“Monggo yang sudah punya Sim C
Boleh coba dicek apakah Sim C dan A anda dpt bantuan covid-19 Rp.900.000/bln selama 4 bln syarat utama Sim masih hidup/ valid
Mulai Oktober s.d Desember 2020. di link ini:
https://s.id/ektp-covid19.”
Bantuan covid dari jasaraharja
sim C dan sim A dapat bantuan covid-19 Rp 900.000/bln dr Asuransi Jasa Raharja selama 4 bulan .
Yang sudah punya sim C dan A , coba di cek apakah sim C dan sim A anda dapat bantuan covid-19 Rp 900.000/bln dr Asuransi Jasa Raharja selama 4 bulan. syarat utama SIM masih berlaku / valid .
Yang sudah punya sim C
Boleh coba di cek apakah sim C dan sim A anda dapat bantuan covid-19 Rp 900.000/bln
Selama 4 bln syarat utama sim masih hidup / valid
Mulai januari s/d mei 2021
Di link ini
https://s.id/ektp-covid19
Mulai januari s/d mei 2021
Di link ini
https://s.id/ektp-covid19
Bantuan kovid sim
Sim c dapat bantuan
Bantuan sim
ektp-covid19
Ektp covid
[Cek Fakta] Yang Punya SIM C dan A Dapat Bantuan Covid-19 Rp900 Ribu Setiap Bulan? Ini Faktanya
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 23/01/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran kami, klaim bahwa pemilik SIM C dan SIM A akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp900 ribu setiap bulan, adalah salah. Faktanya pranala atau link yang disertakan dalam narasi itu terkait dengan guyonan.
Link serupa pernah beredar beberapa waktu lalu. Di antaranya, link itu juga digunakan dalam narasi bahwa semua pemilik KTP elektronik (KTP-el) mendapatkan uang kompensasi #DiRUmahSAja sebesar Rp680 ribu.
Kami membuat ulasan terkait hal itu dalam sebuah artikel berjudul “[Cek Fakta] Setiap Pemilik KTP Elektronik Dapat Rp680 Ribu Kompensasi #DiRumahSaja? Ini Faktanya. Dari artikel itu, kesimpulannya adalah narasi beserta link tersebut masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi.
Link serupa pernah beredar beberapa waktu lalu. Di antaranya, link itu juga digunakan dalam narasi bahwa semua pemilik KTP elektronik (KTP-el) mendapatkan uang kompensasi #DiRUmahSAja sebesar Rp680 ribu.
Kami membuat ulasan terkait hal itu dalam sebuah artikel berjudul “[Cek Fakta] Setiap Pemilik KTP Elektronik Dapat Rp680 Ribu Kompensasi #DiRumahSaja? Ini Faktanya. Dari artikel itu, kesimpulannya adalah narasi beserta link tersebut masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi.
Kesimpulan
Klaim bahwa pemilik SIM C dan SIM A akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp900 ribu setiap bulan, adalah salah. Faktanya pranala atau link yang disertakan dalam narasi itu terkait dengan guyonan.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Satire merupakan konten berunsur parodi atau sarkasme yang dibuat untuk menyindir atau mengkritik pihak tertentu. Satire tidak termasuk konten yang membahayakan, tetapi bisa mengecoh karena sebagian masyarakat menganggap informasi dalam satire sebagai kebenaran.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Satire merupakan konten berunsur parodi atau sarkasme yang dibuat untuk menyindir atau mengkritik pihak tertentu. Satire tidak termasuk konten yang membahayakan, tetapi bisa mengecoh karena sebagian masyarakat menganggap informasi dalam satire sebagai kebenaran.
Rujukan
[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 23/01/2021
Berita
Pada proses pembuatan vaksin dpt-hbv-ipv apakah bersinggungan dengan babi
pernyataan Alfian terkait vaksin. Dia menyebut vaksin berasal dari tripsin atau enzim atau saripati binatang tertentu.
Vaksin mengandung babi
Kandungan babi dalam vaksin
Vaksin dari Sari Pati anjing babi
Vaksin lemak babi
Vaksin dr kera
Vaksin monyet
Vaksin lemak babi
Tehnik pembuatan vaksin
Apa betul vaksin berasal dari lemak babi
Pembuatan vaksin dari lemak babi
Pembuatan vaksin dari lemak babi
pernyataan Alfian terkait vaksin. Dia menyebut vaksin berasal dari tripsin atau enzim atau saripati binatang tertentu.
Vaksin mengandung babi
Kandungan babi dalam vaksin
Vaksin dari Sari Pati anjing babi
Vaksin lemak babi
Vaksin dr kera
Vaksin monyet
Vaksin lemak babi
Tehnik pembuatan vaksin
Apa betul vaksin berasal dari lemak babi
Pembuatan vaksin dari lemak babi
Pembuatan vaksin dari lemak babi
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksin berasal dari tripsin atau saripati anjing, monyet dan babi, adalah salah. Faktanya, PT Bio Farma (Persero), perusahaan yang dikenal sebagai pembuat vaksin di Indonesia telah memberikan klarifikasi.
PT Bio Farma menegaskan tripsin bukan bahan pembuat vaksin. Tripsin hanya digunakan untuk harvest sel atau panen yang digunakan untuk media virus.
Tripsin kemudian dibuang dan ada proses pencucian. Kemudian dilakukan pelarutan dengan air dalam jumlah yang sangat besar.
Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Izin bisa terbit salah satunya karena tercapainya efikasi di atas 50 persen.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Keputusan ini ditetapkan setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar rapat komite fatwa.
PT Bio Farma menegaskan tripsin bukan bahan pembuat vaksin. Tripsin hanya digunakan untuk harvest sel atau panen yang digunakan untuk media virus.
Tripsin kemudian dibuang dan ada proses pencucian. Kemudian dilakukan pelarutan dengan air dalam jumlah yang sangat besar.
Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Izin bisa terbit salah satunya karena tercapainya efikasi di atas 50 persen.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Keputusan ini ditetapkan setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar rapat komite fatwa.
Kesimpulan
Klaim bahwa vaksin berasal dari tripsin atau saripati anjing, monyet dan babi, adalah salah. Faktanya, PT Bio Farma (Persero), perusahaan yang dikenal sebagai pembuat vaksin Indonesia telah memberikan klarifikasi.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
Rujukan
- https://health.detik.com/ulasan-khas/d-1946278/vaksin-apa-saja-yang-bersinggungan-dengan-babi
- https://m.medcom.id/nasional/peristiwa/eN4Z5Oyk-bpom-efikasi-vaksin-sinovac-65-3-persen
- https://www.youtube.com/watch?v=P-Y4X03oHW8&t=64s
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0kp4Poqk-video-alfian-tanjung-sebut-vaksin-dari-saripati-anjing-monyet-dan-babi-ini-faktanya
[Cek Fakta] Jokowi Bantah Indonesia Pernah Berutang, hanya Pinjaman Luar Negeri? Ini Faktanya
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/01/2021
Berita
Sembunyikan hutang
Jokowi sembunyikan hutang
facebook Andi yang mengunggah tangkapan layar artikel "Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri". Artikel itu diterbitkan Kompas.com pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB. Ia mengunggah narasi lanjutan. "Pantesan mudik sama pulang kampung itu beda. Saya akan tuntut guru bahasa indonesia waktu sekolah dulu," kata akun Andi, Senin 27 April 2020.
Jokowi sembunyikan hutang
facebook Andi yang mengunggah tangkapan layar artikel "Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri". Artikel itu diterbitkan Kompas.com pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB. Ia mengunggah narasi lanjutan. "Pantesan mudik sama pulang kampung itu beda. Saya akan tuntut guru bahasa indonesia waktu sekolah dulu," kata akun Andi, Senin 27 April 2020.
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia tidak pernah berutang, hanya melakukan pinjaman luar negeri, adalah salah. Faktanya artikel tersebut merupakan suntingan.
Kami menelusuri laman Kompas.com, artikel tersebut bukan pidato Jokowi terkait utang dan pinjaman luar negeri. Namun artikel yang terbit pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB itu merupakan pidato Jokowi terkait PSBB, listrik gratis hingga keringanan kredit.
Kami menelusuri laman Kompas.com, artikel tersebut bukan pidato Jokowi terkait utang dan pinjaman luar negeri. Namun artikel yang terbit pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB itu merupakan pidato Jokowi terkait PSBB, listrik gratis hingga keringanan kredit.
Kesimpulan
Klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia tidak pernah berutang, hanya melakukan pinjaman luar negeri, adalah salah. Faktanya artikel tersebut merupakan suntingan.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
Rujukan
[SALAH] Dokter di Palembang Meninggal Dunia Usai Disuntik Covid-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 23/01/2021
Berita
Kabar tentang seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai divaksin Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Prof. Yuwono pada 23 Januari 2023.
Akun Facebook Prof. Yuwono mengunggah narasi berisi klaim bahwa ada seorang dokter di Palembang meninggal dunia usai divaksin Covid-19.
"ALLAHUMMAGHFIRLAHU
Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.
Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.
Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.
Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.
Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu," tulis akun Facebook Prof. Yuwono.
Konten yang disebarkan akun Facebook Prof. Yuwono telah 970 kali dibagikan dan mendapat 560 komentar warganet.
Akun Facebook Prof. Yuwono mengunggah narasi berisi klaim bahwa ada seorang dokter di Palembang meninggal dunia usai divaksin Covid-19.
"ALLAHUMMAGHFIRLAHU
Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.
Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.
Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.
Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.
Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu," tulis akun Facebook Prof. Yuwono.
Konten yang disebarkan akun Facebook Prof. Yuwono telah 970 kali dibagikan dan mendapat 560 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19.
Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan.
Yudhi mengatakan bahwa dokter yang meninggal tersebut berinisial JF. Namun penyebab dokter JF meninggal dunia bukan karena vaksin Covid-19, melainkan kekurangan oksigen.
"Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan," kata Yudhi kepada Liputan6.com, Minggu (23/1/2021).
Menurut Yudhi, jasad dokter JF (49) ditemukan di dalam mobil yang terparkir di salah satu minimarket Jalan Sultan Mansyur Palembang, Jumat 22 Januari 2021 malam.
Yudhi menjelaskan, dokter JF memang sempat disuntik vaksin pada Kamis 21 Januari 2021. Setelah divaksin, kondisi dokter JF cukup baik dan tidak ada indikasi gangguan kesehatan.
"Yang bersangkutan sehat-sehat saja (setelah divaksin). Karena kalau memang ada kaitannya dengan vaksin, biasa akan timbul gejala segera setelah pemberian vaksin," terang Yudhi.
Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan.
Yudhi mengatakan bahwa dokter yang meninggal tersebut berinisial JF. Namun penyebab dokter JF meninggal dunia bukan karena vaksin Covid-19, melainkan kekurangan oksigen.
"Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan," kata Yudhi kepada Liputan6.com, Minggu (23/1/2021).
Menurut Yudhi, jasad dokter JF (49) ditemukan di dalam mobil yang terparkir di salah satu minimarket Jalan Sultan Mansyur Palembang, Jumat 22 Januari 2021 malam.
Yudhi menjelaskan, dokter JF memang sempat disuntik vaksin pada Kamis 21 Januari 2021. Setelah divaksin, kondisi dokter JF cukup baik dan tidak ada indikasi gangguan kesehatan.
"Yang bersangkutan sehat-sehat saja (setelah divaksin). Karena kalau memang ada kaitannya dengan vaksin, biasa akan timbul gejala segera setelah pemberian vaksin," terang Yudhi.
Kesimpulan
Kabar tentang seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai divaksin Covid-19 ternyata tidak benar. Faktanya, berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, dokter JF meninggal dunia karena kekurangan oksigen.
Rujukan
Halaman: 6905/8554



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3357392/original/045336700_1611395271-DokterMeninggal1.jpg)