• Keliru, Indonesia Pindah dari Dolar AS ke Yuan China

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS dan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa diklaim pindah menggunakan yuan mata uang China, serta menerbitkan Panda Bond untuk perkuat rupiah.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Warung Samudra” (arsip) pada Selasa (19/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya tengah bersalaman dengan Xi Jinping dan di bagian kiri foto Trump memegang kepala.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Indonesia Stop Pakai Dollar AS Purbaya Pindah Ke Yuan, Yaitu Mata Uang China dan akan diterbitkan Panda Bond untuk perkuat rupiah,” begitu narasi dituliskan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (26/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2,6 ribu likes, 161 komentar, dan 209 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan bersyukur Indonesia beralih ke yuan. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @rakyatkonohabersuara, yang memperlihatkan gambar serupa terkait Indonesia berhenti gunakan dolar dan berpindah ke yuan.

    Lantas, benarkah Indonesia berpindah dari Dollar AS ke Yuan?

    Baca juga:Rupiah Selasa 26 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level Rp17.747

    periksa fakta indonesia stop pakai dola.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada akun Instagram @humaspoldajabar, yang menyatakan klaim yang menyebut “Indonesia stop pakai dollar AS, Purbaya pindah ke yuan China” dipastikan tidak benar atau hoaks.

    Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyatakan Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS atau mengganti sepenuhnya dengan yuan China. Bank Indonesia (BI) juga menegaskan bahwa transaksi internasional Indonesia masih didominasi dolar AS.

    Meski penggunaan sistem transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) meningkat pada akhir 2025, nilainya masih jauh lebih kecil dibanding transaksi berbasis dolar AS. Di tengah pelemahan nilai rupiah yang sempat menyentuh Rp17.630 per dolar AS, kondisi ini dipengaruhi penguatan dolar global dan tekanan ekonomi internasional, bukan karena Indonesia meninggalkan dolar AS.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya pindah gunakan Yuan dan terbitkan Panda Bond” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Antara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond dapat terealisasi pada Juni 2026.

    Purbaya menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    Sebagai catatan, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non-utang Rp1,3 triliun.

    “Kita tetap diversifikasi supaya nggak tergantung pada pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara Barat,” begitu keterangan Purbaya.

    China memiliki likuiditas yang memadai serta pasar keuangan berkapasitas besar sehingga diyakini mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.

    Selain itu, pasar keuangan China juga menawarkan imbal hasil (yield) kompetitif dengan rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

    Dengan demikian, Purbaya tidak mengganti penggunaan dolar AS dengan yuan, tetapi menargetkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond agar tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    Pasar China menaruh kepercayaan yang cukup kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sehingga penilaiannya tidak rentan terpengaruh oleh peringkat kredit.

    Senada dengan hal tersebut dalam siaran pers Bank Indonesia, yang dimuat Senin (13/4/2026) disebutkan bahwa guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi bilateral, Bank Indonesia terus memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) dengan berbagai negara mitra. Dalam siaran pers itu juga disampaikan bahwa nilai transaksi LCT pada akhir 2025 mencapai USD25,72 miliar atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.

    Dalam laporan yang sama, BI juga menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih dihitung dalam USD.

    Baca juga:Mendag Sebut Pelemahan Rupiah Bikin Daya Saing Ekspor RI Bagus

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim bahwa Indonesia mengganti penggunaan dollar AS ke yuan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Penerbitan Panda Bond bukan untuk mengganti Dolar ke Yuan, tapi merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Purbaya Bagi-Bagi Dana Iduladha

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    Akun TikTok “danahibah369” pada Sabtu (16/5/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan narasi sebagai berikut:

    “Berhubung Idul Adha sudah dekat, saya mencari 200 orang. Yang mau saya bantu hubungi saya sekarang untuk daftarkan data diri anda”.

    Hingga Jumat (22/5/2026), unggahan tersebut telah disukai 3.400-an akun, menuai 1.700-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 1.300 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan tangkapan layar video tersebut ke Google Image Search. Hasilnya, ditemukan video serupa yang diunggah oleh kompas.com pada Selasa (9/9/2025). Diketahui, konteks asli video adalah momen upacara serah terima jabatan, sama sekali tidak membahas bagi-bagi dana. Menkeu Purbaya (yang saat itu baru saja dilantik) memuji kinerja pendahulunya, yakni Sri Mulyani Indrawati, dalam menjaga kestabilan fiskal Indonesia. 

    TurnBackHoax kemudian memasukkan video tersebut ke alat pendeteksi AI hivemoderation.com. Diketahui, audio konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2%.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Purbaya bagi-bagi dana Iduladha” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Ardian Channel” pada Rabu (20/5/2026) mengunggah foto [arsip] berisi narasi: 

    “Militer Israel Telah Menculik 9 Jurnalis WNI Menteri HAM Pigai: “Itu Resiko, Siapa Yang Nyuruh ke Zona Berbahaya”.

    Pengunggah juga menuliskan takarir:

    “Terkait Militer Israel Sandera 9 Jurnalis WNI (warga negara Indonesia)

    Menteri HAM Pigai : “ Itu Salah Sendiri “.”.

    Hingga Kamis (21/5/2026), unggahan tersebut telah disukai 160-an akun, menuai 470-an komentar serta dibagikan ulang lebih dari 50 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Menteri Pigai menyatakan Penculikan 9 WNI adalah risiko” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ada media kredibel dan laporan resmi yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “respons Menteri Pigai tentang penculikan WNI” ke mesin pencari Google. Penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Pigai: Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dan PBB Lindungi WNI yang Ditangkap Israel”. Reportase yang tayang Rabu (20/5/2026) itu menjelaskan bahwa Menteri HAM Pigai menekankan pemerintah mengecam aksi penculikan tersebut. Disebutkan, kecaman telah disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pigai juga menyampaikan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi melalui PBB untuk membebaskan sembilan WNI tersebut. 

    Untuk diketahui, dilansir dari laporan tirto.id, sebanyak sembilan WNI (yang terdiri dari jurnalis dan aktivis) tergabung dalam armada kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Rombongan yang sedang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut dilaporkan telah dicegat oleh pasukan militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Menteri HAM Natalius Pigai justru menekankan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi untuk membebaskan WNI yang diculik. Jadi, unggahan berisi klaim “Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Tautan untuk Mengecek Bantuan Ibu Hamil Mei 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk mengecek bantuan ibu hamil pada Mei 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 23 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Segera cairkan bantuan ibu hamil terbuka hanya di bulan mei 2026.secera cek dan cairkan..."
    Unggahan disertai menu daftar. Jika diklik akan mengarah pada link atau tautan yang berisi halaman situs menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim tautan untuk mengecek bantuan ibu hamil pada Mei 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk mengecek bantuan ibu hamil pada Mei 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Cara Mudah Cek Bansos PKH BPNT: Panduan Lengkap Status Penerima".
    Dalam artikel ini dijelaskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) adalah inisiatif bantuan sosial bersyarat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dan rentan. Fokus utamanya adalah pada aspek kesehatan dan pendidikan anak-anak, serta kesejahteraan ibu hamil dan lansia.
    PKH menyasar keluarga dengan komponen tertentu, seperti ibu hamil atau menyusui (maksimal dua kali kehamilan), anak usia dini (balita 0-6 tahun) maksimal dua anak, anak usia sekolah (SD, SMP, SMA) yang belum menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun, penyandang disabilitas berat dan lansia berusia 60 tahun ke atas.
    Masyarakat dapat dengan mudah cek bansos PKH BPNT secara online melalui website resmi Kementerian Sosial. Metode ini merupakan cara paling umum dan efisien untuk mengetahui status penerimaan bantuan.
    Langkah-langkah untuk melakukan pengecekan adalah dengan membuka peramban di ponsel atau komputer, lalu kunjungi situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id. Setelah itu, pilih informasi lokasi sesuai alamat KTP Anda, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan, dan masukkan nama lengkap sesuai KTP.
    Lakukan verifikasi dengan mengisi kode keamanan (captcha) yang muncul di layar, lalu klik tombol "Cari Data". Sistem akan menampilkan nama penerima, usia, jenis bansos, dan periode pencairan jika Anda terdaftar. Jika tidak terdaftar, akan muncul keterangan "Tidak Terdapat Peserta / PM (Penerima Manfaat)"
    Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi bernama "Cek Bansos" yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Setelah mengunduh, daftar akun menggunakan NIK dan nomor KK, lengkapi data diri, dan setelah diverifikasi, masuk ke aplikasi untuk memilih menu "Cek Bansos" atau "Profil" untuk mencari data.
    Aplikasi ini juga dilengkapi fitur "Daftar Usulan" untuk mengajukan diri atau orang lain sebagai calon penerima, serta fitur "Sanggah" untuk melaporkan penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran. Fitur-fitur ini mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan program.
    Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses internet, pengecekan dapat dilakukan secara offline di kantor kelurahan, desa, atau dinas sosial setempat. Pastikan untuk membawa dokumen identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk proses verifikasi data. 
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk mengecek bantuan ibu hamil pada Mei 2026, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini