• Hoaks! Video tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebar truk di jalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa sebuah truk sengaja menyebarkan tikus yang terinfeksi hantavirus di jalan raya.

    Video tersebut memperlihatkan sejumlah tikus berukuran besar keluar dari bagian belakang truk yang sedang melaju.

    Narasi yang beredar kemudian mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan penyebaran hantavirus secara sengaja.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “WHAT THE HELL IS THIS?! Dashcam catches dozens of RATS exploding out of a hole in a semi-trailer at highway speed like a horror movie. Deliberate release? Population control? Or something worse... hantavirus carriers being dropped into cities? WHO literally warned about this”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berikut terjemahan narasi dalam unggahan tersebut:

    “APA-apaan ini?! Dashcam menangkap puluhan TIKUS meledak keluar dari lubang di semi-trailer dengan kecepatan jalan raya seperti film horor. Pelepasan yang disengaja? Kontrol populasi? Atau sesuatu yang lebih buruk... Pembawa hantavirus dijatuhkan ke kota? Siapa benar-benar memperingatkan tentang ini”

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan melalui truk di jalan raya?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan media kredibel yang menyatakan adanya penyebaran tikus pembawa hantavirus secara sengaja menggunakan truk di jalan raya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil penelusuran menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sekitar 82 persen merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).



    Dilansir dari ANTARA, hantavirus merupakan virus yang dapat menular melalui paparan urine, kotoran, dan air liur hewan pengerat, termasuk tikus.

    Penularan juga dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat yang terinfeksi.

    Namun, tidak ada bukti bahwa video tersebut menunjukkan operasi penyebaran hantavirus secara sengaja.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut video tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan melalui truk di jalan raya merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Rating : Video tikus terinfeksi hantavirus disebar truk di jalan

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim : Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Purbaya sebut program MBG bebani APBN

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penyebab defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Unggahan tersebut menampilkan foto Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah dirinya membenarkan bahwa program MBG membebani APBN.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Purbaya Sebut Program MBG Jadi Salah Satu Penyebab Defisit APBN”

    Namun, benarkah Purbaya menyebut program MBG menjadi penyebab defisit APBN?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyebab defisit APBN.

    Dilansir melalui ANTARA, Purbaya justru menegaskan bahwa seluruh program pemerintah, termasuk MBG, telah diperhitungkan secara matang agar tidak mengganggu struktur APBN dan tetap menjaga defisit di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    “Semua anggarannya sudah kami perhitungkan, defisitnya tetap di bawah 3 persen dari PDB,” ujar Purbaya.

    Ia juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberlanjutan pembiayaan negara karena skema fiskal telah disusun dengan matang.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan program MBG menjadi penyebab defisit APBN merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Rating : Purbaya sebut program MBG bebani APBN

    Klaim : Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, Purbaya Beri Bantuan Untuk 200 Orang Jelang Idul Adha

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah video yang mengklaim Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dana menjelang Lebaran Idul Adha.

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Namiaa Miaa” (arsip) pada Sabtu (23/05/2026). Unggahan video berdurasi 12 detik tersebut menampilkan Purbaya duduk di kantor dengan latar belakang bendera Indonesia dan bendera Kemenkeu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Berhubung Idul Adha sudah dekat, saya mencari 200 orang yang mau saya bantu hubungi saya sekarang untuk daftarkan data diri Anda,” begitu narasi dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi dalam cuplikan video tersebut: “Viral Hari Ini!!! Sabtu, 23 Mei 2026. Hubungi WhatsApp 08980423229.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1,1 ribu likes, 982 komentar, 39 kali dibagikan, dan 70 ribu kali ditayangkan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok bernama @maretaa091, @dana.hibah977. Unggahan tersebut menampilkan video yang berbeda, namun dengan narasi yang sama, yaitu Purbaya mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dana.

    Lantas, benarkah Purbaya mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dengan menghubungi melalui nomor WhatsApp tersebut?

    Baca juga:Purbaya Keluarkan Jurus Baru untuk Perkuat Rupiah Minggu Depan

    Periksa Fakta Bantuan Idul Adha. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto perempuan sebagai foto profil dan memiliki 752 pengikut. Ditemukan banyak unggahan video terkait Purbaya mencari 200 orang untuk diberi bantuan, namun dalam video tersebut diberi keterangan berbeda setiap kali diunggah, seperti pada video ini,ini, dan ini.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 469 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,8 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya cari 200 orang untuk berikan bantuan dana” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha adalah video hoaks.

    Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.

    “[HOAKS] Menteri Keuangan Purbaya Mencari 200 Orang untuk Diberikan Bantuan. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha, merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip pada laman PPID Senin (25/05/2026).

    Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya mencari dua ratus orang untuk diberikan bantuan dana dengan menekan tombol pada video bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menegaskan bahwa video yang beredar mencatut nama Purbaya yang sedang mencari dua ratus orang untuk diberikan bantuan jelang Lebaran Idul Adha dengan menghubungi nomor WhatsApp tidak resmi adalah video hoaks deepfake.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, Purbaya Beri Bantuan Untuk 200 Orang Jelang Idul Adha

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah video yang mengklaim Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dana menjelang Lebaran Idul Adha.

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Namiaa Miaa” (arsip) pada Sabtu (23/05/2026). Unggahan video berdurasi 12 detik tersebut menampilkan Purbaya duduk di kantor dengan latar belakang bendera Indonesia dan bendera Kemenkeu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Berhubung Idul Adha sudah dekat, saya mencari 200 orang yang mau saya bantu hubungi saya sekarang untuk daftarkan data diri Anda,” begitu narasi dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi dalam cuplikan video tersebut: “Viral Hari Ini!!! Sabtu, 23 Mei 2026. Hubungi WhatsApp 08980423229.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1,1 ribu likes, 982 komentar, 39 kali dibagikan, dan 70 ribu kali ditayangkan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok bernama @maretaa091, @dana.hibah977. Unggahan tersebut menampilkan video yang berbeda, namun dengan narasi yang sama, yaitu Purbaya mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dana.

    Lantas, benarkah Purbaya mencari 200 orang untuk diberikan bantuan dengan menghubungi melalui nomor WhatsApp tersebut?

    Baca juga:Purbaya Keluarkan Jurus Baru untuk Perkuat Rupiah Minggu Depan

    Periksa Fakta Bantuan Idul Adha. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto perempuan sebagai foto profil dan memiliki 752 pengikut. Ditemukan banyak unggahan video terkait Purbaya mencari 200 orang untuk diberi bantuan, namun dalam video tersebut diberi keterangan berbeda setiap kali diunggah, seperti pada video ini,ini, dan ini.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 469 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,8 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya cari 200 orang untuk berikan bantuan dana” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha adalah video hoaks.

    Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.

    “[HOAKS] Menteri Keuangan Purbaya Mencari 200 Orang untuk Diberikan Bantuan. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha, merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip pada laman PPID Senin (25/05/2026).

    Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya mencari dua ratus orang untuk diberikan bantuan dana dengan menekan tombol pada video bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menegaskan bahwa video yang beredar mencatut nama Purbaya yang sedang mencari dua ratus orang untuk diberikan bantuan jelang Lebaran Idul Adha dengan menghubungi nomor WhatsApp tidak resmi adalah video hoaks deepfake.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini