• Cek Fakta: Viral Klaim Bom Bunuh Diri di Bandara Hang Nadim Batam, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah kabar mengejutkan ramai beredar di media sosial terkait sebuah bom bunuh diri di Bandara Hang Nadim, Batam. Unggahan itu menyertakan narasi dramatis dan disebutkan bahwa peristiwa itu baru saja terjadi, lengkap dengan video serta komentar dari warganet yang ikut menyebarkannya.

    Informasi seperti ini tentunya memicu kekhawatiran dan kepanikan publik terutama bagi keluarga dan calon penumpang yang akan bepergian. Namun sebelum mengambil kesimpulan atau ikut menyebarkannya, simak dulu hasil cek fakta yang sebenarnya. Karena menurut pemeriksaan fakta, klaim itu TIDAK BENAR.

    tirto.id - Bencana banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatra terus mendapat perhatian dari publik internasional. Beragam bantuan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga terus berdatangan dari berbagai pihak global. ADVERTISEMENT Di media sosial, beredar sebuah unggahan yang mengklaim bahwa aktor asal Hong Kong, Jackie Chan, mengunjungi Aceh untuk memberikan bantuan pascabanjir. Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Krisna Seri Simdanjuntak” (arsip), Senin (22/12/2025).

    Unggahan yang viral di Facebook, TikTok, dan platform lain menulis narasi yang kurang lebih demikian:

    Unggahan ini disertai video singkat dan teks yang dramatis, membuat banyak orang penasaran dan ikut membagikannya tanpa verifikasi.

    Setelah dilakukan pengecekan oleh tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim itu tidak terbukti benar. Berikut temuan pentingnya:

    Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial tersebut tidak akurat dan tidak berdasarkan fakta di lapangan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa terjadi bom bunuh diri di Bandara Hang Nadim Batam adalah SALAH.

    Informasi tersebut tidak pernah dilaporkan oleh media massa besar, aparat keamanan, atau pihak resmi bandara. Video serta narasi yang tersebar hanyalah konten menyesatkan yang bisa memicu kekhawatiran publik tanpa dasar fakta.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan seperti ini sering memanfaatkan:

    1. isu teror yang sensitif sehingga cepat memancing emosi publik,2. video tanpa konfirmasi sumber atau konteks yang jelas,3. narasi provokatif yang seolah memberikan “informasi penting”.Padahal, informasi soal kejadian besar seperti bom bunuh diri selalu diikuti oleh rilis resmi dari aparat keamanan dan media utama, yang keduanya tidak ditemukan terkait kasus ini.

    Tips Cek Fakta Sebelum Share Informasi SensasionalSebelum Anda menyebarkan konten sensasional seperti ini:

    1. Cek apakah media massa nasional melaporkan kejadian tersebut.2. Pastikan rilis resmi dari aparat keamanan atau otoritas setempat (polisi/provost bandara).3. Waspa
    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • CEK FAKTA: Penemuan Candi Wisnu di Dasar Laut Bali Berusia 5000 Tahun Lebih!

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah video berdurasi 51 detik beredar di media sosial Facebook. Salah satu akun yang menggunggah memberikan narasi akan penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali yang berusia lebih dari 5000 tahun, benarkah?

    Diketahui, video yang disebarkan salah satu akun Facebook tersebut diunggah pada 24 April 2025 oleh akun bernama Arthi Sinnasamy.

    Kemudian akun Facebook lain bernama Khritish Parmar juga mengunggah video yang sama, namun dengan narasi sedikit berbeda. Akun ini mengunggah pada Kamis (29/5/2025) dini hari WIB.

    Pada video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan sejumlah penyelam turun ke dasar laut. Mereka disebut menemukan Candi Wisnu di dasar perairan Bali.

    *"Vishnu Temple:"* is found underwater near Bali, Indonesia. It is said to be 5,000+ Years old. Locals call this new Scuba diving spot at "Pemuteran Beach" as *"Under water Temple Garden, Bali."* Many sculptures were found under the sea water there," tulis akun Arthi Sinnasamy.

    Unggahan akun tersebut diberi dua komentar dengan lima kali dibagikan.

    Sementara akun Khritish Parmar menulis:

    "VISHNU temple underwater in Bali...Indonesia... Is it possible? That temple of our three Gods is under water in Bali - Indonesia.

    It proves that in entire earth from Mahabhart times, our earth was destroyed many times and its fossils and deity are found on dry earth as well as under sea water? Its unbelievable?"

    Penelusuran Tim Cek Fakta Suara.com

    Berdasarkan penelusuran fakta tim Cek Fakta Suara.com, dilakukan pencarian di kolom pencarian Google Search dengan memasukkan kata kunci "Penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali".

    Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel mengenai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali.

    Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 89,2 persen dibuat oleh AI.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran yang dilakukan, video yang diklaim sebagai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali adalah tidak benar alias hoaks. Di mana tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) membuat pernyataan mengejutkan: setiap tahun dua juta umat Muslim murtad dari Islam. Klaim tersebut bukan hanya kontroversial, tetapi juga langsung memicu reaksi luas dari pengguna platform seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp.

    Akun Facebook “Tika” pada Rabu (7/1/2026) mengunggah foto [arsip] yang memperlihatkan sosok Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar.

    Unggahan disertai narasi:

    Menurut MENTRI AGAMA RI, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Akankah kita umat Islam akan diam, membiarkan populasi muslim tergerus oleh waktu karena ulah umat Islam sendiri.

    Hingga Kamis (8/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.260 tanda suka, 2.400-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 100 kali.

    Namun sebelum Anda langsung percaya atau ikut menyebarkannya, cek dulu fakta yang sebenarnya, karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Hasil Penelusuran FaktaTim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim ini secara menyeluruh dan menemukan bahwa:

    Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat atau sumber terpercaya.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Menag RI mengatakan dua juta umat Muslim murtad tiap tahun adalah SALAH dan menyesatkan.Unggahan yang beredar merupakan konten hoaks yang memakai nama pejabat publik untuk menarik perhatian, tanpa dukungan data atau kutipan resmi.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Informasi seperti ini berpotensi:

    1, Memicu keresahan atau kontroversi di tengah masyarakat.

    2. Menyalahartikan posisi pejabat negara dalam isu sensitif agama.

    3. Menciptakan narasi tanpa dasar fakta yang dapat merusak kepercayaan publik.

    Topik soal keyakinan, pindah agama, dan angka statistik membutuhkan rujukan data resmi dari lembaga yang kredibel, bukan sekadar unggahan teks anonim.
    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos, Ini Bahayanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraLampung.id - Di tengah ramai dibicarakan bantuan sosial untuk masyarakat menjelang 2026, sebuah tautan pendaftaran bantuan PKH Rp900 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) mendadak viral di media sosial. Tautan itu terlihat meyakinkan dan ditulis seakan berasal dari fitur pendaftaran resmi pemerintah, sehingga banyak netizen tertarik untuk mengklik dan membagikannya.

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Info Berita Terkini” pada Rabu (7/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Silahkan cek dan hak anda sekarang!”

    Hingga Jumat (9/1/2026) unggahan telah mendapatkan 159 tanda suka, 22 komentar dan telah dibagikan ulang 1 kali.

    Namun sebelum Anda tergiur, klik tautan, atau bahkan mengisi data pribadi, cek dulu fakta lengkapnya! Karena klaim ini ternyata PENIPUAN dan bukan berasal dari pemerintah.

    Unggahan yang tersebar di platform seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp menyatakan bahwa:

    Tim TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menyelidiki isi tautan dan klaim tersebut, dan menemukan fakta jelas sebagai berikut:

    1. Kementerian Sosial RI tidak pernah merilis tautan pendaftaran bantuan PKH 2026 sebagaimana yang beredar.2.  Portal resmi bantuan sosial pemerintah selalu berada di domain berakhiran .go.id atau kanal resmi yang ditetapkan, bukan tautan acak yang dibagikan secara bebas.3. Tautan yang beredar bukan domain resmi pemerintah, melainkan domain pihak ketiga yang tidak terverifikasi.4. Banyak situs serupa yang dibuat untuk modus penipuan atau phishing, bertujuan mengumpulkan data pribadi pengunjung.5. Program Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki mekanisme penyaluran terverifikasi dan resmi melalui sistem Kemensos dan lembaga terkait, bukan lewat tautan pendaftaran seperti klaim tersebut.

    Karena itu, klaim bahwa tautan itu adalah pendaftaran bantuan PKH 2026 tidak benar dan berbahaya jika diikuti.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Tautan “Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos” adalah PENIPUAN.

    Informasi tersebut bukan berasal dari Kementerian Sosial RI, tidak tercantum di laman resmi pemerintah, dan berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data pribadi atau modus penipuan lainnya.

    Bahaya Mengikuti Tautan Penipuan IniMengklik atau mengisi data melalui tautan semacam ini dapat berpotensi:

    Tips Cek Fakta & Hindari Penipuan OnlineAgar tidak menjadi korban hoaks atau penipuan:

    Dengan langkah sederhana ini, Anda dapat terhindar dari penipuan digital dan tetap aman dalam berbagi informasi.
    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini