melalui musyawarah desa. Oleh karena itu, anggapan bahwa bantuan ini hanya bagi warga yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya merupakan informasi yang menyesatkan.

    Sumber: Turnbackhoax/Berbagai Sumber
    • Sukabumi Update
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini