• Cek Fakta: Tidak Benar Donald Trump Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden AS pada 1 April

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat. Informasi menyebar di media sosial pada 1 April 2026.
    Berikut isinya:
    "RESIGNS
    TRUMP HAS RESIGNED AS PRESIDENT OF THE THE UNITED STATES OF AMERICA, AND WILL ANNOUNCE IT TONIGHT AT 9 PM.
    BREAKING: President Donald J. Trump has called an emergency press conference tonight at 9 PM to officially announce he will be stepping down as President of the United States of America, and JD Vance will be taking his place.
    (Trump telah mengundurkan diri sebagai presiden Amerika Serikat, dan akan mengumumkannya malam ini pukul 9 malam.
    BERITA TERKINI: Presiden Donald J. Trump mengadakan konferensi pers darurat malam ini pukul 9 malam untuk resmi mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat, dan JD Vance akan menggantikannya.)"
    Lalu benarkah klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat. Penelusuran menemukan unggahan asli klaim Donald Trump mundur dari Presiden Amerika Serikat.
    Klaim diunggah pada 1 April yang bertepatan dengan April Mop, momen ketika orang orang biasanya membuat kebohongan.
    Beberapa warganet yang menulis di kolom komentar mengaku hampir lupa bahwa tanggal 1 April adalah April Mop. Ada pula yang menuliskan komentar tertawa terbahak bahak dan dibalas pengunggahnya dengan tertawa.
    Klaim itu sendiri diunggah oleh Patrick W Cutler yang menuliskan di bio profil bahwa dia seorang komedian. 
    Penelusuran juga mengarah pada akun Instagram resmi dari gedung putih Amerika Serikat yakni @whitehouse. Hingga artikel ini diturunkan pada Rabu (15/4/2026), Donald Trump terpantau masih melakukan aktivitas kenegaraan sebagai presiden atau kepala negara.
    Salah satunya, Donald Trump menyambut kunjungan kenegaraan Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda di Gedung Putih pada 13 April 2026.
    Sementara itu akun media sosial Donald Trump baik di Instagram maupun Truth masih mengunggah kegiatan dan rencana kegiatannya sebagai Presiden AS.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Donald Trump mengundurkan diri dari jabatan Presiden Amerika Serikat, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, 4 Ribu Tentara AS Tewas Diserang Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa serangan Iran terhadap Amerika Serikat semakin memanas. Dalam unggahan disebutkan 4 ribu tentara Amerika Serikat tewas di Timur Tengah.



    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Udin Sanjaya” (arsip) pada Kamis (19/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua orang presenter berita menyampaikan informasi terkait tewasnya 4 ribu tentara AS akibat serangan Iran.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Serangan Iran ke AS semakin tak terkendali, hingga menewaskan kurang lebih 4.000 tentara AS. Bandara Internasional Ben Gurion Airport dilaporkan hancur setelah sebuah rudal balistik berat milik Iran menghantam langsung area utama bandara pada dini hari. Rudal yang diidentifikasi sebagai Hebar Shekan Missile disebut jatuh tepat di sektor militer bandara yang saat itu sedang digunakan untuk menerima kedatangan pasukan dari United States. Serangan ini memicu ledakan besar yang merusak sebagian besar fasilitas bandara dan menewaskan sekitar 4.000 personil militer Amerika yang baru saja mendarat beberapa jam sebelumnya. Informasi awal dari berbagai sumber keamanan menyebutkan bahwa pasukan Amerika tersebut baru tiba di Israel untuk memulai persiapan eskalasi militer besar terhadap Iran.” Begitu narasi dalam video tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (15/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 19,4 ribu tanda suka, 1,3 ribu komentar, dan 851 kali dibagikan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @ellank.sulawesi dan akun X @Boediantar4. Kedua unggahan tersebut menampilkan cuplikan presenter berita yang sama, namun dengan tampilan suasana perang yang berbeda.

    Lantas, benarkan 4 ribu tentara AS tewas diserang Iran?

    Baca juga:Tentara Israel Hancurkan Seluruh Kamera Pengawas Markas UNIFIL

    Periksa Fakta 4000 Tentara AS Tewas.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya menunjukkan bahwa cuplikan video asli berasal dari program berita Liputan6 di SCTV. Video asli diunggah ke saluran YouTube Liputan6 pada 21 Desember 2025. Selama segmen pemberitaan, presenter membahas dampak banjir bandang di Aceh dan tidak ditemukan pernyataan yang membenarkan klaim bahwa 4 ribu tentara AS tewas karena serangan Iran di Timur Tengah.

    Melansir ke laman Tempo, pernah beredar sebuah video yang mengklaim bahwa 4.000 tentara AS tewas setelah mendarat di Bandara Ben Gurion di Israel pada 1 April 2026. Unggahan tersebut faktanya menampilkan video yang tidak terkait dengan serangan Iran di Bandara Ben Gurion di Israel. Video berisi cuplikan berbagai peristiwa di luar Israel.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah pembawa berita yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara pada video tersebut memiliki probabilitas 97,5 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Laman Military.com melaporkan bahwa hingga 3 April 2026, 365 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam Operation Epic Fury yang dimulai dari 28 Februari 2026. Sementara itu, Reuters mengabarkan Lebih dari 3.000 orang tewas di seluruh Iran selama perang, kata kepala forensik Iran kepada media pemerintah pada hari Kamis (09/04/2026).

    Di Israel sendiri, menurut Reuters, rudal yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon telah menewaskan 23 orang di Israel, menurut layanan ambulans Israel. Militer Israel mengatakan 12 tentaranya juga tewas di Lebanon selatan. Secara terpisah, pasukan Israel salah tembak dan menewaskan seorang petani Israel di dekat perbatasan dengan Lebanon pada 22 Maret.

    WANA melaporkan bahwa Iran berulang kali mengklaim telah menyerang Bandara Ben Gurion, serangan terbaru terjadi pada minggu pertama bulan April. Al Jazeera mencatat bahwa kelompok Houthi juga mengumumkan serangan serupa terhadap bandara internasional Israel. Namun, serangkaian serangan tersebut tidak berdampak signifikan pada operasi di Bandara Ben Gurion.

    Rilis Times of Israel pada 5 April 2026 menyatakan bahwa staf bandara hanya terkejut dengan penemuan sebuah paket yang diduga berisi bahan berbahaya yang mengeluarkan asap.

    Lebih lanjut, laman Ynetnews menjelaskan bahwa pihak berwenang telah membatasi akses ke Bandara Ben Gurion secara ketat selama dua minggu terakhir. Kementerian Perhubungan mulai melonggarkan pembatasan penerbangan mulai Minggu malam, 6 April, yang memungkinkan maskapai penerbangan untuk menjual hingga 100 kursi, termasuk kuota 30 persen untuk misi kemanusiaan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan 4 ribu tentara AS tewas karena serangan Iran adalah tidak benar dan merupakan konten yang difabrikasi.

    Baca juga:560 Tentara AS Dilaporkan Tewas & Luka Imbas Iran Balas Serangan

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim 4 ribu tentara AS tewas karena serangan Iran bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Military.com melaporkan bahwa hingga 3 April 2026, 365 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam Operation Epic Fury yang dimulai dari 28 Februari 2026. Sementara itu, Reuters mengabarkan Lebih dari 3.000 orang tewas di seluruh Iran selama perang, kata kepala forensik Iran kepada media pemerintah pada hari Kamis (09/04/2026).

    Di Israel sendiri, rudal yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon telah menewaskan 23 orang di Israel, menurut layanan ambulans Israel. Militer Israel mengatakan 12 tentaranya juga tewas di Lebanon selatan. Secara terpisah, pasukan Israel salah tembak dan menewaskan seorang petani Israel di dekat perbatasan dengan Lebanon pada 22 Maret 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan,

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Artikel Anies Baswedan serukan "gulingkan Prabowo"

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial X menampilkan tangkapan layar artikel yang berjudul Anies Baswedan menyerukan penggulingan Presiden Prabowo Subianto.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi seolah-olah Anies menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak bisa dinasihati dan hanya bisa dijatuhkan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Geger! Anies Baswedan Serukan “Gulingkan Prabowo”: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan"

    Namun, benarkah Anies Baswedan menyerukan penggulingan Prabowo?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun bukti kredibel yang menunjukkan bahwa Anies Baswedan pernah mengeluarkan seruan tersebut.

    Faktanya, narasi tersebut berasal dari artikel yang memuat pernyataan Saiful Mujani, bukan Anies Baswedan.

    Judul asli artikel tersebut adalah “Geger! Saiful Mujani Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan” yang dipublikasikan oleh Suara.com.

    Unggahan yang beredar telah disunting sehingga seolah-olah pernyataan tersebut berasal dari Anies Baswedan, padahal konteks aslinya berbeda.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Anies Baswedan menyerukan penggulingan Prabowo Subianto merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Artikel Anies Baswedan serukan penggulingan Prabowo

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Purbaya salurkan bantuan dana hibah Rp11 miliar pada 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat pada 2026.

    Unggahan tersebut juga disertai narasi ajakan kepada masyarakat untuk segera mendaftar agar mendapatkan bantuan tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Dana sebesar 11 Miliar siap disalurkan ke masyarakat Indonesia, ayo segera daftar sebelum terlambat”

    Namun, benarkah Purbaya menyatakan hal tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebutkan adanya penyaluran bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

    Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).



    Selain itu, Kementerian Keuangan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) telah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut merupakan konten palsu (deepfake) dan bukan pernyataan resmi dari Menteri Keuangan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Purbaya salurkan bantuan dana hibah Rp11 miliar pada 2026

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini