• Cek Fakta: Hoaks Artikel Yaqut Minta KPK Tahan Jokowi karena Terima Uang Suap Dua Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta Jokowi segera ditahan KPK karena menerima uang suap dua triliun. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Yaqut Cholil: Saya Kalau Ditahan KPK Pak Jokowi segera Juga Ditahan Pak Jokowi Banyak Menerima Uang Suap Dua Triliun Dari Saya Nota Transferannya sudah saya Serahkan KPK kenapa saya saja yang Jadi Tersangka"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Negara korup berikutnya.."
    Lalu benarkah postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta Jokowi segera ditahan KPK karena menerima uang suap dua triliun?
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Gelora.co dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Eks Menag Yaqut Rampung Diperiksa KPK terkait Kasus Kuota Haji, Tak Ditahan"
    Artikel asli sama sekali tidak membahas pernyataan Yaqut terkait mantan Presiden Jokowi.
    Aetikel asli membahas KPK yang tidak menahan Yaqut Cholil Qoumas usai diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024, Jumat (30/1/2026).

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta Jokowi segera ditahan KPK karena menerima uang suap dua triliun adalah hoaks. Faktanya judul artikel dalam postingan merupakan hasil editan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Video Haji Isam Bagikan Bantuan Tunai

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita

    tirto.id - Maraknya unggahan yang beredar di sosial media kerap memanfaatkan nama tokoh terkenal untuk menarik perhatian dan menipu masyarakat. Salah satu yang beredar adalah video yang mengklaim pengusaha Haji Isam membagikan bantuan tunai dalam jumlah besar.

    ADVERTISEMENT

    Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim menampilkan Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, pendiri PT Jhonlin Baratama, sedang membagikan bantuan uang tunai sebesar Rp30 juta.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video tersebut beredar melalui akun Facebook @haji isam (arsip) pada Jumat (23/01/2026). Dalam video itu, terlihat seorang pria yang diklaim sebagai Haji Isam menyampaikan rasa syukurnya karena baru saja diperkenalkan kepada investor luar negeri oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia kemudian menjanjikan bantuan tunai kepada pengguna yang telah menonton, mengikuti akun tersebut, serta membagikan unggahan video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam narasinya, sosok dalam video menegaskan bahwa unggahan tersebut bersifat resmi dan tidak mengandung unsur penipuan maupun rekayasa.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Hoaks Anies Baswedan Laporkan Jokowi soal Ijazah PalsuRieke Usul DPR Undang Aurelie Moeremans Bahas Child Grooming

    “Saya pengusaha batu bara Haji Isam berjanji, bismillah kun fayakun, saya akan kirim (bantuan) untuk kamu,” ucapnya dalam video.

    ADVERTISEMENT

    Melalui keterangan unggahan, pemilik akun juga mengarahkan warganet untuk menghubungi melalui fitur pesan (Messenger) Facebook, dengan janji akan langsung mengirimkan bantuan sebesar Rp30 juta.

    Periksa Fakta Haji Isam Bagi-Bagi Bantuan.

    Berikut keterangan lengkap yang disertakan di unggahan:

    Baca juga:Wamenkes Minta Karantina Kesehatan Diperkuat Cegah Virus Nipah

    “Assalamualaikum… Saya Haji Isam pengusaha batu bara di Kalimantan ingin berbagi rezeki untuk Anda!!! Yang butuh modal usaha, Biaya sekolah, bayar hutang, Renovasi rumah dll.. Silahkan inbox saya sekarang di Mesenger dan saya siap bantu Anda sampai lolos.”

    Hingga Senin (02/02/2026), video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 9,3 ribu kali serta mendapatkan 192 tanda reaksi, 65 komentar dan 12 kali dibagikan. Video serupa juga ditemukan di akun lainnya seperti ini, ini dan ini.

    Lantas, benarkah Haji Isam membagikan bantuan tunai melalui media sosial Facebook?

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Tirto menemukan sejumlah kejanggalan pada video yang beredar. Pergerakan wajah dan mulut tampak tidak selaras dengan suara, sementara arah pandangan mata terlihat bergerak tidak wajar saat sosok dalam video berbicara.

    Karakteristik semacam ini umum dijumpai pada konten video hasil rekayasa kecerdasan buatan artificial intelligence (AI), khususnya pada teknologi deepfake yang meniru wajah dan suara seseorang.

    Kemudian, menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation, hasil analisis menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas sebesar 99,7 persen sebagai buatan AI. Tingkat probabilitas yang sangat tinggi ini mengindikasikan bahwa video tersebut tidak dihasilkan melalui perekaman langsung, melainkan melalui proses manipulasi digital.

    Pemeriksaan melalui Hive Moderation.

    Untuk memastikan lebih lanjut, kami juga menggunakan pendeteksi AI Undetactable.ai. Hasilnya menunjukkan video tersebut merupakan hasil buatan AI dengan probabilitas sebesar 97 persen. Konsistensi hasil dari dua alat berbeda memperkuat temuan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.

    Baca juga:Cegah Child Grooming, Legislator Usul Larang Medsos Bagi Anak

    Penelusuran kemudian dilakukan terhadap akun-akun Facebook yang menyebarkan video tersebut. Lebih lanjut, berdasarkan penelusuran di berbagai platform media sosial, tidak ditemukan akun media sosial pribadi yang secara resmi dikelola oleh Haji Isam. Kondisi ini menunjukkan bahwa klaim dalam video tidak dapat dikaitkan dengan sumber yang terverifikasi.

    Pemeriksaan melalui TruthScan.

    Melalui mesin pencari juga tidak menemukan pemberitaan atau pernyataan resmi yang mendukung klaim bahwa Haji Isam membagikan bantuan tunai melalui media sosial. Sebaliknya, hasil penelusuran justru menemukan klaim serupa dengan video berbeda yang sebelumnya telah beredar dan dinyatakan tidak benar oleh sejumlah pemeriksa fakta, di antaranya TurnBackHoax dan Komdigi.

    Baca juga:Tambang Timah Bangka Longsor: 6 Tewas, 1 Masih Hilang

    Kesimpulan

    Hingga penelusuran ini dilakukan, tidak ditemukan bukti yang dapat memverifikasi klaim bahwa Haji Isam membagikan bantuan tunai melalui media sosial Facebook. Video yang beredar diketahui merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan disebarkan oleh akun yang tidak terverifikasi.

    Dengan demikian, klaim Haji Isam membagikan bantuan tunai tersebut merupakan altered video atau video yang dimanipulasi dan bersifat menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Informasi Bantuan Sosial Pemerintah Rp7 Juta hingga Rp50 Juta Berbasis NIK KTP

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “menkeu purbaya” pada Selasa (20/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “YANG BELUM DAFTAR BURUAN DAFTAR SEKARANG TERNYATA ΝΙΚ ΚΤΡ.BERISI BANTUAN.SOSIAL DARI.PEMERINTAH SENILAI Rp 7jt/50jt DI AKHIR BULAN INI DAN TAHUN 2026”

    Hingga Selasa (3/2/2026) unggahan telah mendapatkan 459 tanda suka, 133 komentar dan telah dibagikan ulang 31 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “menkeu purbaya” tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Sosial di kemensos.go.id. Sebaliknya, tautan tersebut justru mengarahkan ke sebuah laman berisi undangan grup WhatsApp bernama “Program Bantuan Pemerintah untuk Modal Usaha”.

    Sementara itu, melalui laman resminya, Kementerian Sosial pada 2022 menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat situs, tautan, maupun media pendaftaran apa pun yang berkaitan dengan pendaftaran atau pencairan bantuan sosial.

    Kementerian Sosial juga mengingatkan bahwa seluruh informasi resmi terkait bantuan sosial hanya dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Sosial di kemensos.go.id serta akun media sosial resmi Kementerian Sosial yang telah terverifikasi.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Sosial di kemensos.go.id. Dengan demikian, unggahan berisi tautan “informasi bantuan sosial pemerintah Rp7 juta hingga Rp50 juta berbasis NIK KTP” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Survei LSI: 85% Masyarakat Setuju Jokowi Kembali Jadi Presiden

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita

    Pada Kamis (29/1/2026) akun Facebook “Sultan” membagikan foto [arsip] berupa tangkapan layar dari artikel berjudul:

    Survei LSI Kepuasan Rakyat Terhadap Mantan Presiden Joko Widodo Meningkat Mencapai 85% Rakyat Setuju Presiden Joko Widodo Presiden Lagi 2029

    Hingga Selasa (3/2/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 620-an tanda suka, 1.000-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “hasil survey LSI 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa potret dalam unggahan. Penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dengan foto yang sama.

    TurnBackHoax lalu mencocokkan nama media serta tanggal terbit. Hasilnya, ditemukan artikel gelora.co “Diterpa Banyak Kasus, Kegelisahan Jokowi Tidak akan Usai”, tayang Kamis (29/1/2026).

    Artikel itu menuliskan Rocky Gerung (pengamat politik) menyampaikan bahwa Jokowi diyakini tak akan bisa hidup tenang selama kasus-kasus yang terkait Jokowi belum terbukti melalui proses hukum.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “hasil survei LSI: 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil suntingan dari artikel gelora.co “Diterpa Banyak Kasus, Kegelisahan Jokowi Tidak akan Usai”. Jadi, unggahan berisi klaim “hasil survei LSI: 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini