Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial X (dulu Twitter) memantik cukup banyak perhatian publik. Akun Professor Online (@ProfOnline_id) mengunggah sebuah tangkapan layar dari akun media online nasional Kumparan.
Dalam gambar tangkapan layar itu tertulis sebuah judul berita "MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir Yang Halal Dimusnahkan".
Dalam unggahannya akun tersebut turut menulis:
"Alhamdulillah... akhirnya Israel dapat dukungan dari ormas Islam Indonesia yang sangat terpercaya oleh umat. Dan mendukung serangan Israel ke Iran, karena syiah bukan islam. Syiah adalah kafir. Halal dimusnahkan.. subhanaallah," tulis akun Professor Online.
Postingan di X itu diunggah pada Selasa 17 Juni 2025. Hingga Rabu (18/6/2025) pukul 13.44 WIB, mendapatkan 140 komentar dan 183 tanda suka. Unggahan itu juga sudah 44 kali diposting ulang.
Lantas benarkah MUI mendukung serangan Israel ke Iran?
Pemeriksaan Fakta
Tim Cek Fakta Suara.com mencoba menelusuri berita yang diunggah di akun Professor Online dengan mengecek di laman resmi Kumparan.com. Salah satunya dengan menulis judul berita tersebut di kolom pencarian. Hasilnya tidak ada berita atau artikel tersebut di laman Kumparan.com
Pengecekan kemudian menggunakan kata kunci "MUI Israel" di kolom pencarian. Kemudian muncul beberapa pemberitaan terkait MUI dan perang Israel-Iran.
Muncul salah satu berita dengan foto identik dengan judul berita yang diunggah akun Professor Online. Sosok yang ada di dalam foto tersebut adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdud saat memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi.
Judul berita di laman asli Kumparan juga amat berbeda dengan judul yang diunggah akun Professor Online. Judul di Kumparan tertulis "MUI Kutuk Israel Serang Warga Palestina yang Hendak Salat ID di Masjid Al Aqsa,". Artikelnya bisa dicek di sini.
Foto yang sama juga ada dalam judul berita lain di Kumparan yakni "MUI Usai Pidato Prabowo di KTT Negara D-8: Dorong Persatuan Negara Muslim". Untuk artikelnya bisa dicek di sini.
Pencarian kemudian dilakukan dengan menggunakan kata kunci "MUI Iran". Hasilnya tidak ada judul berita sebagaimana yang diposting akun X Professor Online.
CEK FAKTA: MUI Dukung Israel Serang Iran, Sebut Syiah Kafir Halal Dimusnahkan, Benarkah?
Sumber:Berita
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Dari hasil penelusuran tersebut, bisa disimpulkan unggahan gambar yang menyatakan MUI dukung Israel serang Iran merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?
Sumber:Berita
SuaraJakarta.id - Sebuah informasi yang kini ramai beredar di media sosial menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diklaim ingin menjadikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Presiden Indonesia pada pemilu berikutnya. Unggahan viral ini memanfaatkan nama dua figur publik penting dan langsung memicu respons netizen dari berbagai arah.
Akun Facebook “Enden AK” pada Minggu (11/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURBAYA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4YA mala menolak??
PR4BOWO: PURBAYA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur.
PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu
Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”
Hingga Kamis(15/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 59 akun, dibagikan ulang 1 kali, serta menuai 14 komentar.
Namun sebelum Anda langsung percaya atau ikut memviralkan narasi tersebut, penting untuk mengetahui hasil cek fakta yang sebenarnya, karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Unggahan viral di Facebook, WhatsApp, dan TikTok menyatakan bahwa:
Narasi ini disertai gambar tokoh dan kalimat provokatif, seakan berasal dari pernyataan resmi atau keputusan internal partai. Klaim tersebut kemudian dibagikan luas oleh banyak akun pengguna.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim itu dan menemukan:
1. Tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo Subianto yang menyebutkan keinginan untuk “menjadikan Purbaya sebagai Presiden” dalam pemilu mendatang.2. Tidak ada pernyataan publik, wawancara, atau rilis media sosial terverifikasi dari Prabowo ataupun Purbaya Yudhi Sadewa yang mendukung klaim tersebut.3. Media arus utama nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan media besar lainnya tidak pernah memberitakan adanya rencana atau pernyataan semacam itu.4. Unggahan yang beredar tampak berasal dari akun tidak terverifikasi yang tidak mencantumkan sumber resmi atau bukti pernyataan.
Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat atau bukti valid.
Akun Facebook “Enden AK” pada Minggu (11/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURBAYA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4YA mala menolak??
PR4BOWO: PURBAYA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur.
PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu
Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”
Hingga Kamis(15/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 59 akun, dibagikan ulang 1 kali, serta menuai 14 komentar.
Namun sebelum Anda langsung percaya atau ikut memviralkan narasi tersebut, penting untuk mengetahui hasil cek fakta yang sebenarnya, karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Unggahan viral di Facebook, WhatsApp, dan TikTok menyatakan bahwa:
Narasi ini disertai gambar tokoh dan kalimat provokatif, seakan berasal dari pernyataan resmi atau keputusan internal partai. Klaim tersebut kemudian dibagikan luas oleh banyak akun pengguna.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim itu dan menemukan:
1. Tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo Subianto yang menyebutkan keinginan untuk “menjadikan Purbaya sebagai Presiden” dalam pemilu mendatang.2. Tidak ada pernyataan publik, wawancara, atau rilis media sosial terverifikasi dari Prabowo ataupun Purbaya Yudhi Sadewa yang mendukung klaim tersebut.3. Media arus utama nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan media besar lainnya tidak pernah memberitakan adanya rencana atau pernyataan semacam itu.4. Unggahan yang beredar tampak berasal dari akun tidak terverifikasi yang tidak mencantumkan sumber resmi atau bukti pernyataan.
Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat atau bukti valid.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim bahwa Prabowo Subianto ingin menjadikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Presiden Indonesia pada pemilu berikutnya adalah SALAH dan menyesatkan.
CEK FAKTA: Kagum dengan Islam, Kim Jong Un Kunjungi Indonesia
Sumber:Berita
Suara.com - Beredar narasi video yang menyebutkan bahwa Presiden Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Indonesia.Postingan YouTube berdurasi satu jam tersebut diunggah pada 19 Maret 2025.
Adapun narasi video yang disampaikan sebagai berikut:
"SUBHANALLAH UMAT MUSLIM INDONESIA JADI ALASAN KIM JONG UN CINTA DENGAN ISLAM"
Dalam keterangan video, Kim Jong Un juga dinarasikan mempelajari tentang budaya, agama dan kehidupan masyarakat Indonesia:
"Dalam video ini, kami mengungkapkan kisah mengejutkan tentang bagaimana Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap Islam setelah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Selama perjalanan tersebut, Kim Jong Un dilaporkan mempelajari lebih dalam tentang budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Temukan lebih lanjut mengenai bagaimana pengalaman ini mengubah pandangannya terhadap Islam dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi hubungan internasional di masa depan."
Lantas benarkah Kim Jong Un berkunjung ke Indonesia?
Adapun narasi video yang disampaikan sebagai berikut:
"SUBHANALLAH UMAT MUSLIM INDONESIA JADI ALASAN KIM JONG UN CINTA DENGAN ISLAM"
Dalam keterangan video, Kim Jong Un juga dinarasikan mempelajari tentang budaya, agama dan kehidupan masyarakat Indonesia:
"Dalam video ini, kami mengungkapkan kisah mengejutkan tentang bagaimana Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap Islam setelah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Selama perjalanan tersebut, Kim Jong Un dilaporkan mempelajari lebih dalam tentang budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Temukan lebih lanjut mengenai bagaimana pengalaman ini mengubah pandangannya terhadap Islam dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi hubungan internasional di masa depan."
Lantas benarkah Kim Jong Un berkunjung ke Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, sejak menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada 2011, Kim Jong Un belum pernah mengunjungi Indonesia.
Dilansir dari Antara, berikut adalah rangkuman perjalanan luar negeri Kim Jong Un sejak ia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada tahun 2011:
• 25–28 Maret 2018 – China• 27 April 2018 – Korea Selatan• 7–8 Mei 2018 – China• 10–12 Juni 2018 – Singapura• 19–20 Juni 2018 – China• 7–10 Januari 2019 – China• 26–28 Februari 2019 – Vietnam• 24 April 2019 – Rusia• 30 Juni 2019 – Korea Selatan• September 2023 – Rusia
Dilansir dari Antara, berikut adalah rangkuman perjalanan luar negeri Kim Jong Un sejak ia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada tahun 2011:
• 25–28 Maret 2018 – China• 27 April 2018 – Korea Selatan• 7–8 Mei 2018 – China• 10–12 Juni 2018 – Singapura• 19–20 Juni 2018 – China• 7–10 Januari 2019 – China• 26–28 Februari 2019 – Vietnam• 24 April 2019 – Rusia• 30 Juni 2019 – Korea Selatan• September 2023 – Rusia
Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
Sumber:Berita
SuaraLampung.id - Sebuah video yang belakangan viral di media sosial memperlihatkan adegan petugas kepolisian diduga sedang menilang iring-iringan pengantar jenazah. Unggahan itu disertai narasi provokatif yang menyatakan bahwa polisi tidak menghormati proses pemakaman dan justru memberi sanksi pelanggaran lalu lintas kepada rombongan kendaraan pengantar jenazah.
Akun Facebook “Calon Jutawan” pada Jumat (26/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“DENGAR BAIK-BAIK INI KERANDA ORANG SUDAH MENINGGAL SEDANG DIANTAR KE PEMAKAMAN TAPI KALIAN MALAH SIBUK NGEJAR TILANG KALIAN PUNYA OTAK NGGAK HORMATI ORANG YANG SUDAH MENINGGAL BUKA JALAN SEKARANG JUGA KALIAN ITU APARAT TAPI TIDAK PUNYA HATI NURANI SEDIKITPUN SAMPAI ORANG MATI PUN MASIH KALIAN PERSULIT
IYA PAK MAAF”
Unggahan disertai takarir:
“Dua Polisi Lalulintas”
Per Rabu (31/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 21.700-an tanda suka, menuai 1.200-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1.700-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Video dan narasi seperti ini langsung memancing reaksi kuat dari netizen, mulai dari kecaman hingga pertanyaan soal etika dan prosedur polisi di jalan. Namun sebelum Anda ikut terpancing atau membagikan ulang, simak dulu hasil cek fakta terbaru yang sebenarnya.
Menurut pemeriksaan fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim yang beredar dalam video tersebut tidak benar dan menyesatkan. Temuan utamanya adalah: turnbackhoax.id
1. Video tersebut bukan kejadian nyata polisi menilang iring-iringan pengantar jenazah.2. Alat pendeteksi konten Artificial Intelligence (AI) menunjukkan bahwa video itu kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat kepastian hingga 99,9 %.3. Penelusuran dengan kata kunci terkait tidak menemukan laporan kredibel dari media nasional atau sumber resmi yang menguatkan peristiwa seperti yang diklaim.4. Dalam aturan lalu lintas, iring-iringan pengantar jenazah memiliki hak utama di jalan raya dan petugas kepolisian justru berkewajiban memfasilitasi kelancaran jalannya iring-iringan tersebut, bukan menilangnya — sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. turnbackhoax.id
Akun Facebook “Calon Jutawan” pada Jumat (26/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“DENGAR BAIK-BAIK INI KERANDA ORANG SUDAH MENINGGAL SEDANG DIANTAR KE PEMAKAMAN TAPI KALIAN MALAH SIBUK NGEJAR TILANG KALIAN PUNYA OTAK NGGAK HORMATI ORANG YANG SUDAH MENINGGAL BUKA JALAN SEKARANG JUGA KALIAN ITU APARAT TAPI TIDAK PUNYA HATI NURANI SEDIKITPUN SAMPAI ORANG MATI PUN MASIH KALIAN PERSULIT
IYA PAK MAAF”
Unggahan disertai takarir:
“Dua Polisi Lalulintas”
Per Rabu (31/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 21.700-an tanda suka, menuai 1.200-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1.700-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Video dan narasi seperti ini langsung memancing reaksi kuat dari netizen, mulai dari kecaman hingga pertanyaan soal etika dan prosedur polisi di jalan. Namun sebelum Anda ikut terpancing atau membagikan ulang, simak dulu hasil cek fakta terbaru yang sebenarnya.
Menurut pemeriksaan fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim yang beredar dalam video tersebut tidak benar dan menyesatkan. Temuan utamanya adalah: turnbackhoax.id
1. Video tersebut bukan kejadian nyata polisi menilang iring-iringan pengantar jenazah.2. Alat pendeteksi konten Artificial Intelligence (AI) menunjukkan bahwa video itu kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat kepastian hingga 99,9 %.3. Penelusuran dengan kata kunci terkait tidak menemukan laporan kredibel dari media nasional atau sumber resmi yang menguatkan peristiwa seperti yang diklaim.4. Dalam aturan lalu lintas, iring-iringan pengantar jenazah memiliki hak utama di jalan raya dan petugas kepolisian justru berkewajiban memfasilitasi kelancaran jalannya iring-iringan tersebut, bukan menilangnya — sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. turnbackhoax.id
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim bahwa polisi menilang iring-iringan pengantar jenazah adalah SALAH dan menyesatkan.Konten video yang beredar merupakan hasil rekayasa digital yang dibuat untuk menimbulkan kesan konflik atau ketidakadilan dari pihak kepolisian, padahal tidak ada bukti nyata bahwa kejadian itu pernah terjadi.
Mengapa Ini Bisa Menyesatkan?Unggahan seperti ini sering memanfaatkan:
Hal ini berpotensi memperburuk emosi publik, menyebarkan disinformasi, serta merusak kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Tips Cek Fakta Sebelum Share Konten Sensasional
Mengapa Ini Bisa Menyesatkan?Unggahan seperti ini sering memanfaatkan:
Hal ini berpotensi memperburuk emosi publik, menyebarkan disinformasi, serta merusak kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Tips Cek Fakta Sebelum Share Konten Sensasional
Halaman: 8331/8346