• [PENIPUAN] Tautan Pembuatan SIM Online Gratis 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Pembuatan Sim Gratis 2026” pada Jumat (16/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    Resmi Dibuka Pembuatan Dan Perpanjangan SIM secara online dan gratis hanya di buka di tahun 2026 Buruan Untuk seluruh masyarakat Indonesia perpanjang/buat SIM anda secara gratis

    Silahkan Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga Dengan Cara Klik Daftar

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 66 tanda suka, 18 komentar dan telah dibagikan ulang 7 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan yang dibagikan akun Facebook “Pembuatan Sim Gratis 2026”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Korlantas (digitalkorlantas.polri.go.id). Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan pengguna ke laman yang meminta pengisian data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.

    Sementara itu, melalui akun Instagram resminya Korlantas Polri membantah narasi yang menyebutkan adanya layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis. Korlantas menegaskan bahwa tarif pembuatan SIM telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Korlantas (digitalkorlantas.polri.go.id). Dengan demikian, unggahan berisi tautan “pembuatan SIM online gratis 2026” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Program Pemutihan Sertifikat Tanah Gratis 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Ali Yanto” pada Jumat (16/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    PEMUTIHANN SERTIFIKAT TANAH 2026

    1.gratis pembuatan sertifikat
    2.gratis balik nama sertifikat
    3.gratis pajak tanah & denda yang lewat
    4.DLL

    Program Pemutihan Sertifikat Tanah Gratis kini resmi dibuka. Manfaatkan kesempatan terbaik tahun ini untuk mengurus legalitas tanah anda tanpa biaya. #pemutihan #tanah #ptsl #fypVideo #infofyp #monetisasi #jangkauanLuas #fbpro

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 4 tanda suka dan 2 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “pemutihan sertifikat tanah gratis” ke mesin pencarian Google. Pencarian mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN ‘kementerian.atrbpn’  yang dipublikasikan pada Kamis (8/1/2026). 

    Melalui unggahan tersebut, Kementerian ATR/BPN mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan pengurusan sertifikat tanah gratis. Kementerian ATR/BPN juga menegaskan bahwa informasi resmi terkait biaya pengurusan sertifikat tanah dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Sebagai informasi, jenis dan tarif layanan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian ATR/BPN diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015. Adapun informasi terkait klaim pemutihan sertifikat tanah gratis yang beredar di media sosial tersebut tidak dibagikan oleh akun media sosial resmi Kementerian ATR/BPN.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai pemutihan sertifikat tanah gratis tidak berasal dari akun media sosial resmi Kementerian ATR/BPN. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “program pemutihan sertifikat tanah gratis 2026” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Trump Mau Pindahkan Jutaan Warga Israel ke Papua

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “abahumarparanormal” pada Selasa (13/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “GILA RENCANA TRUMP MEMINDAHKAN 1 JUTA ORG ISRAEL KE PAPUA, MENEKAN

    PRESIDEN PRABOWO AGAR MEMBUKA HUBUNGAN BAIK DENGAN ISRAEL, KALAU KITA MENOLAK APA YG AKAN mad IranAKUKAN AMERIKA ??

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 1.760 tanda suka, 325 komentar dan telah dibagikan ulang 325 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel cek fakta tempo.co.

    Tempo memverifikasi klaim tersebut dan tidak menemukan bukti sahih bahwa Trump pernah mengumumkan atau merencanakan relokasi warga Israel ke Papua atau wilayah Indonesia mana pun. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah AS atau Trump yang mendukung klaim tersebut.

    Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Hartyo Harkomoyo, menegaskan bahwa narasi yang beredar di TikTok tersebut menyesatkan. “Tidak benar,” ujar Hartyo kepada Tempo, Senin (19/1/2026). 

    Sebaliknya, berbagai laporan media internasional menunjukkan kondisi yang bertolak belakang dengan klaim tersebut. The New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat mendukung gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta membentuk Gaza Executive Council pada 17 Januari 2026 untuk mengawal implementasinya. Dewan ini melibatkan pejabat Qatar dan Turki tanpa keikutsertaan perwakilan resmi pemerintah Israel, kebijakan yang menuai penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Melansir ABC News, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bahkan menyerukan kesiapan militer untuk kembali melanjutkan perang.

    Sementara itu, laporan Tempo pada Maret 2025 justru mengungkap rencana Israel memindahkan warga Palestina ke luar negeri, termasuk Indonesia, melalui skema uji coba imigrasi. Namun, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tidak pernah ada pembicaraan atau kesepakatan terkait rencana tersebut. Adapun dorongan Donald Trump agar Indonesia menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, sebagaimana dilaporkan AP News, juga ditolak tegas pemerintah Indonesia. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa normalisasi hanya dimungkinkan jika didahului pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai rencana pemindahan jutaan warga Israel ke Papua tidak berasal dari pernyataan resmi pemerintah Amerika Serikat maupun Donald Trump. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Trump mau pindahkan jutaan warga Israel ke Papua” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Artikel Mantan Menpora Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Uang Rp 2 Triliun dari Yaqut Cholil Qoumas

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Januari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Dito Ariotedjo: Yang Saya Tau Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Dari Pak Yaqut 2 Triliun Saya cuma Dikasih Tau Sambil Bercanda Pak Jokowi Bilang Kardus Durian Om Dito, Om Dito Mau sambil Tertawa Pak Jokowi"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Semuanya Jokowi,,"
    Lalu benarkah postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah laman Gelora.co dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan yakni 23 Januari 2026.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Diperiksa terkait Kuota Haji, Dito Ariotedjo Ungkit Kunker ke Arab Saudi Bareng Jokowi".
    Dalam artikel asli sama sekali tidak ada pernyataan Dito mengenai Jokowi yang menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas.
    Artikel asli membahas pemanggilan Dito oleh KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Dito ditanya terkait pengetahuannya pada perkara tersebut.

    Kesimpulan


    Postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas adalah hoaks. Faktanya judul artikel dalam postingan merupakan hasil suntingan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini