tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim memperlihatkan di belakang layar produksi Hantavirus dengan tampilan beberapa orang memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD).
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan
Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube InformativosTvc, yang menyatakan bahwa video tersebut memperlihatkan para penumpang dari kapal pesiar Hondius yang terdampak virus hantavirus berada di Bandara Tenerife Selatan.
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa proses di belakang layar produksi rekayasa hantavirus menggunakan APD bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100057550477729/videos/pcb.1419775476617455/1307888220875872
- https://archive.today/HYSYA
- https://tirto.id/salah-video-tikus-terinfeksi-hantavirus-disebar-truk-di-jalan-hwr6
- https://www.youtube.com/watch?v=ZHN0xs6FfJ0
- https://www.abc.net.au/news/2026-05-11/authorities-evacuate-passengers-from-hantavirus-hit-cruise-ship/106664382
- https://www.abc.net.au/listen/programs/worldtoday/australians-to-return-after-hantavirus-outbreak/106666118
- https://www.instagram.com/reels/DYYyit4uOdh/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/05/19/100100782/-hoaks-video-bukti-rekayasa-hantavirus-pasien-tidak-pakai-apd?page=all#page2
- https://www.knack.be/factcheck/factcheck-nee-een-ziekenhuispatient-zonder-mondmasker-bewijst-niet-dat-covid-een-poppenkast-is/?fbclid=IwY2xjawSAqg9leHRuA2FlbQIxMABicmlkETFVYXFHYTM2WkZsVkZTU2ZGc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlh72J2H5tteO1cm9QrmyPfmUsK_yKoAM9yG0xrJFJ_-08gszqnvH-oJMCbP_aem_q-SsJXO3Df1djso_1ngYeA
- https://tirto.id/apa-saja-gejala-hantavirus-bagaimana-cara-mengobatinya-hvCa
- https://tirto.id/hoaks-video-penyanyi-alami-kematian-mendadak-setelah-vaksin-hwsT
Hoaks, Larangan Isi Pertalite Mobil Diatas 1400 CC, 1 Juni 2026
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim adanya aturan bagi mobil dengan tipe 1400 cc akan dilarang mengisi pertalite mulai 1 Juni 2026.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Indra Nirwana” (arsip) pada Kamis (21/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang didalamnya dituliskan daftar merk dan tipe mobil yang akan dikenai larangan isi pertalite yaitu mulai dari mobil Toyota, Daihatsu, Honda, KIA, Wuling, Nissan, Suzuki, Mitsubishi, Mazda, Hyundai, Isuzu, dan BMW.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Ini daftar mobil yang TIDAK BOLEH menggunakan PERTALITE. MERK DAN TIPE MOBIL DIATAS 1400 CC YANG AKAN DILARANG ISI PERTALITE. Diberlakukan mulai Tgl 1 Juni 2026,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (26/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 20 likes, 28 komentar, dan 3 kali dibagikan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @syukri_masuti, @harisoewondo, Threads @andi_atthira, dan Facebook “Sugianoor” pada obrolan grup Avanza Xenia Community. Semua unggahan tersebut menampilkan gambar yang sama dengan klaim data tersebut merupakan daftar merek dan tipe mobil diatas 1400 cc yang akan dilarang mengisi pertalite.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Siap-siap Pertalite dan Solar Mau Dibatasi, Ini Bocoran DEN
periksa fakta larangan isi pertalite.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Indra Nirwana” (arsip) pada Kamis (21/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang didalamnya dituliskan daftar merk dan tipe mobil yang akan dikenai larangan isi pertalite yaitu mulai dari mobil Toyota, Daihatsu, Honda, KIA, Wuling, Nissan, Suzuki, Mitsubishi, Mazda, Hyundai, Isuzu, dan BMW.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Ini daftar mobil yang TIDAK BOLEH menggunakan PERTALITE. MERK DAN TIPE MOBIL DIATAS 1400 CC YANG AKAN DILARANG ISI PERTALITE. Diberlakukan mulai Tgl 1 Juni 2026,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (26/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 20 likes, 28 komentar, dan 3 kali dibagikan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @syukri_masuti, @harisoewondo, Threads @andi_atthira, dan Facebook “Sugianoor” pada obrolan grup Avanza Xenia Community. Semua unggahan tersebut menampilkan gambar yang sama dengan klaim data tersebut merupakan daftar merek dan tipe mobil diatas 1400 cc yang akan dilarang mengisi pertalite.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Siap-siap Pertalite dan Solar Mau Dibatasi, Ini Bocoran DEN
periksa fakta larangan isi pertalite.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Kompas, yang menyatakan bahwa Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, kepada Kompas.com (24/5/2026).
Hingga saat ini belum ada aturan resmi yang melarang kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu membeli Pertalite di SPBU.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Mobil 1400 cc dilarang isi pertalite” pada mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah pada akun Instagram @pertaminapatraniaga.kalimantan yang menyatakan bahwa mobil diatas 1400 cc ke atas bisa mengisi pertalite dan masyarakat tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan kapasitas mesin diatas 1.400 cc dilarang mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026 adalah tidak benar.
Senada dengan hal tersebut, dalam akun Instagram @jawapos, PT Pertamina Patra Niaga memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait larangan penggunaan Pertalite untuk kendaraan merek tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah tidak benar alias hoaks.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun memastikan hingga saat ini, belum ada kebijakan maupun arahan resmi dari pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan ataupun kapasitas mesin.
“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari pemerintah dan regulator,” begitu keterangan Roberth dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).
Melansir laman My Pertamina, BBM subsidi adalah BBM yang diberikan subsidi oleh pemerintah menggunakan dana APBN yang dijual dengan lebih murah. BBM subsidi memiliki jumlah yang terbatas sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah dan hanya diperuntukkan untuk konsumen tertentu. Jenis BBM yang termasuk BBM bersubsidi adalah Biosolar dan Pertalite.
Adapun mobil pribadi termasuk konsumen yang berhak mendapatkan solar subsidi diatur sesuai Peraturan Presiden No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dengan syarat, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak, serta sesuai spesifikasi kendaraan dengan pembelian dalam jumlah wajar. Masyarakat juga diharapkan selalu memastikan mencari informasi resmi dan terpercaya mengenai kebijakan pengisian BBM melalui akun resmi Pertamina, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Baca juga:Alasan Pemerintah Tak Naikkan Pertalite hingga Akhir Tahun
“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, kepada Kompas.com (24/5/2026).
Hingga saat ini belum ada aturan resmi yang melarang kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu membeli Pertalite di SPBU.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Mobil 1400 cc dilarang isi pertalite” pada mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah pada akun Instagram @pertaminapatraniaga.kalimantan yang menyatakan bahwa mobil diatas 1400 cc ke atas bisa mengisi pertalite dan masyarakat tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan kapasitas mesin diatas 1.400 cc dilarang mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026 adalah tidak benar.
Senada dengan hal tersebut, dalam akun Instagram @jawapos, PT Pertamina Patra Niaga memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait larangan penggunaan Pertalite untuk kendaraan merek tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah tidak benar alias hoaks.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun memastikan hingga saat ini, belum ada kebijakan maupun arahan resmi dari pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan ataupun kapasitas mesin.
“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari pemerintah dan regulator,” begitu keterangan Roberth dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).
Melansir laman My Pertamina, BBM subsidi adalah BBM yang diberikan subsidi oleh pemerintah menggunakan dana APBN yang dijual dengan lebih murah. BBM subsidi memiliki jumlah yang terbatas sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah dan hanya diperuntukkan untuk konsumen tertentu. Jenis BBM yang termasuk BBM bersubsidi adalah Biosolar dan Pertalite.
Adapun mobil pribadi termasuk konsumen yang berhak mendapatkan solar subsidi diatur sesuai Peraturan Presiden No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dengan syarat, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak, serta sesuai spesifikasi kendaraan dengan pembelian dalam jumlah wajar. Masyarakat juga diharapkan selalu memastikan mencari informasi resmi dan terpercaya mengenai kebijakan pengisian BBM melalui akun resmi Pertamina, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Baca juga:Alasan Pemerintah Tak Naikkan Pertalite hingga Akhir Tahun
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim bahwa sejumlah merek dan tipe mobil di atas 1400 cc akan dilarang mengisi pertalite mulai 1 Juni 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
PT Pertamina membantah klaim tersebut dan menegaskan mobil 1400 cc ke atas bisa mengisi Pertalite dan masyarakat tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
PT Pertamina membantah klaim tersebut dan menegaskan mobil 1400 cc ke atas bisa mengisi Pertalite dan masyarakat tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/indra.nirmawanto/posts/pfbid02txLHjivLX9PqQxUTWpy1u7oUcSZP4DqAzMiiWeBk5DofjeCuBvssQ1vnJE3qjeh7l?rdid=BhyqihImRsMtXLY3#
- https://web.archive.org/web/20260526034531/
- https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Findra.nirmawanto%2Fposts%2Fpfbid02txLHjivLX9PqQxUTWpy1u7oUcSZP4DqAzMiiWeBk5DofjeCuBvssQ1vnJE3qjeh7l%3Frdid%3DBhyqihImRsMtXLY3
- https://www.instagram.com/p/DYgTGGGnTkk/
- https://www.instagram.com/p/DYosIusRdXJ/
- https://www.threads.com/@andi_atthira/post/DYjeZ9OkoLw/alhamdulillah-dari-mobil-sampai-motor-pun-selalu-pake-pertamax-dari-dulu-kabar
- https://www.facebook.com/groups/838897959587907/posts/4227714180706251/
- https://tirto.id/siap-siap-pertalite-dan-solar-mau-dibatasi-ini-bocoran-den-hv6v
- https://otomotif.kompas.com/read/2026/05/24/172100615/mobil-di-atas-1.400-cc-dilarang-isi-pertalite-per-1-juni-ini-faktanya
- https://www.instagram.com/p/DYvkQt4jwHy/
- https://www.instagram.com/p/DYrWCqQRqOy/
- https://subsiditepat.mypertamina.id/syarat-ketentuan
- https://tirto.id/alasan-pemerintah-tak-naikkan-pertalite-hingga-akhir-tahun-htNX
Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim memperlihatkan di belakang layar produksi Hantavirus dengan tampilan beberapa orang memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD).
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan
Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan
Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube InformativosTvc, yang menyatakan bahwa video tersebut memperlihatkan para penumpang dari kapal pesiar Hondius yang terdampak virus hantavirus berada di Bandara Tenerife Selatan.
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa proses di belakang layar produksi rekayasa hantavirus menggunakan APD bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100057550477729/videos/pcb.1419775476617455/1307888220875872
- https://archive.today/HYSYA
- https://tirto.id/salah-video-tikus-terinfeksi-hantavirus-disebar-truk-di-jalan-hwr6
- https://www.youtube.com/watch?v=ZHN0xs6FfJ0
- https://www.abc.net.au/news/2026-05-11/authorities-evacuate-passengers-from-hantavirus-hit-cruise-ship/106664382
- https://www.abc.net.au/listen/programs/worldtoday/australians-to-return-after-hantavirus-outbreak/106666118
- https://www.instagram.com/reels/DYYyit4uOdh/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/05/19/100100782/-hoaks-video-bukti-rekayasa-hantavirus-pasien-tidak-pakai-apd?page=all#page2
- https://www.knack.be/factcheck/factcheck-nee-een-ziekenhuispatient-zonder-mondmasker-bewijst-niet-dat-covid-een-poppenkast-is/?fbclid=IwY2xjawSAqg9leHRuA2FlbQIxMABicmlkETFVYXFHYTM2WkZsVkZTU2ZGc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlh72J2H5tteO1cm9QrmyPfmUsK_yKoAM9yG0xrJFJ_-08gszqnvH-oJMCbP_aem_q-SsJXO3Df1djso_1ngYeA
- https://tirto.id/apa-saja-gejala-hantavirus-bagaimana-cara-mengobatinya-hvCa
- https://tirto.id/hoaks-video-penyanyi-alami-kematian-mendadak-setelah-vaksin-hwsT
Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim memperlihatkan di belakang layar produksi Hantavirus dengan tampilan beberapa orang memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD).
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan
Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan
Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube InformativosTvc, yang menyatakan bahwa video tersebut memperlihatkan para penumpang dari kapal pesiar Hondius yang terdampak virus hantavirus berada di Bandara Tenerife Selatan.
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
“Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.
Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.
Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.
“Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.
Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.
Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.
“Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.
Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.
Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.
Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.
Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.
Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.
Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.
Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.
Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa proses di belakang layar produksi rekayasa hantavirus menggunakan APD bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100057550477729/videos/pcb.1419775476617455/1307888220875872
- https://archive.today/HYSYA
- https://tirto.id/salah-video-tikus-terinfeksi-hantavirus-disebar-truk-di-jalan-hwr6
- https://www.youtube.com/watch?v=ZHN0xs6FfJ0
- https://www.abc.net.au/news/2026-05-11/authorities-evacuate-passengers-from-hantavirus-hit-cruise-ship/106664382
- https://www.abc.net.au/listen/programs/worldtoday/australians-to-return-after-hantavirus-outbreak/106666118
- https://www.instagram.com/reels/DYYyit4uOdh/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/05/19/100100782/-hoaks-video-bukti-rekayasa-hantavirus-pasien-tidak-pakai-apd?page=all#page2
- https://www.knack.be/factcheck/factcheck-nee-een-ziekenhuispatient-zonder-mondmasker-bewijst-niet-dat-covid-een-poppenkast-is/?fbclid=IwY2xjawSAqg9leHRuA2FlbQIxMABicmlkETFVYXFHYTM2WkZsVkZTU2ZGc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlh72J2H5tteO1cm9QrmyPfmUsK_yKoAM9yG0xrJFJ_-08gszqnvH-oJMCbP_aem_q-SsJXO3Df1djso_1ngYeA
- https://tirto.id/apa-saja-gejala-hantavirus-bagaimana-cara-mengobatinya-hvCa
- https://tirto.id/hoaks-video-penyanyi-alami-kematian-mendadak-setelah-vaksin-hwsT
Halaman: 52/8665



